Share

Chapter 3

Penulis: Asayake
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 11:18:53

Satu persatu tamu undangan telah hadir, mereka duduk mengisi kursi yang telah disediakan. Bisikan tawa kebahagiaan terdengar diantara orang-orang, menantikan moment sacral yang akan mereka saksikan.

Sempat, ada tatapan iba yang Adven terima dari mereka saat melihat kondisinya yang tiba-tiba duduk di kursi roda hingga harus didampingi dokter. Hansen, selaku ayah Adven harus menyampaikan sepenggal cerita, memberitahu semua orang yang akhirnya mengerti tentang apa yang tengah terjadi.

Semuanya berjalan dengan baik, Adven mampu mengangkat wajahnya dengan percaya diri ditengah jantung yang berdebar kencang menantikan kedatangan Arumy.

Menit demi menit telah terlewati..

Matahari mulai bergerak naik mengikuti waktu yang terus berputar..

Kebahagiaan semua orang mulai berubah menjadi pertanyaan, begitu mereka menyadari bahwa pihak keluarga mempelai wanita belum ada satupun yang mengisi kursi yang sudah disediakan.

Pertanyaan sederhana itu meruncing menjadi kekhawatiran yang tidak terucap, begitu jadwal jam akad yang sudah ditentukan sudah terlewati satu jam.

Tawa bahagia semua orang yang sempat terdengar telah berubah menjadi canggung, mata mereka saling lirik menahan kelancangan untuk bertanya, dimana sebenarnya mempelai wanita?

Adven adalah orang paling gelisah di tempat itu. Berkali-kali ia melihat ke gawang pintu yang hanya membingkai kekosongan.

Martin sibuk menyuruh beberapa orang untuk pergi menjemput Arumy di rumahnya, sementara kedua orang tuanya pergi ke belakang dan tampak mulai berdebat karena pendeta harus pergi.

Waktu terus berjalan, penantian semakin panjang memperparah ketegangan..

Orang tua Adven menahan malu dihadapan keluarga dan tamu undangan. Dengan lirih mereka memohon kebesaran hati semua orang untuk menunggu selama setengah jam lagi.

Setengah jam itu berjalan seperti pertaruhan yang mematikan.

Ini bukan lagi tentang kehormatan mempelai pria yang disepelekan setelah berjuang dengan pertaruhan nyawa untuk bisa datang di hari pernikahannya, ini juga tentang martabat keluarga yang tengah dipermainkan dihadapan banyak orang.

Sikap keluarga mempelai wanita yang tidak memberikan kabar sepatah katapun membuat keluarga Adven tampak seperti sebuah lelucon.

Tidak ada lagi suara yang berbicara, semua mata tertuju ke pintu dengan penuh harapan. Sayangnya, semua harus dibayar dengan kecewa, Arumy tidak datang.

Dengan berat hati orang tua Adven akhirnya, menyatakan bahwa pernikahan telah dibatalkan. Anna dan Hansen membiarkan semua orang pulang membawa gosip tidak menyenangkan, yang lambat laun pasti akan menyebarkan kepada semua orang.

Adven duduk tak berbicara sepatah katapun, semangat yang berusaha ia tampilkan telah retak dan sebentar lagi mungkin akan hancur menjadi serpihan. Sorot matanya terlihat gelap tersapu oleh badai luka yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang sedang mendera tubuhnya.

Arumy tidak datang..

Menghilang tanpa sepatah katapun penjelasan, meninggalkanya dengan penghinaan yang begitu memalukan. Meninggalkannya sendirian di altar, duduk dengan kursi roda dan tampil sangat menyedihkan.

Mengapa Arumy tega melakukan ini padanya? Jika alasan dia pergi, karena takut Adven cacat dan tidak berguna, setidaknya Arumy bisa mengatakannya dengan jujur, meski perpisahan mereka merobek-robek kebahagiaan yang dia mimpikan.

Tapi, kenapa dari sekian banyaknya jalan perpisahan, Arumy justru memilih cara yang paling kejam seperti ini? Meninggalkannya dan mempermalukannya.

Anna menyeka air matanya berkali-kali dengan isakan. “Ibu sudah berusaha menghubunginya, tapi tidak ada jawaban. Orang-orang Martin sudah datang ke rumahnya, disana tidak ada siapapun, tidak ada yang tahu keberadaan Arumy dan Sunny. Maafkan ibu Adven, ibu sekali tidak tahu ini akan terjadi. Ayo kita pulang, Nak, kita bicarakan hal ini di rumah, jangan memperparah sakitmu.”

“Tinggalkan aku sendiri, Bu,” jawab Adven dengan suara yang berat, tetap duduk diam ditempatnya tak ingin beranjak pergi kemanapun.

“Kenapa Adven? Apa kau masih mengharapkan kedatangannya?”

“Kumohon, tinggalkan aku sendiri.”

Hansen menarik lembut Anna agar memberi ruang sejenak untuk putra mereka.

Dengan berat hati, semua orang akhirnya meninggalkan Adven sendirian di tengah kemewahan ruangan pesta pernikahan yang gagal.

Adven terpaku menggenggam erat serpihan harapan yang kembali ia ais tanpa mempedulikan harga dirinya. Berharap Arumy datang. Arumy tidak perlu membuat alasan apapun, Adven akan memaafkannya dan tidak akan pernah mengungkitnya.

Adven sangat mencintainya..

Sungguh, ini seperti mimpi. Sangat sulit untuk Adven percaya, bahwa Arumy mampu memperlakukan dirinya seperti benda yang bisa dia buang dan ditinggalkan setelah rusak dan tidak berguna.

Arumy tidak seperti itu!

Tapi, bagaimana jika ternyata selama ini penilaian Adven-lah yang salah?

Satu tahun mereka menghabiskan waktu bersama, ada begitu banyak hal penting yang terjadi dan saling mereka bagi. Begitu membahagiakan dan sangat tulus.

Saat Arumy menerima lamarannya, bukankah seharusnya Arumy sudah tahu bahwa hubungan mereka sangat berharga dan mereka saling mencintai, siap saling menerima untuk selamanya.

Adven menarik napasnya dengan sesak, matanya tidak henti menatap pintu yang kini tertutup rapat mengurungnya seorang di dalam ruangan. Sama persis seperti keadaan hatinya yang kini sedang terbelenggu oleh duri yang perlahan menusuk dan merobek-robeknya.

Satu jam telah berlalu..

Dua jam telah terlewati..

Tiga jam kemudian, hari mulai sore dan ruangan itu masih sama, membalas penantian panjang Adven dengan kecewa.

Ketegaran yang Adven coba pertahankan akhirnya runtuh, pria itu tertunduk menangisi satu-satunya pertanyaan yang ingin dia tahu jawabannya. Kenapa Arumy tega melakukan ini padanya?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 90

    Semua mata langsung tertuju pada Adven, menyaksikan prilaku kurang ajarnya yang berani memukul ayah kandungnya sendiri dengan cara yang sangat tidak pantas dan sangat memalukan untuk seorang pria berpendidikan.Hansen mengerang mengusap sisi keningnya yang berdenyut hebat mengeluarkan darah. “Adven!” teriak Anna dengan gemetar, tidak menyangka putra kesayangannya akan berani mengangkat tangannya untuk menghajar kepala keluarga Nathaneil yang terhormat.Teriakan Anna tidak cukup menghentikan kebringasan Adven, pria itu merangsek pakaian Hansen, dan tanpa kata tangannya menghantam sang ayah dengan pukulan keras hingga kepala Hansen terguncang tidak dapat mengimbangi tenaganya.Hansen tidak akan mungkin berani melaporkan Adven, bisa hancur kredibilitasnya yang dibangun puluhan tahun sebagai pria terhormat.Hati Adven telah gelap dipenuh oleh amarah dan kebencian sampai membuatnya tidak bisa memandang kedua orang tuanya sebagai yang perlu di hormati lagi.Mereka berdua tidak lebih dari d

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 89

    Teriakan kencang Tyler menyentak Tina dari tidur lelapnya. Dalam keadaan masih mengantuk akhirnya Tina bangun disusul oleh kekasih gelapnya.Tina yang hendak balas berteriak tidak menahan suaranya begitu dia lihat dengan sadar bahwa Tyler berdiri di depan mata.Tina gelagapan mencari selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya. “S-s sayang..” panggil Tina ketakutan.Tyler menggenggam erat tongkat baseballnya dengan mata melotot, kepalanya memanas bertegangan tidak kuasa mengendalikan amarahnya menyaksikan isterinya berselingkuh.Tidak ada alasan yang bisa dijadikan bantahan. Memangnya orang gila mana yang tidur telanjang berdua tanpa melakukan apapun! Siang malam Tyler bekerja keras dan memberikan segalanya untuk Tina hingga dia singkirkan Arumy seperti orang asing padahal itu darah dagingnya. Tyler selalu mengusahakan yang terbaik untuk istinya, tapi apa yang Tyler dapat?Dia justru dibalas dengan pengkhianatan, di rumahnya sendiri, di ranjang tempat Tyler tidur!“Bajingan kau Tina! D

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 88

    Dua orang penjahat yang telah mengejar, mereka mendekat menyaksikan Arumy yang kini terkapar dengan napas yang lemah. Arumy tidak berdaya, untuk menggerakan satu jari pun dia tidak mampu. Gaun putih yang dia kenakan penuh oleh jejak darah, hingga sebagian wajah cantik itu langsung biru memar karena benturan yang begitu keras. Dengan mata setengah terbuka, penglihatan Arumy berkabut, telinganya berdenging sakit dan seluruh tubuhnya gemetar kesemutan. Sakit yang saling bertegangan mulai tidak dapat Arumy hadapi dan berubah menjadi rasa. Kegelapan mulai bermunculan disetiap tarikan napasnya yang dilakukan dengan penuh perjuangan, peralahan akhirnya mata Arumy terpejam kehilangan kesadaran. “Kita habisi dia sekarang?” tanya seseorang itu mengeluarkan senjatanya dibalik jaket dan menodongkannya pada Arumy, bersiap untuk menarik pelatuk, mengakhiri napas Arumy yang kini sudah berada diujung tanduk. “Sebaiknya jangan,” tahan temannya begitu melihat beberapa orang mulai muncul dari

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 87

    Beberapa pejalan kaki sudah sampai di penyebrangan menyisakan Arumy yang masih berdiri ditempatnya bersama rambu lalu lintas yang belum berubah. Beberapa orang yang menyusul, melewati Arumy untuk menyebrang. Tyler akhirnya menepi dan keluar dari kendaraannya, dia memutuskan menghampiri Arumy dan melihat putrinya lebih dekat tanpa malu meski kini keadaan Arumy tampak pucat dan lusuh. “Bisakah kita bicara, Rumy?” tanya Tyler pelan. Arumy terdiam sebentar, memandang lekat wajah Tyler dibawah cahaya pagi. Sudah terlalu banyak pertengkaran yang mereka lewati akhir-akhir ini, Arumy menyadari bahwa mungkin pertengkaran itu tidak lepas dari keegoisannya juga. Ini kesempatan terakhirnya untuk bicara dengan Tyler, Arumy akan menyampaikan salam perpisahan karena kedepannya mereka tidak akan lagi pernah bertemu. Arumy tidak ingin kembali ke negara ini lagi.. “Kita bicara disana, aku tidak memiliki waktu lagi,” jawab Arumy menunjuk sebuah toko roti. Tyler tersenyum dengan sedikit gel

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 86

    Jantung Adven berhenti berdetak, pria itu membeku kaku tidak dapat merespon dari hujaman keras sebuah kabar yang merusak akal sehatnya. Adven tidak salah dengar kan? Sunny adalah orang yang telah melahirkan Donovan? Bukan Arumy? Kebenaran macam apa ini! Bibir Adven terbuka, pria itu menarik udara melewati tenggorokannya yang mendadak kering perih. “Katakan sekali lagi,” pinta Adven dengan suara tersendat-sendat, meminta kepastian sekali lagi untuk meyakinkan diri, bahwa apa yang telah didengarnya bukan halusinasi. Adven masih tidak percaya sama sekali… “Dalam catatan medis rumah sakit, Sunny lah orang yang telah melahirkan Donovan bukan Rumy. Karena Sunny melahirkan di usia yang tua, dia mengalami gagal organ ginjal dan jantungnya, karena kekurangan biaya, Sunny terpaksa pulang sehari setelah melahirkan. Dua hari kemudian, Sunny meningal di apartement Rumy karena obat-obatan yang disuntikan padanya,” jawab Asteria memperjelas informasi yang akhirya saling berhubungan dengan a

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 85

    “Kau darimana saja?” tanya Anna menyambut kedatangan Hansen yang baru pulang sudah menjelang pagi. Setelah pertemuan keluarga yang gagal total dan menyisakan malu, Hansen pergi begitu saja meninggalkan Anna seorang diri yang harus menangani kemarahan kedua orang Prisila karena kedatangan mereka tidak dihargai. Perjodohan yang Anna rencanakan sebaik mungkin. kini berada di ambang kehancuran, Prisila tidak mungkin bisa mempertahankan hubunganya jika pada akhirnya Adven kembali goyah pada Arumy yang kembali datang dalam hidupnya. Arumy.. Wanita sialan itu, dia pasti sudah berbicara sesuatu kepada Adven, karena itulah Adven berubah. Pikiran Anna berkecamuk seperti badai dilautan, semuanya telah menjadi masalah. Dan masalah yang menimpanya pasti sangat disukai Bjorn! Disaat semua orang fokus dengan masalah masing-masing, Bjorn akan diam-diam memperkuat posisinya di perusahaan Hansen dan mencaplok kembali perusahaan ibunya yang akan segera direbut dari tangan Anna. Hansen melep

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status