Share

Bab 99

Author: Nayla
Scarlett sama sekali tidak menanggapi ucapannya. Dia menundukkan kepala, menempelkan stempel di kontrak dan merapikan dua rangkap dokumen itu, lalu berdiri dan menyerahkan salah satunya ke arah Edric. "Semoga kerja sama ini berjalan lancar."

Edric mengulurkan tangan.

Scarlett mengira dia hendak mengambil kontrak, jadi dia pun sengaja menggeser dokumen itu ke arahnya. Siapa sangka, Edric malah menggenggam tangannya.

Telapak tangan yang lebar menutupi jemarinya. Dari ujung jarinya terasa sedikit dingin.

Scarlett tertegun dan refleks menarik kembali tangannya.

"Kerja sama yang menyenangkan." Edric menerima kontrak dari tangannya dengan mantap, lalu tersenyum tipis, "Usulku sebelumnya bukan bercanda, Bu Scarlett juga bisa mempertimbangkannya."

"Selamat tinggal."

Edric mengucapkan perpisahan dengan sopan, lalu membalikkan tubuh dan melangkah anggun meninggalkan ruangan. Saat pergi, dia bahkan sempat mengucapkan terima kasih pada resepsionis di depan dengan elegan dan ramah.

Hal itu membuat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yani Suryani
tetap hati-hati juga waspada bagaimana pun ada dendam di keluarga Edric siapa tau Edric juga memanfaatkan situasi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 439

    Scarlett mendengar suara Khalid dari dalam. Dia berpikir sejenak, lalu mengetuk pintu kantor. Suara pertengkaran langsung terhenti.Tak lama kemudian, pintu kantor terbuka dari dalam. Khalid keluar. Wajahnya menampilkan senyuman hangat khas seorang senior, seperti biasanya.Namun, Scarlett bukan lagi anak kecil seperti dulu. Dia tentu bisa melihat sikap dingin yang tersembunyi di balik sorot mata Khalid.Scarlett berpura-pura tidak menyadarinya, lalu menyapanya dengan sopan, "Maaf, Paman, aku nggak bermaksud mengganggu. Tapi ada urusan perusahaan yang perlu dilaporkan kepada Pak Mavin."Khalid menatapnya sambil tersenyum ramah, berbasa-basi sebentar, lalu berkata, "Scarlett, aku nggak nyangka kamu bisa selamat dari tempat setinggi itu. Benar-benar beruntung."Scarlett tidak menjawab.Khalid kembali tersenyum. "Kalau saja Florence juga bisa bernasib sebaik kamu, itu akan sangat baik."Begitu dia menyebut Florence, Scarlett mengepalkan tangannya pelan. Dalam hatinya ada ribuan kata makia

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 438

    Catatan kontak itu tertulis "Bu Vivian".Melati menebak orang ini kemungkinan besar adalah yang sering disebut Kenny, penanggung jawab utama proyek.Keduanya memang sering berhubungan soal pekerjaan. Kenny menyematkan akun WhatsApp-nya di posisi teratas masih tergolong wajar.Namun, yang membuat Melati benar-benar terkejut adalah pesan terakhir yang dikirim Kenny kepada Vivian ternyata adalah rancangan yang semalam dia terima dari tangan Scarlett. Bahkan nama berkasnya pun tidak diubah sama sekali.Jadi, rancangan itu benar-benar bocor darinya?Kenny mengambil sendiri dokumen internal UME yang ada di tangannya, tanpa persetujuannya, bahkan tanpa berdiskusi dengannya terlebih dahulu.Melati terpaku di tempat, perasaannya bercampur aduk. Yang membuatnya terguncang bukan semata soal kebocoran dokumen, melainkan karena dia sama sekali tidak mengerti mengapa Kenny harus menyembunyikan hal ini darinya.Ujung jarinya bergetar. Jarinya pun tak sengaja menyentuh roda gulir mouse. Riwayat percak

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 437

    Saat itu Henry mengerutkan kening, sorot matanya tampak kehilangan sekaligus terkejut. Jelas dia masih belum bisa menerima kenyataan ini."Benarkah dia?""Bagaimana mungkin dia?""UME juga nggak memperlakukannya dengan buruk, lagi pula dia sudah lama menjadi karyawan lama di UME."Melati memang berbakat biasa saja, tetapi dia cukup serius dalam bekerja. Sebelum Scarlett datang, Henry bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengangkatnya sebagai kepala departemen.Henry berkata, "Apa mungkin ada kesalahpahaman? Perlu nggak kita selidiki lagi?"Bukan karena dia tidak memercayai Scarlett, melainkan karena dia benar-benar merasa Melati tidak mungkin melakukan hal yang merugikan orang lain tanpa menguntungkan dirinya sendiri.Scarlett tidak menjawabnya. Dia menunduk menatap ponselnya. Setelah terdengar bunyi denting, dia menyerahkan ponsel itu ke tangan Henry. "Ini bukti yang sudah dikumpulkan."Begitu ada target yang jelas, mencari bukti menjadi jauh lebih mudah.Berdasarkan waktu kebocoran p

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 436

    Melati awalnya masih agak takut dan gelisah, mengira sikap kerjanya yang belakangan ini pasif telah diketahui Scarlett dan akan dikritik.Namun, ketika mendengar bahwa yang dibahas adalah kebocoran dokumen, rasa percaya dirinya pun sedikit meningkat."Mana aku tahu? Yang bertanggung jawab atas rencana ini 'kan bukan cuma aku seorang. Jane dan yang lain juga ikut menangani, 'kan?"Kemarin dia sempat bertanya tanpa sengaja, lalu mendengar bahwa Jane dan yang lainnya juga mengerjakan pekerjaan yang sama dengannya.Scarlett tidak berdebat dengannya. Dia mengangkat tangan dan menyerahkan dokumen yang kemarin diberikan kepada Jane dan yang lainnya.Awalnya Melati tidak terlalu memedulikannya, sampai dia melihat rencana milik Jane dan yang lain, barulah dia benar-benar memahami maksud Scarlett.Rencana Jane dan kawan-kawannya serta rencana yang dia tangani sama-sama ditujukan untuk menghadapi celah yang sama, tetapi sudut pandang penyelesaiannya berbeda.Namun kini, rencana yang diumumkan dan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 435

    Kenny berkata dengan nada agak dingin, "Bukannya sudah kubilang kamu nggak perlu menungguku?""Akhir-akhir ini, robot pintar yang baru dirilis oleh Grup Laksmana sering mengalami masalah internal. Kami semua lembur untuk melakukan perbaikan. Karena pulang terlalu larut dan sudah terlalu lapar, akhirnya kami makan bersama di luar."Begitu mendengar kata lembur, Melati malah semakin kesal. Dia mengambil risiko dipecat dengan menyerahkan data internal UME kepada Kenny agar dibawa ke Grup Laksmana, semua itu demi Kenny bisa naik jabatan dan mendapat kenaikan gaji.Namun setelah sekian lama berlalu, Kenny bukan hanya tidak mendapatkan kenaikan gaji, malah semakin sibuk. Uang yang disetorkannya setiap bulan pun semakin sedikit.Grup Laksmana yang merupakan perusahaan papan atas, ternyata malah tidak sebaik perusahaan-perusahaan kecil dalam hal kemurahan hati. Kalau terus seperti ini, kapan dia dan Kenny bisa punya rumah sendiri?Lantaran tak kuasa menahan diri, Melati mengeluh, "Kamu sudah m

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 434

    Pamela berkata, "Kakakku itu memang nggak peduli sama dia."Mavin bertanya, "Lalu menurutmu, kakakmu akan peduli pada pekerjaannya atau pada hal-hal yang dia sukai?"Begitu kalimat itu keluar, Pamela langsung terdiam, tak mampu membantah sepatah kata pun.Sebenarnya, setelah insiden Vivian diperlakukan tidak adil, yang dia tahu hanyalah hubungan Devan dan Scarlett memburuk dengan sangat cepat. Ditambah lagi sejak awal dia memang tidak menyukai Scarlett. Setelah mendengar dari kakaknya tentang berbagai perbuatan Scarlett, kebenciannya pun semakin bertambah.Meskipun pulang ke rumah Keluarga Laksmana, dia dan kakaknya hanya akan menganggap Scarlett seperti udara.Kalaupun berada di ruang yang sama, kakaknya memperlakukan Scarlett seperti orang tak terlihat, sementara dirinya pun sering melontarkan kata-kata tajam.Soal kepedulian? Dia tidak tahu apa yang kakaknya pedulikan, tetapi dia sendiri hanya peduli satu hal, yaitu kapan kakaknya bisa bercerai dari Scarlett.Pamela terdiam. Pikiran

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status