Share

Chapter 2

Author: Asayake
last update publish date: 2026-01-15 07:06:05

Satu persatu orang-orang terdekat Adven datang berkunjung begitu mendengar kabar dia telah sadar dari koma. Namun, dari sekian banyaknya orang yang hadir, Arumy tidak kunjung datang.

Setiap kali mendengar suara, Adven melihat ke pintu dengan harapan. Setiap kali suara itu hanya orang lewat, dan hanya tim medis, ada sebongkah kegelisahan yang mulai hadir.

Adven telah mencoba menelphone, namun Arumy tidak dapat dihubungi, begitupun dengan Sunny dan telephone rumahnya.

Setengah hari Adven menanti, dengan banyak kata yang sudah dia persiapkan untuk dia ucapkan pada Arumy. Adven ingin meyakinkan Arumy, bahwa dia pasti akan kembali sembuh secepatnya, memperbaiki setiap momentum penting yang tidak dapat mereka lakukan karena keadaannya yang sakit.

Adven tidak akan merepotkan isterinya meski ia harus duduk dikursi roda selama masa penyembuhan, Arumy bebas pergi melakukan pekerjaannya seperti biasa sebagai pramugari dan Adven bisa dibantu oleh seorang assistant.

Suara pintu terbuka kembali terdengar. Adven menelan kecewa kala, ia lihat ibunya lah yang datang bersama sang adik, Martin.

Wajah lelah Anna tergambar begitu jelas di kantung matanya yang menggelap dan penampilan tidak serapi biasanya, sorot matanya tampak kosong meski bibirnya mengukir senyuman menyambut putranya berhasil berjuang dari koma.

“Siapa yang sudah menabrakku sebenarnya?” Adven mempertanyakan sesuatu yang sampai detik ini belum ia ketahui.

Martin duduk di sisi ranjang. “Dahlia Benjamin. Kakak tahu kan artis terkenal itu? Dia berkendara dibawah pengaruh alcohol, ada dua orang meninggal, satu orang terluka, dan satu korbannya lagi itu kau. Dahlia telah diamankan di polisi dan sekarang wanita itu sedang berakting depresi untuk mendapatkan pengurangan hukuman,” cerita Martin dengan geraman marahnya.

“Apa Rumy datang menjengukku?” tanya Adven lagi.

“Justru Rumy orang pertama yang memberitahu kami tentang kecelakaanmu, dia mengantarmu sampai ke rumah sakit, dia juga menemanimu melewati operasi. Rumy pasti kelelahan sekarang,” jawab Anna.

Sudut bibir Adven sedikit terangkat pelan mengukir senyuman, jawaban ibunya sedikit mengobati kegelisahan hati Adven dari beberapa kekhawatiran yang sulit untuk diucapkan.

“Aku mau pulang malam ini juga, Bu. Aku akan berisirahat di rumah agar besok tidak datang terlambat,” pinta Adven dengan serius.

Anna sempat mematung beberapa detik bersama senyuman yang dipaksakan, tampaknya Anna tidak begitu senang mendengar permintaan putranya. “Kondisimu sangat serius, Adven. Harus ada konsultasi dan izin dari dokter.”

“Besok hari pernikahanku, dokter pasti mengerti. Aku tidak ingin semakin mengacaukann moment penting hidupku.”

“Kalian bisa menikah disini, ibu dan ayah akan mempersiapkan semuanya dengan sempurna,” bujuk Anna tidak ingin mengambil risiko.

Dibawah tatapan sayu itu Adven menggeleng tidak setuju. “Tidak Bu, aku harus pulang dan menikah di tempat yang sudah kami persiapkan. Setelah acara selesai, aku akan kembali rumah sakit ini.”

Anna dan Martin saling memandang tanpa bisa berkata-kata lagi, mereka tidak dapat menahan keinginan Adven yang ingin melakukan semuanya sesuai rencana sekalipun itu harus membuatnya menahan sakit sementara waktu.

***

Adven memaksa pulang meski dokter tidak mengizikan, dia tidak peduli, tetap pergi dengan pendampingan dokter pribadi untuk mengurangi banyaknya risiko yang mungkin bisa terjadi.

Lukanya sama sekali belum sembuh, bekas operasinya baru satu hari, dan dia harus membayar semua kenekatannya dengan sakit yang sangat hebat tanpa obat-obatan lengkap seperti apa yang ada di rumah sakit.

Ditengah malam yang sunyi, Adven terbaring sendirian tidak dapat memejamkan matanya sedikitpun untuk beristirahat. Kegundahan yang telah berusaha dia singkirkan kian membesar seiring dengan tak adanya kabar dari Arumy.

Andai saja Andven tidak sakit, jelas dia akan langsung pergi ke rumahnya sekarang dan bertanya tentang hal penting yang sempat ingin Arumy bicarakan.

Adven telah mengirim sopirnya untuk pergi menjemput, namun Sunny beralasan bahwa Arumy sedang beristirahat karena kelelahan.

Semua orang bersikap biasa seolah semuanya baik-baik saja, namun naluri Adven berkata lain, dia meyakini bahwa telah terjadi sesuatu pada kekasihnya.

Batin Adven bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Arumy masih tidak dapat di hubungi? Apa mungkin, Arumy mulai meragukan pernikahan mereka karena kini kondisi fisik Adven tidak lagi sempurna dan kondisi kaki yang mungkin saja akan lumpuh selamanya.

Adven menggeleng dengan berat, menepis pikiran buruk yang seharusnya tidak muncul dikepala. Arumy bukanlah wanita seperti itu!

Arumy tidak layak untuk diragukan, apalagi tentang ketulusannya yang selama ini telah berhasil mengubah semua kebiasaan buruk Adven yang cacat moral.

Pada akhirnya, sepanjang malam itu Adven menghabiskan waktunya dengan menahan sakit disekujur tubuh sambil menanti hari pernikahannya besok.

Dalam penantian itu, hatinya tidak berhenti merapalkan harapan bahwa segala hal buruk yang ada dipikirannya adalah sebuah kesalahan.

***

Saat hari pernikahan itu akhirnya tiba, Adven mempersiapkan diri lebih awal karena keterbatasannya yang membutuhkan bantuan banyak orang. Meski sedikit merepotkan, segalanya berjalan dengan lancar seperti apa yang sudah dia rencanakan.

Sepanjang perjalanan, dokter pribadinya terus mendampingi, menyadari sepenuhnya bahwa kondisi Adven sangat lemah. Kaki Adven dalam kondisi pascaoperasi, sementara kepalanya sempat mengalami gegar otak. Bahkan untuk berbicara pun, Adven harus mengerahkan sisa tenaganya.

Harusnya Adven ada di rumah sakit dengan perawatan khusus sekarang. Namun apa daya, semua harus mengerti bahwa Adven melakukannya untuk hari yang sangat penting, sekali seumur hidupnya.

Sesampai di gedung reception hall, kursi roda disiapkan untuknya dan tubuhnya dipindahkan dari mobil, rintihan kesakitan harus Adven tahan sampai membuat wajahnya merah padam dan berkeringat dingin.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
N Laily
Kannnnn, dari awal sudah berprasangka jgn2 ini korban yg di tabrak dahlia, ternyata bener ...
goodnovel comment avatar
Devi Amelia Darmawan
aaa nyambung dr crta isela yang emaknya nabrak itu emmm
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 163

    Pupil mata Bjorn melebar, sepasang mata biru jernih itu berubah begitu dingin menatap Martin yang kini tersenyum mengejek, bicara dengan sesuka hati tentang ibunya, bicara dengan bangga tentang apa yang pernah dia lakukan pada Arumy.Bjorn tidak begitu membenci Martin karena saat dia dilahirkan, Bjorn berada di pengasingan, tidak menerima sakit yang terlalu berat berkat keluarga ibunya menyelamatkannya.Bjorn tidak pernah mempermasalahkan apa yang sudah Martin lakukan pada Arumy karena Martin tidak tahu apapun. Tapi kali ini, Martin sudah tahu segalanya, dan ternyata Martin tak menyesalinya…Martin telah meremehkan kebaikan Bjorn. Seorang Hansen Nathaneil bisa Bjorn hancurkan sehancur-hancurnya, apalagi hanya sebatas Martin.Sudut bibir Bjorn terangkat pelan membalasnya dengan senyuman di bibirnya yang ternoda darah. Ketenangan Bjorn menghadapi provokasinya justru membuat Martin semakin tersulut amarah, Martin merasa seperti telah diremehkan dan dianggap tidak memiliki pengaruh apap

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 162

    “Pak Adven sudah berangkat bekerja pagi sekali, beliau berpesan akan kembali lebih awal,” ucap Megan menyambut kedatangan Arumy yang baru muncul ke ruang makan.Kursi roda Arumy bergerak mengisi celah yang sengaja dikosongkan, dengan telaten Megan langsung menghidangkan sarapan dan menyiapkan obat yang harus Arumy konsumsi.Tidak berapa lama kemudian Donovan datang menyusul, menemaninya sarapan sambil bercerita tentang poodle-nya yang tidak bisa berlarian bebas karena kukunya telah memanjang dan perlu dipotong.Dengan sabar Arumy mendengarkan sambil berjuang menguyah setiap makanan masuk ke dalam mulut karena telinganya masih sensitif oleh suara.Suara dentingan bel terdengar beberapa kali di depan pintu, Megan meninggalkan ruangan makan untuk pergi melihat siapa yang datang. Tidak lebih dari dua menit ia pergi, Megan kembali datang dengan membawa bouquet tulip putih. “Ini dari pak Adven,” ucap Megan dengan senyuman. “Anda mau meletakannya dimana?”Arumy terdiam sejenak, sampai ak

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 161

    “Tuan Bjorn,” inspektur Epstein menyambut kedatangan Bjorn dan Micahelin yang akhirnya datang rumah sakit.Meski seluruh urusan telah Bjorn serahkan pada Adven, sebagai anak tertua Bjorn tetap menjadi orang pertama yang dihubungi jika itu berurusan dengan hal yang darurat.Jika harus jujur, sejak meninggalkan Hansen di ruang interogasi, Bjorn sudah tidak sudi lagi untuk berjumpa dengannya. Namun setelah makan malam di villa Adven, sepanjang perjalanan pulang dari kota North Emit, Bjorn mempertimbangkan perasaan pribadinya yang masih terikat satu hal penting dengan Hansen, yaitu kebencianya pada Hansen yang masih utuh.Kebencian itu sudah seperti denyut dalam nadi, mengiringi setiap hembusan napasnya dan akan hanya akan berhenti dengan kematian Bjorn sendiri.Sepanjang malam`Bjorn bertanya pada dirinya sendiri, apalagi sekarang alasan dirinya masih benci? Bukankah balas dendamnya sudah selesai? Bukankah Hansen sudah teramat menderita seperti apa yang diharapnya?Ratusan kali Bjorn berp

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 160

    Adven melepas jass dan melempar ke kursi, pria itu mengambil handpone untuk memanggil dokter agar segera datang memeriksa. Lalu dilihatnya kembali Arumy yang mulai mengejang kaku dibalik selimut.Terburu-buru Adven mendekat, mendengar suara racauannya yang tidak begitu jelas. Suhu tubuh Arumy semakin meningkat, sakit yang dirasa semakin menyiksa, bertegangan hebat sampai sulit dikendalikan.Suara Adven yang memanggil berkali-kali menyapu pendengaran, Arumy sadar dengan kehadirannya, namun dia tidak mampu untuk membuka mata ataupun bicara sekadar minta tolong.Bukan hanya bahunya saja yang sakit, kepalanya kembali berdenyut seperti ditusuk-tusuk. Setiap pagi Arumy mengalami gejala sama, namun kali ini sangat berbeda karena tidak ada bantuan langsung dari dokter selayaknya saat berada di rumah sakit.Ketidak berdayaan Arumy menghadapi sakitnya begitu memilukan untuk Adven lihat. Adven pernah berada di posisinya dan dia tahu bagaimana rasanya setiap siksaan sakit yang harus ditanggungn

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 159

    Di depan pekarangan vila itu, Donovan berdiri dengan tangan melambai, matanya berkaca-kaca melihat kendaraannya Bjorn mulai bergerak menjauh. Bjorn tetap pergi sesuai rencananya, tidak bersedia tinggal sedikit lebih lama apalagi menginap.Begitu cepat mereka berpisah, padahal Dovonan baru saja merasakan apa artinya menemukan orang-orang yang berharga dalam hidupnya, menikmati kehangatan yang begitu luar biasa.Dari pantulan spion, Bjorn lihat Arumy yang duduk di kursi roda menyaksikan kepergiannya dari balik jendela kamar kehabisan energy untuk bicara maupun bergerak.Pandangan Bjorn berpindah pada Donovan, sosok anak yang telah memberinya banyak cahaya kebenaran melalui kepolosan. Tangisnya yang mengantar kepergian Bjorn membuatnya merasa seperti berharga, memiliki tempat dan juga dibutuhkan.Kasih sayang yang Arumy ajarkan pada Donovan telah berhasil memeluk dingin jiwanya, mencairkan beku yang lama berdiam, dan melunakkan hati kerasnya yang selama ini dipenuhi duri kebencian.Lebih

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 158

    “Apa kau sudah tahu apa yang kini telah terjadi pada ayah?” tanya Adven menghampiri Bjorn yang telah duduk di salah satu kursi makan. “Aku sudah tahu,” jawab Bjorn dengan santai. Adven mengetuk permukaan meja untuk menghiasi keheningan yang kini sedang menjeda percakapan. Jujur saja, Adven tidak dapat menebak apa yang Bjorn pikirkan setelah tahu kondisi Hansen saat ini. Apakah ada simpati di dalam diri Bjorn? Pria itu mampu bersenang-senang hingga merayakan kematian Anna secara terang-terangan dihadapan Adven, bukan hal yang mustahil jika Bjorn juga akan melakukan hal yang sama untuk merayakan penderitaan Hansen. “Polisi mulai membahas tentang kemungkinan euthanasia untuknya karena kondisinya sangat buruk tidak memungkinkan menjalani hukuman penjara. Negara juga tidak bersedia mebiayai seorang penjahat dengan harga mahal untuk seumur hidupnya.” Bjorn terdiam dalam pikiran yang dalam. Suntik mati memiliki dua pandangan yang saling bertolak belakang, yaitu antara hak untuk hidu

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 44

    Setengah hari setelah Arumy mendapatkan perawatan dan obat-obatan, keadaannya yang mulai pulih membuatnya langsung bangkit tidak lagi bersantai di ranjang. Beralasan istirahat, Arumy langsung memanfaatkan waktunya untuk pulang lebih awal. Hari ini, Arumy harus membawa Donovan pergi meninggalkanm r

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 40

    “Apa kau menyesal telah memarahinya?” tanya Tina melihat kemurungan Tyler yang kini duduk diam membisu setelah diberi tahu bahwa Arumy akan pergi meninggalkan rumah.Tyler mengusap bibirnya dengan tekanan, sorot matanya tampak gelap tidak dapat menyangkal bahwa dia memang menyesal karena terlalu k

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 36

    Adven menggenggam erat handponenya. Waktu seakan berhenti, segala sesuatu yang ada disekitar berubah hampa sampai membuatnya kesulitan untuk merasakan keberadaan udara.Wajah Adven mengeras, bertahan dari guncangan hebat yang memacu kencang jantungnya.Ada setitik sakit yang telah menghujam hatinya

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 38

    “Siapa paman yang kau maksud tadi, Donovan?” tanya Arumy ditengah perjalanan mereka pulang. Arumy ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi antara Donovan dan Adven hingga mereka bisa makan malam bersama.Ini terlalu mustahil jika disebut sebuah kebetulan, sangat tidak masuk akal untuknya.Arumy tid

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status