Home / Romansa / Cinta yang Terbelah / Kegaduhan yang Semakin Kacau

Share

Kegaduhan yang Semakin Kacau

Author: BPrastiwi
last update publish date: 2026-09-28 11:39:15

Hana Werner berdiri dengan cemas menanti kedatangan putra dan cucunya. Malam yang kacau dengan pemberitaan mengenai sang cucu yang tidak lagi dapat dibendung membuat malam Hana menjadi sangat sibuk mencari tiket pesawat malam ke Surabaya.

“Mama, kapan mama datang?” tanya Toni dengan Emir di gendongannya.

“Masuk dulu!” kata Hana sambil meraih tangan Naura yang berdiri di belakang Toni.

Izam mengambil Emir yang masih tertidur pulas di gendongan Toni, lalu meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta yang Terbelah   Kegaduhan yang Semakin Kacau

    Hana Werner berdiri dengan cemas menanti kedatangan putra dan cucunya. Malam yang kacau dengan pemberitaan mengenai sang cucu yang tidak lagi dapat dibendung membuat malam Hana menjadi sangat sibuk mencari tiket pesawat malam ke Surabaya.“Mama, kapan mama datang?” tanya Toni dengan Emir di gendongannya.“Masuk dulu!” kata Hana sambil meraih tangan Naura yang berdiri di belakang Toni.Izam mengambil Emir yang masih tertidur pulas di gendongan Toni, lalu meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu. Tidak berselang lami dari Izam yang menghilang di balik tembok pembatas ruang tamu dengan ruang tengah, Fadhil beserta sang istri bergabung dengan mereka.“Apa keadaannya benar-benar kacau?” tanya Naura.“Sangat kacau,” jawab Hana.“Jika sudah masuk ke surat kabar Pasuruan maka sudah pasti kacau dan harus bersiap dengan segala keadaan juga tindakan,” timpal Fadhil.“Tapi, bagaimana bisa? Bukankah masalah Emir sudah selesai saat mereka menerbitkan berita kemarin-kemarin itu?” tanya Naura yang o

  • Cinta yang Terbelah   Kegaduhan Di Pagi Buta

    kegaduhan terjadi di media cetak maupun online yang membuat pagi Toni dan Naura harus terpontang-panting memutar otak untuk bertindak. Dering telepon terus-menerus diterima oleh Farah juga Darwis sebagai sekretaris Werner Group yang bertanggung jawab atas Toni dan proyek mereka di Pasuruan.Berita mengenai Emir terbit secara ugal-ugalan dengan narasi yang menyesatkan. Akta lahir Emir yang mencantumkan nama Naura sebagai ibu kandung beredar di semua media. Tanpa nama ayah yang tertera membuat isu mengenai Emir adalah anak haram Naura dan almarhum Arvin bergulir seperti bola salju yang semakin membesar di setiap detik dan menitnya.“Sepertinya untuk hari ini, lebih baik Emir tidak ke sekolah,” saran Farah ke Naura.“Kenapa?” tanya Naura yang juga berkutat dengan ponsel.“Berita mengenai ini sudah masuk ke portal berita Pasuruan,” kata Farah dengan menunjukkan ponsel yang mengunggah portal berita Pasuruan.Naura memijat pelipisnya saat membaca artikel yang memenuhi berita lokal area Pasu

  • Cinta yang Terbelah   Hilang Tanpa Jejak

    “Apa katamu? Mereka tidak terlihat?” tanya Desmond untuk memastikan jika ia tidak salah dengar.“Ya,” jawab sang sekretaris, Hamzah.“Sejak kapan?”“Dua hari yang lalu.”Desmond memukul meja dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang dapat terdengar hingga keluar ruangan. Amarah terlihat jelas di wajah pria paruh baya tersebut dengan sorot mata yang siap menerkam siapa pun yang ada di hadapannya. “Bagaimana dengan pegawainya?”“Sejak istri Lucas ke Pasuruan, mereka telah diliburkan dan belum kembali aktif.”“Berengsek,” gumam Desmond kesal. Kegelapan di ruang kerjanya juga telah menyelimuti semua rencana dia untuk membuat Hans melepaskan Werner Group. Dia yang telah menunggu hingga enam tahun harus memutar otak saat putra sulung Hans kembali ke Indonesia. Jejak sang putra bungsu yang sulit untuk ia dapat membuat dia harus menunggu sang putra kembali ke Indonesia. Sial bagi Desmond, saat putra bungsu Hans kembali, ia langsung di kirim ke Pasuruan dengan alasan pembangunan pabrik di a

  • Cinta yang Terbelah   Ancaman yang Tak Terlihat

    “Duduklah!” kata Hans ke Lucas seolah itu adalah rumahnya sendiri.Lucas duduk di sofa yang berhadapan dengan Hans dengan Dwi yang setia berada di sisinya. Mereka duduk dalam diam, membiarkan Hans memulai pembicaraan. Alih-alih mulai bicara, pria tua itu mengeluarkan sebuah kantong plastik terang dari balik meja.“Apa itu?” tanya Lucas penasaran dengan sebuah benda kecil di dalamnya.“Ternyata bukan kau yang memasangnya,” ujar Hans terlihat lega.“Memasang apa? Memangnya apa itu?”“Ini adalah komponen asing yang tim kami temukan setelah membongkar mobil keseluruhan,” jelas Hans.“Apa?” Lucas mengambil kantong plastik yang diletakkan di atas meja tersebut. Ia membolak-balikkan kantong plastik tersebut, mengamati benda kecil yang seperti mikrochip.“Kau benar-benar hanya alat Desmond,” ujar Hans sambil menganggukkan kepala ke Ba’ashir.“Alat Desmond?”“Kau berkata ke Gus Khalid mengenai Desmond yang menggunakan alat canggih untuk membuat kecelakaan yang merenggut nyawa Arvin tampak sepe

  • Cinta yang Terbelah   Siapa yang Siapa

    Matahari tenggelam ke dasar bumi berganti bulan berteman malam saat anak buah Gus Khalid memindahkan Lucas dari gudang. Dengan zikir dari Gus Khalid, mereka mampu mengecoh anak buah Desmond yang mengawasi gudang. Darwis bersama dua orang anak buah Gus Khalid mengendari mobil milik Dwi menuju Bali untuk mengambil bukti yang menunjukkan keterlibatan Desmond dalam kecelakaan maut putra sulung Hans Werner.“Mereka sudah bersiap dan menunggu di kapal feri,” kata Toni ke Darwis.“Ya, saya mengerti.”Lucas tidak terkejut sama sekali dengan pengaturan yang dilakukan oleh Toni Werner. Detail yang rapi menjadi ciri khas dari keluarga Werner dalam merencanakan sesuatu hingga lawan kesulitan menemukan celah untuk menyerang. Karena itulah, Desmond membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memutus penerus Hans Werner yang tidak bisa dianggap berhasil karena masih menyisakan putra bungsu dan cucu pertama Hans.Mereka menyusuri jalanan Malam Pasuruan Banyuwangi dalam diam dan rasa kantuk yang terama

  • Cinta yang Terbelah   Bukti yang Tersembunyi

    “Apa ini?!” Lucas menerkam kerah baju Gus Khalid sambil menggenggam beberapa lembaran dokumen bukti keterlibatan Desmond. “Seperti yang kau baca,” jawab Gus Khalid dengan tenang.Lucas mendorong tubuh Gus Khalid hingga menempel ke tembok, mencengkeram semakin erat dengan mata berapi-api. Tatapan penuh amarah Lucas hanya di tanggapi dengan tatapan tenang Gus Khalid. Saat kedua pria itu saling menguarkan aura peperangan, ke empat orang lainnya hanya melihat dari tempat mereka berdiri.“Kalian pikir aku akan percaya dengan lembaran-lembaran ini?!” desis Lucas.“Aku yakin kau dapat mengetahui apakah dokumen-dokumen itu asli atau palsu,” balas Gus Khalid yang tidak terintimidasi oleh amarah Lucas.“Kau …” Gus Khalid menarik lepas tangan Lucas yang mencengkeram kerah bajunya dengan tangannya tanpa perlu mengeluarkan tenaga sama sekali. Didorongnya tubuh Lucas untuk memberi jarak pada mereka supaya bisa dapat berbicara dengan nyaman. Gus Khalid hanya berdiri diam dan menatap ke mata Lucas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status