LOGINDemi menghentikan peperangan, aku mengajukan permintaan untuk menikah dengan teman kecilku, Wolfey Arkananta yang berasal dari Bangsa Manusia Binatang. Pada malam pertama, Raja Serigala yang menjadi suamiku bermesraan denganku di padang rumput layaknya pasangan yang tak ingin berpisah. Aku mengira Wolfey mencintaiku. Namun kemudian, justru dia yang memimpin seratus ribu pasukan Manusia Binatang dan menginjak-injak Kota Cagaraya. Dia mencengkeram kepalaku dan memaksaku menyaksikan semuanya dengan mata kepalaku sendiri ketika Ayahku dicabik-cabik serigala, Kakakku sang Putra Mahkota ditebas hingga tewas. Pasukan itu bahkan merenggut mahkota Feniks milik Ibuku dan merobek jubah Feniks-nya, lalu mempermalukannya di hadapan semua orang hingga tubuhnya dipenuhi luka. Wolfey tersenyum dan bertanya kepadaku dengan tatapan kejam, “Alana Vexia, apa kamu benar-benar mengira dirimu begitu cantik hingga bisa menaklukkan hatiku?” “Keluarga kerajaanmu telah membantai begitu banyak rakyatku. Apa kalian pikir hanya dengan menyerahkan dirimu kepadaku, itu bisa melunasi dendam sedalam lautan darah ini?” Pada akhirnya, Wolfey menyatukan seluruh negeri dan memiliki seorang permaisuri yang sangat dicintainya. Sementara aku dikurung di Istana Pengasingan, tanpa nama maupun kedudukan layaknya bukan siapa-siapa. Setiap kali aku mencoba mengakhiri hidup, dia akan menggali satu jenazah dari makam kerajaan dan menghancurkannya menjadi abu di hadapanku. “Tanpa perintahku, kamu tidak boleh mati!” Aku akhirnya berhenti melawan. Bagaimanapun, hanya tersisa tiga hari sebelum racun dari serangga parasit yang dahulu kutelan demi menyelamatkan nyawanya merenggut hidupku.
View MoreKabar itu tersebar dan mengguncang seluruh istana.Wolfey tidak memberi kesempatan kepada siapa pun untuk menentangnya. Dalam waktu tiga hari, titah kekaisaran telah disusun dan stempel kekaisaran juga diserahkan.Hal terakhir yang dilakukannya adalah memakamkan Alana dengan upacara agung layaknya seorang kaisar dan permaisuri.Gelar kehormatannya adalah Putri Teduh.Alana dimakamkan di posisi utama Makam Kekaisaran, tepat di samping makam kecil yang bertuliskan Wening Samudra.Akhirnya Ibu dan anak ini telah bersatu di makam yang berdampingan.Pada hari pemakaman, Wolfey sendiri yang meletakkan sebuah mahkota feniks baru ke dalam peti mati.Bukan mahkota yang pernah dikenakan Elora.Melainkan mahkota yang diperintahkan untuk dibuat ulang olehnya sepanjang malam, menggunakan emas murni terbaik dan mutiara Laut Timur.Semasa hidup, Alana tidak pernah mengenakan jubah permaisuri dan tidak pernah menjalani upacara penobatan, bahkan tidak pernah memiliki status resmi di sisinya.Setelah ke
Napas Alana semakin lama semakin melemah.Seperti lilin yang akan padam, seakan benar-benar mati hanya dengan satu hembusan angin.Wolfey menempelkan telinganya di dekat bibirnya, berusaha sekuat tenaga menangkap hembusan napas terakhir itu.Namun, dia tidak mendengar apa pun.Bibirnya tak lagi bergerak.“Ana.” Dia memanggilnya, suaranya serak hingga nyaris tak terdengar seperti suara manusia.Tidak ada jawaban.“Alana.”Tidak ada jawaban.“Putri ....”Tetap tidak ada jawaban.Dia memanggil semua nama yang pernah dimilikinya, setiap identitas, setiap panggilan. Namun, dada Alana tidak lagi bergerak naik turun.Sudut bibirnya justru sedikit terangkat.Seolah akhirnya dia terbebas dari siksaan panjang yang tak berkesudahan.Wolfey duduk membeku di sana, memeluk tubuhnya yang perlahan mendingin. Lama sekali, dia tidak bergerak.Dari luar istana terdengar langkah kaki mendekat. Tabib berlutut di ambang pintu dan berkata dengan suara gemetar, “Yang Mulia Raja, mohon izinkan hamba ....”“Per
Pemuda itu berlutut di hadapan ranjangku. Di antara alis dan matanya, samar-samar terlihat bayangan kakakku, Aleno Vexia sang Putra Mahkota.Alis tegas yang sama, begitu pula garis rahang yang tajam.Aku mengulurkan tangan dan membelai wajahnya.Ujung jariku terasa dingin, sementara kulitnya hangat dan penuh kehidupan.Aku tersenyum.Senyuman yang tulus, benar-benar muncul dari lubuk hatiku.“Mirip ayahmu.”Mata pemuda itu memerah. Dia menggenggam tanganku yang kurus dan keriput, suaranya bergetar.“Bibi, aku datang terlambat.”“Tidak terlambat.” Aku menggeleng, “Selama aku masih bisa bertemu denganmu, itu tidak terlambat.”Wolfey berdiri di luar pintu dan tidak masuk.Aku tahu dia ada di sana, menyaksikan semuanya melalui celah pintu.Bayangannya dipanjangkan oleh cahaya lilin, terlukis di lantai seperti sebilah pedang yang membisu.Dulu, dia adalah orang yang paling tidak ingin mendengar aku menyebut Keluarga Vexia. Namun sekarang, dia hanya bisa menyaksikan dengan mata kepalanya sen
“Bermarga Vexia?”Aku membuka mata. Suaraku serak hingga nyaris tidak terdengar jelas.Wolfey duduk di sisi ranjang sambil membaca sebuah laporan militer. Begitu mendengar suaraku, dia segera meletakkan kertas di tangannya.“Kamu sudah sadar.”Dia tidak menghindar. Setelah terdiam sejenak, dia berinisiatif menjelaskan.“Dia adalah keturunan kakakmu, sang Putra Mahkota. Saat itu, ketika kota jatuh, seseorang diam-diam mengirim anaknya yang masih kecil keluar dari kota.”“Dia berhasil bertahan hidup.”Mataku seketika terasa panas.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, emosiku kembali bergejolak sedemikian hebat.Kakakku, Sang Putra Mahkota itu ... Ternyata masih memiliki keturunan yang masih hidup di dunia ini.Garis keturunan Keluarga Vexia belum terputus.Aku mati-matian menahan air mata, tetapi pada akhirnya air mata itu tetap mengalir tanpa suara.Wolfey menatap air mataku. Ekspresinya begitu rumit hingga sulit digambarkan.Selama beberapa hari terakhir, dia telah melakukan sega
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.