Share

Bab 7

Author: Xaviera
Karena sudah membuat janji terlebih dahulu, mereka beruntung saat mendatangi lokasi, sang suami tidak sedang berada di rumah.

Dipisahkan oleh pintu teralis besi yang terkunci rapat, ibu hamil tersebut menuturkan seluruh pengalaman pahitnya dengan suara bergetar.

Sementara itu, Frida tetap profesional memegang kameranya, mendokumentasikan setiap sudut dan kesaksian itu tanpa melewatkan satu detail pun.

Namun, melalui lensa kamera itu pula, dia dipaksa menyaksikan betapa luar biasanya kekompakan antara Samuel dan Kamila.

Samuel hanya perlu menggerakkan jarinya sedikit, dan Kamila sudah tahu apakah pria itu membutuhkan alat perekam atau berkas perkara. Kamila langsung menyerahkannya bahkan sebelum Samuel sempat bersuara.

Ketika tatapan mata Samuel tertuju sedikit lebih lama pada luka di tangan korban, Kamila dengan sigap mengeluarkan salep dari tasnya, disambut oleh anggukan penuh kepuasan dari Samuel.

Begitu Samuel mengangkat lengannya sedikit, Kamila tanpa ragu langsung membantunya membuka kancing dan menggulung lengan kemeja pria itu.

Keduanya terlihat begitu serasi dan menyatu. Mereka tampak seperti sepasang suami istri yang telah hidup bersama selama belasan tahun, bukan dua orang yang baru bekerja bersama selama tiga bulan.

Menjelang akhir sesi wawancara, Kamila yang mendengarkan penderitaan korban tak lagi mampu membendung emosinya. Air matanya seketika tumpah, dan dia mulai menangis terisak.

Di detik itu, Samuel seolah benar-benar melupakan keberadaan Frida di sana. Dia menghentikan catatan hukumnya, lalu menarik Kamila ke dalam pelukannya dan menepuk-nepuk punggung gadis itu dengan lembut.

"Sudah, jangan menangis lagi. Kamu itu pengacara, nanti kamu masih akan menghadapi banyak kasus tragis seperti ini. Justru demi para korban, kamu harus melatih dirimu jadi lebih kuat. Dengan begitu, kamu bisa jadi pelindung utama mereka dan membantu mereka melewati masa-masa sulit."

Kamila membalas pelukan pria itu erat-erat, tangisnya kian pecah dan sesak.

"Aku tahu, tapi aku benar-benar nggak sanggup dengar cerita sekejam ini. Kak Samuel, aku janji akan berjuang keras untuk melindungi para korban. Tapi Kakak juga harus janji akan selalu ada di sisiku, jadi sandaran terkuatku. Oke?"

Samuel perlahan menghapus sisa air mata di pipi Kamila. Sorot matanya memancarkan kelembutan dan kasih sayang yang begitu meluap-luap.

"Tentu saja. Kamu adalah adik tingkat sekaligus teman seperjuanganku. Apa pun yang terjadi nantinya, aku akan selalu ada untuk melindungimu."

Frida menyaksikan seluruh adegan romantis itu dalam diam. Tiba-tiba, ada perasaan tenang yang aneh mengendap di lubuk hatinya. Dia akhirnya mengakui, keduanya memang terlihat sangat serasi. Mereka memiliki aura kuat sebagai sepasang tokoh utama yang saling melengkapi.

Dan dirinya, memang sudah sepantasnya mundur dari panggung kehidupan mereka.

Penyelidikan hampir selesai. Frida baru saja menurunkan dan mematikan kameranya, ketika suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar menggema dari arah koridor luar.

Begitu menoleh, dia melihat seorang pria bertubuh kekar, dengan gurat wajah yang beringas berjalan mendekat. Terlihat sangat marah.

"Kalian mau ikut campur urusan rumah tanggaku, hah? Berani-beraninya kalian datang ke sini untuk menyelidiki! Asal kalian tahu, aku nggak akan pernah mau menandatangani surat cerai itu! Lupakan saja niat busuk kalian!"

Melihat pria itu datang dengan gestur penuh ancaman, jantung Frida berdegup kencang.

Samuel juga tidak menduga suami korban akan tiba-tiba pulang secepat ini. Dia mengernyitkan dahi, lalu bergerak untuk mengajak kedua wanita itu segera pergi dari sana.

Namun, belum sempat Samuel berbalik, Kamila justru mendahuluinya. Dengan dagu terangkat penuh provokasi, dia menyahut, "Negara ini punya hukum, perbuatanmu ini nggak bisa dibenarkan! Memangnya kalau kamu nggak setuju, perceraian ini nggak bisa diproses? Jangan mimpi! Kuberitahu kamu, kakak tingkatku ini adalah pengacara hebat yang sudah terkenal di seluruh negeri, dia nggak pernah kalah dalam satu kasus pun. Pelaku KDRT bajingan sepertimu, siap-siap saja diseret ke pengadilan dan membusuk di penjara!"

Kata-kata penuh tantangan itu, bagaikan seember minyak tanah yang disiramkan ke atas bara api yang membara. Suami korban seketika kehilangan seluruh akal sehatnya.

Pria kekar itu tiba-tiba melesat maju seperti orang kesurupan, lalu melayangkan satu tamparan keras tepat di wajah Kamila.

Plak!

Kamila terperanjat hingga wajahnya pucat pasi. Sembari memegangi pipinya yang memerah, air matanya bercucuran deras. Dia menangis sambil memanggil nama seniornya.

Raut wajah Samuel seketika berubah drastis. Dia segera menyembunyikan Kamila di balik punggungnya, lalu melayangkan tinjunya dan mulai terlibat baku hantam dengan pria bertubuh besar itu.

Samuel sangat terlatih dalam bela diri taktis. Pria beringas itu bukan tandingan sepadannya. Hanya dalam beberapa gerakan cepat, suami korban sudah tersungkur ke lantai.

Melihat pria itu terkapar di lantai dan tampaknya tidak bisa bangkit untuk sementara, Samuel segera membalikkan badannya untuk menenangkan Kamila yang masih syok.

Namun, tepat ketika Samuel membalikkan badan, pria itu bangkit, lalu mengeluarkan sebilah pisau buah dari saku celananya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta yang Terkubur   Bab 24

    Samuel bertahan di dalam mobil sepanjang malam. Keesokan harinya, dia menunggu satu hari penuh hingga akhirnya pada malam hari, dia melihat Frida dan Marsel keluar dari hotel.Frida tampak sangat bahagia sambil menggandeng tangan Marsel. Keintiman di antara keduanya, menciptakan atmosfer yang tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Sepasang pria tampan dan wanita cantik itu, menjadi pusat perhatian di jalanan. Sementara Samuel hanya bisa bersembunyi di sudut yang gelap, mengintip kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya.Jika saja dulu saat Kamila muncul, dia tidak membiarkan hatinya goyah dan tetap setia pada Frida, maka orang yang berdiri di samping wanita itu sekarang adalah dirinya. Dia telah kehilangan orang yang paling mencintainya hanya demi ego sesaat.Marsel sangat peka dengan sekitar. Menyadari ada yang mengintai, dia mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan singkat. Lalu dia tetap bersikap biasa sambil menggandeng Frida, meski tubuhnya mendadak menegang waspad

  • Cinta yang Terkubur   Bab 23

    Samuel masih ingin melihat Frida untuk terakhir kalinya. Setelah mengetahui Frida dan Marsel sedang berbulan madu di luar negeri, dia langsung membeli tiket pesawat untuk menyusul.Namun begitu turun dari pesawat, dia menerima banyak pesan. Polisi telah menemukan jenazah Kamila. Karena rambut dan sidik jarinya ditemukan di lokasi kejadian, polisi bersiap menangkapnya dan mengirim pesan menyuruhnya menyerahkan diri.Samuel langsung mencopot kartu ponselnya dan membuangnya ke dalam toilet. Setelah melakukan penyamaran sederhana di kamar mandi, dia keluar dan memanggil taksi, lalu memberikan seonggok uang tunai kepada sopir untuk mengantarnya ke tempat penyewaan mobil ilegal. Melihat uang yang tebal, sopir taksi langsung mengantarnya ke sana. Setelah negosiasi singkat, dia berhasil mendapatkan mobil ilegal tanpa identitas. Dia memasukkan titik tujuan dan langsung berkendara menuju lokasi Frida...."Baik, saya paham. Jika melihatnya, saya akan langsung menghubungi polisi." Di tempat

  • Cinta yang Terkubur   Bab 22

    Samuel yang lukanya belum sembuh terpaksa mengurus masalah firma hukumnya dengan tubuh yang sakit. Setelah urusan selesai, karier yang dibangunnya bertahun-tahun hancur total, bahkan izin pengacaranya pun hampir dicabut.Dia terus menyelidiki dalang di balik semua ini hingga menerima sebuah rekaman video misterius. Dari sana dia tahu bahwa ini semua adalah ulah Kamila. Saat dia tertidur di rumah sakit, gadis itu membawa orang untuk mencuri data di ponselnya."Kamila, aku akan membunuhmu!" Pada saat ini, kebenciannya pada Kamila mencapai puncaknya.Dia baru keluar dari rumah sakit sebulan kemudian. Sejak tahu dalang di balik kehancurannya adalah Kamila, setiap hari dia merencanakan balas dendam. Setelah memikirkan berbagai cara selama sebulan, Samuel akhirnya memilih jalan yang paling cepat.Setelah membuntuti Kamila selama dua hari, dia memilih malam yang gelap untuk memukul gadis itu hingga pingsan. Memasukkannya ke dalam karung, lalu membawanya ke sebuah gudang tua yang sudah dia

  • Cinta yang Terkubur   Bab 21

    "Halo?" Suara Frida terdengar dari seberang telepon. Seketika Samuel merasa waktu seolah berjalan mundur, dan air matanya hampir menetes. "Frida, ini aku. Tolong jangan ditutup dulu, dengarkan penjelasanku, ya? Aku mimpi sesuatu, di dalam mimpi itu, kita berada di dalam sebuah buku." Samuel memohon dengan sangat rendah hati agar Frida mau mendengarkannya.Di seberang sana, Frida yang mendengar suara Samuel, sebenarnya berniat langsung menutup telepon. Namun, mendengar perkataan pria itu, dia mengurungkan niatnya. Dia tiba-tiba teringat, jika hal ini ketahuan oleh Marsel, dia pasti harus memutar otak lagi untuk membujuk suaminya yang sangat mudah cemburu itu. Setelah pernikahan selesai waktu itu saja, dia butuh waktu lama untuk menenangkan Marsel di rumah. Pria itu bahkan terus menggunakan masalah itu untuk bermanja-manja dan meminta perhatiannya, hingga rencana bulan madu mereka harus tertunda lama karena ulah manjanya setiap hari."Frida, apa kamu juga mimpi hal yang sama? Di dal

  • Cinta yang Terkubur   Bab 20

    Saat Samuel terbangun, Kamila sudah tidak ada. Setelah mengurus administrasi keluar dari rumah sakit, dia langsung naik taksi untuk pulang. Langit tampak mendung pekat dan angin kencang menggulung awan hitam, pertanda badai besar akan segera datang. Saat melewati sebuah persimpangan, sebuah truk yang hilang kendali tiba-tiba menghantam taksi yang ditumpangi Samuel.Samuel merasa tubuhnya seperti diguncang hebat dalam mesin cuci, sementara pecahan kaca menyayat wajahnya. Pandangannya berputar sebelum akhirnya dia terjebak di bawah badan mobil. Mobil itu mulai memercikkan api dan tercium bau bensin yang menyengat, tetapi karena terluka parah, dia tidak bisa bersuara. Orang-orang yang melintas segera menelepon ambulans dan polisi, sementara beberapa warga yang baik hati berusaha menolong.Hujan deras mulai turun membasahi wajahnya. Dalam hati, dia hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu akrab dengan rumah sakit belakangan ini. Jalanan menjadi sangat kacau, pecahan kaca berserakan,

  • Cinta yang Terkubur   Bab 19

    Setibanya di Kota Kiskan, Samuel segera menyelidiki peristiwa yang terjadi belakangan ini. Melihat dokumen di tangannya, dia merasa sangat kesepian. Baru sekarang dia menyadari betapa fatal kesalahan yang telah diperbuatnya.Melihat foto pernikahan Frida yang didapatnya dari orang lain, serta senyum bahagia di wajah wanita itu, penyesalan mendalam merayapi hati Samuel. Kebahagiaan itu seharusnya menjadi miliknya.Setelah mengirimkan pesan pemecatan Kamila ke firma hukumnya, dia mengurung diri di rumah dan minum alkohol sepanjang hari untuk melupakan kesedihan.Hingga suatu hari, rekan kerjanya di firma hukum tidak bisa menghubunginya. Saat mendatangi rumah Samuel, rekan kerjanya menemukan Samuel sudah tidak sadarkan diri akibat keracunan alkohol. Karena panik, rekannya segera menelepon ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.Saat terbangun, Samuel hanya bisa menatap kosong dinding ruang rawat yang putih. Dulu, setiap kali dia sakit dan dirawat, Frida selalu sibuk mengurus dan meraw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status