Short
Cinta Segitiga Di Antara Dia, Aku, Dan Kakakku

Cinta Segitiga Di Antara Dia, Aku, Dan Kakakku

Oleh:  CanisTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Perbatasan berhasil ditembus musuh. Arsendra, jenderal muda dari Keluarga Radinata, mengucapkan sumpah militer, "Sebelum musuh ditaklukkan, aku tidak akan pulang." Kaisar sangat gembira dan memutuskan untuk menganugerahkan pernikahan kepadanya. Seluruh ibu kota kerajaan tahu bahwa Arsendra dan kakak perempuanku, Kinasih, saling mencintai. Namun, dia malah memilihku. Pada malam pernikahan kami, dia berdiri di depan ranjang dan berkata dengan nada datar, "Perjalanan ke perbatasan kali ini penuh bahaya dan kemungkinan besar aku nggak akan kembali hidup-hidup. Aku nggak ingin Kinasih ikut mengalami malapetaka seperti ini." "Titah Kaisar sulit ditolak. Aku terpaksa memilih seseorang. Maaf sudah membuatmu menanggung semua ini." Aku terdiam sesaat, lalu tidak tahan untuk bertanya balik, "Lalu, aku ini apa?" Dia terkekeh pelan, senyumnya begitu dingin, "Anggap saja aku berutang padamu." Dia mendorong pintu dan pergi. Aku pun mengembuskan napas lega. Arsendra tidak tahu bahwa sedari dulu aku juga sudah memiliki seseorang yang kucintai. Dengan begitu, kami bisa dibilang impas. Selama tujuh tahun menjaga perbatasan, kami berkali-kali lolos dari maut. Aku menemaninya bertaruh nyawa di medan perang. Kami pernah menghadapi pembunuhan, penyergapan, terluka, dan berkali-kali meloloskan diri dari maut .... Aku tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, aku mengerahkan segenap tenaga untuk membantunya menstabilkan moral pasukan dan mengurus perbekalan. Bahkan ketika Arsendra terluka parah dan membutuhkan empedu ular berbisa untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya, aku mempertaruhkan nyawaku sendiri dengan memasuki Gua Lima Racun demi mendapatkan empedu ular itu. Akhirnya, Arsendra berhasil menaklukkan musuh dan memasukkan wilayah barat kekuasaan kerajaan. Setelah kembali dengan kemenangan, Kaisar menganugerahinya gelar Pangeran meskipun dia bukan berasal dari keluarga kerajaan. Kaisar kemudian bertanya hadiah apa yang dia inginkan. "Hamba memohon agar istri hamba diturunkan kedudukannya menjadi selir dan hamba diizinkan menikahi Putri Kinasih sebagai istri utama." Pada akhirnya, dia tetap ingin menikahi kakakku. Namun untungnya, keinginanku akhirnya juga bisa terwujud. Aku akhirnya bisa pergi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Perbatasan berhasil ditembus musuh. Arsendra, jenderal muda dari Keluarga Radinata, mengucapkan sumpah militer, "Sebelum musuh ditaklukkan, aku tidak akan pulang."

Kaisar sangat gembira dan memutuskan untuk menganugerahkan pernikahan kepadanya.

Seluruh ibu kota kerajaan tahu bahwa Arsendra dan kakak perempuanku, Kinasih, saling mencintai. Namun, dia malah memilihku.

Pada malam pernikahan kami, dia berdiri di depan ranjang dan berkata dengan nada datar, "Perjalanan ke perbatasan kali ini penuh bahaya dan kemungkinan besar aku nggak akan kembali hidup-hidup. Aku nggak ingin Kinasih ikut mengalami malapetaka seperti ini."

"Titah Kaisar sulit ditolak. Aku terpaksa memilih seseorang. Maaf sudah membuatmu menanggung semua ini."

Aku terdiam sesaat, lalu tidak tahan untuk bertanya balik, "Lalu, aku ini apa?"

Dia terkekeh pelan, senyumnya begitu dingin, "Anggap saja aku berutang padamu."

Dia mendorong pintu dan pergi. Aku pun mengembuskan napas lega.

Arsendra tidak tahu bahwa sedari dulu aku juga sudah memiliki seseorang yang kucintai. Dengan begitu, kami bisa dibilang impas.

Selama tujuh tahun menjaga perbatasan, kami berkali-kali lolos dari maut. Aku menemaninya bertaruh nyawa di medan perang. Kami pernah menghadapi pembunuhan, penyergapan, terluka, dan berkali-kali meloloskan diri dari maut ....

Aku tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, aku mengerahkan segenap tenaga untuk membantunya menstabilkan moral pasukan dan mengurus perbekalan.

Bahkan ketika Arsendra terluka parah dan membutuhkan empedu ular berbisa untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya, aku mempertaruhkan nyawaku sendiri dengan memasuki Gua Lima Racun demi mendapatkan empedu ular itu.

Akhirnya, Arsendra berhasil menaklukkan musuh dan memasukkan wilayah barat kekuasaan kerajaan.

Setelah kembali dengan kemenangan, Kaisar menganugerahinya gelar Pangeran meskipun dia bukan berasal dari keluarga kerajaan.

Kaisar kemudian bertanya hadiah apa yang dia inginkan.

"Hamba memohon agar istri hamba diturunkan kedudukannya menjadi selir dan hamba diizinkan menikahi Putri Kinasih sebagai istri utama."

Pada akhirnya, dia tetap ingin menikahi kakakku. Namun untungnya, keinginanku akhirnya juga bisa terwujud. Aku akhirnya bisa pergi.

....

Begitu Arsendra selesai berbicara, aula istana yang luas seketika menjadi hening.

Senyum di wajah Kaisar membeku. Sesaat kemudian, suaranya yang dipenuhi amarah menggema di seluruh aula. "Kamu menganggap putriku sebagai apa? Wanita penghibur dari rumah hiburan?"

Seolah sudah menduga reaksi ini, Arsendra langsung bersujud.

"Hamba telah mencintai Putri Kinasih selama bertahun-tahun. Pertempuran di wilayah barat penuh bahaya dan nyaris merenggut nyawa hamba. Hamba tidak ingin Putri Kinasih ikut menderita bersama hamba."

"Sekarang hamba beruntung bisa kembali hidup-hidup dan hanya tersisa satu keinginan yang belum terpenuhi."

"Hamba tidak menginginkan hadiah apa pun. Hamba hanya memohon Yang Mulia mengabulkan keinginan hamba."

Sikap Arsendra nyaris seperti sedang memaksa Kaisar. Wajah Kaisar yang duduk di singgasana tampak begitu muram dan mengerikan.

Namun, aku tahu betul bahwa dia bukan marah demi aku, putrinya sendiri. Dia hanya memikirkan kehormatan keluarga kerajaan dan kewibawaannya sebagai Kaisar.

Aula istana begitu sunyi senyap. Para pejabat menundukkan kepala, tetapi dari sudut mata, mereka melirik ke arahku dengan tatapan penuh ejekan.

Suamiku meminta agar statusku sebagai istri diturunkan menjadi selir demi menikahi wanita lain tepat di hadapanku. Sedangkan aku hanya bisa menyaksikan semua itu.

Sampai sebuah suara jernih dan merdu terdengar, "Ayahanda, aku dengar Kak Arsendra sudah kembali."

Kinasih datang mengenakan pakaian merah. Perhiasan indah dan mahal yang menghiasi tubuhnya sesekali beradu, menghasilkan bunyi gemerincing yang merdu.

Dia berjalan santai melintasi aula. Semua orang seakan sudah terbiasa dengan sikapnya yang seenaknya menerobos suasana tegang dan khidmat di istana. Bahkan kerutan di antara alis Kaisar pun sedikit mengendur.

Saat melewatiku, Kinasih hanya melirik sekilas, seolah sedang melihat seseorang yang sama sekali tidak penting.

Dengan langkah anggun, Kinasih menghampiri Kaisar dan membisikkan sesuatu dengan akrab di telinganya. Setelah itu, dia memeluk lengan Kaisar sambil bermanja-manja.

"Ayahanda, bukankah Ayahanda tahu kalau aku nggak akan menikah dengan siapa pun selain Kak Arsendra?"

"Kabulkan saja permintaannya. Kalau memang nggak bisa, paling-paling aku menjadi selir."

"Lagi pula, Kak Arsendra nggak mungkin memperlakukanku dengan buruk hanya karena aku seorang selir."

Kaisar tampak tidak berdaya menghadapinya. "Benar-benar keterlaluan. Bagaimana mungkin seorang putri kerajaan menjadi selir orang lain?"

Kinasih memperlihatkan senyum penuh kemenangan. Tatapannya kepadaku dipenuhi ejekan. "Kalau begitu, bagaimana kalau aku menikah sebagai istri dengan kedudukan setara ...."

....

Pada akhirnya, diputuskan bahwa Kinasih akan menikah dengan Arsendra sebagai istri kedua yang berkedudukan setara denganku. Pernikahan mereka akan dilangsungkan tiga hari lagi.

Setelah tujuh tahun menjaga perbatasan dan menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, hal pertama yang kulakukan begitu kembali ke kediaman adalah membantu suamiku mempersiapkan pernikahannya dengan wanita lain.

Aku memeriksa pembukuan dan mempersiapkan segala keperluan pernikahan hingga malam tiba. Tiba-tiba, Arsendra masuk bersama beberapa orang yang menggotong peti-peti berisi perhiasan.

Semua perhiasan itu berasal dari wilayah barat dan termasuk barang langka yang sangat diminati di ibu kota. Sementara di bagian paling tengah terdapat satu set mahkota pengantin yang diukir dengan sangat indah dan rumit.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status