首頁 / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 46 : DI BALIK KERJASAMA

分享

BAB 46 : DI BALIK KERJASAMA

作者: Yoongina
last update publish date: 2026-07-28 11:11:20

Suasana hangat yang menyelimuti kafe Le Moka seketika menguap, kedatangan Vanda membuat suasana kafe yang santai jadi tegang bagi Elara. Alunan musik akustik yang menenangkan seakan tenggelam karena permusuhan yang terjalin di antara keduanya.

​Vanda menghentikan langkahnya tepat beberapa meter di depan meja kounter. Penampilannya yang modis dengan kacamata hitam yang kini diselipkan ke atas kepala tak mampu menyembunyikan langkah kakinya yang sedikit pincang.

Raut wajah gadis itu dihiasi
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
ternyata semuo musuh dalam selimut yaaaaa
查看全部評論

最新章節

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 49 : PUTUS KERJASAMA

    ​"Bodoh kamu, Sherly! Kenapa kamu biarkan Elara menjalin kerja sama dengan Valero Corps? Kamu tahu apa bahayanya untukku kalau Tama atau Reygan sampai tahu aku menjadi pemasok infrastruktur Adolf Group!" teriak Surya Mahendra dengan amarah yang tidak bisa lagi ia tahan. ​Suara dobrakan meja kaca di dalam ruangan privat Bar eksklusif itu menggelegar, memantul di dinding-dinding berlapis kayu. Suasana di dalam ruangan VIP itu mendadak amat mencekam. ​Sherly Adolf tersentak mundur. Napas wanita paruh baya berpenampilan elegan itu memburu, berusaha menyembunyikan rasa takut di balik sapuan makeup tebalnya. "Aku tidak bisa menahannya lagi, Surya! Anak sialan itu memegang kendali penuh atas hak waris Mario sekarang! Dia didukung penuh oleh dewan direksi setelah membongkar perampasan ide proyek Land A milik Reygan Valero dan bukti-bukti hutang perusahaan yang aku limpahkan atas nama Mario, mereka sudah menyelidikinya dan... mereka mencopot jabatanku dari Adolf Group." ​"Kamu punya Jack

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 48 : RESTU TAMA VALERO

    Clarissa tersentak kaget. Tubuhnya kaku seketika saat menyadari kehadiran pria yang baru saja mereka bicarakan. Namun, dengan cepat wanita itu menguasai diri, menyunggingkan senyum manja yang dibuat-buat sambil melangkah mendekati Reygan.​"Rey... kamu sudah selesai rapatnya?" panggil Clarissa dengan suara melunak, mencoba meraih lengan Reygan. "Aku dari tadi menunggumu di sini. Tapi perempuan ini malah datang dan bermaksud membuat keributan—"​Sebelum jemari Clarissa sempat menyentuh lengan jasnya, Reygan menarik lengannya bergeser ke samping. Penolakan halus namun sangat terang-terangan itu membuat tangan Clarissa menggantung canggung di udara.​Reygan mengabaikan Clarissa sepenuhnya. Langkah kakinya yang lebar justru membawanya langsung menghampiri Elara. Jemari tegapnya terulur, menggenggam jemari Elara yang terasa sedikit dingin, lalu menarik tubuh gadis itu lembut ke balik punggungnya.​"Kamu baik-baik saja, El?" bisik Reygan lembut. Suaranya berubah seratus delapan puluh deraja

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 47 : KETEGANGAN DI RUANG KERJA

    Tama Valero membanting kertas kerjasama perusahaan pemasok energi untuk Adolf Group. "Apa maksud Surya bergerak bersama musuh di belakangku!" teriak Tama dengan suara menggelegar. Reygan hanya terdiam, membiarkan sang ayah melampiaskan amarahnya. Kertas-kertas dokumen berlogo khusus melayang di udara sebelum akhirnya berserakan di atas lantai marmer hitam ruangan presdir yang megah itu. Bunyi hempasannya beradu nyaring dengan suasana hening mencekam yang menggelayuti seluruh ruangan di lantai teratas Valero Tower. ​Wajah pria paruh baya yang disegani di dunia bisnis itu memerah padam akibat amarah yang membakar dada. Urat-urat di lehernya menegang menahan gejolak emosi. Sebagai pemimpin tertinggi Valero Corps yang terbiasa memegang kendali atas kerjasama bisnis nasional, dikhianati oleh sahabat terdekatnya, Surya Mahendra, adalah pukulan telak yang menghantam harga dirinya secara langsung. ​Reygan hanya terdiam. Pria muda itu tetap berdiri tegap di depan meja kerja sang ayah,

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 46 : DI BALIK KERJASAMA

    Suasana hangat yang menyelimuti kafe Le Moka seketika menguap, kedatangan Vanda membuat suasana kafe yang santai jadi tegang bagi Elara. Alunan musik akustik yang menenangkan seakan tenggelam karena permusuhan yang terjalin di antara keduanya. ​Vanda menghentikan langkahnya tepat beberapa meter di depan meja kounter. Penampilannya yang modis dengan kacamata hitam yang kini diselipkan ke atas kepala tak mampu menyembunyikan langkah kakinya yang sedikit pincang. Raut wajah gadis itu dihiasi senyum tipis meremehkan yang selalu terlihat menyebalkan di mata Elara. ​"Wah, sebuah kebetulan yang luar biasa," panggil Vanda dengan nada suara yang sengaja dibuat santai, meski matanya menatap Elara dari atas ke bawah. "Ternyata Kakak tiriku yang terhormat lagi santai di kafe kecil begini? sedangkan Jackson dan Mama sedang berjuang mempertahankan Adolf Group dari kebangkrutan!" ​Elara perlahan berdiri dari kursinya. Ia merapikan blazer kemejanya dengan gerakan tenang dan anggun. Manik mat

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 45 : KUNJUNGAN TAK TERDUGA

    Denting halus terdengar ketika pintu lift pribadi di apartemen Reygan terbuka perlahan. Pria itu melangkah masuk dengan helaan napas lega, menyusuri koridor yang membawa langkahnya langsung menuju ruang keluarga. ​Di sana, Elara sudah menunggunya. Gadis itu berdiri anggun dalam balutan gaun tidur sutra yang jatuh lembut di tubuhnya, menggenggam segelas air mineral yang se seakan membantunya mengusir kantuk. ​"Hai, Sayang... Kenapa belum tidur?" sapa Reygan lembut. ​Langkah kaki Reygan membawanya tepat di hadapan Elara. Tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik sang kekasih, ia membuang jas yang sejak tadi tersampir di lengannya ke atas sofa, membiarkan lelahnya menguap seketika begitu menatap Elara. "Menunggumu," sahut Elara lembut, menyunggingkan senyum tipis yang seketika meluluhkan kepenatan di wajah Reygan. ​Tanpa mengalihkan pandangannya, Reygan mengikis sisa jarak di antara mereka. Jemarinya terulur meraih gelas air mineral dari genggaman Elara, memindahkannya k

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 44 : DEKATI LINGGA

    Di dalam ruangan VIP lounge yang bernuansa remang dan hangat, Reygan masih duduk bersandar di sofa empuk sambil mengamati gelas wiskinya. Zavier dan Yuda kini tengah sibuk berdebat soal bisnis investasi baru mereka, sementara pikiran Reygan terus berputar pada potongan-potongan informasi yang ia kumpulkan sepanjang hari. ​Pintu ruang VIP itu terbuka pelan, memperlihatkan Lingga yang melangkah masuk kembali ke dalam ruangan. ​Reygan menatap asistennya itu dengan teliti. Ada bekas kemerahan tipis di buku-buku jari tangan kanan Lingga, dan rambut pria itu sedikit lebih berantakan dibanding saat ia izin keluar untuk merokok tadi. ​"Lo habis berantem, Lingga?" tanya Reygan datar namun penuh selidik saat Lingga mendaratkan tubuhnya di sofa single tak jauh dari meja mereka. ​Zavier dan Yuda seketika menghentikan perdebatan mereka dan menoleh ke arah Lingga. ​Lingga mengambil napas pelan, meraih gelas air putihnya sebelum menjawab santai, "Cuma masalah kecil di lorong tangga luar. A

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status