Share

BAB 7A

Firman masih diam mematung di kamarnya, ketika bel apartemennya berbunyi. Mungkin hanya pengelola apartemen, batinnya. Karena hanya mereka yang bisa langsung naik hingga depan unitnya. Tamu yang tak punya kartu akses tak bisa langsung ke atas. 

Firman beranjak, bergegas membuka pintu.

“KEJUTAN!” teriak Rani. Wanita muda itu sudah berdiri di depan pintu membawa dua buah koper besar dengan kedua tangan terentang siap memeluknya.

Mata Firman terbelalak. Tak menyangka, secepat itu istri mudanya datang. Untungnya Citra segera menyuruhnya pergi. Jika tidak? Bagaimana kalau Rani sampai tahu sebenarnya dia tak tinggal di tempat itu. 

“Aku pindah Jakarta, Mas. Aku bahagia akhirnya bisa bersamamu!” Rani memeluk Firman yang masih mematung. 

“Kenapa? Kamu kaget ya?” tanya Rani sambil mendorong kopernya masuk ke dalam. 

Firman masih seperti bangun dari mimpi. Berkali-kali dia mengerjap, namun kemudian dia tersadar dan membantu Rani memasukkan barangnya ke apartemen. 

“Aku sengaja nggak ngabarin kamu, Mas. Aku pengen ngasih kamu kejutan,” sambung Rani. Nada bicaranya sangat bersemangat. Dia sangat senang. Impiannya hidup bersama dengan Firman menjadi kenyataan. 

“Lusa aku mulai kerja. Jadi, aku harus siap-siap,” jelas Rani. 

Firman memperhatikan Rani, tapi ia tetap bungkam. Lidahnya terasa kelu meski sekedar hanya menanggapi ucapan Rani. 

Beruntung hari ini dia segera memindah barangnya, kalau tidak? Apa yang harus dikatakannya kepada Rani. 

“Wah, bajumu banyak juga. Kemaren hampir ngga ada,” kata Rani saat akan membereskan bajunya ke lemari. Satu persatu baju dikeluarkan dari koper dan dipindahkan ke lemari yang ada di kamar utama. 

“Aku masukin laundry, Ran,” jawab Firman berbohong. Kini, Firman menyadari, kehadiran Rani justru menimbun kebohongannya. Dari hal kecil, hingga hal besar. Sampai kapan dia bertahan dalam kepalsuan? 

Rani menyelesaikan urusan perlengkapan pribadinya, sebelum kemudian dia pindah ke dapur. Bagi wanita yang sudah berumah tangga, dapur adalah istananya. 

“Mas, kayaknya kamu nggak punya apa-apa di kulkas. Sepertinya kita harus belanja,” kata Rani sambil mengecek kondisi dapur. Dibukanya satu persatu lemari kitchen set. Dia mulai membuat daftar di kepalanya, apa saja yang diperlukan. 

“Besok aja, Ran. Sudah malam,” sahut Firman. Dia merasa sangat lelah dengan pikiran yang mendera. Tidak mood melakukan appaun. Ia ingin segera dituntaskan masalah pelik hidupnya, namun bagaimana caranya, Firman belum menemukan jalannya. 

***ETW***

Pagi-pagi Firman sudah siap-siap mau ke kantor. Biasanya, dia minum kopi dan sarapan bersama anak-anak selama ada di Jakarta. Namun, hari ini, batinnya harus menjerit mengingat hal manis itu tidak dirasanya pagi ini.

Sebenarnya Firman sudah terbiasa dinas keluar kota. Tapi hari ini, kehilangan itu sangat terasa. 

“Mas, aku mau buatkan kamu kopi, ternyata kita belum belanja,” kata Rani sambil duduk di sebelah Firman, seolah paham apa yang dipikirkan suaminya. Lima bulan bersama, saat ke Surabaya, Rani sudah hafal apa yang harus dilakukan di pagi hari. 

“Hari ini aku belum kerja, jadi aku bisa belanja,” kata Rani kemudian. Sebagai bukan wanita rumahan, meski pun tinggal di kota yang baru baginya, namun tak membuatnya tak tahu apa-apa. Dia bisa mencari informasi lewat internet, dimana harus berbelanja, tanpa tergantung pada Firman. 

Firman hanya mengangguk. 

“Mas, aku ingin kita segera mengurus pernikahan kita. Nggak enak kita sudah tinggal berdua, tapi aku nggak pegang surat nikah.” Rani mengingatkan. Saat sudah pindah begini, pasti urusan jauh lebih mudah. Tidak ada lagi gangguan komunikasi. 

Ucapan Rani seperti mengoyak hati Firman. Cepat atau lambat, pasti Rani akan segera minta dokumen pernikahan sah itu. Sebagai wanita terpelajar dan pegawai kantoran, pasti melaporkan status barunya sangat penting. Tak mungkin kalau dia harus mengatakan hanya menikah secara siri. Hanya mereka yang buta oleh cinta yang melakukannya, termasuk Firman!

Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sarti Patimuan
Rani akhirnya ke Jakarta
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status