Share

4. Syarat Berat

last update Last Updated: 2026-03-01 18:31:12

Ucapan Sofia bukan sekadar penolakan yang menginjak harga diri, tapi badai yang akan menghancurkan semua rencana Justin.

Cinta Justin memang untuk Selena yang mampu menjadi candu dan pelampiasan hasratnya. Sebagai pengusaha, dia realistis cinta tidak mampu membayar utang dan memperbesar perusahaannya, dan menikah dengan Sofia adalah kesepakatan yang sangat menguntungkan.

“Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan,” ucap Sofia dengan nada datar, tatap matanya dingin pada buket bunga pemberian Justin yang terlihat layaknya sampah.

“Kenapa?” Justin menatap dengan wajah memelas. “Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian kemarin. Semua terjadi begitu cepat, aku tidak mungkin membiarkan Selena terluka di pinggir jalan… karena dia adikmu.” Demi sebuah tujuan besar, Justin rela merendahkan harga dirinya.

Sofia tersenyum menyeringai dengan tatapan tajam, semakin muak dengan kepalsuan Justin. “Kau tidak capek terus bersandiwara?”

Justin terdiam, menyadari Sofia tidak main-main dengan ucapannya.

“Hubungan kita didasari perjodohan, dan sejak awal kita tidak saling mencintai.”

“Cinta bisa datang bersama waktu.” Justin kembali berusaha meraih tangan Sofia.

“Klise.” Dengan tegas Sofia menarik tangannya, jijik dengan sentuhan Justin. “Bagaimana cinta di antara kita bisa tumbuh, jika setiap waktu kau memupuk cintamu dengan perempuan lain.”

Sofia menatap tajam Justin, seolah ingin menunjukkan jika dia tahu segalanya.

“Kau salah paham, dengarkan dulu penjelasanku!” Justin memohon.

“Jika kau mencintai Selena, kenapa tidak menikah dengan dia saja?” tembak Sofia tak memberi kesempatan kepada tunangannya untuk mengelak.

Justin teringat obrolan para tenaga medis saat di rumah sakit, mengatakan jika ada perempuan yang menggenakan pakaian pengantin, keluar masuk rumah sakit dengan tergesa-gesa. Dalam benak Justin bertanya, mungkinkah Sofia mendengar semua pembicaraannya dengan Selena?

“Aku tidak mau menikah denganmu, Justin. Jika kau bertahan karena rencana pendirian Baskara Aditama Jaya… Selena juga seorang Aditama.”

Sikap dingin Sofia yang tidak memberi ruang kompromi membuat Justin merasa tersudut. Menikah dengan Selena tidak bisa mewujudkan rencana besar merger dua perusahaan keluarga mereka.

Kedua orang tua Justin tidak merestui hubungannya dengan Selena. Meski Selena mengemban nama Aditama, tapi dia anak haram yang disembunyikan dan tidak memiliki hak serta kekuasaan apapun di Aditama Jaya.

“Kau tidak perlu khawatir, karena aku yang membatalkan pernikahan kita, aku yang akan menjelaskan kepada keluarga.” Sofia bangkit dari duduknya, berdiri tegak di hadapan Justin seolah menantang.

“Kau tidak bisa melakukan ini secara sepihak, Sofia! Keluarga pasti….”

“Aku tidak mau lagi menjadi boneka keluarga mana pun, termasuk keluarga Aditama. Aku melepasmu.”

Justin merangsek maju dan menyambar pinggang Sofia, menariknya paksa ke dalam dekapan.

“Kau tidak bisa membuangku begitu saja!” Justin mencoba mencium Sofia dengan kasar.

Sofia berhasil memberontak dan mendorong tubuh Justin. Satu tamparan keras mendarat di pipi Justin.

“Aku tahu semua kejahatanmu, Justin. Jika sampai saat ini aku diam, itu karena aku menjaga hubungan baik keluarga kita. Kecelakaan itu… aku tahu, kamu dalangnya.”

Justin terdiam, sambil memegangi pipinya yang masih terasa panas. Sungguh tak menduga, Sofia mengetahui rahasia besar yang selama ini dia simpan rapat.

“Aku akan tetap diam, selama kau tidak mengganggu hidupku lagi.” Meski sampai saat ini belum memiliki bukti kuat, Sofia berharap ancaman ini efektif. “Sekarang… keluar dari ruanganku!” Dingin, tegas, dan tak ada kompromi.

“Aku tidak akan tinggal diam. Kau harus jadi milikku.”

Setelah mengakhiri kalimatnya, dengan terpaksa Justin meninggalkan ruangan Sofia. Satu tamparan cukup sebagai peringatan, kali ini dia mundur sejenak sambil memikirkan muslihat lain untuk bisa mengikat Sofia berada di bawah kendalinya.

***

Setelah turun dari mobil, Sofia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, dia terlihat begitu lelah setelah seharian bekerja.

PLAK.

Memasuki rumah bukan sambutan hangat atas kerja kerasnya, melainkan tamparan yang jauh lebih keras dari yang ia berikan pada Justin. Sofia oleng dan hampir terjatuh.

“Anak sialan! Papa sudah memberikan semuanya kepadamu, tapi apa balasannya? Kau hancurkan semuanya. Merger ini akan membuat perusahaan kita semakin besar.”

“Tapi pernikahan ini akan menghancurkan menghidupku, Pa,” balas Sofia.

“Cinta? Apa kau kira hidup ini cukup dengan cinta?”

“Aku tidak senaif itu, tapi dari laki-laki yang menghujani istrinya dengan kata cinta saja bisa selingkuh dan punya anak haram, apalagi laki-laki yang sudah jelas-jelas tidak mencintaiku?”

PLAK.

Wira tertegun sejenak. Rahangnya mengeras hingga urat lehernya menonjol. Kata-kata Sofia bukan sekadar sindiran yang melukai egonya, tapi juga terasa menguliti rahasia gelapnya. Hingga tanpa segan, sekali lagi Wira mendaratkan tamparan ke pipi putrinya.

Tak ada air mata kala Sofia menatap tajam papanya, melihat kehancuran keluarganya sejak kecil membuat Sofia menjadi sosok yang tegar.

“Keputusanku sudah bulat, Pa. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menikah dengan Justin.”

Sofia beranjak meninggalkan papanya.

“Sofia!” panggil Wira datar, sadar tidak bisa menghadapi putrinya dengan kekerasan. “Kau boleh membatalkan pernikahan dengan Justin. Papa tidak akan memaksamu lagi.”

Sofia menghentikan langkahnya, menoleh, curiga. Dia mengenal papanya, sosok yang tak mudah menyerah.

“Tapi ada syaratnya,” lanjut Wira sambil mengangkat dagunya dengan arogan.

“Kau harus menemukan pengganti Justin dan menikah. Papa kasih waktu satu bulan. Jika tidak...” Wira menjeda, suaranya sedingin es. “Papa sendiri yang akan menyeretmu ke pelaminan bersama Justin.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   8. Di Antara Pilihan-pilihan Buruk

    Sofia meletakkan selembar catatan berisi poin-poin perjanjian di hadapan Bara. Pengacara muda itu menghentikan gerakan penanya. Matanya menyipit, membaca baris demi baris dengan dahi berkerut.“Tolong buatkan draft perjanjian untuk memastikan tidak ada celah bagi pria itu untuk menuntut lebih.” Meski terdengar tenang, tapi ada getar lelah yang tidak bisa Sofia sembunyikan.Bara mendongak, menatap sahabat sekaligus klien setianya itu dengan tatapan tak percaya. “Sofia, apa ini? Pernikahan kontrak? Dua tahun?”“Ya.”“Riga Argantara?” Suara Bara meninggi. Terkejut, tapi sadar mengapa Sofia tidak mau menyebut nama pria itu. “Kau yakin?”Sofia hanya mengangguk.“Aku tahu, ditinggalkan saat menjelang akad pasti sangat menyakitkan dan memalukan. Tapi apa harus bertindak sejauh ini? Apa yang membuatmu tidak bisa memaafkan Justin, bukankah dia sudah minta maaf dan akan segera menikahimu setelah Selena sembuh.”Sofia membuka mulutnya lalu tertutup lagi, seolah bingung untuk bercerita.“Masalahn

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   7. Kontrak Seumur Hidup

    “Simpan saja kertas itu,” ucap Sofia dengan tegas dan sikap yang dingin seperti biasanya. Ia tidak ingin lagi terlihat rapuh. “Mungkin kau sehat secara fisik, tapi itu tidak menghapus fakta bahwa kau pernah mengkhianatiku.”Sofia bangkit, menyampirkan tas di bahunya, siap untuk mengakhiri drama ini selamanya. Namun, suara bariton Riga kembali menghentikannya, kali ini dengan nada yang lebih dingin dan penuh perhitungan.“Dua kali pernikahanmu harus batal, kau yakin Justin benar-benar menginginkanmu?” Riga menyesap kopinya tanpa menoleh ke Sofia.Langkah Sofia terhenti, tapi detak jantungnya berpacu. “Selama ini kau memata-mataiku?”“Ya,” jawab Riga tanpa jeda dan rasa bersalah. Tak ada yang perlu ditutupi lagi. “Sejak perjodohanmu dengan Justin diumumkan.”“Gila. Kau benar-benar sudah gila, Riga.”“Kamu yang gila, membiarkan dirimu menjadi tumbal.”Sofia terdiam, tidak menampik tuduhan itu.“Aku tahu perjodohanmu dengan Justin bukan tentang cinta. Tapi tentang Baskara Energy yang di a

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   6. Tantangan Hidup Baru

    Meski tidur larut malam, Sofia tetap bangun pagi seperti biasanya.Betapa terkejutnya Sofia, saat mengetahui tak sampai empat jam setelah tombol submit ditekan, sebuah email masuk.“Nexus Gateway?”Sofia mencoba mengingat-ingat. Nama itu terasa asing namun berkuasa. Sebuah raksasa baru di dunia teknologi finansial yang tiba-tiba membukakan pintu lebar-lebar untuknya dengan tawaran kontrak yang sangat menggiurkan.Sofia tahu ini tidak wajar. Tapi, rasa putus asa untuk lepas dari cengkeraman Wira dan Justin jauh lebih besar daripada rasa curiganya.Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kini Sofia sudah berdiri di depan Gedung Nexus Gateway. Sofia melangkah masuk, memaksakan kepalanya tegak meski bekas tamparan semalam masih menyisakan rona tipis yang ia tutupi dengan concealer tebal.Di lantai teratas, Gerry, asisten pribadi Riga, menempelkan ponsel ke telinganya dengan wajah cemas. Panggilan itu langsung diangkat pada nada kedua.“Bos, target sudah di lobi. Dia sedang menuju ru

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   5. Takdir yang Menuntun

    Bukan tanpa alasan Wira memberi syarat agar Sofia harus sudah menikah dalam waktu satu bulan.Investor dan dewan komisaris membutuhkan kepastian dan stabilitas keluarga Aditama. Siapa pun suaminya, yang penting Sofia terikat dalam pernikahan yang sah secara hukum untuk mengamankan posisi saham.Selain itu, Wira sangat mengetahui kehidupan pribadi putri sulungnya. Sofia tidak memiliki teman, baik laki-laki maupun perempuan. Saat masih kecil dia fokus belajar, dan sekarang fokus pada perusahaan.Hanya satu teman laki-laki Sofia yang Wira kenal, Bara. Tapi Wira sangat yakin putrinya mustahil menikah dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.“Sebenarnya Papa ada dendam apa dengan kelahiranku di dunia?” Suara Sofia bergetar, bukan karena takut, tapi amarah yang sudah lama mengendap. “Mengapa Papa sangat ingin menghancurkan hidupku?”Wira terdiam mendengarkan kalimat pedas dan sorot mata tajam putrinya yang terasa menelanjangi nurani. Sebagai orang tua dia sadar terlalu

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   4. Syarat Berat

    Ucapan Sofia bukan sekadar penolakan yang menginjak harga diri, tapi badai yang akan menghancurkan semua rencana Justin.Cinta Justin memang untuk Selena yang mampu menjadi candu dan pelampiasan hasratnya. Sebagai pengusaha, dia realistis cinta tidak mampu membayar utang dan memperbesar perusahaannya, dan menikah dengan Sofia adalah kesepakatan yang sangat menguntungkan.“Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan,” ucap Sofia dengan nada datar, tatap matanya dingin pada buket bunga pemberian Justin yang terlihat layaknya sampah.“Kenapa?” Justin menatap dengan wajah memelas. “Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian kemarin. Semua terjadi begitu cepat, aku tidak mungkin membiarkan Selena terluka di pinggir jalan… karena dia adikmu.” Demi sebuah tujuan besar, Justin rela merendahkan harga dirinya.Sofia tersenyum menyeringai dengan tatapan tajam, semakin muak dengan kepalsuan Justin. “Kau tidak capek terus bersandiwara?”Justin terdiam, menyadari Sofia tidak main-main dengan ucapannya.“Hub

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   3. Setelah Dua Kali Ditunda

    “Selena...” Wira langsung menghambur, memeluk putrinya. “Mana yang sakit?”Selena, yang masih bersandar di dada Justin, melepaskan pelukan pria itu perlahan. Ia menyambut pelukan papanya dengan wajah yang sengaja dibuat lesu.“Selena baik-baik saja, Pa. Untung tadi ada Kak Justin yang menolong.”Wira menghela napas lega, mengusap puncak kepala Selena berkali-kali memastikan keadaannya baik-baik saja.Setelah yakin Selena aman, tatapan Wira beralih pada Justin yang berdiri di sisi ranjang. Tak ada kilat curiga, tak ada pertanyaan mengapa calon menantunya itu justru berada di rumah sakit, bukan pelaminan. Baginya, kehadiran Justin adalah bentuk kepedulian yang wajar.“Justin, kebetulan kau di sini,” ujar Wira, dengan suara kembali berat dan berwibawa. “Tadi Sofia bilang dia akan ke rumah sakit dan memberi kabar. Tapi dia tidak memberi kabar apa pun, pulang-pulang bilang ingin membatalkan pernikahan kalian. Selamanya.”Rahang Justin mengeras sesaat, namun ia segera memasang raut wajah pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status