"Frida, ayo kita makan dulu. Setelah selesai makan, biar Marsel yang mengantarmu pulang." "Ya." Marsel mengambil alih barang bawaan Frida dan berjalan di belakang mereka berdua. Berperan sebagai asisten pembawa tas, Marsel melakukannya dengan senang hati. Sepanjang jalan, Frida dan Merry terus membicarakan berbagai macam gosip. Meskipun sudah lama tidak bertemu, tidak ada rasa canggung sedikit pun di antara mereka berdua, seolah-olah mereka selalu bersama selama ini. Melalui kaca spion tengah, Marsel memperhatikan wajah Frida yang penuh senyuman, dan sudut bibirnya pun tanpa sadar ikut terangkat. "Frida, sudah berapa lama kamu nggak pulang, pasti sudah lama nggak makan masakan Kota Halua yang asli, ‘kan? Semua yang ada di meja ini, memang kupesankan untukmu." "Ya, aku sayang banget sama kamu!" Setelah berbicara, Frida mengulurkan tangan dan memberikan gestur hati dengan jarinya kepada Merry. "Geli, ah!" Meskipun mulutnya berkata demikian, Merry tetap tertawa lebar. Marsel menat
Baca selengkapnya