เข้าสู่ระบบSehari setelah wanita yang dianggap cinta sejati oleh suami Therina itu memfitnah bahwa Therina telah menabraknya dengan mobil, suami Therina bersama kedua putra mereka menggantung adik laki-laki Therina di atas kuali minyak raksasa yang mendidih, mengancam akan menggorengnya hidup-hidup. Therina berlari ke sana seperti orang gila, tetapi para pengawal menahannya dengan kuat. "Sudah tahu kesalahanmu?" Vandero berdiri di samping dengan setelan rapi. Sorot matanya dingin dan tajam, suaranya pun terdengar dingin, "Setelah ini, masih berani menyakiti Sylva lagi?" "Aku nggak menabraknya!" Therina menangis sambil meronta. "Vandero, lepaskan adikku! Dia baru delapan belas tahun, baru saja diterima di ITB!"
ดูเพิ่มเติมDia mengikuti Vandero kembali ke tanah air. Di dalam vila, para pelayan hilir mudik sibuk bekerja. Jody dan Evan yang mendengar suara segera berlari turun."Mama!""Mama! Kali ini Mama pulang berarti nggak akan pergi lagi, 'kan? Dulu kami yang salah. Mama, aku paling mencintaimu!"Walaupun Evan sulit berbicara, ketika melihat Therina, dia tetap tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkan kerinduannya.Therina tentu melihat luka-luka di tubuh mereka, tetapi apa hubungannya dengan dirinya? Yang dirinya tinggalkan bukan hanya Vandero, tetapi juga Jody dan Evan.Menghadapi kata-kata penuh semangat dari kedua anak itu, Therina tetap menjawab dengan nada datar. Tidak lama kemudian, seolah mereka sudah menebak sesuatu, mata mereka mulai memerah."Mama, apa Mama benar-benar nggak menginginkan kami lagi ...."Therina melirik mereka, baru hendak menjawab ketika Vandero memotong perkataan mereka,"Jangan bicara sembarangan. Papa sekarang ingin membawa Mama melihat sesuatu. Kalian tinggal di sini
Sayangnya, dia baru menyadari semuanya ketika sudah terlambat, hingga wanita itu pergi meninggalkannya.Namun sekarang tidak lagi. Vandero sudah memikirkannya dengan jelas: selama Therina bisa memaafkannya, apa pun akan dia lakukan.Membayangkan kehidupan Therina kembali berada di sisinya, Vandero tanpa sadar tersenyum. Perasaan bahagia memenuhi dadanya, membuatnya sangat menantikan saat bertemu dengannya.Delapan jam penerbangan akhirnya mendarat. Vandero tidak sabar bergegas menuju alamat yang telah mereka sepakati, untuk menemui orang yang sangat dirinya cintai.Tempat yang mereka sepakati adalah sebuah kafe. Saat Vandero mendorong pintu masuk, lonceng angin berbunyi sekali. Dirinya melangkah masuk dan sekilas langsung melihat Therina yang duduk di sudut ruangan.Satu bulan tidak bertemu, tetapi rasanya seperti setahun penuh penderitaan, sehingga sekarang ketika akhirnya melihat wanita itu, Vandero tiba-tiba merasa semua ini seperti tidak nyata.Therina telah banyak berubah.Ketika
Karena kehilangan banyak darah, napasnya perlahan-lahan makin melemah. Seseorang dengan panik mengangkatnya. Namun di dalam benak Vandero, dirinya hanya ingin pergi mencari Therina.Dalam kesadaran yang samar, kenangan masa lalu sedikit demi sedikit muncul di depan matanya.Di masa lalu, ketika mengetahui Sylvaria mengalami kecelakaan, Vandero setiap hari mabuk-mabukan, terpuruk hingga seperti bukan dirinya lagi, bahkan keluarganya pun tak ingin lagi mengurusnya.Justru Therina yang menemaninya, menjaganya. Ketika dirinya mabuk sampai tidak sadarkan diri, Therina-lah memasakkan sup penawar mabuk untuknya. Ketika dirinya mengalami pendarahan lambung, wanita itu merawatnya semalaman tanpa tidur, bahkan mengambil alih pekerjaan perusahaan, mencurahkan seluruh hatinya kepadanya.Pada saat itu sebenarnya bukan berarti Vandero tidak menyadari semua itu, hanya saja kematian Sylvaria memberinya pukulan yang terlalu besar.Sampai suatu hari, dia salah mengenali orang dan menekannya di bawah tub
Vandero berbicara dengan sangat yakin dan tegas. Sambil menggenggam kepala, Sylvaria menangis dan menjerit tanpa henti seperti orang gila.Dia merasa seolah tidak pernah mengenal Vandero sebelumnya. Tekanan itu membuatnya hampir tak bisa bernapas."Vandero, apa yang ingin kamu lakukan ... jelas semua yang kulakukan itu demi kita bisa bersama.""Kapan aku pernah mengatakan akan bersamamu? Rina akan menjadi istriku seumur hidup. Kamu nggak mungkin menggantikannya."Suara pria itu dingin, seperti pertanda datangnya badai, membuat Sylvaria gemetar tak terkendali. Air matanya mengalir saat dirinya menatap pria itu, tubuhnya terus bergetar."Padahal kamu sendiri nggak pernah benar-benar peduli pada Therina! Kalau kamu peduli padanya, apa kamu akan tidur di satu ranjang denganku? Kalau kamu peduli padanya, apa kamu tega melukai tangannya? Kalau kamu peduli padanya, apa kamu akan memperlakukanku sebaik itu?""Jelas di hatimu juga ada aku! Kamu sama sekali nggak mencintai Therina sedalam itu!"
Di saat senja hari ketiga, Vandero kembali bersama kedua anaknya.Begitu masuk rumah, untuk sekali ini dia justru mengambil inisiatif menjelaskan, "Sejak kecil Sylva takut sakit dan sangat sensitif terhadap rasa sakit, jadi kami lebih dulu membawanya ke rumah sakit."Jody juga bergumam pelan, "Benar
Jody terisak sambil menjelaskan, "Kami hanya ingin mencari sebuah kalung untuk diberikan kepada Tante Sylva ... Mama nggak mau, malah berebut dengan kami ... aku nggak sengaja jadi ...."Vandero berjongkok hendak membantu Therina berdiri. "Di mana kamu terluka? Aku akan membawamu ke rumah sakit."Ke
Beberapa hari berikutnya, selain saat makan, Therina hampir tidak keluar dari kamar.Dia hanya berharap proses perceraian cepat berlalu, mengabaikan segala upaya Vandero dan kedua anaknya yang terus menyenangkan Sylvaria.Tak lama kemudian, ulang tahun Sylvaria pun tiba.Vandero sebenarnya ingin men
Melihat pemandangan di depannya, Therina merasa hatinya seolah-olah dicabik paksa oleh seseorang.Dua putra yang dirinya lahirkan dengan susah payah, di depan matanya sendiri, justru dengan tangan mereka mendorong Vandero ke arah wanita lain.Dan Vandero menciumnya cukup lama sebelum akhirnya melepa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น