Share

Bab 49

Author: Blue Moon
last update publish date: 2026-03-21 22:16:13

Tubuh Randy menegang. Dia hampir-hampir tak bisa mengendalikan kemarahannya lagi. “Dengar Alana, aku tidak tahu apa yang telah ibuku katakan padamu. Tapi yang jelas, aku tidak bisa berada di sini denganmu. Aku sudah menikah.”

“Hmm... tapi katanya pernikahan itu akan dibatalkan?”

“Ibuku bilang begitu? Itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu.”

“Tapi Randy, apa kau tidak mau mencoba mempertimbangkan dulu mengenai keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita menjalankan i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 50

    Siang itu ketika Sarah sedang mengerjakan laporannya dengan penuh semangat, sebuah pesan dari Vicky masuk di ponselnya.“Kau ada waktu nanti sore? Mau bertemu sebentar untuk membahas rencana kita?”“Memangnya kau punya rencana apa?” balas Sarah.“Ibuku berulang tahun sebentar lagi. Bagaimana kalau kau memberinya sebuah hadiah? Aku tahu apa yang ibuku sukai.”Sarah berpikir sejenak. Hmm, ide Vicky tidak buruk juga. Setidaknya dia memang harus berusaha melakukan sesuatu untuk mendekati ibu mertuanya itu kan?“Baiklah. Mari bertemu.”***Sewaktu Sarah tiba di cafe tempat pertemuan mereka, Vicky sudah berada di sana. Dia duduk sendirian di kursi dekat jendela, sambil menikmati minumannya.Sarah melangkah mendekat. Dan saat Vicky menyadari ada bayangan seseorang di dekatnya, dia pun mendongakkan kepala.“Hai, Kakak Ipar! Apa kabar?” sapanya riang.“Berhenti memanggilku seperti itu,” komplain Sarah sembari menarik kursi dan duduk.“Kenapa kau tidak suka kupanggil begitu?”“Usiaku kan lebih

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 49

    Tubuh Randy menegang. Dia hampir-hampir tak bisa mengendalikan kemarahannya lagi. “Dengar Alana, aku tidak tahu apa yang telah ibuku katakan padamu. Tapi yang jelas, aku tidak bisa berada di sini denganmu. Aku sudah menikah.”“Hmm... tapi katanya pernikahan itu akan dibatalkan?”“Ibuku bilang begitu? Itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu.”“Tapi Randy, apa kau tidak mau mencoba mempertimbangkan dulu mengenai keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita menjalankan ini sesuai dengan...”“Tidak mau,” potong Randy.Alana tetap berusaha menjelaskan, “Ibumu berjanji akan menyerahkan grup perusahaannya padamu. Lalu, ditambah dengan perusahaan ayahku, kita bisa…”“Kubilang aku tidak mau, Alana. Aku tidak butuh semua itu.”Alana menatapnya tak percaya. “Kau yakin? Kau rela jika tidak mendapatkan apapun dari ibumu?”“Kenapa aku harus mengharapkan itu? Biar saja ibuku lakukan apapun yang dia inginkan dengan perusahaannya.”“Baiklah. Mungkin kau memang tidak membutuh

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 48

    Suara kicauan riang burung yang bersahut-sahutan membangunkan Sarah dari tidurnya. Saat membuka mata, dia melihat cahaya lembut matahari yang merambat lurus, masuk melalui sela-sela tirai jendela. Cahaya yang tampak indah dan menghangatkan jiwa.“Hm, sudah pagi. Tidurku nyenyak sekali,” gumamnya pelan.Sarah bergerak perlahan untuk duduk di atas tempat tidurnya yang empuk dan nyaman itu. Kemudian dia menoleh dan memandang suaminya yang masih terlelap.Sarah memutuskan untuk tidak terburu-buru bangun dan keluar ruangan. Dia ingin menikmati momen hangat dan damai ini untuk sementara waktu.Dia mengulurkan tangan kanannya, lalu perlahan membelai rambut suaminya itu. Tak habis-habisnya dia mensyukuri kenyataan bahwa dia memiliki suami yang mengagumkan ini. Walau terkadang ada masalah-masalah yang harus mereka hadapi, tetapi hingga kini mereka masih bisa bertahan bersama-sama. Sarah sangat bahagia.Beberapa menit kemudian, Sarah bergerak semakin mendekat, mencondongkan tubuh, lalu mengecup

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 47

    Saat melangkahkan kaki masuk ke dalam mall, Miranda bersenandung dengan gembira. Belakangan ini suasana hatinya sangat bagus. Dia merasa bahagia dan akhirnya bisa menikmati hidupnya. Keinginannya sudah terwujud, yaitu melihat Sarah masuk ke dalam keluarga yang berada.Apalagi dia sudah tahu persis keluarga mana itu… Keluarga Regina, yang memang selalu dia harap-harapkan. Dia tidak peduli apakah Vicky ataupun Randy yang menjadi menantunya. Di matanya, mereka berdua sama saja. Mereka sama-sama putra Regina. Mereka sama-sama cocok untuk memenuhi ambisinya.Sekarang masa depan Sarah sudah terjamin. Baik putrinya maupun cucu-cucunya di masa depan nanti, tidak akan hidup penuh kesulitan seperti Miranda yang dahulu. Mereka semua bisa hidup dalam kondisi yang jauh lebih baik.‘Dan tentunya kehidupanku juga akan menjadi lebih baik kan?’ tambah Miranda dalam hati.Hari ini, dia hendak mentraktir dirinya sendiri makan enak di sebuah restoran fancy. Karena segala peristiwa yang baik ini perlu dia

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 46

    Randy mengajak Sarah untuk pergi menemui Regina. Dia ingin mulai menjembatani hubungan antara istri dan ibunya itu. Sesungguhnya dia pun tahu, bahwa tak mudah untuk melunakkan hati Ibu agar bersedia menerima istrinya. Waktu itu Regina sudah dengan jelas menyatakan ketidaksetujuannya. Namun tak ada salahnya dia tetap berusaha kan? Sarah mengenakan gaun hitam simpel sepanjang lutut yang cantik, beserta pointed shoes elegan dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Dia sudah memilih gaya berpakaiannya ini dengan hati-hati agar dapat memberikan kesan yang baik bagi Regina. Namun dia pun sadar, setelah semua kehebohan yang dia sebabkan dulu, kemungkinan besar Regina tidak akan menyukai dirinya. Tapi dia menguatkan hati. Dia akan berusaha demi Randy. Ketika mereka berjalan memasuki rumah besar itu, secara otomatis Sarah mencengkeram erat lengan Randy, berusaha mendapatkan kekuatan dan perasaan aman dari sana. Randy pun menyadari kegelisahan istrinya itu. Dia menoleh dan tersenyum. “Tid

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 45

    Sepanjang malam Sarah dan Randy asyik mengobrol berdua. Bahan pembicaraan mereka tak kunjung habis, karena mereka ingin menceritakan tentang segala hal yang terjadi selama sekian hari mereka terpisah.“Kau benar-benar memarahi adikmu seperti itu?” ucap Sarah.“Sudah bagus hanya kumarahi. Kalau Ibuku tidak muncul, mungkin sudah kuhajar dia.”“Aduh, jangan begitu, Randy. Aku jadi merasa kasihan padanya. Sebetulnya dia tidak melakukan apa-apa, lho. Hanya aku sendiri yang terlalu terkejut.”Randy menatapnya tak senang. “Kenapa kau jadi membela Vicky?”“Bukan bermaksud membelanya. Aku hanya mengungkapkan fakta… bahwa memang dia sama sekali tidak menggangguku. Dan setelah kupikir-pikir lagi, sepertinya dia orang yang cukup baik.”“Aku sudah pernah bilang kan, Sarah... untuk tidak memuji pria lain? Termasuk adikku. Apalagi dulu kalian juga sempat hampir menikah.”Sarah tertawa. Mulai lagi sikap posesif suaminya ini. Randy sudah kembali menjadi dirinya sendiri. Bukan lagi pria yang tampak men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status