Partager

BAB 208 RENCANA PEMBALASAN

last update Date de publication: 2026-01-21 16:17:13

Aku langsung bangkit dari sofa dengan gusar, kepanikan membuat jemariku gemetar hebat. "Saya harus pulang ke rumah, Mas..."

Mas Jefri bergegas menghampiriku, ia mencoba merangkul bahuku untuk memberi ketenangan yang sangat kubutuhkan. "Erika, tenanglah. Tarik napas dulu..."

Aku menggeleng, pandanganku menyapu segala arah dengan gelisah, napasku memburu. Pikiranku dipenuhi bayangan Mama yang sedang menangis atau mengamuk di rumah.

Mas Jefri menangkup kedua pipiku dengan lembut namun tegas, mema
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 225 PELANGI DI KOTA LONDON

    Tentu saja benar," sahut Papa yakin. "Apa kamu lupa? Dulu Papa sering mengajakmu ke acara rekan bisnis, dan saat itu adalah pertama kalinya Papa mengenal ayah Erika. Ternyata, kalian sudah pernah bertemu jauh sebelum kalian saling membenci di kampus."Mas Jefri menatap foto itu lama, jemarinya mengusap permukaan kertas yang sudah menguning. "Saya ingat momen foto ini... tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau bocah kecil ini adalah istri saya."Papa bangkit berdiri, menepuk pundak Mas Jefri dengan penuh haru. "Tuhan memang punya cara yang ajaib. Coba kamu buka halaman selanjutnya," ucap Papa sembari membalik lembar album.Mataku seketika membulat saat lembar album itu menampakkan sosok Papa dan Mama yang masih sangat muda. Mereka tampak sedang menggendongku sembari berbincang akrab dengan pengantin di sebuah pesta pernikahan."Iya, benar. Ini Papa dan Mama," ucapku bergetar sembari menunjuk foto itu."Waktu itu, Papa kamu baru saja merintis usahanya," ucap Papa mertuaku sembari me

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 224 SURATAN TAKDIR MASA KECIL

    Mas Jefri menatap kedua buah hati kami dengan mata yang berkaca-kaca. Ia mendekatkan mereka padaku, lalu mencium keningku lama sekali. "Terima kasih, Erika... terima kasih telah melengkapi hidup saya."Aku tersenyum lemah namun penuh kebahagiaan. Badai itu benar-benar telah berlalu, dan kini pelangi hadir dalam bentuk dua nyawa kecil yang menjadi pusat dunia kami selamanya.Sejak kehadiran anak-anak, Mas Jefri berubah menjadi sosok ayah yang sangat protektif—bahkan cenderung posesif. Selama lima tahun, ia seolah menarik garis batas yang tegas bagi ruang lingkupku. Salah satunya, aku dilarang keras menginjakkan kaki di London, hanya karena Steafen menetap di sana.Namun, waktu akhirnya melunakkan segalanya. Lima tahun kemudian..."Keny... Bella... Papi pulang!" seru Mas Jefri sembari melangkah masuk ke ruang tengah.Kedua bocah yang sedang asyik bermain lego itu langsung meninggalkan mainan mereka. Mereka berlari kencang, berebut memeluk kaki Papi mereka yang masih mengenakan jas kant

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 223 SUARA TANGIS BAYI

    Mas Jefri memutar tubuhku pelan agar kembali menghadapnya. Ia menatapku dengan senyum tipis yang menggoda. "Kamu masih cemburu, hm?""Tidak!" jawabku ketus sembari membuang muka ke arah jendela.Heran. Kenapa hal sejelas itu masih harus ditanyakan? Harusnya dia peka bahwa berdekatan dengan mantan kekasih itu hanya mengundang fitnah. Bukannya dihindari, dia malah terkesan ingin mendekat dengan alasan kerja sama bisnis."Ya sudah. Kalau begitu, kamu ikut saja bertemu Pak Nathan," ucapnya tiba-tiba.Aku spontan menoleh dengan mata berbinar. "Bolehkah?"Mas Jefri mengangguk sembari memindahkan tuas persneling ke posisi Drive. "Tentu saja. Saya tidak mau kamu terus gelisah karena hal ini. "Aku segera membenahi posisi duduk, senyum kemenangan terukir jelas di bibirku. Dalam hati aku bergumam, 'Aku tidak akan membiarkan wanita itu mencuri celah untuk menggoda suamiku.'Sesampainya di restoran, Pak Nathan sudah menunggu bersama rekannya, Pak Ben. Mereka langsung menyambut kami dengan hangat.

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 222 LULUS DENGAN NILAI A

    Aku tersenyum lebar, jemariku mengelus perut yang masih rata seolah sedang berbisik pada janin di dalamnya. "Lihatlah, Sayang... Papi kalian ini adalah dosen galak. Nanti kalau kalian sudah lahir, harus bantu Mami melawan dia, ya?"Mas Jefri tertawa geli sesaat. Ia mencondongkan kepalanya ke purutku, ikut berbicara pada dua nyawa kecil di dalam sana. "Sayang... jangan dengarkan Mamimu. Nanti kalau kalian sudah keluar, harus nurut sama Papi. Jangan jadi pembangkang seperti Mami, ya?""Iihh... sembarangan!" desisku sembari menepuk bahunya yang lebar. "Saya membangkang hanya sama Pak Dosen killer seperti Bapak!""Seperti Bapak?" godanya dengan alis melengkung naik, menantangku.Aku mengangkat dagu, tak mau kalah. "Iya. Pak dosen killer!"Mas Jefri tertawa singkat, sebelum tiba-tiba menarik tengkukku. Ia melahap bibirku dengan ciuman penuh gairah yang membuat duniaku terasa berputar."Saya mencintai kamu, Erika," bisiknya setelah melepas tautan kami. Tatapannya yang dalam terkunci sambil

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 221 CALON KELUARGA BARU

    Mas Jefri segera menyusulku ke wastafel. Ia memijat tengkukku dengan lembut sembari menatapku cemas melalui cermin. "Sayang... sejak kapan kamu merasa mual begini?"Aku membasuh mulut dan merapikan diri sebelum menjawab. "Sejak kemarin, Mas. Rasanya perut tidak enak sekali," ucapku sembari meringis pelan.Mas Jefri tidak menjawab, ia langsung membopongku menuju sofa dan mendudukkanku dengan hati-hati. Ia berlutut di depanku, menatapku dengan binar mata yang mendadak penuh harap. "Bulan ini... kamu sudah datang bulan?"Pertanyaan itu membuatku tersentak. Datang bulan? Bagaimana aku bisa melupakan jadwal rutinku sendiri? Sejak resepsi pernikahan, waktuku habis tersita untuk revisi skripsi dan mengurus transisi di perusahaan. Aku benar-benar kehilangan hitungan waktu."Sepertinya... belum," jawabku ragu.Mas Jefri membenahi duduknya, binar di matanya semakin terang. "Mungkinkah... kamu hamil?"Jantungku berdegup kencang mendengar dugaan itu. Tanpa menunggu lama, aku langsung berdiri. "Ak

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 220 AKHIR DAN AWAL YANG BARU

    Tangan Mas Jefri mengepal erat di sisi tubuhnya, urat-urat di lehernya menegang. "Jangan pernah berpikir kamu bisa memprovokasiku, Steafen!" desisnya dengan rahang mengeras.Ia menabrakkan dadanya yang bidang ke tubuh Steafen, sebuah gerakan intimidasi yang membuat pria itu terdorong mundur satu langkah. "Kamu mengejar Erika hanya sebagai alat balas dendam Raka. Bagiku, kamu tidak lebih dari sampah yang mencoba mengotori pernikahan kami!"Steafen tersenyum miring, sama sekali tidak gentar. "Aku memang sempat diperalat oleh Raka," ucapnya tenang sembari mengebas bagian dada jasnya, seolah-olah sedang membersihkan debu sisa sentuhan Mas Jefri.Ia kembali melangkah maju, berdiri tegak menantang Mas Jefri. "Tapi perasaanku pada Erika bukan hal yang bisa kamu sebut main-main."Keduanya saling mengunci tatapan dengan mata yang menyala-nyala, menciptakan aura panas yang mencekam di tengah panggung pelaminan. Suasana pesta yang semula riuh mendadak sunyi, para tamu mulai berbisik melihat ket

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 209 PEMBALASAN DIMULAI

    "Sayang... Terima kasih sudah mengorbankan banyak hal untuk saya," ucap Mas Jefri lirih. Ia meraih tanganku, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan seluruh rasa terima kasihnya.Aku menatapnya dengan binar hangat, sebuah senyuman tulus terukir di bibirku. "Mas... Saya mencintai kamu. Itu lebi

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 195 CIUMAN PANAS TANDA PEPERANGAN

    Ciuman kami semakin panas dan intens. Aku mulai mengabaikan statusku sebagai istri orang. Aku akui, aku benar-benar tidak dapat menolak pesona Steafen saat ini. Mata birunya yang indah seolah menghipnotisku untuk jatuh lebih dalam ke dalam perangkapnya.Semakin lama, seluruh tubuhku terasa semakin

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 199 TERJEBAK DALAM SITUASI SULIT

    Sejak hari itu, Dita tidak pernah menghubungiku. Seminggu berlalu, dan di kantor pun aku tidak bisa fokus bekerja karena didiamkan oleh sahabatku sendiri—satu-satunya orang yang selama ini paling peduli padaku.Berkali-kali aku mencoba meneleponnya, namun panggilanku selalu berakhir di mesin penjaw

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 200 PILIHAN YANG SULIT

    "Tidak!" jawabku tegas. Aku mengepalkan tangan kuat-kuat, menatapnya dengan wajah sedingin es. "Aku tidak punya banyak waktu. Jadi tolong, bersikaplah profesional."Steafen tersenyum miring, sorot matanya menunjukkan keraguan atas jawabanku. Ia memasukkan kedua tangannya ke kantong celana dengan ga

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status