Share

Chapter 8

Author: Asayake
last update Last Updated: 2026-01-18 18:56:57

Jawaban menohok Tyler membuat Arumy terpaku beberapa detik. Ada begitu banyak kata yang bisa Tyler sampaikan jika dia menolak, tapi Tyler tetap memilih hinaan untuk Donovan.

Tidak cukup untuk Tyler mencela Donovan tetap di depan mukanya, Tyler juga menghina Donovan di belakangnya.

Demi Tuhan! Donovan masih berusia empat tahun, dia tidak berdosa, dia bahkan tidak tahu alasan dirinya dibenci. Tapi kenapa, orang-orang dewasa yang yang harusnya sudah dapat berpikir, justru menghinanya hanya sebatas untuk dijadikan pelampiasan amarah!

Arumy ingin memberikan Donovan seekor anjing karena kini dia sudah cukup besar dan dapat bertanggung jawab dengan peliharaannya. Donovan kesepian, dia membutuhkan sesuatu yang bisa dia ajak bermain.

Selama ini Arumy sudah cukup sering memberikan Donovan mainan, namun Charlie selalu merebutnya. Tidak ada yang pernah menghentikan keinginan Charlie meski dia serba berkecukupan, apapun yang Donovan miliki dianggap milik Charlie juga,

Hewan peliharaan tidak mungkin direbut juga kan?

“Aku tidak sedang meminta izin, tapi hanya memberitahu,” jawab Arumy kembali melanjutkan pekerjaannya.

“Ini rumahku, aku yang memiliki aturan. Apa kau lupa aku mengizinkanmu tinggal disini karena kau putriku! Aku mengizinkanmu tinggal dengan anak haram itu, agar kau tidak semakin kehilangan arah, hancur diluar sana karena kebodohanmu! Jika kau tidak suka dengan aturanku, angkat kaki saja dari rumah ini!”

“Jika aku angkat kaki dari rumah ini, apa itu artinya aku bukan putrimu lagi untuk selamanya?” tanya Arumy terdengar lirih.

Ruang itu berubah dingin berselimut ketegangan.

Tangan Arumy terkepal kuat menahan sakit, ucapan Tyler seperti serpihan kaca yang menggores dada.

Arumy tidak pernah merasa, bahwa Tyler menerimanya karena Arumy putrinya.

Tyler hidup dengan layak, puluhan tahun dia menjadi pilot, bahkan ketika dia pensiun dari dunia penerbangan, Tyler bekerja di maskpai penerbangan sebagai manajer training.

Dua tahun Arumy menumpang, setiap bulan Arumy selalu membayar sejumlah uang sewa dan makanan pada ibu tirinya, Tyler tahu itu, tapi dia tidak melarang Tina untuk melakukannya.

Semenjak Arumy tinggal, Tina memecat semua assistant rumah tangga karena menganggap Arumy bisa membantunya.

Tyler bisa saja memberikan rumah lamanya untuk Arumy tempati agar kehadiran Arumy dan Donovan tidak mengganggunya. Tetapi, Tyler tidak pernah sudi melakukannya dengan alasan dia tidak sudi hartanya dinikmati oleh Donovan.

Tyler tidak pernah merelai setiap ada banyak ucapan buruk yang Tina lempar pada Arumy, namun sekalinya Arumy membalas perlakuan buruk Tina, Tyler akan membalasnya sepuluh kali lipat melalui Donovan.

Arumy sadar sepenuhnya bahwa dia bukan anak kecil lagi, dia sudah dewasa dan bukan tanggung jawab Tyler lagi. Tapi secara moral, Tyler tetap seorang ayah yang sepatutnya melindungin Arumy berapapun usianya sekarang.

Tyler menerimanya di rumah ini karena dia tidak ingin kehilangan muka, putri sulungnya terlunta-lunta seperti gelandangan. Hanya sebatas itu.

“Aku hanya akan tinggal beberapa bulan lagi di rumah ini, aku sedang mengusahakan untuk menabung dan membeli rumah sendiri tanpa meminta kepada siapapun. Setelah kudapatkan uangnya, aku akan pergi,” ucap Arumy dengan penuh penekanan menahan ledakan emosional, “sejak kecil aku tumbuh bersama ibu tanpa menuntut apapun, aku tidak pernah marah meski Ayah tidak pernah sedikitpun hadir dalam kehidupanku. Apa sulitnya, sekarang memberiku sedikit kebaikan tanpa mencelaku dan Donovan?”

Ketegangan dibahu Tyler perlahan menurun ditengah perdebatan itu. “Apa kau tahu Arumy, kesulitan yang kau alami sekarang adalah keselahanmu dalam berpikir? Berapa ribu kali aku harus mengatakannya padamu, berikan anak itu pada ayahnya! Jika ayahnya menolak, kau kirim anak itu ke panti asuhan,” ucap Tyler dengan tenang namun menekan. “Aku akan memberikan warisan bagianmu sekarang juga, asal aku singkirkan anak haram-mu itu!”

Sekali lagi Arumy menghentikan pekerjaannya dan melihat ayahnya dengan mata gemetar menahan tangisan. “Aku bukan hewan yang bisa dengan mudahnya menyerahkan seorang anak kepada orang lain.”

“Kau bodoh dan naif! Apa kau tidak sadar juga, sejak anak itu berada dalam kandungan, dia sudah menghancurkan hidupmu. Kau kehilangan keriermu, kebebasanmu, masa depanmu! Dengan kau membesarkannya sebagai ibu tunggal tanpa pernah menikah, kastamu sejajar dengan pelacur, tidak akan ada pria yang mau dengan seorang pelacur, kecuali menjadikannya simpanan,” komentar Tyler dengan nada tajam.

Air mata yang Arumy tahan-tahan pada akhirnya jatuh membasahi pelupuk. “Jika saja, aku sebrengsek Ayah. Aku pasti akan bertindak tanpa berpikir dengan meninggalkan Donovan demi kesenanganku, sama persis seperti apa yang dulu pernah Ayah lakukan padaku, meninggalkanku tanpa berpikir,” jawab Arumy.

Tyler terhenyak dipukul oleh kesalahan yang pernah diperbuatnya. Tanpa berbicara lagi, akhirnya dia pergi meninggalkan Arumy, meninggalkan perdebatan yang tidak akan pernah tuntas.

Arumy mengusap kasar air matanya yang sempat terjatuh, terburu-buru dia menyelesaikan pekerjaannya untuk mengalihkan sakit dari ucapan Tyler yang sudah terlalu sering dia dengar.

Kata-kata buruk Tyler seperti sebuah do’a yang salah arah, semakin sering diucapkan, semuanya menjadi kenyataan yang buruk.

Memang benar, sejak berada dalam kandungan, Donovan sudah membuat Arumy kehilangan segalanya, termasuk Adven. Lantas apa Donovan layak disalahkan dan diperlakukan semena-mena? Bukan mau Donovan dilahirkan dengan cara yang seperti ini! Donovan juga korban.

Dulu, saat Donovan baru berusia satu minggu, dengan putus asa dan marah, Arumy menyerahkan Donovan ke panti asuhan. Namun, tidak lebih dari satu hari Arumy melakukannya, hatinya tercabik-cabik perasaan yang sangat terhina.

Hanya hewan, mahluk yang menyingkirkan anaknya yang cacat dan tidak diinginkan.

Arumy akhirnya kembali ke panti asuhan itu, membawa Donovan dan merawatnya meski Donovan selalu mengingatkan Arumy pada sebuah kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Harvey York
apakah donovan hasil korban pemerkosaan? yg mengharuskan arumi berpisah dgn adven?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 90

    Semua mata langsung tertuju pada Adven, menyaksikan prilaku kurang ajarnya yang berani memukul ayah kandungnya sendiri dengan cara yang sangat tidak pantas dan sangat memalukan untuk seorang pria berpendidikan.Hansen mengerang mengusap sisi keningnya yang berdenyut hebat mengeluarkan darah. “Adven!” teriak Anna dengan gemetar, tidak menyangka putra kesayangannya akan berani mengangkat tangannya untuk menghajar kepala keluarga Nathaneil yang terhormat.Teriakan Anna tidak cukup menghentikan kebringasan Adven, pria itu merangsek pakaian Hansen, dan tanpa kata tangannya menghantam sang ayah dengan pukulan keras hingga kepala Hansen terguncang tidak dapat mengimbangi tenaganya.Hansen tidak akan mungkin berani melaporkan Adven, bisa hancur kredibilitasnya yang dibangun puluhan tahun sebagai pria terhormat.Hati Adven telah gelap dipenuh oleh amarah dan kebencian sampai membuatnya tidak bisa memandang kedua orang tuanya sebagai yang perlu di hormati lagi.Mereka berdua tidak lebih dari d

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 89

    Teriakan kencang Tyler menyentak Tina dari tidur lelapnya. Dalam keadaan masih mengantuk akhirnya Tina bangun disusul oleh kekasih gelapnya.Tina yang hendak balas berteriak tidak menahan suaranya begitu dia lihat dengan sadar bahwa Tyler berdiri di depan mata.Tina gelagapan mencari selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya. “S-s sayang..” panggil Tina ketakutan.Tyler menggenggam erat tongkat baseballnya dengan mata melotot, kepalanya memanas bertegangan tidak kuasa mengendalikan amarahnya menyaksikan isterinya berselingkuh.Tidak ada alasan yang bisa dijadikan bantahan. Memangnya orang gila mana yang tidur telanjang berdua tanpa melakukan apapun! Siang malam Tyler bekerja keras dan memberikan segalanya untuk Tina hingga dia singkirkan Arumy seperti orang asing padahal itu darah dagingnya. Tyler selalu mengusahakan yang terbaik untuk istinya, tapi apa yang Tyler dapat?Dia justru dibalas dengan pengkhianatan, di rumahnya sendiri, di ranjang tempat Tyler tidur!“Bajingan kau Tina! D

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 88

    Dua orang penjahat yang telah mengejar, mereka mendekat menyaksikan Arumy yang kini terkapar dengan napas yang lemah. Arumy tidak berdaya, untuk menggerakan satu jari pun dia tidak mampu. Gaun putih yang dia kenakan penuh oleh jejak darah, hingga sebagian wajah cantik itu langsung biru memar karena benturan yang begitu keras. Dengan mata setengah terbuka, penglihatan Arumy berkabut, telinganya berdenging sakit dan seluruh tubuhnya gemetar kesemutan. Sakit yang saling bertegangan mulai tidak dapat Arumy hadapi dan berubah menjadi rasa. Kegelapan mulai bermunculan disetiap tarikan napasnya yang dilakukan dengan penuh perjuangan, peralahan akhirnya mata Arumy terpejam kehilangan kesadaran. “Kita habisi dia sekarang?” tanya seseorang itu mengeluarkan senjatanya dibalik jaket dan menodongkannya pada Arumy, bersiap untuk menarik pelatuk, mengakhiri napas Arumy yang kini sudah berada diujung tanduk. “Sebaiknya jangan,” tahan temannya begitu melihat beberapa orang mulai muncul dari

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 87

    Beberapa pejalan kaki sudah sampai di penyebrangan menyisakan Arumy yang masih berdiri ditempatnya bersama rambu lalu lintas yang belum berubah. Beberapa orang yang menyusul, melewati Arumy untuk menyebrang. Tyler akhirnya menepi dan keluar dari kendaraannya, dia memutuskan menghampiri Arumy dan melihat putrinya lebih dekat tanpa malu meski kini keadaan Arumy tampak pucat dan lusuh. “Bisakah kita bicara, Rumy?” tanya Tyler pelan. Arumy terdiam sebentar, memandang lekat wajah Tyler dibawah cahaya pagi. Sudah terlalu banyak pertengkaran yang mereka lewati akhir-akhir ini, Arumy menyadari bahwa mungkin pertengkaran itu tidak lepas dari keegoisannya juga. Ini kesempatan terakhirnya untuk bicara dengan Tyler, Arumy akan menyampaikan salam perpisahan karena kedepannya mereka tidak akan lagi pernah bertemu. Arumy tidak ingin kembali ke negara ini lagi.. “Kita bicara disana, aku tidak memiliki waktu lagi,” jawab Arumy menunjuk sebuah toko roti. Tyler tersenyum dengan sedikit gel

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 86

    Jantung Adven berhenti berdetak, pria itu membeku kaku tidak dapat merespon dari hujaman keras sebuah kabar yang merusak akal sehatnya. Adven tidak salah dengar kan? Sunny adalah orang yang telah melahirkan Donovan? Bukan Arumy? Kebenaran macam apa ini! Bibir Adven terbuka, pria itu menarik udara melewati tenggorokannya yang mendadak kering perih. “Katakan sekali lagi,” pinta Adven dengan suara tersendat-sendat, meminta kepastian sekali lagi untuk meyakinkan diri, bahwa apa yang telah didengarnya bukan halusinasi. Adven masih tidak percaya sama sekali… “Dalam catatan medis rumah sakit, Sunny lah orang yang telah melahirkan Donovan bukan Rumy. Karena Sunny melahirkan di usia yang tua, dia mengalami gagal organ ginjal dan jantungnya, karena kekurangan biaya, Sunny terpaksa pulang sehari setelah melahirkan. Dua hari kemudian, Sunny meningal di apartement Rumy karena obat-obatan yang disuntikan padanya,” jawab Asteria memperjelas informasi yang akhirya saling berhubungan dengan a

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 85

    “Kau darimana saja?” tanya Anna menyambut kedatangan Hansen yang baru pulang sudah menjelang pagi. Setelah pertemuan keluarga yang gagal total dan menyisakan malu, Hansen pergi begitu saja meninggalkan Anna seorang diri yang harus menangani kemarahan kedua orang Prisila karena kedatangan mereka tidak dihargai. Perjodohan yang Anna rencanakan sebaik mungkin. kini berada di ambang kehancuran, Prisila tidak mungkin bisa mempertahankan hubunganya jika pada akhirnya Adven kembali goyah pada Arumy yang kembali datang dalam hidupnya. Arumy.. Wanita sialan itu, dia pasti sudah berbicara sesuatu kepada Adven, karena itulah Adven berubah. Pikiran Anna berkecamuk seperti badai dilautan, semuanya telah menjadi masalah. Dan masalah yang menimpanya pasti sangat disukai Bjorn! Disaat semua orang fokus dengan masalah masing-masing, Bjorn akan diam-diam memperkuat posisinya di perusahaan Hansen dan mencaplok kembali perusahaan ibunya yang akan segera direbut dari tangan Anna. Hansen melep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status