Share

Bab 49

Author: LIlian
“Ini, ‘kan? Oh, iya! Nona cantik, siapa namamu?” tanya Sarah sambil menggandeng tangan Wendy dengan ramah.

Wendy terkejut dengan perubahan sikap itu. “Tante, nama saya Wendy Sanders.”

Ibunya Ferran terkesan aneh, tapi Wendy juga tidak tahu persis di mana letak keanehannya.

“Tadi Ibu membuat Wendy ketakutan,” ujar Ferran yang jelas tidak setuju dengan sikap ibunya barusan.

Wendy? Panggilan ini terdengar begitu intim.

Wendy menoleh dan menatap pria yang sedang tersenyum lembut itu. Ferran pun menyadari tatapannya dan membalasnya.

“Aduh, Wendy. Tadi itu salah tante. Bocah ini nggak bawa kamu pulang rumah, tante kira dia cuma bikin kamuflase saja.”

Meski ada banyak rumor di luar sana, Sarah juga tahu Ferran membawa wanita pulang ke rumah, dia tetap menahan diri untuk tidak bertanya langsung pada Ferran. Namun, Ferran tidak kunjung membawa pacarnya pulang. Jadi, dia pun terpaksa datang sendiri untuk mengonfirmasi kenyataan.

Sosok Wendy benar-benar di luar dugaannya. Sarah percaya pada penil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 50

    “Apa?”Butuh beberapa detik sampai Wendy benar-benar bisa mencerna kata-kata tersebut.Seperti batu besar yang menghantam permukaan air tenang, hatinya bergolak hebat. Setelah berlalu lama pun masih tak kunjung tenang.Ferran menangkup wajahnya dengan lembut, menempelkan dahi padanya.Mata Wendy yang berbinar menatap lurus padanya.“Aku bilang, Wendy Sanders, ayo kita menikah.”Kata-kata terakhir itu diucapkan Ferran dengan sangat pelan dan jelas.Nikah? Ferran ingin menikah dengannya?“Nikah?”Wendy refleks ingin menghindar, tapi pipinya sudah terkurung di telapak tangan Ferran.Ferran tahu ini bukan sesuatu yang bisa langsung diterima Wendy. Dia menggendong dan membawanya ke sofa lain, lalu mendudukkannya di pangkuan.“Keluargaku ingin aku segera menikah.”Wendy terpaksa berhadapan langsung dengannya. Ekspresinya sama sekali tidak terlihat sedang bercanda.“Tapi… kenapa saya yang Anda pilih? Saya sama sekali tidak pantas untuk Anda.”Ujung hidung Ferran menyentuh hidungnya, napas pan

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 49

    “Ini, ‘kan? Oh, iya! Nona cantik, siapa namamu?” tanya Sarah sambil menggandeng tangan Wendy dengan ramah.Wendy terkejut dengan perubahan sikap itu. “Tante, nama saya Wendy Sanders.”Ibunya Ferran terkesan aneh, tapi Wendy juga tidak tahu persis di mana letak keanehannya.“Tadi Ibu membuat Wendy ketakutan,” ujar Ferran yang jelas tidak setuju dengan sikap ibunya barusan.Wendy? Panggilan ini terdengar begitu intim.Wendy menoleh dan menatap pria yang sedang tersenyum lembut itu. Ferran pun menyadari tatapannya dan membalasnya.“Aduh, Wendy. Tadi itu salah tante. Bocah ini nggak bawa kamu pulang rumah, tante kira dia cuma bikin kamuflase saja.”Meski ada banyak rumor di luar sana, Sarah juga tahu Ferran membawa wanita pulang ke rumah, dia tetap menahan diri untuk tidak bertanya langsung pada Ferran. Namun, Ferran tidak kunjung membawa pacarnya pulang. Jadi, dia pun terpaksa datang sendiri untuk mengonfirmasi kenyataan.Sosok Wendy benar-benar di luar dugaannya. Sarah percaya pada penil

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 48

    “Berapa usiamu?”Tatapan Sarah Weston tidak sedikit pun berusaha menyembunyikan penilaiannya. Matanya menyapu tubuh Wendy, lalu berhenti sejenak di leher putih dengan bekas merah yang tak mungkin terabaikan.Anak muda sungguh sangat bergairah. Tak disangka anaknya juga punya sisi seperti itu. Sarah benar-benar terkejut.“25 tahun,” jawab Wendy jujur.“Apa hubunganmu dengan anakku?” tanya Sarah lugas.Anak? Ternyata dia adalah ibunya Ferran.Wendy berpikir beberapa detik dan berkata, “Saya adalah bawahan Tuan Ferran.”“Bawahan bisa tinggal serumah?”Anaknya sudah memakan orang ini habis-habisan, tapi orang ini hanya menyebut diri sebagai bawahan? Sarah diam-diam ikut tegang.Awalnya dia datang dengan riang untuk melihat calon menantu. Siapa sangka, calon menantunya malah tidak mau mengaku.Wajah Wendy tampak canggung. “Tante, saya sangat berterima kasih atas bantuan Tuan Ferran di saat saya kesulitan, jadi…”“Jadi, kamu membalasnya dengan menyerahkan diri?”Sarah menyambung kalimat Wend

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 47

    Wendy kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke arah Ferran.Ciuman masih berlanjut.Ferran akhirnya melepaskannya dan tersenyum tipis. “Pantas saja rasanya manis. Ternyata kamu.”Wendy tersadar dari linglungnya, buru-buru merangkak bangun.“Kalau mengantuk, tidur saja di tempat tidur. Saya… saya pergi ke toilet dulu.”Ferran menatap punggung Wendy yang menjauh, menjilat bibir tipisnya seolah belum puas.Manis sekali.···Di Grup Ferran.Kantor CEO kedatangan seorang tamu tak diundang.“Kak, kenapa denganmu? Kamu habis begadang? Lingkar hitam di matamu parah banget.”Lisa Weston menatap kakaknya dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu.Mereka pulang negeri bersama. Lisa bekerja di departemen desain salah satu anak perusahaan Grup Hayes, jadi jarang datang ke kantor pusat.Belakangan ini, gosip tentang kakaknya benar-benar bertebaran.Awalnya Lisa mengira itu cuma rumor. Begitu wanita itu muncul di Grup Hayes, dia mau tak mau harus percaya bahwa kakaknya yang terkenal dingin dan keba

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 46

    Ferran membalikkan tubuh, menindih Wendy di bawah, lalu mengetuk keningnya dengan ujung jari. “Memangnya aku bukan pacarmu?”Wendy menatapnya dengan bengong. Selama ini dia mengira Ferran tidak ingin disalahpahami.“Saya…”“Apa aku pacarmu?” tanya Ferran lagi.Hubungan mereka selama ini seperti hubungan terlarang yang tak pantas terekspos. Wendy tak pernah benar-benar memikirkannya.“Mungkin bu… Uhm…”Ferran membungkam mulutnya dengan agresif.Baru setelah puas, dia melepaskan Wendy. Ujung jari mengusap bibir lembutnya, tatapan tajam dan membara. “Kalau bukan pacar, kenapa boleh ciuman?”Wendy tak tahu Ferran sedang mengujinya atau apa. Dia refleks menciut.“Di zaman sekarang, hal-hal seperti ini nggak terlalu dianggap serius.”Wajah Ferran sontak memuram. “Kalau bukan pacar, kenapa boleh berhubungan intim? Wendy, ternyata begini pemikiranmu?”Wendy terdiam, tak mampu membantah.Ferran menghela napas. Ciuman lembut kembali membungkus bibir Wendy.Wendy terasa makin bingung. Semuanya ja

  • Cinta Sejati Pak Ferran   Bab 45

    Ferran menarik Wendy lebih dekat, melindunginya di sisi. Aura kuat yang terpancar dari Ferran membuat Rina mundur beberapa langkah.“Dia pacarmu?”Rina nyaris pingsan karena saking emosi. Kenapa waktunya bisa begitu pas? Wendy bawa pacarnya kemari di saat dia bawa Pak Tito juga.Lantas, bagaimana dengan Tito?“Apa? Pacar? Rina, berani-beraninya kamu membohongiku!”Tito benar-benar murka. Lemak di wajahnya sampai bergetar.Mana mungkin Rina rela membiarkan mahar 1 miliar terbang begitu saja. Meski pria di depan tampak ganteng dan rapi, Rina yakin dia tak sekaya Tito. Jadi, Rina pun tetap memilih untuk berpihak pada Tito.“Pak Tito, harap tenang dulu. Mana mungkin Wendy berpacaran dengannya?” Rina buru-buru menenangkan Tito. Ada Tito di sisinya, nyalinya kembali membesar. Dia jelas tak mau menyinggung donaturnya.“Pria ini nggak punya apa-apa, baik rumah maupun uang. Nggak seperti putra Pak Tito yang nggak hanya tampan, tapi juga punya uang dan rumah. Wendy cuma kalap sesaat. Wendy, deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status