Home / All / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 1. Hello Future!

Share

Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara
Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara
Author: Sayap Ikarus

Bab 1. Hello Future!

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-04-01 17:28:44

"Cowok emang nggak ada otaknya!" kutuk Freya sambil menggebrak meja hingga menyita perhatian beberapa pengunjung klub di sekitarnya.

Sadar tengah diperhatikan, Freya justru menyeringai. Ia berdiri dari kursinya dan berkacak pinggang. Sepertinya gadis ini mulai kehilangan akal sehatnya. Matanya beberapa kali melotot, mencibir orang-orang yang berbisik membicarakannya. Sungguh, ini adalah pertama kalinya alkohol menguasai diri dan mengambil alih logikanya.

Freya lantas tertawa, sempoyongan karena mabuk, "Rega brengsek!" cercanya sambil beranjak menuju taman terbuka di belakang klub, mengobati sesaknya.

Tanpa Freya tahu, semua umpatannya mengganggu dan menyita perhatian seseorang. Lelaki tampan yang sedianya tengah mengantar keluar seorang rekan bisnis dari ruang VVIP merasa ucapan Freya tentang kaumnya sedikit menyakiti telinga. Lucas Alexander Bhaskara, CEO Bhaskara Group. Lelaki sempurna dengan visual tanpa cela yang berhasil mematri tinta emas kesuksesan di usianya yang masih sangat muda, 31 tahun.

"Konyol!" gumam Lucas lirih, "kalau semua cowok nggak ada otak, terus dia lahir dari dua orang perempuan gitu?" gumamnya tak sadar sudah melibatkan diri.

Sebagai seorang yang berharga diri tinggi, latar belakang keluarga layaknya sultan, entah kenapa Lucas merasa Freya memfitnahnya. Gadis muda dengan tubuh mungil dan dandanan imut itu berhasil membuat lelaki sedingin Lucas memberi perhatian padanya.

"Saya ngabisin satu batang dulu, baru kita balik ke kantor," ujar Lucas mengangkat jemarinya yang memegang rokok di depan wajah Nino, asisten pribadi yang merangkap sebagai teman terdekatnya.

Malam sudah hampir menjelang saat Lucas menyalakan rokoknya di taman belakang klub. Lampu-lampu mulai dinyalakan, beberapa pelayan klub nampak beriringan menuju ruang transit untuk berganti shift. Asap mengepul putih keluar dari embusan napas sang CEO muda yang serba bisa itu. Matanya tiba-tiba memicing, pupil indah berwarna coklat kemerahannya menangkap satu bayangan elok yang membuai. Semilir angin sore menyapa, membuat suasana makin syahdu dan manis.

Dialah gadis pengumpat tadi. Sosok penuh daya tarik yang berhasil membuat Lucas menangkap dan mengunci bayangannya di retina. Di seberang Lucas, Freya masih menggumam, mengumpat menyalurkan emosinya seraya meremas-remas rambutnya sendiri. Semua kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya membuat Lucas tak tahan untuk mendekat.

"Nggak semua cowok nggak ada otak, by the way," sela Lucas di antara umpatan Freya.

Mendengar suara asing yang datang dari arah belakang punggungnya, Freya terlonjak kaget. Matanya menatap curiga, penuh rasa tak percaya.

"Kalau kamu mau ngomel-ngomel dan ngumpat orang, lakuin di depannya, jangan menggeneralisir begini, menyinggung saya," tambah Lucas.

"Kamu siapa? Kenal sama saya?" balas Freya antipatif, setengah sadar.

"Enggak, tapi kamu berhasil menyakiti telinga saya dengan suara cempreng dan omongan kotor kamu itu!" sahut Lucas sambil sesekali mengisap rokoknya.

"Bentar!" Freya mendengus kesal, "lo nggak tau apa-apa soal gue, jadi jangan ikut campur!" sengalnya.

"Baiknya emang gitu. Semua orang di sini nggak ada yang kenal kamu, tapi mereka harus ngedenger racauan nggak bermutu dan sorry to say, drama banget!"

"Hei!" jemari Freya reflek mencengkeram jas milik Lucas yang sebelumnya sudah tidak dikancingkan, sangat berani, "Lo nggak ada urusan apapun sama gue dan kita nggak cukup dekat untuk saling mencampuri urusan masing-masing!" sentaknya hingga membuat Lucas menjatuhkan rokoknya.

Lucas terkesiap melihat perlakuan mengejutkan Freya. Ia berusaha memundurkan langkah agar Freya melepas cengkeramannya, tapi sia-sia. Dirinya yang notabene sangat mencintai kebersihan merasa risih diperlakukan seperti itu.

"Lepasin saya!" desis Lucas menekan suaranya.

"Brengsek kayak lo nggak tau apa-apa soal hati cewek, kalian semua sama! Liat yang mulus dikit aja maunya nyosor!" ujar Freya semakin meracau tak jelas.

"Get off!" paksa Lucas secara spontan mencengkeram kedua pundak Freya dan menariknya ke samping kanannya sedikit kasar.

"Lo!" Freya berteriak nyaring, sudah pasti kembali menyita perhatian orang lain yang melewati jalan lingkar taman. Ia meneliti sobekan kecil di baju murahnya, "lo udah melakukan pelecehan seksual!" tuduhnya makin sembarangan.

"Oh ya? Tuntut aja gue kalo gitu!" sambar Lucas ikut emosi, kehilangan wibawa yang tadi masih berusaha ia jaga. Ia sudah berbalik untuk pergi tapi Freya menahan lengannya erat, "Apa lagi sekarang?" tanyanya ketus.

"Bertanggungjawablah! Jangankan pelecehan seksual, pelecehan secara verbal pun bisa dipidanakan di negara ini," ancam Freya dengan senyum miring yang sangat licik, bergerak tak stabil karena mabuk.

"Kita ketemu di persidangan!" balas Lucas tak kalah sengitnya.

Wajah Freya pias, ia tak paham dengan jalan pikiran lelaki super tampan di depannya. Ancamannya seperti tak berarti apa-apa bagi lelaki yang suka ikut campur itu. Lucas bahkan tersenyum sangat sombong.

"Lepasin saya," lirih Lucas setelah berhasil menguasai dirinya kembali. Dikibaskannya cengkeraman tangan Freya kasar, tapi sesuatu yang tak terduga terjadi.

Freya tiba-tiba terhuyung, ambruk ke arah Lucas. Tubuh mungil yang tadinya sangat gemar mengumpat dengan energi penuh itu terkulai jatuh ke dalam dekapan sang CEO tampan.

"Drama apalagi ini, hah?" sentak Lucas tak menyadari bahwa Freya benar-benar tak sadarkan diri.

###

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 15. Sebuah Kesepakatan Damai

    "Bapak mau ke mana?" tanya Freya panik saat melihat Lucas tampak siap mengenakan jasnya. "Saya?" Lucas menunjuk wajahnya sok polos, "pulang," jawabnya, "kamu udah sadar, kondisi kamu udah stabil, tanggung jawab sosial saya udah selesai." "Anu─" ucapan Freya menggantung. Ia menggigit bibir bawahnya lagi, malu dan gengsi untuk merendah di depan musuh. Tampak Lucas menunggu lanjutan ucapan Freya. Tatapannya yang dingin menembus pertahanan Freya, mengoyak harga diri yang dijunjungnya begitu tinggi. Bagaimana Freya bisa melunasi tagihan rumah sakit sebesar itu? Mengemis pada Lucas sekali saja bisa menyelamatkan harga dirinya, bukan? "Bapak bisa bantu saya?" sekarang wajah Freya dibuat seimut mungkin. "Kenapa sama wajah kamu?" Lucas bisa membaca gelagat manja Freya. "Saya harus pasang wajah secantik dan sebaik mungkin di depan orang yang mau saya mintai tolong kan Pak? Ah, atau saya boleh panggil Mas kalo di luar kelas?" Hampir Lucas tersedak mendengar kalimat Freya. Ia merinding

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 14. The Shout and The Cares

    "Setelah membawa saya dalam keadaan tidak berdaya," Freya berhenti menyeka air matanya sebentar, "sekarang Bapak bahkan bicara informal sama saya. Ini bisa aja saya laporin ke Rektor! Akan saya buat surat aduan," ucap Freya mengancam. Lucas menggelengkan kepalanya pelan. Ia kembali berjalan mendekati ranjang tempat Freya berbaring. Dua telapak tangannya ia kantongi di saku celana. Mata tajamnya memicing, ia sedikit membungkuk di depan wajah Freya, seakan ia memiliki satu kartu as untuk menggoyahkan ancaman gadis di depannya. "Dua belas juta rupiah boleh kamu bayar ke bagian administrasi," ucap Lucas sangat serius. Dahi Freya berkerut, "Maksud Bapak?" "Biar kamu bisa keluar dari rumah sakit ini, bukannya kamu harus bayar biaya pengobatan dulu?" kata Lucas tak acuh. Mata Freya membulat seketika. Kedua tangannya sudah terkepal kuat, ingin sekali menjambak dan mengacak wajah sinis lelaki di depannya. Bagaimanapun Freya menyesali nasibnya kini. "Bapak gila?" teriak Freya tak pe

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 13. Something Just Like This

    Sepeninggal Dokter April, Lucas kembali menelepon Nino. Ia berpesan agar asistennya itu mengurus semua administrasi Freya yang sudah pasti tagihan rawatnya akan dibebankan atas nama sang CEO muda. Mengingat Freya pasti akan gengsi untuk menerima bantuannya, Lucas melihat celah ini sebagai sebuah kesempatan langka. "Gue gantiin baju Freya dulu, kata Suster suruh ganti sebelum dibawa pulang," ujar Lucas sambil menutup sambungan teleponnya. Ia sengaja berkata demikian karena tahu betul bahwa Freya sudah bangun sedari tadi. Saat Lucas berbalik ke arah ranjang, Freya sudah memelototinya. Dalam hati Lucas tertawa, pancingannya berhasil. Namun ia tetap memasang wajah dingin, tak acuh. "Kenapa Bapak bawa saya ke sini?" tanya Freya dengan tatapan curiga. "Kamu pengin saya bawa ke mana kalo nggak ke sini? Hotel?" sindir Lucas frontal. Freya berjenggit, "Ogah! Saya yakin kalo di kampus nggak banyak orang yang ngeliat pasti saya dibawa ke hotel!" tuduhnya. Tatapan Lucas yang sem

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 12. Sesuatu di Kepalanya

    Lucas tak memiliki pilihan lain, dibawanya Freya ke rumah sakit. Sudah dua kali Freya tiba-tiba ambruk tanpa sebab, cukup membuat Lucas penasaran dan khawatir. Sebagai pelanggan VVIP rumah sakit, Lucas sengaja menempatkan Freya di kamar kelas premium dengan fasilitas nomor wahid pula. Lucas ingin yang terbaik untuk Freya, terlepas dari semua sikap dinginnya pada sang mahasiswi dan bertingkah seperti musuhnya, Lucas sudah menyelip rasa di dada. "Dua kali dia tiba-tiba begini Dok, tanpa sebab," ucap Lucas begitu dokter selesai memeriksa kondisi Freya dalam kunjungannya ke kamar perawatan. "Sudah bicara dengan Dokter April?" tanya sang dokter setelah mengambil nafas sebentar. "Kami bertemu di IGD sebelum Freya dipindah ke sini," jawab Lucas. "Sebentar lagi Dokter April akan berkunjung untuk menjelaskan diagnosanya. Saya yakin akan lebih jelas jika dokternya yang memberi gambaran kondisi Mbak Freya," kata sang dokter melirik Freya yang belum sadarkan diri. Lucas mengangguk paham

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 11. He's on Another Level

    Freya masih berusaha mengatur emosinya. Tak segera menjawab Lucas, ia ikut meneguk air mineral miliknya. Ditatapnya nanar Lucas yang juga balas menatapnya. Luka yang sama, yang dilihat Lucas malam itu. Kenapa ikut sakit saat bahkan Freya tidak bercerita apa pun padanya? "Kalo saya jelasin, saya nggak yakin Bapak bakalan percaya juga sama saya," ucap Freya lebih tenang dari sebelumnya. Beberapa kali ia nampak menelan saliva. "Tapi menjadi tidak tau soal masalah yang sebenernya bikin saya ada di posisi tersangka malam itu!" kata Lucas terdengar lebih perhatian. "Bukannya Bapak emang gitu?" cibir Freya. Lucas berdecak, "Kamu mau mulai berdebat lagi sama saya? Saya juga bisa bersikap lebih sinis dari kamu," ucapnya. "Tau ah Pak! Saya capek!" keluh Freya ikut duduk di sebelah Lucas akhirnya. Sesaat keheningan menyergap. Lucas sibuk memainkan ponselnya, berinteraksi dengan Nino soal pekerjaan. Sementara Freya memilih fokus pada air mineralnya yang sudah hampir habis. "Lain kal

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 10. On Your Lost Day, Yesterday

    "Bapak jangan coba-coba ya!" ancam Freya mulai tidak percaya diri dan diselimuti ketakutan. "Apa yang kamu takutin dari tempat seramai ini, Freya?" Panggilan biasa yang keluar dari mulut Lucas untuk pertama kalinya, suara serak nan berat yang membawa Freya melayang. Setiap desah lembut dan gerak bibir Lucas saat melafal nama Freya membawa getaran tersendiri yang membuat Freya bagai ditarik masuk ke dalam dunia dingin milik Lucas. Kebekuan yang menghangatkan hati Freya tanpa perlu banyak usaha. "Saya teriak nih, teriak!" tantang Freya justru terkesan menggemaskan. "Keahlian kamu bukannya emang teriak-teriak kan?" Freya menautkan kedua alisnya, "Maksud Bapak?" tanyanya, "Saya serius ya Pak. Di kampus Bapak nggak bisa berbuat sesuka hati!" tambahnya. Bukannya takut, Lucas justru makin mendekatkan wajahnya pada wajah Freya. Kini, Freya bahkan bisa merasakan embusan nafas hangat dari lelaki tampan penuh kharisma itu. Di benak Freya, ia kagum pada Lucas yang sangat pintar m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status