Partager

Bab 81

Auteur: Blue Moon
last update Date de publication: 2026-04-18 17:21:53
Bik Ratih mengganti air yang mulai keruh dalam vas bunga di ruang tamu. Dia mengeluarkan dahulu bunga-bunga carnation itu satu persatu, membuang air yang lama, lalu mengisi kembali vas-vas itu dengan air bersih.

Sarah yang sedang duduk di sofa memperhatikan pergerakan Bik Ratih dalam diam, sambil berpikir, ‘Nanti aku harus mengeringkan beberapa bunga dan menyimpannya. Agar aku bisa mengenangnya lagi suatu hari nanti. Aku ingin mengingat setiap kebaikan yang Randy lakukan untukku. Aku tak ingin
Blue Moon

COO : Chief Operating Officer

| J'aime
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 105 (Tamat)

    Beberapa hari kemudian, Miranda datang ke rumah. Awalnya dia menyampaikan permintaan maaf kepada Sarah, karena telah meminta hal yang berlebihan dari menantunya. Miranda tidak sepenuhnya merasa bersalah. Tetapi, karena berbagai teguran dan tekanan dari Steven, akhirnya dia pun bersedia mengalah. Dia memilih untuk menjaga hubungan baik dengan putrinya. Sudah pasti Sarah menerima permintaan maaf ibunya dengan tulus hati. Sarah pun berjanji untuk tidak mempermasalahkan hal itu lagi, jika Ibu memang tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pembicaraan mereka berlanjut dengan cukup positif… Hingga di satu titik, mereka kembali berdebat, “Kapan kau akan berusaha untuk punya anak lagi, Sarah? Sudah cukup lama sejak kau keguguran waktu itu kan? Bukankah seharusnya sudah boleh?” Pertanyaan itulah yang seketika mengubah atmosfer di antara mereka. “Secara medis memang boleh, Bu. Tapi aku belum mau memikirkan itu. Aku ingin fokus untuk menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosiku dulu.

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 104

    Hari-hari terus berlalu dengan semua rutinitas mereka masing-masing. Randy lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjalankan perusahaan asset management yang ditinggalkan oleh ibunya, dengan dibantu oleh Vicky yang perlahan-lahan mempelajari kegiatan operasional di sana. Otomatis Randy pun jarang datang ke perusahaannya sendiri. Segala kebijakan dan strategi krusial perusahaan diserahkan ke tangan Alana yang didapuk menjadi pimpinan tertinggi. Awalnya Alana merasa keberatan, karena dia yang merupakan karyawan baru sudah diberi tanggung jawab sebesar itu. Namun dengan sifat Alana yang pada dasarnya memang ambisius dan menyukai tantangan, tentu saja dia tidak mundur. Dia gigih dan berusaha keras untuk memenuhi tugas barunya. Dia merasa ini lah saatnya untuk membuktikan diri... bahwa seorang wanita yang dahulu diremehkan di dalam keluarganya sendiri, kini mampu menduduki jabatan puncak dalam sebuah perusahaan. Dia akan menunjukkan kualitasnya dan menampilkan performa yang terbaik.

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 103

    Vicky melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang kerja kakaknya dengan ekspresi murung.Wajahnya tampak pucat dan lesu. Pikirannya kacau. Dia juga mengalami insomnia semalam, hingga bayangan lingkaran hitam samar muncul di sekeliling matanya.Randy yang melihatnya pun langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tak beres.“Duduklah,” kata Randy dengan tenang ketika Vicky sudah berada di dekat mejanya. “Kau mau minum?”“Tidak, tidak,” tolaknya cepat seraya menarik kursi di hadapan kakaknya dan duduk. “Aku hanya ingin bicara.”“Oke,” ucap Randy sambil menautkan jari jemarinya di atas meja. “Ada masalah apa?”Vicky menarik napas panjang dan memberi jeda selama beberapa detik sebelum berkata, “Kau pasti sudah tahu kan, Kak?”“Tentang apa?” tanya Randy waspada.“Tentang ayahku,” jawabnya dengan suara tercekat. Dia merasa seolah tenggorokannya tersumbat. Dia berusaha menahan emosinya sebisa mungkin, agar dapat berbicara dengan kepala dingin.Barulah Randy memahami apa yang sedang dialami adiknya

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 102

    Tentu saja emosi Sarah meledak saat menghadapi ibunya. Apalagi Miranda tetap bersikeras bahwa dia sama sekali tidak melakukan kesalahan.“Memang apa salahnya? Suamimu sendiri rela memberikan semua barang itu. Ibu tidak pernah memaksanya!” protes Miranda kesal.“Ya walaupun begitu, tahu diri sedikit lah, Bu. Jangan memanfaatkannya seperti ini. Aku tidak suka Ibu melakukannya. Aku kan sudah pernah memperingatkan Ibu!” sahut Sarah.“Kau jadi sombong sekali ya, Sarah?! Kau bilang Ibu tidak tahu diri hanya karena Ibu menerima beberapa benda itu?!” Mata Miranda memerah dan dia menatap Sarah dengan murka. “Sekarang kau bisa hidup bersenang-senang bergelimang harta… Kau bisa tinggal di rumah yang bagus… Suamimu membelikanmu mobil, dan mungkin juga barang apa pun yang kau inginkan… Tapi kau bahkan tidak rela jika Ibu mendapatkan sebagian kecil dari itu?! Kau ingin menikmati semuanya seorang diri? Egois sekali! Apa kau tidak pernah memikirkan seberapa besar pengorbanan Ibu untukmu selama ini? M

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 101

    Satu minggu kemudian.Sarah datang berkunjung ke rumah orang tuanya. Beberapa hari yang lalu Steven menelepon, menanyakan kabarnya, lalu berkata bahwa mereka sudah lama tak bertemu. Sarah menangkap nada kerinduan di dalam suaranya. Maka dia pun memutuskan untuk segera mengunjungi ayahnya.Memang sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka bertemu. Sesungguhnya Sarah juga merasa sedikit bersalah karena tidak berinisiatif untuk datang lebih awal. Kenapa dia harus menunggu hingga Ayah menghubunginya? Dia terlalu terfokus dengan rutinitas sehari-hari, sampai melupakan bahwa ada seseorang yang menunggunya untuk memberi kabar.Dia pun berniat dalam hati... ke depannya, dia akan bersikap lebih proaktif terhadap orang tuanya.Steven yang membukakan pintu, serta merta memeluk erat putri kesayangannya itu. “Akhirnya kau datang juga, Sarah.”“Hai, Ayah! Maaf ya, aku baru datang sekarang.”“Tidak apa-apa. Ayo, masuklah,” ucap Steven. “Kau datang sendirian?”“Iya. Randy sedang ada urusan pekerjaan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 100

    Sarah terbangun di kamar yang beratap kayu dan jerami, dengan tirai putih bersih yang bergoyang pelan karena tertiup angin sepoi-sepoi.Sejenak dia sempat linglung dan berpikir, ‘Aku di mana?’Dia bergerak untuk duduk, mengusap matanya beberapa kali agar dapat melihat dengan lebih jelas. Dia memandang ke sekitarnya dan melihat berbagai ukiran estetik, pintu gebyok bergambar wayang dengan warna coklat keemasan, serta dekorasi payung khas Bali yang berada di salah satu sudut ruangan.‘Ah, iya! Aku sedang berada di villa di Bali,’ pikirnya. ‘Lalu di mana suamiku?’Ruangan itu tampak kosong. Dia hanya seorang diri di sana.Sambil bergerak perlahan, Sarah turun dari tempat tidur dan berjalan mendekat ke jendela yang sedikit terbuka. Dia mendorong daun jendela itu agar dapat melihat pemandangan yang lebih luas. Dalam sekejap udara segar dan aroma harum pepohonan menembus masuk ke dalam kamar. Sangat menenangkan dan terasa nyaman.Awalnya pandangan Sarah tertuju ke taman asri yang berada di

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 80

    Penyidikan polisi terhadap kasus yang dilakukan Vina sudah berjalan.Sebelumnya mereka sudah berhasil mengamankan wanita itu. Dia ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah salah seorang temannya, masih di kota yang sama. Rupanya beberapa hari lalu wajah Vina terekam CCTV di sebuah minimarket di dek

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 79

    Alana duduk santai sambil memandangi tempat tinggalnya yang baru, dan dia merasa bahagia.Minggu lalu dia membeli sebuah apartemen yang cukup besar di tengah kota. Barang-barangnya yang berada di rumah orang tuanya pun segera dia pindahkan dengan bantuan tenaga jasa pindahan profesional. Dan sejak k

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 78

    Sarah menyambut suaminya yang pulang kerja, dengan sebuah senyuman tipis. “Hai, Sayang… Pasti kau sibuk sekali ya hari ini?” tanyanya. “Begitulah. Tapi tidak apa-apa. Aku bisa handle semuanya,” jawab Randy. Sejujurnya Randy merasa sedikit lega. Walau durasinya sangat singkat, namun barusan itu a

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 77

    Setelah dua minggu lebih meninggalkan kantor, pekerjaan Randy menggunung. Jadwal meeting padat. E-mail menumpuk. Laporan-laporan yang harus diperiksa dan disetujui pun berjejalan di mejanya. Padahal sebagiannya sudah di take over oleh Julio, hingga sahabatnya itu harus lembur setiap hari. Tapi masih

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status