POV Ara Aku sedang di taman di rumah kami, duduk bersila, senyum-senyum sendiri sambil melamun. Akhirnya, rencanaku berhasil, Mama adalah “kaki tangan”ku. Aku menghisap rokokku lalu menghembuskan asapnya. Aku pun memejamkan mata, menikmati nikotin yang meluncur ke tenggorokanku. Setelah rokok habis, aku matikannya di asbak di depanku.Aku nggak punya pilihan lain, Gabriel sudah melamarku. Aku nggak mungkin menolak karena aku cinta dia, tapi aku belum siap nikah sekarang. Keluarganya kaya raya, dan aku tahu kalau aku ngotot menunda pernikahan demi mengejar impianku jadi model, pasti mereka nggak akan setuju. Jadi, muncul ide: selama aku mengejar mimpiku, aku akan menikahkan dia dengan adikku dulu.Ya, itu rencanaku. Aku akan mengikat Gabriel ke adikku untuk sementara waktu, jadi nanti kalau aku sudah siap, aku bisa dengan gampang mengambilnya kembali. Kalau nggak, dia bisa saja pacaran sama cewek lain, dan akan lebih susah merebutnya kembali saat aku sudah siap nikah. Banyak banget cew
Read more