Share

Bab 28

Author: El Hawra
last update publish date: 2026-05-01 22:48:54

Clara menghela napas lalu mematikan panggilan setelah meyakinkan kakaknya kalau dia akan segera pulang. Clara mematung, pikirannya terus berputar-putar pada ibunya. Apa sebenarnya sakit yang diderita ibunya? Bahkan Jack bilang kalau dokter menyatakan tidak ada gangguan serius, tapi kondisinya nampak buruk, sering menangis sambil memanggil Clara.

"Sayang, ada apa?"

Pertanyaan Zevko membuyarkan lamunan Clara. Perlahan Clara menoleh pada Zevko, wajahnya nampak murung.

"Zev, ibu sakit…" ucap Clara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Coworkerku Alpha   Bab 33

    Seketika suasana di ruangan itu menjadi hening, mereka seakan menunggu apa yang akan dikatakan ibu mereka. Namun wanita itu hanya diam, tangannya menggenggam Clara makin erat."Bu, apa yang ingin ibu sampaikan? Kami semua sudah ada di sini. Katakan saja apa yang menjadi beban ibu, jangan disimpan." Jack akhirnya angkat bicara yang diiringi anggukan kedua adiknya, sedangkan Zevko hanya berdiri mematung. Sebagai sosok yang biasa hidup di dunia supranatural dia sudah bisa meraba, apa yang dialami wanita paruh baya di hadapannya, ditambah lagi dengan penjelasan Gideon. Pasti semua terkait jati diri Clara."Benar, Bu. Cla sudah datang jauh-jauh kemari. Bahkan dia meninggalkan pekerjaannya untuk menemui ibu." Harry Morgan menimpali.Nyonya Morgan menghela napas. Ia menatap Clara lekat-lekat, lalu tatapannya berpindah kepada Zevko. Hal itu membuat Jack salah paham, dia mengira jika ibu mereka tidak ingin Zevko ada di situ, maka Jack pun berkata cukup sinis kepada Zevko dan mengusirnya secara

  • Coworkerku Alpha   Bab 32

    "Gossip tentang aku? Maksudnya bagaimana, Mel? Apa yang mereka gossipkan?" Emma menghela napas, menatap Clara. "Cla, sepertinya ini ada kaitannya dengan kejadian di resto kemarin?""Kejadian di resto? Yang mana?""Ya ampun, Cla. Masa kamu lupa. Itu yang John mau meluk kamu terus dihalangi oleh pak Zevko, mereka nyaris berkelahi.""Iya aku ingat, Mel. Tapi maksudku yang digossipkan itu John atau pak Zevko? Kalian kalau cerita yang jelas sih, jangan nanggung-nanggung gitu.""Oke-oke. Jadi kabarnya semalam si John mabuk berat di parkiran kantor, terus terlibat perkelahian dengan preman." Melly menjelaskan."Terus apa hubungannya denganku?" tanya Clara bingung."Nah, saat mabuk itulah si John ngoceh. Dia mencaci maki kamu, bilang kamu wanita murahan, simpanan atasan.""Lalu kalian percaya?""Ini bukan masalah percaya atau tidak, Cla. Masalahnya orang-orang mengaitkan ocehan si John dengan kejadian di restoran. Di situ jelas keterlibatan pak Zevko, atasan kamu. Jadi orang-orang menyimpulk

  • Coworkerku Alpha   Bab 31

    Zevko masih berusaha untuk tetap tenang, meski ia tahu Clara mulai memojokkannya dengan logika. Ia segera mematikan layar monitor, seolah tidak ingin Clara terobsesi lebih lama pada rekaman palsu tersebut.Zevko memutar tubuh Clara agar sepenuhnya menghadapnya. Ia menangkup wajah Clara, memaksa kedua mata mereka bertemu."Cla, dengarkan aku," ucap Zevko dengan suara tenang dan tatapan lembut. "Semalam semuanya serba kacau dan tiba-tiba. Kita berdua dalam kondisi letih dan lapar juga pastinya. Bahkan, kamu sendiri nggak sadar kalau aku masuk ke ruanganmu."Zevko terdiam sejenak, menatap Clara lekat, sedikit memberikan ruang pada gadis itu untuk berpikir."Maksudmu, aku berhalusinasi mengenai apa yang kita alami semalam?" tanya Clara pelan."Aku tidak bilang begitu, sayang. Tapi coba kamu ingat. Kita keluar ruangan dalam kondisi sangat letih karena beban kerjaan yang sangat berat. Bukan hanya itu, kamu ingat kejadian kemarin di resto saat John mencoba mendekatimu? Aku memang nyaris meng

  • Coworkerku Alpha   Bab 30

    Zevko dan Clara terdiam, mereka segera membalikkan badan. Seorang lelaki dengan seragam security segera menghampiri."Pak Volkov, ada yang mau saya laporkan."Zevko menatap petugas keamanan itu, tatapannya langsung masuk ke dalam bola matanya. Zevko bisa melihat kalau pria itu berada dalam pengarus sihir Valeska."Ya, ada apa, Pak?" tanya Zevko dengan wajar. Sedangkan Clara merasa sedikit khawatir, karena pasti petugas keamanan itu ingin membicarakan kejadian semalam."Tadi malam terjadi keributan dia area parkir, Pak.""Keributan? Keributan apa?""Perkelahian para preman. Tapi salah satu diantara mereka adalah karyawan sini, Pak.""Karyawan kita? Siapa?""John Hardy," jawab security itu."John?" ulang Zevko datar. Namun Clara tercengang, dia seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya."Benar, Pak. John mabuk lalu terlibat perkelahian dengan tiga orang preman. Kondisi mereka memprihatinkan." "Lalu di mana mereka?""Sekarang mereka di rumah sakit, Pak. Saya menelepon ambulans

  • Coworkerku Alpha   Bab 29

    "Alec, aku butuh bantuanmu," panggil Zevko dalam komunikasi yang hanya bisa ia lakukan dengan orang-orang di pack-nya, melalui tautan pikiran atau mindlink."Siap Alpha, apa yang harus saya lakukan?""Tadi terjadi kekacauan di kantor. Bawa Valeska untuk membersihkan jejak-jejak kekacauan itu. Bersihkan sisa-sisa perkelahian di parkiran. Manipulasi rekaman CCTV, dan gunakan juga sihir persuasip untuk mempengaruhi otak bawah sadar para saksi yang melihat kejadian tadi.""Baik Alpha. Saya akan menarik Vale segera. Saat ini dia sedang memeriksa perbatasan utara. Katanya ada kekuatan asing yang mencoba menerobos pertahanan sihir di pack kita. Tapi hanya percobaan random saja, yang berusaha mencari celah.""Hmm, mate-mu itu sangat sibuk, Alec. Sepertinya kita harus memperkuat pasukan penyihir di pack kita yang jumlahnya masih sedikit.""Vale sudah mencoba melatih penyihir-penyihir muda. Tapi itu, dia sangat sibuk, sehingga belum bisa melatih secara total.""Mengapa tidak meminta Gideon?""M

  • Coworkerku Alpha   Bab 28

    Clara menghela napas lalu mematikan panggilan setelah meyakinkan kakaknya kalau dia akan segera pulang. Clara mematung, pikirannya terus berputar-putar pada ibunya. Apa sebenarnya sakit yang diderita ibunya? Bahkan Jack bilang kalau dokter menyatakan tidak ada gangguan serius, tapi kondisinya nampak buruk, sering menangis sambil memanggil Clara."Sayang, ada apa?"Pertanyaan Zevko membuyarkan lamunan Clara. Perlahan Clara menoleh pada Zevko, wajahnya nampak murung."Zev, ibu sakit…" ucap Clara lirih, matanya mulai berkaca-kaca. Zevko segera merengkuh gadis itu ke dadanya, memeluk dan membelai rambutnya dengan lembut. Clara mulai terisak, menumpahkan rasa sesak di dadanya.Suasan di ruangan itu hening sesaat, hanya terdengar isakan tangis Clara. Sedangkan Zevko hanya terdiam, tak ada sepatah kata pun yang diucapkannya. Dia hanya membelai Clara dengan segenap kasih sayang. Zevko membiarkan saja Clara menangis, sebab menangis bisa menjadi satu cara mengurangi kepepatan di dada gadis itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status