Share

Bab 8

Author: Xaviera
Melihat kilatan perak yang tajam dari bilah pisau itu, dada Frida seketika terasa sesak. Pupil matanya melebar karena terkejut.

"Awas!"

Mendengar teriakan Frida, Samuel mendongak. Namun, pria itu sudah berada tepat di hadapannya, dengan ujung pisau yang terarah lurus ke dada Kamila.

Tanpa ragu, Samuel mendorong Kamila ke area yang aman sekuat tenaga. Dia membiarkan tubuhnya menahan tusukan pisau itu.

Darah segar berwarna merah pekat langsung membasahi kemejanya, menetes satu demi satu ke lantai.

Tubuh Samuel berguncang hebat. Namun, dia masih sempat memukul pria itu sampai benar-benar tak berkutik di lantai sambil mengatupkan gigi menahan sakit.

Setelah berhasil melempar pisau itu, dia membalikkan tubuh ke arah Frida. Hanya untuk mengatakan satu kalimat.

"Ba-bawa Kamila ... pergi ... dari sini!"

Seketika itu juga, Frida merasa seluruh aliran darah di tubuhnya membeku.

Dia menatap pria itu lekat-lekat, lalu dengan susah berkata, "Lalu bagaimana denganmu?"

Samuel menggelengkan kepalanya. Suaranya terdengar sangat parau dan nyaris tak terdengar lagi.

"Target ... utamanya adalah ... Kamila. Cepat ... bawa dia pergi ... dia nggak boleh terluka .... Aku ... aku nggak apa-apa."

Melihat pria itu berlumuran darah tapi masih memeras sisa-sisa tenaganya hanya demi memastikan keselamatan Kamila, kepala Frida seolah dihantam oleh palu yang sangat besar. Dia sangat terkejut sampai kehilangan kata-kata.

Dia tidak mampu lagi mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya bisa memaksa dirinya untuk tetap tenang, lalu menarik Kamila yang sudah hampir pingsan karena ketakutan untuk meninggalkan tempat itu.

Begitu Frida membawa gadis itu ke tempat yang aman, ambulans dan mobil polisi pun tiba.

Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat petugas medis membungkuk menggotong Samuel yang bersimbah darah turun ke bawah, lalu dia ikut naik ke dalam ambulans.

Karena kehilangan terlalu banyak darah, kesadaran pria itu sudah tidak jernih lagi, tetapi dia masih saja mengigau, "Jangan takut, Kamila, aku akan melindungimu ...."

Pada titik ini, Frida akhirnya melihat dengan jelas bagaimana rupa Samuel ketika mencintai seseorang.

Pria itu akan melepaskan topeng dinginnya tanpa sadar, akan menjadi tameng bagi gadis itu dari segala badai dan bahaya, serta akan tetap mencemaskan keselamatannya meski nyawanya sendiri sedang berada di ujung tanduk.

Namun, seluruh kelembutan dan kepedulian pria itu tidak ada hubungannya dengan Frida.

Setelah melalui penanganan darurat sepanjang malam, Samuel akhirnya melewati masa kritis.

Kamila menangis histeris di luar ruang operasi, lalu bergegas masuk ke dalam ruang rawat untuk terus meminta maaf kepada Samuel.

"Kak, kenapa kamu sebaik ini padaku? Apa di matamu, aku sepenting itu? Sampai-sampai kamu rela mengorbankan nyawamu sendiri?"

Suara Samuel terdengar sangat lemah. "Ya, bagiku, kamu sangat penting."

Mendengar hal itu, Frida memejamkan matanya yang tampak kuyu dan dipenuhi urat-urat merah, lalu mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.

Dia melemaskan genggaman tangannya yang sudah mati rasa, lalu melirik waktu di jamnya.

Hanya tersisa beberapa jam lagi sebelum pesawatnya lepas landas.

Dia tidak lagi tinggal lebih lama. Dia pulang ke rumah seorang diri dan membersihkan seluruh noda yang menempel di tubuhnya.

Setelah itu, dia membuang semua barang-barang miliknya yang lain, hanya menyisakan laptop dan kamera untuk dimasukkan ke dalam koper.

Pukul satu siang, dia menghentikan sebuah taksi dan bergegas menuju bandara.

Baru saja naik ke atas pesawat, tiba-tiba dia menerima sebuah pesan dari Samuel.

[Frida, kamu nggak ada di rumah sakit, apa kamu sudah pulang ke Kota Halua? Aku sedang terluka jadi nggak bisa menemanimu pulang. Lain kali, aku pasti akan pergi bersamamu untuk menjenguk Paman dan Tante.]

Frida terdiam sejenak, sebelum akhirnya memberi tahu pria itu kebenaran tentang kepergiannya.

[Nggak perlu, Samuel. Kali ini, aku pulang sebenarnya untuk menikah, dan pengantin prianya bukan kamu.]

[Kita putus saja. Kamu dan Kamila adalah pasangan yang serasi. Semoga kalian bahagia dan langgeng selamanya.]

Setelah mengirimkan pesan itu, tanpa memedulikan bagaimana jawaban Samuel, Frida langsung memblokir semua kontak pria itu.

Kemudian, dia mematikan ponselnya.

Kali ini, dia, si karakter figuran yang malang ... akan mundur dari dunia tokoh utama pria dan wanita sepenuhnya!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta yang Terkubur   Bab 24

    Samuel bertahan di dalam mobil sepanjang malam. Keesokan harinya, dia menunggu satu hari penuh hingga akhirnya pada malam hari, dia melihat Frida dan Marsel keluar dari hotel.Frida tampak sangat bahagia sambil menggandeng tangan Marsel. Keintiman di antara keduanya, menciptakan atmosfer yang tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Sepasang pria tampan dan wanita cantik itu, menjadi pusat perhatian di jalanan. Sementara Samuel hanya bisa bersembunyi di sudut yang gelap, mengintip kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya.Jika saja dulu saat Kamila muncul, dia tidak membiarkan hatinya goyah dan tetap setia pada Frida, maka orang yang berdiri di samping wanita itu sekarang adalah dirinya. Dia telah kehilangan orang yang paling mencintainya hanya demi ego sesaat.Marsel sangat peka dengan sekitar. Menyadari ada yang mengintai, dia mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan singkat. Lalu dia tetap bersikap biasa sambil menggandeng Frida, meski tubuhnya mendadak menegang waspad

  • Cinta yang Terkubur   Bab 23

    Samuel masih ingin melihat Frida untuk terakhir kalinya. Setelah mengetahui Frida dan Marsel sedang berbulan madu di luar negeri, dia langsung membeli tiket pesawat untuk menyusul.Namun begitu turun dari pesawat, dia menerima banyak pesan. Polisi telah menemukan jenazah Kamila. Karena rambut dan sidik jarinya ditemukan di lokasi kejadian, polisi bersiap menangkapnya dan mengirim pesan menyuruhnya menyerahkan diri.Samuel langsung mencopot kartu ponselnya dan membuangnya ke dalam toilet. Setelah melakukan penyamaran sederhana di kamar mandi, dia keluar dan memanggil taksi, lalu memberikan seonggok uang tunai kepada sopir untuk mengantarnya ke tempat penyewaan mobil ilegal. Melihat uang yang tebal, sopir taksi langsung mengantarnya ke sana. Setelah negosiasi singkat, dia berhasil mendapatkan mobil ilegal tanpa identitas. Dia memasukkan titik tujuan dan langsung berkendara menuju lokasi Frida...."Baik, saya paham. Jika melihatnya, saya akan langsung menghubungi polisi." Di tempat

  • Cinta yang Terkubur   Bab 22

    Samuel yang lukanya belum sembuh terpaksa mengurus masalah firma hukumnya dengan tubuh yang sakit. Setelah urusan selesai, karier yang dibangunnya bertahun-tahun hancur total, bahkan izin pengacaranya pun hampir dicabut.Dia terus menyelidiki dalang di balik semua ini hingga menerima sebuah rekaman video misterius. Dari sana dia tahu bahwa ini semua adalah ulah Kamila. Saat dia tertidur di rumah sakit, gadis itu membawa orang untuk mencuri data di ponselnya."Kamila, aku akan membunuhmu!" Pada saat ini, kebenciannya pada Kamila mencapai puncaknya.Dia baru keluar dari rumah sakit sebulan kemudian. Sejak tahu dalang di balik kehancurannya adalah Kamila, setiap hari dia merencanakan balas dendam. Setelah memikirkan berbagai cara selama sebulan, Samuel akhirnya memilih jalan yang paling cepat.Setelah membuntuti Kamila selama dua hari, dia memilih malam yang gelap untuk memukul gadis itu hingga pingsan. Memasukkannya ke dalam karung, lalu membawanya ke sebuah gudang tua yang sudah dia

  • Cinta yang Terkubur   Bab 21

    "Halo?" Suara Frida terdengar dari seberang telepon. Seketika Samuel merasa waktu seolah berjalan mundur, dan air matanya hampir menetes. "Frida, ini aku. Tolong jangan ditutup dulu, dengarkan penjelasanku, ya? Aku mimpi sesuatu, di dalam mimpi itu, kita berada di dalam sebuah buku." Samuel memohon dengan sangat rendah hati agar Frida mau mendengarkannya.Di seberang sana, Frida yang mendengar suara Samuel, sebenarnya berniat langsung menutup telepon. Namun, mendengar perkataan pria itu, dia mengurungkan niatnya. Dia tiba-tiba teringat, jika hal ini ketahuan oleh Marsel, dia pasti harus memutar otak lagi untuk membujuk suaminya yang sangat mudah cemburu itu. Setelah pernikahan selesai waktu itu saja, dia butuh waktu lama untuk menenangkan Marsel di rumah. Pria itu bahkan terus menggunakan masalah itu untuk bermanja-manja dan meminta perhatiannya, hingga rencana bulan madu mereka harus tertunda lama karena ulah manjanya setiap hari."Frida, apa kamu juga mimpi hal yang sama? Di dal

  • Cinta yang Terkubur   Bab 20

    Saat Samuel terbangun, Kamila sudah tidak ada. Setelah mengurus administrasi keluar dari rumah sakit, dia langsung naik taksi untuk pulang. Langit tampak mendung pekat dan angin kencang menggulung awan hitam, pertanda badai besar akan segera datang. Saat melewati sebuah persimpangan, sebuah truk yang hilang kendali tiba-tiba menghantam taksi yang ditumpangi Samuel.Samuel merasa tubuhnya seperti diguncang hebat dalam mesin cuci, sementara pecahan kaca menyayat wajahnya. Pandangannya berputar sebelum akhirnya dia terjebak di bawah badan mobil. Mobil itu mulai memercikkan api dan tercium bau bensin yang menyengat, tetapi karena terluka parah, dia tidak bisa bersuara. Orang-orang yang melintas segera menelepon ambulans dan polisi, sementara beberapa warga yang baik hati berusaha menolong.Hujan deras mulai turun membasahi wajahnya. Dalam hati, dia hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu akrab dengan rumah sakit belakangan ini. Jalanan menjadi sangat kacau, pecahan kaca berserakan,

  • Cinta yang Terkubur   Bab 19

    Setibanya di Kota Kiskan, Samuel segera menyelidiki peristiwa yang terjadi belakangan ini. Melihat dokumen di tangannya, dia merasa sangat kesepian. Baru sekarang dia menyadari betapa fatal kesalahan yang telah diperbuatnya.Melihat foto pernikahan Frida yang didapatnya dari orang lain, serta senyum bahagia di wajah wanita itu, penyesalan mendalam merayapi hati Samuel. Kebahagiaan itu seharusnya menjadi miliknya.Setelah mengirimkan pesan pemecatan Kamila ke firma hukumnya, dia mengurung diri di rumah dan minum alkohol sepanjang hari untuk melupakan kesedihan.Hingga suatu hari, rekan kerjanya di firma hukum tidak bisa menghubunginya. Saat mendatangi rumah Samuel, rekan kerjanya menemukan Samuel sudah tidak sadarkan diri akibat keracunan alkohol. Karena panik, rekannya segera menelepon ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.Saat terbangun, Samuel hanya bisa menatap kosong dinding ruang rawat yang putih. Dulu, setiap kali dia sakit dan dirawat, Frida selalu sibuk mengurus dan meraw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status