مشاركة

Bab 79

مؤلف: Cathy
POV Carissa.

“Gabriel, kita ini di mana? Tempat ini indah sekali,” ujarku penuh rasa kagum.

“Di suatu tempat dekat Pantai Brima, Sayang. Tenang saja, seluruh area ini privat, jadi kamu bebas jalan ke mana pun. Kamu bisa lakukan apa saja di sini,” jawab Gabriel sambil tersenyum.

“Maksudmu, tempat ini punya kamu?” tanyaku penasaran.

Gabriel menggeleng pelan. Senyumnya semakin lebar saat dia mulai melangkah menuju bibir pantai.

“Nggak, Sayang. Tempat ini punya kamu. Selamat datang di Resort Pantai
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 80

    POV Carissa.Setelah makan siang, aku kasih tahu Gabriel kalau aku ingin istirahat. Tiba-tiba saja rasa kantuk menyerangku.Aku lihat Gabriel masih sibuk dengan HP-nya, bicara dengan Aron. Mungkin sedang terima laporan pekerjaan dari asistennya itu.Begitu sampai di kamar, aku langsung menuju ruang ganti untuk cari pakaian ganti. Aku buka lemari satu per satu. Bahkan laci-lacinya pun aku acak, aku sedang cari pakaian dalam.Aku cukup terkejut ketika salah satu laci yang aku buka ternyata dipenuhi perhiasan. Batu-batunya berkilauan indah terkena cahaya. Setiap set punya desain yang berbeda-beda. Tanganku hampir saja meraih satu set berlian yang tampak sangat mewah ketika tiba-tiba pintu terbuka. Gabriel masuk sambil tersenyum.“Maaf, sepertinya aku malah acak-acak barangmu,” kataku kikuk.“Nggak apa-apa, Sayang. Kamu suka?” jawabnya sambil tersenyum.Aku menatapnya bingung, nggak ngerti maksudnya.“Semua itu punya kamu, Sayang. Aku beli itu untuk kamu,” ujar Gabriel sambil datang mendek

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 79

    POV Carissa.“Gabriel, kita ini di mana? Tempat ini indah sekali,” ujarku penuh rasa kagum.“Di suatu tempat dekat Pantai Brima, Sayang. Tenang saja, seluruh area ini privat, jadi kamu bebas jalan ke mana pun. Kamu bisa lakukan apa saja di sini,” jawab Gabriel sambil tersenyum.“Maksudmu, tempat ini punya kamu?” tanyaku penasaran.Gabriel menggeleng pelan. Senyumnya semakin lebar saat dia mulai melangkah menuju bibir pantai.“Nggak, Sayang. Tempat ini punya kamu. Selamat datang di Resort Pantai Carissa Madison, Sayang.”Mataku langsung membesar. Aku menatapnya nggak percaya.“A-apa maksudmu?” tanyaku bingung.“Iya, Sayang. Tempat ini memang untuk kamu. Aku beli ini khusus untuk kamu. Semoga kamu suka dan semoga aku berhasil kasih kamu kejutan,” katanya lembut.Aku kehilangan kata-kata. Hanya bisa menatapnya dalam diam. Sesaat kemudian, Gabriel gandeng aku jalan lebih jauh hingga kita tiba di sebuah gerbang besar berbentuk lengkungan megah. Dia mendongakkan kepala ke bagian atas gerbang

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 78

    POV Carissa.Setelah sarapan, aku sudah nggak sabar ingin keluar dan lihat-lihat vila ini lebih jauh. Begitu melangkah keluar, pemandangan yang sambut aku langsung buat aku terpukau.Semuanya begitu indah. Vila itu dikelilingi berbagai macam tanaman dan bunga yang tertata rapi. Dengan antusias aku jalan mendekat untuk lihat itu lebih jelas.Sejak tinggal di vila Keluarga Madison, aku memang mulai suka tanaman. Aku rasa kebiasaan itu menurun dari Moira. Aku bahkan kenali hampir semua nama tanaman yang tumbuh di sini. Dan aku tahu betul, semuanya bukan tanaman murah. Jelas sekali dirawat dengan sangat baik.Sedikit lebih jauh, mataku menangkap sebuah kolam renang besar. Bahkan ukurannya jauh lebih luas dibanding kolam di vila utama.“Kamu suka tempat ini, sayang?” tanya Gabriel hangat.Aku noleh ke dia lalu tersenyum lebar.“Tentu saja. Tempat ini indah sekali, Gabriel. Semoga nanti kita bisa bawa anak-anak ke sini juga. Mereka pasti akan suka,” kataku sambil terus tersenyum.“Tenang saj

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 77

    POV Carissa.“Kamu basah sekali, sayang .… Sini,” bisiknya lirih di sana.Setelah itu dia bantu aku turun dari meja wastafel lalu putar tubuhku membelakanginya. Lututku hampir gemetar karena apa yang baru saja dia lakukan ke aku.Gabriel posisikan aku menghadap ke depan lalu bungkukkan tubuhku perlahan. Kedua tanganku cengkeram tepi wastafel untuk tahan diri. Dia pegang pinggangku erat sebelum gesekkan dirinya ke tubuhku yang sudah begitu siap terima dia.Mataku nyaris terpejam sepenuhnya karena kenikmatan yang sudah lebih dulu menguasai tubuhku. Aku memekik saat dia dorong masuk seluruhnya dalam satu hentakan panjang.“Astaga, rasanya luar biasa, sayang,” geramnya dengan suara serak di belakangku sambil terus bergerak tanpa kehilangan ritme.Sensasinya buat mataku hampir benar-benar berputar ke belakang.Aku bisa rasakan jelas betapa keras dan penuh dirinya setiap kali hantam tubuhku dari belakang. Suara basah pertemuan tubuh kita penuhi kamar mandi. Tubuhku yang terlalu siap justru b

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 76

    POV Carissa.“Aku mau buang air besar dulu, Gabriel. Jadi, bisa kasih aku waktu sebentar?” kataku pelan.Aku bisa lihat jelas dia sedang tahan tawa. Gabriel kecup bibirku singkat sebelum akhirnya keluar dari kamar mandi. Aku segera hembuskan napas panjang lega.Baru saat itu aku sadar air di bathtub sudah mengalir penuh. Pasti Gabriel yang nyalakan itu tadi. Senyum kecil langsung terbit di bibirku. Pas sekali, aku memang ingin berendam.Aku kembali meringis saat rasakan perih menusuk ketika gunakan toilet. Rasanya seperti ada iritasi di sana. Saat aku lihat, mataku langsung membelalak, kulitku memerah dan sedikit bengkak. Rasanya benar-benar seperti Gabriel baru saja renggut keperawananku lagi.Tapi aku rasa itu wajar. Sudah terlalu lama sejak terakhir kali kita bersama seperti itu.Setelah selesai, aku perlahan berdiri lalu jalan menuju bathtub. Airnya sudah pas penuhi bak mandi, buat aku bisa langsung masuk tanpa perlu tunggu lagi.Aku matikan kerannya lalu celupkan tangan untuk cek

  • Cinta Sejati Seorang Miliarder   Bab 75

    POV Carissa.“A-ahh, Gabriel .…” erangku lirih begitu rasakan dirinya masuk ke dalam tubuhku.Awalnya terasa sedikit sakit, mungkin karena sudah terlalu lama, namun perlahan rasa itu berubah jadi kenikmatan yang nggak mampu aku jelaskan dengan kata-kata. Gelombang demi gelombang gairah menyapu tubuhku saat aku sesuaikan diri terima setiap inci dirinya di setiap dorongan yang dia berikan.“Aahh … sayangku … aku cinta kamu .…” desah Gabriel dengan suara serak tanpa hentikan gerakannya.Aku mengerang begitu keras, dan kali ini aku nggak berniat tahan itu lagi. Tubuhku ternyata sangat kangen dengan Gabriel lebih dari yang ingin aku akui. Aku cinta dia, dan dengan sepenuh hati aku rela serahkan diriku lagi ke dia.“Carissa … sayangku, Carissa … ahh .…” gumamnya di sela ciuman yang terus dia hujamkan di bibirku, sementara kedua tangannya jelajahi setiap lekuk tubuhku seolah nggak ingin lewatkan apa pun.Nggak lama kemudian, aku mulai rasakan sesuatu mengumpul di dalam tubuhku, kita sama-sama

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status