共有

Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku
Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku
作者: Wulan

Bab 1

作者: Wulan
Aku adalah cinta pertama Warren, tetapi dia justru jatuh cinta pada penggantiku.

Menjelang hari pernikahan, aku menemukan ponselnya dipenuhi dengan foto gadis itu. Gadis itu punya 70 sampai 80% kemiripan denganku, tampak polos dan ceria.

Aku tidak ragu, langsung menyerahkan ponsel itu kepadanya. "Pernikahan kita masih jadi?"

Warren terdiam lama, lalu menghapus kontak wanita itu di depanku. "Thalia, aku akui pernah tergoda padanya, tapi itu hanya karena dia mirip kamu."

Demi dia, aku melawan keluargaku selama tiga tahun. Sekarang, untuk menyerah pun aku tak sanggup.

Maka upacara pernikahan tetap berlangsung seperti biasa. Saat dia menerimaku dari tangan ayahku, dia bahkan menangis tersedu-sedu.

Namun, tepat saat pertukaran cincin, dia menerima sebuah undangan pernikahan.

[ Selamat atas pernikahanmu. Semoga kita sama-sama bahagia dengan pernikahan kita. ]

Warren langsung panik, melepaskan tanganku, dan berlari pergi. Aku berdiri di belakangnya, berkata dengan tenang, "Warren, kalau kamu berani pergi, hubungan kita berakhir."

Dia ragu satu detik, tetapi tetap meninggalkanku di hadapan semua tamu.

....

Dalam sekejap, para tamu langsung saling berbisik dan bergunjing pelan.

Aku mendongak, menahan agar air mataku tidak menetes. Sambil melepas kerudung pengantin, aku berkata kepada ayahku, "Ayah, aku kalah taruhan. Atur saja perjodohannya."

Kemudian, aku pergi di tengah tatapan penuh ejekan dari semua orang.

Tak pernah terpikir, Warren akan menungguku di rumah. Saat melihatku, dia langsung memelukku seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bibirnya membuka dan menutup, tetapi yang keluar hanya satu kata tak berguna. "Maaf."

Tiga tahun tanpa bertemu, hanya saling bertahan lewat kerinduan. Aku terjebak di luar negeri melawan keluargaku, sementara dia bertarung di dunia bisnis hingga menjadi orang terkaya di kota. Kami berjuang sekuat tenaga hanya untuk bisa bersama.

Namun, justru di saat yang paling dekat dengan kebahagiaan, aku melihat foto-foto di ponselnya. Sebenarnya itu kerinduan padaku atau justru perasaan pada orang lain?

Pertanyaan yang dulu tak berani kutanyakan, dia jawab dengan tindakannya di upacara pernikahan kami.

Aku melepaskan diri dari pelukannya, tetapi Warren mencengkeram tanganku dengan kuat dan memaksaku menatapnya.

"Thalia, dia akan nikah dengan preman. Aku nggak bisa hanya diam melihatnya terperosok ke dalam masa depan yang kelam."

Tubuhnya beraroma parfum. Aku tak bisa menahan bersin.

Dia mengernyit, hanya menunggu jawabanku yang sesuai keinginannya. Namun, dia lupa kalau aku alergi parfum.

Saat menunduk mencari tisu, aku baru menyadari cincin di jari manisnya. Ternyata cincin yang belum sempat dipakai di pernikahan tadi, sudah dipakaikan oleh orang lain.

"Thalia!" Dia mengingatkanku, mengingatkanku untuk bermurah hati dan mengizinkannya pergi menjaga gadis itu.

Aku mengangkat pandanganku. "Jawaban seperti apa yang ingin kamu dengar? Kita sekarang sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Kamu mau melindungi siapa pun, nggak perlu lapor padaku."

Aku kembali bersin dan ruam merah mulai muncul di seluruh tubuhku.

Baru saat itu dia sadar ada yang tidak beres. "Kamu alergi."

Tanpa berpikir, dia langsung membawaku keluar. "Aku antar kamu ke rumah sakit."

Ketika duduk di kursi penumpang di sebelahnya, aroma itu semakin pekat di hidungku. Saat aku mengangkat tangan untuk mengatur kursi, tangannya yang memutar setir sempat terhenti. Kemudian, dia menjelaskan dengan wajah pucat, "Mungkin waktu servis posisi kursinya berubah."

Aku tampak lesu, tidak menjawab.

Di dalam genggamanku, ada kondom bekas yang kugenggam erat. Tubuhku sedikit gemetar.

Sesampainya di rumah sakit, dia dengan cekatan membawaku ke IGD. Namun, tidak seperti biasanya, dia tidak lagi bertanya dengan cemas pada dokter tentang keadaanku. Kali ini, dia memegang ponsel, langsung berbalik ke balkon.

Ketika perawat masuk, dia bertanya dengan heran, "Kali ini suamimu nggak temani kamu?"

Dengan nada bercanda, dia menambahkan, "Dia selalu membuat dokter kepala kami kewalahan kalau kamu datang ke rumah sakit."

Aku menoleh, melihatnya menunduk dan membalas pesan dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.

Kemudian, aku menjawab dengan tenang, "Dia sibuk."

Pada akhirnya, aku harus diinfus hingga lima botol. Saat Warren kembali, masih tersisa satu setengah botol.

"Maaf, tiba-tiba ada urusan mendesak di perusahaan." Dia menyerahkan sekotak kue yang sudah dingin. "Aku beli di jalan."

Aku melirik tetesan air yang membasahi jasnya, lalu bertanya pelan, "Tadi hujan?"

Dia masih menunduk membalas pesan, lalu menjawab dengan asal, "Mm."

Aku menutup mata, tidak berkata apa-apa lagi.

Setelah waktu yang cukup lama, dia baru bereaksi. "Mobilnya mogok, jadi aku jalan kaki."
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 8

    Aku tidak pernah menyangka seumur hidupku akan bertemu dengannya lagi. Bahkan lebih tidak pernah menyangka, setelah lebih dari 20 tahun, saat kami bertemu lagi, kalimat pertama yang dia ucapkan padaku justru adalah tuduhan.Aku mengangkat kepala, menahan air mata yang hampir menitik. Dengan wajah tanpa ekspresi, aku menatapnya. "Ayahku cuma punya satu anak perempuan, dari mana datangnya adik?""Aku hanya mengambil kembali milikku sendiri. Kamu tiba-tiba masuk dan memaki tanpa alasan, apa maksudnya?"Dia langsung menunjukku dan memaki, "Perempuan jalang! Kamu lahir dari perutku! Semua yang ada padamu, aku yang berikan! Kalau kamu ambil rahim adikmu, gimana nasibnya kelak?"Aku tidak bisa menahan tawa. "Gimana nasibnya? Kalau sesayang itu sama anakmu, kenapa nggak kamu saja yang jadi donor? Kenapa harus mengincar milik orang lain?"Tak lama kemudian, para pengawal di luar akhirnya bereaksi dan menyeretnya pergi.Aku menutup mata dengan tenang, menunggu operasi. Setelah semua ini, sisa ke

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 7

    "Thalia, masih sakit ya?""Daging yang sudah busuk itu harus dikorek bersih dulu baru bisa benar-benar sembuh. Luka di sini begitu, luka di hati juga begitu.""Aku nggak mempermasalahkan masa lalumu, tapi aku nggak bisa terima kalau di hatimu selalu ada sepotong daging busuk yang terus disiksa berulang kali."Mataku dipenuhi air mata, aku menggigit bibir tanpa berkata apa-apa. Bryan menghela napas, lalu memelukku, menepuk punggungku dengan lembut tanpa suara.Beberapa saat kemudian, aku mengangkat kepala dan berkata dengan tegas, "Aku sudah nggak cinta dia lagi."Di hari pernikahan itu, saat Bryan menggandeng tanganku dan muncul di hadapan semua orang, Warren yang duduk di kursi tamu langsung membelalakkan mata."Thalia!" Dia sontak berdiri, ingin berlari ke atas panggung.Namun, dia langsung dihentikan oleh asistennya. "Pak Warren, bisnis utama perusahaan kita punya kerja sama dengan Keluarga Syarief. Kita nggak bisa menyinggung Pak Bryan."Mata Warren langsung memerah. Dia hanya bisa

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 6

    "Sampai pencuri bisa masuk ke rumahku!"Manajer properti buru-buru meminta maaf, "Pak Warren, berapa pun kerugian di rumah Anda, kami akan menggantinya dengan uang tunai terlebih dahulu. Tenang saja, kami akan segera melapor ke polisi dan ke depan juga akan memperketat keamanan."Namun, setelah berkeliling memeriksa bersama, semua barang di rumah masih ada, hanya beberapa foto pernikahan yang hilang. Seolah-olah terpikir sesuatu, Warren segera membuka laci kamarnya dengan panik.Kotak yang selama ini kusimpan dengan hati-hati sudah tidak ada. Wajahnya langsung pucat. Dia berjalan terhuyung ke kamar mandi.Di sudut yang tidak mencolok, tergeletak selembar kertas yang belum terbakar habis. Hanya satu kata samar, "hamil", tetapi itu sudah cukup membuat Warren runtuh.Baru saat itu dia teringat, di tahun mereka kehilangan anak pertama, nomor yang terdaftar di rumah sakit adalah miliknya.Saat itu, telepon dari asistennya masuk. Warren segera mengangkatnya. "Sudah ketemu?"Suara sekretaris

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 5

    Ponsel terlepas dari tangan Warren. Dia menatap pesan itu lama sekali sebelum akhirnya bertanya, "Apa katamu?"Asisten di sana mengulang dengan suara keras, "Apinya terlalu besar, Bu Thalia nggak berhasil diselamatkan.""Keluarga sudah mengurus jenazah Bu Thalia, bahkan sudah mengadakan pemakaman. Sebelumnya aku telepon Bapak, tapi selalu diangkat oleh Bu Cheryl. Dia bilang akan menyampaikan pada Bapak.""Dia bilang Bapak sangat sibuk, urusan pekerjaan bisa dikirim lewat email, sementara untuk hal lain yang nggak penting, tunggu Bapak pulang saja."Telinga Warren tiba-tiba berdengung, dia tidak percaya. Dengan suara lirih, dia bergumam, "Gimana mungkin .... Waktu itu aku jelas-jelas sudah menyuruh orang langsung melapor ke polisi ...."Saat itu, melihat kondisi Cheryl tidak baik, dia langsung pergi ke luar negeri dalam keadaan panik. Dia menatap pesan itu dengan tajam, tiba-tiba merasa gelisah.Dengan tergesa-gesa, dia memberi instruksi kepada asistennya, "Aku nggak percaya dia sudah m

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 4

    Bayangan pemuda yang dulu mempertaruhkan nyawanya untuk melindungiku melintas di benakku. Air mata pun menitik dari sudut mataku.Ponselku tiba-tiba menerima pesan dari Ayah.[ Thalia, aku sudah suruh anak dari Keluarga Syarief itu menjemputmu. ]Aku mematikan layar, lalu tersenyum tipis. "Baiklah."Warren mencium pipiku dengan penuh semangat. "Tenang saja, nanti aku pasti akan mengadakan pernikahan besar untukmu."Aku tersenyum pahit. Tidak ada lagi "nanti" bagi kita, Warren. Aku membiarkan dia menyeretku di tengah hujan, mengantarku ke ruang pengambilan darah.Setiap kali Cheryl mengeluh sakit, dia malah memaksa dokter mengambil satu tabung darah lagi dariku. Sampai tabung ke-10, akhirnya aku tidak kuat lagi, pandanganku menjadi gelap.Saat terbangun, ternyata Warren berjaga di samping tempat tidurku. "Thalia, kamu akhirnya sadar!"Aku merasakan nyeri menusuk di perut bagian bawah, lalu refleks mengulurkan tangan untuk menyentuhnya. Namun, Warren justru menangkap tanganku, tidak bera

  • Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku   Bab 3

    Kini, orang yang dia sayangi sepenuh hati sudah berganti menjadi wanita lain. Dia makan sangat cepat, pikirannya berada di tempat lain.Di hadapannya, aku mengenang satu per satu kenangan kami selama sepuluh tahun."Warren, dulu saat kamu menyelamatkanku dari para preman itu, aku sudah bersumpah akan selalu bersamamu seumur hidup. Masih ingat cincin yang kamu berikan saat aku masih 20 tahun?"Aku menunjukkannya padanya, cincin yang sudah kupakai selama sepuluh tahun. Lapisan tembaganya sudah terkelupas, menampakkan karat yang belang.Akhirnya dia mau mengalihkan pandangannya dari ponsel, lalu tersenyum seadanya. "Kenapa masih pakai cincin jelek begitu?"Hatiku terasa tercabik sedikit demi sedikit. Aku diam, lalu melepas cincin itu. Sepuluh tahun menjaga sesuatu ... ternyata seperti lelucon.Tahun itu, seorang pemuda menyatakan cintanya padaku dengan tulus, memasangkan cincin dengan keras kepala. "Thalia, nggak boleh dilepas ya."Petir menggelegar, aku mengambilkan lauk untuknya. Namun,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status