Home / Mafia / DI ATAS RANJANG MAFIA / 104. Neraka Tanpa Nama

Share

104. Neraka Tanpa Nama

Author: Dewa Amour
last update publish date: 2026-02-02 08:21:45

Deru mesin truk militer terdengar berat saat membelah kesunyian lembah bebatuan. Michele Lazaro Riciteli, sang Raja yang kini terbelenggu, menatap keluar jendela dengan mata elang yang tajam.

Rute ini mematikan—diapit tebing curam dan jurang yang langsung menghadap ke ganasnya Laut Tirania.

Saat langit mulai memudar menjadi ungu pekat, kendaraan itu berhenti di depan sebuah gerbang besi raksasa yang tampak angkuh.

Tak ada papan nama, tak ada bendera negara. Hanya sepuluh tentara dengan sen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    167. Chimera Omega

    Bau antiseptik yang tajam menusuk udara di koridor rumah sakit saat lampu merah di atas pintu ruang operasi masih menyala terang. Di luar, Jose Crafson dan putranya, Zordan, berdiri dengan wajah tegang. Sebagai petinggi kepolisian, Jose telah melihat banyak luka tembak, namun melihat keponakannya sendiri terkapar dengan lubang di dada tanpa ekspresi kesakitan adalah sesuatu yang menghancurkan jiwanya."Dia tidak berteriak, Ayah," bisik Zordan dengan nada tak percaya. "Bahkan saat peluru itu menembus dadanya, dia menatap para penyerang itu seolah-olah mereka hanya serangga. George benar-benar sudah menjadi manusia tanpa rasa."Di dalam ruang operasi, para ahli bedah bekerja dalam tekanan tinggi. George Riciteli terbaring di atas meja logam, detak jantungnya melemah di layar monitor. Peluru itu nyaris menghancurkan aorta. Namun, di tengah ketidaksadarannya, George tidak memimpikan kedamaian. Ia memimpikan api. Ia memimpikan Bella yang memanggil namanya dari balik jeruji besi yang dipe

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    166. Tahta Yang Kosong

    Cairan neon berwarna biru pucat mengalir pelan melalui selang transparan yang terhubung ke pembuluh darah Bella. Di dalam sel tahanan khusus subjek terpilih, Bella meringkuk di atas ubin dingin yang lembap. Tubuhnya menggigil hebat, namun keringat dingin membasahi seluruh permukaan kulitnya. Jantungnya berdegup dengan irama yang tak beraturan, seolah-olah ada makhluk asing yang mencoba mendobrak keluar dari dalam dadanya. Virus awal dari Proyek Chimera sedang bekerja, memetakan ulang jaringan saraf dan struktur molekulernya sedikit demi sedikit.Elena menempelkan wajahnya pada jeruji sel yang bersebelahan, air matanya jatuh membasahi lantai beton. "Bella... bertahanlah. Kumohon, jangan menyerah pada virus itu," bisik Elena parau, jiwanya hancur melihat sahabatnya yang biasanya tegar kini mengerang dalam kesakitan yang tak manusiawi.Di ruang rapat kaca yang menghadap langsung ke deretan sel, Dante Castanyo berdiri dengan tangan bersedekap. Di hadapannya, empat dokter spesialis genet

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    165. Subjek Eksperimen

    Malam di Danau Como yang biasanya tenang kini berubah menjadi medan perang. Suara sepatu bot tentara Riciteli bergema di lorong-lorong marmer kastil milik keluarga Pabio. George Riciteli melangkah masuk ke ruang kerja Robert Pabio dengan aura kematian yang menyelimutinya. Di belakangnya, Luca dan sepuluh pengawal bersenjata lengkap segera melumpuhkan penjaga pribadi Robert.George mencengkeram kerah kemeja Robert Pabio, menekankan moncong pistol emasnya ke bawah dagu pria tua itu. "Di mana Jane? Di mana dia menyembunyikan Bella?!"Robert mengangkat tangan dengan gemetar, wajahnya pucat pasi. "George, kendalikan dirimu! Aku tidak tahu apa-apa! Jane bilang dia pergi ke Milan untuk urusan bisnis. Aku bersumpah, aku tidak tahu soal penyekapan itu!"George menatap mata Robert, mencari kebohongan, namun ia hanya menemukan ketakutan seorang ayah yang tidak tahu apa-apa tentang kegilaan putrinya. Ia menghempaskan Robert ke kursinya."Luca! Hubungi markas AXIS," perintah George tanpa menoleh.

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    164. Runtuhnya Kekaisaran Riciteli

    Langit Milan yang biasanya kelabu kini berubah menjadi merah membara. Suara helikopter tempur Riciteli menderu, membelah keheningan malam dengan desingan rudal yang menghantam menara pengawas EXO.Ini bukan sekadar penyerbuan; ini adalah pembersihan etnis dalam dunia hitam.George Riciteli berdiri di barisan depan, memegang dua pistol emas warisan ayahnya. Ia melangkah menembus kobaran api dengan wajah yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Setiap tentara EXO yang mencoba menghalangi jalannya tumbang dengan satu peluru tepat di dahi. George bergerak bagaikan malaikat pencabut nyawa yang haus akan penebusan."Temukan Dante dan Henry! Jangan biarkan satu pun dari mereka bernapas!" perintah George melalui radio.Luca dan tim elite Riciteli merangsek masuk ke ruang komando. Di sana, mereka menemukan Henry Cirilo yang sedang berusaha menghancurkan tumpukan dokumen rahasia. Henry mencoba meraih senjatanya, namun Luca lebih cepat; sebuah tembakan di kaki membuat sang pimpinan EXO t

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    163. Kematian Don Lazaro Riciteli

    Rumah Sakit Riciteli, Roma – Pukul 16.00.Koridor rumah sakit yang steril itu mendadak terasa mencekam saat ponsel di saku jas George bergetar hebat. Nama 'Carlo Riciteli' berkedip di layar. George mengangkatnya, dan suara yang menyambutnya bukanlah ketenangan biasanya, melainkan raungan mesin, desing peluru, dan napas Carlo yang tersengal penuh keputusasaan."George... Napoli... Mereka menjebak kami... Kakekmu..." Suara itu terputus oleh dentuman keras.Wajah George memucat. Ia menoleh ke arah Bella yang baru saja akan melangkah masuk ke ruang operasi untuk pengangkatan alat penyadap. "Bella, aku harus pergi. Paman dan Kakek dalam bahaya besar di perbatasan. Aku akan kembali secepat mungkin!" Tanpa menunggu jawaban, George berlari kencang meninggalkan koridor, sepatu botnya bergema di atas lantai porselen.Bella berdiri mematung, menatap punggung George yang menjauh dengan firasat buruk yang mencengkeram dadanya. Saat ia berbalik untuk masuk ke ruang operasi, dua pria berpakaian pe

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    162. Cinta Adalah Racun Paling Mematikan

    Matahari Roma yang biasanya hangat kini terasa menyengat, seolah ikut membakar emosi yang meluap di dalam aula utama Kastil Riciteli. Pintu ganda berbahan kayu ek itu terbanting terbuka, menampilkan sosok George yang melangkah masuk dengan angkuh. Di sampingnya, Bella berdiri dengan seragam taktis yang masih menyisakan noda debu dan darah kering dari Brazil."George! Apa-apaan ini?!" Suara Don Lazaro menggelegar, mengguncang lampu kristal di langit-langit. Pria tua itu berdiri dengan tongkat peraknya, wajahnya merah padam. Di sudut ruangan, Jane Pabio berdiri dengan mata sembab; kecemburuannya telah berubah menjadi kebencian yang murni. Ia menatap Bella seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.George tidak berhenti. Ia terus menarik lembut tangan Bella melewati kakeknya. "Dia akan tinggal di sini. Mulai sekarang, Bella adalah tanggung jawabku," ucap George dingin, tanpa sedikit pun keraguan."Kau membawa musuh ke dalam jantung kekuasaan kita!" raung Don Lazaro. "Dia adalah Unit 002 da

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    73. Sentuhan Liar

    Brak!Meja kayu jati itu berdentum keras di bawah hantaman tinju Maxi. Di depannya, James mematung dengan napas tertahan. Kabar yang dibawa pria itu hanya racun bagi pendengaran Maxi."Gagal?" desis Maxi. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang lebih mengerikan daripada teriakan. "Kau bilang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    63 Kebangkitan Singa Roma (Season Dua)

    Lama meninggalkan dunia hitam dan menjalani hidup layaknya manusia biasa di Brazil, Michele Lazaro Riciteli kembali mengangkat pistolnya.Para musuh memancing sang legenda untuk keluar dari zona nyaman. Istri dan anaknya telah di culik oleh pria bertopeng perak.Bos Mafia terkenal paling sadis di R

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    64. Romantika Dunia Mafia

    Langit Roma pagi itu tampak pucat, seolah tahu bahwa badai besar sedang bersiap menerjang daratannya. Di atas ketinggian, baling-baling helikopter VIP membelah awan dengan suara ritmis yang memekakkan telinga. Di dalam kabin yang mewah dan kedap suara, Michele Lazaro Riciteli duduk dengan tenang.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    56. Dia Duniaku

    Tirai putih melambai-lambai terkena tiupan angin sore. Di tepi garis jendela, Meghan duduk mendekap kedua lututnya seorang diri.Waktu terasa lamban meninggalkan dentingnya. Laut Mediterania dan kenangannya, entah di mana Tuan Mafia saat ini.Pihak kepolisian sudah menutup kasus dan menghentikan pe

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status