Short
Serigala Menindas Cagaraya, Takkan Kuampuni Seumur Hidup

Serigala Menindas Cagaraya, Takkan Kuampuni Seumur Hidup

By:  SerenityCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
21Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi menghentikan peperangan, aku mengajukan permintaan untuk menikah dengan teman kecilku, Wolfey Arkananta yang berasal dari Bangsa Manusia Binatang. Pada malam pertama, Raja Serigala yang menjadi suamiku bermesraan denganku di padang rumput layaknya pasangan yang tak ingin berpisah. Aku mengira Wolfey mencintaiku. Namun kemudian, justru dia yang memimpin seratus ribu pasukan Manusia Binatang dan menginjak-injak Kota Cagaraya. Dia mencengkeram kepalaku dan memaksaku menyaksikan semuanya dengan mata kepalaku sendiri ketika Ayahku dicabik-cabik serigala, Kakakku sang Putra Mahkota ditebas hingga tewas. Pasukan itu bahkan merenggut mahkota Feniks milik Ibuku dan merobek jubah Feniks-nya, lalu mempermalukannya di hadapan semua orang hingga tubuhnya dipenuhi luka. Wolfey tersenyum dan bertanya kepadaku dengan tatapan kejam, “Alana Vexia, apa kamu benar-benar mengira dirimu begitu cantik hingga bisa menaklukkan hatiku?” “Keluarga kerajaanmu telah membantai begitu banyak rakyatku. Apa kalian pikir hanya dengan menyerahkan dirimu kepadaku, itu bisa melunasi dendam sedalam lautan darah ini?” Pada akhirnya, Wolfey menyatukan seluruh negeri dan memiliki seorang permaisuri yang sangat dicintainya. Sementara aku dikurung di Istana Pengasingan, tanpa nama maupun kedudukan layaknya bukan siapa-siapa. Setiap kali aku mencoba mengakhiri hidup, dia akan menggali satu jenazah dari makam kerajaan dan menghancurkannya menjadi abu di hadapanku. “Tanpa perintahku, kamu tidak boleh mati!” Aku akhirnya berhenti melawan. Bagaimanapun, hanya tersisa tiga hari sebelum racun dari serangga parasit yang dahulu kutelan demi menyelamatkan nyawanya merenggut hidupku.

View More

Chapter 1

BAB 1

Pada hari pesta ulang tahun permaisuri, Wolfey Arkananta memberiku pengecualian dan mengizinkanku keluar dari Istana Pengasingan.

Dengan mata memerah, aku menatap wanita di atas singgasana tinggi itu. Dia yang mengenakan mahkota Feniks bersayap warna-warni peninggalan mendiang ibuku.

“Berani sekali budak pendosa ini! Sudah tahu melihat Raja dan Permaisuri, masih belum berlutut untuk beri hormat?”

Seseorang menendangku dengan keras hingga lutut dan keningku membentur lantai tanpa bisa kucegah. Aku dengan tubuh yang telah mati rasa ini melakukan penghormatan.

Wolfey sama sekali tidak menyuruhku bangkit. Wajahnya tampak datar tanpa ekspersi, “Alana, kamu terlambat setengah jam. Apa kamu sengaja menunjukkan rasa tidak hormat kepada Elora?”

“Budak pantas mati.”

Aku kembali membenturkan kening ke lantai.

Aku tidak menjelaskan bahwa kakiku sakit untuk berjalan, dan perjalanan dari Istana Pengasingan dengan berjalan kaki setidaknya membutuhkan waktu dua jam.

Senyum mengejek melintas di wajah Wolfey, “Sekarang kamu sudah jauh lebih patuh.”

Bagaimanapun, hukuman karena tidak patuh terakhir kali adalah dikurung di dalam kandang binatang olehnya, lalu setengah dari darahku dikeluarkan untuk menghilangkan dahaga para binatang buas itu.

Saat aku berada di ambang kematian, dia justru berbalik memerintahkan orang mencari berbagai ramuan langka dan berkhasiat, sekadar untuk mempertahankan nyawaku.

“Dik Alana, cepatlah bangun. Biar bagaimanapun kamu pernah menjadi seorang putri yang hidup dalam kemewahan. Meskipun Kerajaan Vexia telah binasa, kenapa kamu benar-benar menganggap dirimu sebagai budak rendahan?”

Elora Harleyn sendiri yang membantuku berdiri. Tuturnya terdengar begitu akrab, tetapi setiap katanya justru menusukkan pisau tepat ke luka paling dalam di hatiku.

Ketika menyadari gelang taring serigala yang melingkar di pergelangan tanganku, sorot kagum melintas di matanya.

Katanya, dia sangat menyukai gelang itu dan ingin menjadikannya hadiah ulang tahun.

Aku menatap Wolfey. Dia sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun.

Gelang ini adalah pemberian Wolfey bertahun-tahun lalu, harta warisan turun-temurun dari bangsa mereka. Setiap taring serigala di dalamnya merupakan bahan obat berkualitas tinggi, dengan aroma khas yang tidak pernah pudar meski telah bertahun-tahun.

Jika dikenakan dalam waktu lama, gelang itu dapat meredakan rasa sakit, menenangkan tubuh, serta memperpanjang usia.

Sejak kecil, tubuhku lemah dan sering jatuh sakit. Ketika memberikannya kepadaku, Wolfey pernah berkata bahwa dia berharap aku dapat hidup dengan damai, sehat, dan selamat sepanjang hayat.

“Jika Permaisuri menyukainya, bagaimana mungkin budak berani tidak memberikannya?”

Aku melepaskan gelang itu dari pergelangan tangan dan menyerahkannya kepada Elora.

Aku menarik kembali pandanganku, tetapi samar-samar terdengar suara cawan arak yang terjatuh dari atas singgasana.

Elora memainkan gelang taring serigala itu di tangannya, lalu tersenyum puas, “Oh, ya. Aku ingat, dulu Dik Alana pernah dijuluki ‘Satu Tarian Mengguncang Cagaraya. Bagaimana kalau memanfaatkan kesempatan ini dan mempersembahkan sebuah tarian untuk semua orang?”

Aku mati rasa menghadapi tatapan penuh niat buruk yang mengarah kepadaku dari segala penjuru jamuan, seolah mereka semua sedang menonton pertunjukan.

Di antara mereka ada para jenderal dari Bangsa Manusia Binatang.

Ada pula para pengkhianat yang dahulu bekerja sama dari dalam dan membuka gerbang kota Kerajaan Vexia bagi musuh.

Namun, aku tidak memiliki hak untuk menolak.

Semangkuk sup panas yang baru saja diangkat dari panci tembaga disiramkan kepadaku. Kulitku seketika melepuh dan mengelupas.

“Kok bengong saja! Hanya sisa dari keluarga kerajaan sebelumnya, masih berani bersikap seperti seorang putri bangsawan. Sudah bagus nyawamu yang hina itu masih dibiarkan hidup. Jangan tidak tahu diri!”

Seolah tidak merasakan sakit, aku mulai berjinjit.

Menjadikan diriku sendiri seorang penari yang bisa dijadikan hiburan bagi orang-orang.

Bangsa dari padang rumput memiliki adat yang terbuka. Para pasukan itu masih merasa belum cukup, lalu bersorak-sorai menyuruhku melepaskan pakaian luarku.

Tatapan Wolfey dingin dan dalam. Dari kejauhan, pandangannya jatuh kepadaku.

Itu adalah tanda persetujuannya.

Aku menggigit bibir, lalu mulai membuka ikat pinggangku.

Namun pakaian dan kulitku telah melekat menjadi satu. Saat ditarik paksa, kulit dan dagingku ikut tercabik, menyisakan luka yang mengerikan.

Air mataku pun jatuh tak tertahankan.

Hingga pesta berakhir, Wolfey berjalan menghampiriku dengan tubuh berbau alkohol. Ujung jarinya yang dingin mengusap bekas air mata yang belum mengering di wajahku, lalu menyeka setetes air mata yang tersisa.

Namun, suaranya tetap sedingin dan setega biasanya, “Alana, apa kamu sengaja membuat dirimu terlihat menyedihkan di hadapan Raja ini?”

“Budak tidak berani.”

Namun, begitu kata-kata itu terucap, penyakit lamaku kembali kambuh.

Di hadapannya, aku batuk darah. Rasanya seolah seluruh organ dalam tubuhku hendak ikut keluar.

Wolfey menghindar ke samping dengan jijik. Ejekan di wajahnya justru semakin terlihat.

“Sudah sepuluh tahun aku melihatmu dalam keadaan sakit-sakitan seperti ini. Sampai sekarang masih belum puas berpura-pura?”

Dulu, aku mengira dia membenci wanita dari Dataran Tengah, membenci sifat manjaku dan tubuhku yang lemah.

Namun selama bertahun-tahun ini, dia justru memperlakukan Elora dengan penuh perhatian.

Setiap kali Elora sedikit mengernyit, tabib istana sudah harus berlutut di depan pintu dan menunggu perintah.

Sementara itu, racun serangga parasit terus menggerogoti tubuhku. Tubuhku gemetar hebat, dan keringat dingin membanjiri dahiku.

Sebelum akhirnya pingsan, samar-samar kulihat kepanikan yang melintas sekilas di mata Wolfey.

Dia mengertakkan gigi dan berkata, “Alana, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah. Kamu harus tetap hidup untuk menebus dosa-dosamu!”

Namun, aku sudah tidak akan mampu menebusnya lagi …

Dua hari lagi, aku pasti akan mati.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
21 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status