Share

44. Rindu

Penulis: Rafli123
last update Tanggal publikasi: 2026-03-07 23:53:21

"Tuan, apa yang akan Anda lakukan pada Sabrina dan keluarganya? Apa perlu saya menekan mereka agat tidak lagi mengganggu Anda?" Tanya Arman hati hati. Sepulang dari rumah sakit, karena Ardan memaksa dan menolak di rawat tiga hari di sana. Baginya itu sangat menyiksa, terlebih Ardan harus mencari istrinya yang hilang.

"Lakukan apapun, jangan sampai Sabrina terbebas dalam waktu dekat ini. Jika orang tuanya masih saja mengganggu, maka hancurkan perusahaannya." Tegas Ardan tidak main main.

"Baik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    65. Kembalikan Anakku

    Beberapa hari berlalu sejak kebahagiaan itu kembali menyapa. Rumah yang dulu terasa asing, kini perlahan menjadi tempat pulang yang sesungguhnya bagi Kemuning.Tidak ada lagi jarak yang terlalu kaku. Tidak juga luka yang terus dipaksakan untuk diingat. Semua berjalan pelan, namun pasti.Pagi itu, Ardan menggenggam tangan Arka kecil, sementara Kemuning berjalan di sisi mereka. Senyum tipis terukir di wajahnya, melihat bagaimana Arka begitu antusias. Sekolah Arka jauh lebih bagus dari sebelumnya, kali ini Ardan memilih sekolah elite tidak jauh dari kediamannya sekarang. “Ibu, sekolahnya besar banget!"“Hmm, kamu suka nak?""Suka bangat ibu."Kemuning tersenyum, Ardan tidak kalah senang melihat dua orang penting dalam hidupnya kini berada dalam pandangannya."Nanti Arka harus jadi anak pintar, ya,” ujar Kemuning lembut."Pasti ibu."Ardan melirik, tersenyum. “Anaknya siapa dulu.”Kemuning mendengus pelan. “Jangan besar kepala, Mas.”"Harus, itu Yang. Masa punya istri sholehah, anak yang

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    64. Bahagia Yang Kembali

    Cahaya matahari masuk melalui jendela, menyinari ruang makan yang sederhana, namun penuh kehangatan yang sempat lama hilang. Arka duduk di kursinya, sibuk dengan sarapan, sementara Ardan berdiri di dapur, mencoba, dengan usaha yang terlihat jelas menyiapkan sesuatu.Kemuning bersandar di dekat pintu, memperhatikan dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.“Mas…," panggilnya pelan.Ardan menoleh cepat. “Iya? Tunggu, ini hampir jadi.”Kemuning mengernyit. “Mas lagi ngapain?”“Membuktikan kalau aku suami yang bisa diandalkan,” jawab Ardan percaya diri.Beberapa detik kemudian, aroma yang sedikit aneh tercium.Arka mengangkat kepala. “Ayah, itu bau apa?”Ardan terdiam sebentar, lalu tersenyum kaku. “Itu, aroma perjuangan.”Kemuning menahan tawa, tapi tetap lolos juga dari bibirnya. “Mas, itu gosong.”“Enggak, ini, setengah matang dengan sentuhan karakter,” bela Ardan.Arka langsung turun dari kursinya, menghampiri. “Ayah, Arka bantu ya. Nanti makin gosong.”Ardan menatap anak itu, lalu terta

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    63. Kesempatan Kedua

    “Ayah, mana Ardan junior? Aku mau lihat?!”Ardan langsung terdiam, lalu menatap Arka dengan wajah pura-pura serius. “Wah, Ardan junior itu makhluk langka, Ka. Tidak semua orang bisa lihat.”Arka membulatkan matanya. “Aku mau lihat! Aku kan anak Ayah!”“Hmm…," Ardan berpikir seolah berat, lalu menunduk sedikit. “Baiklah, tapi harus pakai jurus rahasia dulu.”“Jurus apa?”Ardan mendekat, lalu berbisik pelan, “Ketawa dulu yang keras.”Arka langsung tertawa lepas tanpa curiga. Ardan ikut tertawa, lalu dengan cepat menggelitik perut kecil itu hingga Arka semakin terbahak.“Itu dia! Ardan junior muncul!” ujar Ardan sambil menunjuk perut Arka.Arka berhenti tertawa sejenak, lalu menatap perutnya sendiri. “Ih, Ayah bohong!”Ardan mengangkat bahu santai. “Ayah nggak bohong. Dia muncul kalau Arka bahagia.”Arka terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum lebar. “Berarti sekarang dia ada!”“Iya,” jawab Ardan pelan, matanya hangat menatap anak itu.Di ambang pintu, Kemuning tanpa sadar ikut tersenyum

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    62. Antara Luka Dan Bahagia

    Lila menghela napas pelan, menatap Ardan dengan pandangan yang berbeda. Amarahnya belum sepenuhnya hilang, namun ia tidak lagi melihat pria itu sebagai ancaman seperti sebelumnya.“Saya lihat, anda jauh semakin berubah,” ucapnya akhirnya.Ardan tidak menjawab, karena ia tahu perubahan itu tidak bisa dibuktikan dengan kata-kata, melainkan waktu dan fakta."Arka ada? Oh, ya. Bagaimana hubunganmu dengan Liam? Apa dia sudah ada keberanian mendekatimu secara langsung?"Ardan mengalihkan pembicaraan mereka, jujur ia merasa risih jika harus di tanya banyak hal. Baginya tujuan utama adalah Arka dan Kemuning."Maksud tuan apa?""Tuh, dia sudah ada di depan. Jangan khawatir, aku tahu mana yang terbaik untuk sahabatmu. Terima kasih banyak kamu adalah saudara perempuan istriku." Lila terdiam di tempat, kalimat yang baru ia dengar tiba-tiba menghangatkan seluruh persendian. Ardan pria dingin dan menyebalkan itu berterima kasih dan menganggap dirinya saudara perempuan istrinya."Baiklah, aku mendu

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    61. Untuk Pertama Kalinya

    Ardan tidak lagi datang dengan kemarahan ataupun tuntutan. Untuk pertama kalinya, langkahnya dipenuhi kehati-hatian, seolah setiap jarak yang ia tempuh harus dipikirkan dengan matang. Di depan rumah minimalis itu, ia berhenti sejenak, menatap sosok kecil yang sedang bermain di halaman. Arka tertawa pelan, tangannya kotor oleh tanah, sementara Kemuning duduk tidak jauh darinya, mengawasi dengan tenang. Pemandangan sederhana itu justru membuat dada Ardan terasa semakin sesak, karena ia sadar, kebahagiaan kecil itu pernah ia abaikan.Kali ini, Ardan tidak memilih bersembunyi. Ia melangkah mendekat. Kehadirannya langsung mengubah suasana. Kemuning yang semula tenang, seketika menegang dan refleks mendekat ke arah Arka. Tatapannya waspada, seolah takut sesuatu akan terjadi. Tidak lama, Lila keluar dari dalam rumah dan tanpa ragu berdiri di depan mereka, menghadang langkah Ardan dengan sorot mata yang masih menyimpan amarah.“Kamu datang lagi? Untuk apa tuan Ardan?" tanyanya dingin.Ardan t

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    60. Tidak Ada Lagi Hak

    Lila berdiri tegak di hadapan Ardan, tatapannya dingin tanpa sisa keraguan. Tidak ada lagi nada emosi yang meledak-ledak, justru ketenangan itu yang terasa lebih menekan.“Jangan pernah menyebut nama Kemuning seolah kamu masih punya hak atas hidupnya.”Ardan terdiam, namun Lila tidak memberinya ruang untuk bernapas.“Yang kamu tahu itu belum seberapa,” lanjutnya pelan. “Kamu tidak ada saat dia hamil, berjalan sendirian, jatuh di tengah hujan, hampir kehilangan anaknya. Kamu juga tidak ada saat dia menggendong bayinya sendiri, berjualan kue dari pintu ke pintu, secara diam-diam, hanya untuk bertahan hidup.”Setiap kalimatnya seperti menghantam tanpa ampun. Ardan mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, namun tidak satu pun bantahan keluar dari bibirnya.“Dan kamu,” suara Lila sedikit merendah, “pria yang seharusnya melindungi, justru jadi alasan kenapa dia hidup seperti itu.”Hening sejenak, sebelum Lila kembali menatap tajam. “Jadi dengar baik-baik, Tuan Ardan. Lepaskan dia. Biarkan Ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status