Mag-log inMartin terperanjat sampai pupil matanya melebar. Ucapan Hansen telah memecah logikanya yang selama ini tertutup begitu rapat karena kemarahan yang terus tertuju pada sang ayah.Jika dipikir berulang kali, ucapan Hansen memang benar..Jika Hansen ingin menghabisi ibunya, dia tinggal membayar seseorang untuk melakukannya dengan membuat kecelakaan tunggal tanpa merugikan diri Hansen.Uang yang Hansen keluarkan untuk membayar pembunuh bayaran tidaklah seberapa, dibandingkan harus mengorbankan kehidupannya yang enak dan kariernya tidak pernah tergoyahkan selama kurang lebih dari 40 tahun lamanya.Hansen bukan orang bodoh, sebagai seorang pengacara senior dia telah melewati berbagai jenis kasus kejahatan, termasuk pola kejahatan berencana. Hansen bisa menerapkannya jika benar-benar ingin menyingkirkan Anna.Rasanya sangat musthail Hansen bisa melakukan pembunuhan secara membabi buta hanya karena emosi semata terhadap Anna. Terkecuali, ada hal lain yang memang sengaja membakar pertengkaran.
“Tapi.. tapi.. apa yang Paman katakan itu tidak baik,” jawab Donovan mengutarakan pendapatnya yang disambut oleh tawa Bjorn. “Memang tidak baik,” jawab Bjorn menggantung, dan tidak berapa lama kemudian dia kembali bicara, “tapi.. coba kau ingat, apa kau tidak pernah kesal saat diperlakukan buruk tapi tidak bisa membalasnya?" tanya Bjorn, menguji kejujuran Donovan.Donovan tertunduk diam, tangannya terkepal kuat, kala harus mengenang begitu banyak kejadian buruk yang menimpanya, sementara Donovan hanya bisa menangis tanpa bisa apa-apa, menerima penyalahan semua orang meski Donovan tidak pernah melakukannya.Apakah Donovan kesal? Ya, Donovan sangat kesal dan terkadang marah kepada dirinya sendiri yang tidak pernah paham harus melakukan apa selain menunggu Arumy pulang untuk bercerita.Donovan tidak mau seperti itu terus.. tetapi ibunya selalu menasihatinya untuk tidak pernah berbuat jahat. Donovan tidak boleh melanggar aturan ibunya.Melihat keterdiaman Donovan, Bjorn akhirnya kembali
Kendaraan yang dibawa Bjorn seketika melaju pelan. Pertanyaan Donovan telah menimbulkan pertanyaan lain dipikiran Bjorn.Sudah sampai sejauh mana Prisila berbicara pada Donovan hingga membuat anak itu tertekan dan bertanya hal yang begitu tabu untuk anak seusianya? Bahkan Bjorn yakin, Donovan tidak benar-benar paham dari apa yang barusan dia pertanyakan.Bjorn menduga, Prisila melakukannya pasti karena tidak terima Adven yang telah dikejarnya begitu lama, dengan mudahnya berpaling kembali pada mantan kekasihnya yang lima tahun lamanya telah Adven kutuk dengan kebencian.Setelah bertunangan dengan Adven, Prisila telah berpikir bahwa dialah pemenangnya, sialnya kemanangan yang Prisila banggakan tidak lebih seperti piala bergilir yang bisa dengan mudah direbut oleh orang yang lebih unggul darinya.Prisila menganggap perasaan Adven berubah terlalu cepat, dari benci menjadi cinta. Kenyataannya, sejak awal Adven memang tidak pernah benar-benar bisa melupakan, apalagi membenci Arumy sepenuhn
Proses mengurus kepulangan Arumy berjalan dengan cepat, seperti apa yang Bjorn katakan, pria itu menepati ucapannya dengan pulang bersama, berakting bahwa hubungannya dengan Adven baik-baik saja.Untuk pertama kalinya, Arumy bisa menyaksikan Bjorn dan Adven bisa begitu tenang saat berdekatan.Arumy tahu, ketenangan itu terjadi karena dipaksakan, tetapi cara mereka yang saling mengalah itu cukup menghargai keberadaan Donovan yang masih terlau kecil untuk bisa memahami keadaan.Donovan…Melalui sudut matanya, Arumy diam-diam melihat Donovan yang berjalan disisinya tanpa senyuman berserinya lagi. Sorot matanya seperti sedang menyimpan suatu beban yang tengah dipikirkan.Sejak semalam, Donovan adalah orang yang paling bersemangat menantikan pulang bersama ketiga kakaknya. Tapi mengapa kini dia begitu pendiam? Bahkan matanya tidak menunjukan binar kebahagiaan lagi. Ada apa sebenarnya terjadi dengan Donovan? Biasanya Donovan selalu bercerita apapun yang terjadi, tapi kali ini dia tidak sep
Kembali ke ruangannya, Arumy lihat Donovan tengah duduk diam di sudut sofa. Dua jam ditinggalkan, ruangan itu telah rapi, semua barang-barang tertata, ranjang tempat Arumy tidur pun rapi bersama selimut yang terlipat.Tanpa perlu ditanyakan siapa yang melakukannya, Arumy sudah tahu itu pasti karena Donovan.Tumbuh di rumah Tyler dan menerima didikan yang kasar juga keras, justru melunakan pribadi Donovan menjadi anak yang berempati tinggi. Setiap kali Donovan saksikan Arumy terluka dan kesulitan di rumah, Donovan selalu berusaha menjadi orang yang paling baik pada Arumy agar ibunya tidak merasa sendirian. Begitupun sebaliknya, disaat semua orang menolak Donovan, Arumy berusaha menjadi orang paling baik untuk Donova agar anak itu tidak merasa terbuang.Mereka hanyalah dua jiwa yang terluka, dua anak yang mencoba saling melengkapi setelah dipatahkan oleh dunia.“Kau mau berbaring?” tanya Bjorn.Arumy menggeleng samar, kepalanya semakin sakit jika terlalu banyak tidur. Pikiran Arumy sen
Di sisa malamnya, Adven telah menghabiskan seluruh waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan. Saat pagi tiba, dia memanggil pekerja agar mendekorasi kamar untuk Donovan tempati.Adven harus menyiapkan segalanya dengan sempurna, karena kesempatan kedua yang dia miliki bisa saja menjadi kesempatan terakhir yang Arumy berikan.Deringan telephone masuk menahan langkah Adven yang baru keluar keluar dari kendaraannya. Melihat layar hadpone yang tertera nama seorang polisi yang menangani kasus Hansen, seketika Adven memutar bola mata.Ada apa lagi sekarang? Adven sudah meminta Martin untuk kembali dari luar negeri dan mengunjungi Hansen meski itu hanya sebatas formalitas saja, Adven sendiri sudah tidak sudi untuk bertemu dengan Hansen.Dengan terpaksa Adven mengusap layar, menerima panggilan telephone itu.“Selamat pagi, Pak Adven,” sapa seseorang yang mulai Adven kenal hanya dengan mendengar suaranya.“Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu, Pak?”“Saya memiliki kabar penting untuk disampaik
Adven berdiri dalam ketegangan, gejolak nadinya berdenyut panas terbayang-bayang wajah Donovan yang begitu dia harapkan sebagai anaknya, kini telah pupus dan berganti oleh bayangan menakutkan bawa Bjorn lah ayahnya.Rasa sakit yang Adven terima terasa lebih hebat dari sekadar ditinggal di pelaminan
Arumy melangkah tertatih menyusuri dinding sebagai pegangan. Sepasang mata cokelat itu terlihat sendu melukiskan duka, setiap langkah yang dia susuri menenggelamkannya pada kenangan semalam yang telah Adven ukir.Arumy pikir dia akan mati semalam..Dan ketika dia kembali membuka matanya di pagi har
Napas Arumy tertahan ditenggorokan, kulitnya meremang sakit mendengar ucapan Adven yang langsung memberinya ancaman pengekangan meski sekarang Adven sudah tahu, alasan Arumy ingin pergi karena takut dengan keluarganya. Inilah yang Arumy khawatirakan sejak awal. Sejujur apapun Arumy mengaku, pada ak
Melihat pintu rumah yang terbuka lebih lebar, Donovan masuk dengan perasaan was-was, ia takut Adven akan berbuat jahat dan berakhir mengecewakannya. Sama seperti Benedic, yang telah ingkar dari janjinya..Ibunya mengatakan bahwa Donovan tidak boleh berharap kepada siapapun, harapan hanya akan men







