Short
Galen Tak Lagi Menemui Yasmin

Galen Tak Lagi Menemui Yasmin

بواسطة:  Siaمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
25فصول
19وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

"Yang Mulia Putra Mahkota, apakah Anda benar-benar berniat merahasiakannya dari Nona Yasmin dan mengambil darah dari jantungnya untuk mengobati penyakit Nona Naura?" Tangan tabib tua yang menggenggam belati gemetar. Cahaya lilin memantulkan keringat dingin di pelipisnya. Di atas ranjang, tubuh Yasmin Amartya yang kurus terbenam dalam selimut berbrokat indah. Wajahnya pucat seperti salju pertama di musim dingin. Nada bicara Galen Mahendra bahkan lebih dingin daripada salju yang menumpuk di luar ruangan. "Ya! Aku sudah memberinya obat bius. Sekarang, dia tertidur lelap dan tidak akan bangun. Cepatlah!"

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Tabib tua itu langsung berlutut dan berkata dengan enggan, "Yang Mulia Putra Mahkota, hamba benar-benar tidak sanggup melakukannya. Dulu, Nona Yasmin menemani Anda menjalani pengasingan sangat juah dan sejak saat itu tubuhnya sudah digerogoti berbagai penyakit. Jika darah dari jantungnya diambil, setelah sadar nanti dia pasti akan kesakitan luar biasa."

"Cukup!" potong Galen dengan suara tegas. Tatapan matanya dipenuhi hawa dingin yang menggetarkan. "Kalau kamu tidak sanggup melakukannya, biar aku yang melakukannya."

Dia merebut belati dari tangan tabib tanpa ragu sedikit pun, lalu menusukkannya ke dada Yasmin.

"Ugh."

Jari-jari orang di atas ranjang itu bergetar pelan, tetapi tidak seorang pun menyadarinya.

Darah segar mengalir keluar. Galen segera menampungnya dengan mangkuk giok. Setelah mangkuk itu penuh, dia langsung berbalik dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Tabib itu pun terhuyung-huyung mengikutinya. Pintu tertutup rapat, sementara suara langkah mereka perlahan menjauh.

Di atas ranjang, Yasmin perlahan membuka mata. Keringat dingin membasahi rambut di pelipisnya.

Dia menggigit bibir bawahnya erat-erat agar erangan kesakitan tidak lolos.

Sakit, sangat sakit ....

Tidak seorang pun tahu bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak tertidur.

Satu jam sebelumnya, Galen membawakan semangkuk sari buah untuknya. Begitu meminumnya, Yasmin langsung merasa ada yang tidak beres dan memuntahkannya dengan susah payah. Namun, dia tidak menyangka bahwa ternyata minuman itu telah dicampur obat bius.

Semua itu hanya agar dia tertidur, sehingga darah dari jantungnya bisa diambil untuk menyelamatkan Naura Rahardjo?

Tangannya gemetar saat diangkat untuk menutupi luka mengerikan di dadanya. Darah masih merembes dari sela-sela jarinya, menodai pakaian tidurnya yang putih bersih.

Betapa konyolnya.

Tiga tahun lalu, Putra Mahkota Galen membuat murka kaisar dan dijatuhi hukuman pengasingan. Para pejabat di seluruh istana menghindarinya. Para putra bangsawan dan gadis bangsawan yang dulu selalu mengelilinginya kini menjauh seolah-olah dia ular berbisa. Bahkan tunangannya sejak kecil, Naura, memutuskan pertunangan mereka di depan umum karena takut ikut terseret olehnya.

Hanya Yasmin yang mengabaikan tentangan keluarganya dan bersikeras mengikutinya pergi!

Dalam perjalanan menuju tempat pengasingan, ketika sekelompok bandit gunung menghadang, Yasminlah yang menggantikan Galen menerima sabetan pedang. Di tengah musim dingin yang membekukan, ketika mereka kekurangan makanan, Yasmin menghemat jatah makanannya dan memberikan semuanya kepada Galen. Ketika demam tinggi Galen tidak kunjung reda, Yasmin menyayat pergelangan tangannya sendiri dan menggunakan darahnya sebagai campuran untuk memberi Galen obat.

Yasmin pernah menemaninya makan nasi basi, tidur di tumpukan jerami, dan bertahan melewati perjalanan sangat juah dalam terpaan angin, hujan, salju, dan hawa dingin.

Namun, sekarang, setelah kembali menduduki posisi putra mahkota, hanya karena Naura berlutut di depan gerbang istana dan menangis menceritakan kesulitannya, hatinya langsung melunak. Bahkan Galen rela mengambil darah dari jantungnya demi menyelamatkan wanita itu!

Yasmin turun dari ranjang dengan langkah sempoyongan. Setiap langkah terasa seperti menginjak ujung pisau. Luka di dadanya terasa seperti terkoyak setiap kali bergerak, tetapi rasa sakit itu bahkan tidak seberapa dibandingkan dengan luka di hatinya.

Kamar Naura terang benderang. Melalui jendela yang setengah terbuka, dia melihat Galen dengan hati-hati menyuapkan semangkuk darah dari jantungnya ke Naura.

"Sakit." Naura memejamkan mata rapat-rapat, air mata menggenang di matanya. "Kak Galen, sakit sekali."

Tubuh Galen menegang. "Bertahanlah sebentar. Sebentar lagi selesai."

Setelah meminum semangkuk darah itu, Naura bersandar dalam pelukannya. Wajahnya memang tampak jauh lebih baik. Tidak lama kemudian, dia perlahan tersadar. Hal pertama yang dilihatnya adalah sepasang mata Galen yang dipenuhi kekhawatiran.

"Kak Galen!" Tubuh Naura bergetar. Dia buru-buru meraih lengan bajunya. "Kamu sudah memaafkanku, bukan? Aku salah. Dulu, aku terlalu lemah dan tidak sanggup menjalani kesulitan. Tapi, aku menyesal. Sungguh, aku menyesal! Kalau kamu tidak menginginkanku, lebih baik aku mati saja!"

Setelah mengatakan itu, dia hendak membenturkan kepalanya ke dinding.

"Cukup!" Galen langsung menariknya, lalu menekan Naura ke atas ranjang dan menciumnya dengan kasar.

Itu bukan ciuman yang lembut, melainkan luapan kemarahan, penderitaan, dan ketidakberdayaan.

Galen menciumnya berulang kali, seolah ingin meleburkan seluruh dirinya ke dalam tulang dan darah Naura. Ketika kembali berbicara, suaranya menahan penderitaan yang tidak berujung. "Naura, kamu hanya mengandalkan rasa sukaku kepadamu."

"Aku masih menginginkanmu. Bagaimana mungkin aku tidak menginginkanmu? Kemarin, aku sudah meminta restu ayahanda agar kamu dan Yasmin menikah denganku pada hari yang sama dan masuk ke Istana Timur. Dia menjadi putri mahkota, sedangkan kamu menjadi selir sandingku."

"Selir sanding?" Mata Naura berkaca-kaca. "Kak Galen, kamu pernah berjanji akan bersamaku seumur hidup, hanya mencintai satu orang."

"Yasmin sudah terlalu banyak berkorban untukku. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Kamu hanya perlu tahu bahwa satu-satunya orang yang kucintai di dalam hatiku adalah kamu!"

Setelah mengatakan itu, Galen memeluknya erat. Bibirnya yang tipis menyusuri tulang selangkanya.

Tatapan mata yang dipenuhi kasih sayang itu seolah hendak meluapkan seluruh cinta, kebencian, dan kerinduan yang terpendam selama tiga tahun terakhir.

Yasmin memandangi dua sosok yang berpelukan di balik kelambu. Luka di dadanya tiba-tiba terasa begitu sakit hingga dia membungkuk.

Dia menutupi dadanya. Darah menetes setetes demi setetes ke lantai, tetapi sesakit apa pun rasanya, tetap tidak sebanding dengan rasa sakit seperti ditusuk ribuan anak panah yang dirasakannya saat ini.

Galen, oh, Galen. Setelah menempuh perjalanan pengasingan begitu jauh, ternyata kamu tetap tidak mencintaiku.

Kalau begitu, aku, Yasmin, juga tidak harus menikah denganmu.

Mencintai seseorang dengan sepenuh hati selama sepuluh tahun, ternyata untuk melepaskannya hanya membutuhkan sesaat.

Yasmin berbalik pergi. Darah terus menetes sepanjang jalan, membentuk bunga-bunga merah yang indah sekaligus menyedihkan di sepanjang koridor.

Para pelayan istana yang ditemuinya ketakutan dan buru-buru menyingkir, tetapi dia sama sekali tidak menyadarinya dan terus berjalan menuju istana kaisar.

"Nona Yasmin?" Kasim penjaga pintu terkejut melihat tubuhnya berlumuran darah. "Apa yang terjadi pada Anda?"

"Hamba, Yasmin, memohon bertemu dengan kaisar. Ini menyangkut hubungan diplomatik kedua negara. Mohon segera sampaikan kepada kaisar!"

Tidak lama kemudian, pintu terbuka.

Di ruang kerja kaisar, kaisar memandang wanita yang berlutut di tengah ruangan dengan kening berkerut. "Yasmin, kamu ini ...."

Yasmin membenturkan kepalanya ke lantai dengan keras. "Hamba mendengar bahwa Beida meminta seorang putri bangsawan dari keluarga kerajaan untuk dinikahi. Hamba bersedia mengajukan diri untuk menjalani pernikahan politik ke Beida, agar perbatasan dapat menikmati kedamaian untuk selamanya!"

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
25 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status