Share

5. Takdir yang Menuntun

last update Last Updated: 2026-03-01 18:31:51

Bukan tanpa alasan Wira memberi syarat agar Sofia harus sudah menikah dalam waktu satu bulan.

Investor dan dewan komisaris membutuhkan kepastian dan stabilitas keluarga Aditama. Siapa pun suaminya, yang penting Sofia terikat dalam pernikahan yang sah secara hukum untuk mengamankan posisi saham.

Selain itu, Wira sangat mengetahui kehidupan pribadi putri sulungnya. Sofia tidak memiliki teman, baik laki-laki maupun perempuan. Saat masih kecil dia fokus belajar, dan sekarang fokus pada perusahaan.

Hanya satu teman laki-laki Sofia yang Wira kenal, Bara. Tapi Wira sangat yakin putrinya mustahil menikah dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

“Sebenarnya Papa ada dendam apa dengan kelahiranku di dunia?” Suara Sofia bergetar, bukan karena takut, tapi amarah yang sudah lama mengendap. “Mengapa Papa sangat ingin menghancurkan hidupku?”

Wira terdiam mendengarkan kalimat pedas dan sorot mata tajam putrinya yang terasa menelanjangi nurani. Sebagai orang tua dia sadar terlalu kejam pada Sofia, tapi dalam bisnis tidak bisa setengah-setengah.

“Jika Papa memang tidak menyayangiku, mengapa Papa tidak membunuhku sejak aku dalam kandungan.” Sofia tertawa getir, air mata yang tertahan membuat matanya berkilat. “Agar aku tidak merasakan betapa pahit lahir menjadi anakmu.”

Tanpa menunggu reaksi papanya, Sofia bergegas menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terlalu lelah.

Di dalam kamar, kesunyian justru terasa lebih menyiksa. Sofia merebahkan tubuhnya yang remuk, namun pikirannya menolak untuk menyerah pada kantuk.

Gelisah.

Hingga akhirnya Sofia meraih ponsel, menggulir media sosial sebentar, berharap dapat menjadi hiburan. Tapi tak sesuai harapan, algoritma seolah sedang menertawakannya.

Sofia justru harus menyaksikan unggahan-unggahan yang semakin menyesakkan dada. Layar ponselnya menampilkan unggahan terbaru Selena, adik tirinya. Di atas ranjang rumah sakit, Selena berfoto memamerkan kalung berlian yang melingkar di leher jenjangnya dan makanan mewah yang menjadi hidangannya, bukan makanan rumah sakit.

Sofia yakin, adik tirinya itu mendapatkannya bukan dari gaji hasil bekerja di Baskara Energy. Posisinya di sana hanya staf biasa. Butuh bertahun-tahun untuk bisa membeli satu butir saja.

Sofia mengangkat salah satu ujung bibir, mencetak senyum yang merendahkan. Pikiran buruknya mengatakan, Selena mendapatkan itu semua karena menjadi simpanan Justin, atau transferan cuma-cuma yang tak terbatas dari papanya.

Betapa tak adil hidup ini bagi Sofia, saat dia harus bekerja keras untuk bisa membuat perusahaan tetap berdiri, tapi setiap keuntungannya yang didapat justru mengalir deras ke saku Selena untuk memuaskan gaya hidup foya-foya.

“Cukup,” gumam Sofia pada dirinya sendiri. “Sudah cukup Sofia, waktunya berhenti menjadi anak baik-baik di keluarga Aditama.”

Sofia bangkit dari tempat tidurnya, meski lelah dia paksakan membuka laptopnya. Cahaya dari layar laptop memantul di wajah pucat Sofia.

Sofia menatap layar laptopnya dengan mata yang perih. Syarat satu bulan yang diberikan papanya adalah jebakan. Menikah dengan pria mana pun dalam waktu singkat hanya akan memindahkan dirinya dari satu penjara ke penjara yang lain.

Jemarinya lincah mengisi data pada dua tab peramban yang terbuka di layar. Setelah tombol enter ditekan, muncul notifikasi yang membuat Sofia bernapas lega. Ia siap menjual skill-nya kepada siapa pun, asal bisa keluar dari cengkeraman keluarga Aditama.

Tak tanggung-tanggung, Sofia langsung mendaftakan dirinya dalam dua situs jaringan professional online, Elite Recruit dan Global Headhunter Pro. Berharap esok pagi ada keajaiban setelah dia mengunggah CV-nya.

***

Di tempat yang berbeda, tiga monitor besar menyala di meja kerja Riga yang gelap. Riga menyandarkan punggungnya pada kursi kulit, membiarkan cahaya biru dari monitor menyinari wajahnya yang keras.

Selama ini, Riga tidak pernah benar-benar melepaskan Sofia. Ia memasang digital tracker khusus yang akan memberikan peringatan instan pada setiap jejak digital wanita itu.

Riga mengerutkan keningnya, jemarinya bergerak lincah menelusuri data yang baru saja Sofia unggah. Di dua jaringan profesional sekaligus, Sofia mencari pekerjaan dengan status 'Open to Work', seolah ia sedang dalam keadaan sangat terdesak.

Tak ada kabar buruk dengan Aditama Jaya Group, perusahaan itu cukup stabil dan bahkan terus membukukan keuntungan yang meningkat setiap tahunnya.

“Sepertinya takdir memang berpihak kepada kita,” gumam Riga dengan senyum kemenangan di bibirnya.

Riga mengambil ponselnya dan menekan kontak asisten pribadinya.

“Buka Elite Recruit sekarang,” perintah Riga dingin begitu panggilan tersambung, matanya tak lepas dari foto profil Sofia di layar. “Kirimkan penawaran kontrak untuk Sofia Ambarita Aditama. Posisi COO di Nexus Gateway. Berikan dia gaji tiga kali lipat dari standar tertinggi kita.”

Ada jeda di seberang telepon, namun Riga tidak butuh pertanyaan dan bantahan.

“Pastikan dia menerima tawaran ini! Jangan sampai lepas!” tambah Riga sebelum menutup telepon.

Riga menyandarkan kepala, menatap wajah Sofia di layar monitor seolah sedang membelai wajah perempuan yang sudah lama dia rindukan.

“Takdir tidak hanya berpihak pada kita, Sofia. Takdir sedang menuntunmu tepat ke pelukanku.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   8. Di Antara Pilihan-pilihan Buruk

    Sofia meletakkan selembar catatan berisi poin-poin perjanjian di hadapan Bara. Pengacara muda itu menghentikan gerakan penanya. Matanya menyipit, membaca baris demi baris dengan dahi berkerut.“Tolong buatkan draft perjanjian untuk memastikan tidak ada celah bagi pria itu untuk menuntut lebih.” Meski terdengar tenang, tapi ada getar lelah yang tidak bisa Sofia sembunyikan.Bara mendongak, menatap sahabat sekaligus klien setianya itu dengan tatapan tak percaya. “Sofia, apa ini? Pernikahan kontrak? Dua tahun?”“Ya.”“Riga Argantara?” Suara Bara meninggi. Terkejut, tapi sadar mengapa Sofia tidak mau menyebut nama pria itu. “Kau yakin?”Sofia hanya mengangguk.“Aku tahu, ditinggalkan saat menjelang akad pasti sangat menyakitkan dan memalukan. Tapi apa harus bertindak sejauh ini? Apa yang membuatmu tidak bisa memaafkan Justin, bukankah dia sudah minta maaf dan akan segera menikahimu setelah Selena sembuh.”Sofia membuka mulutnya lalu tertutup lagi, seolah bingung untuk bercerita.“Masalahn

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   7. Kontrak Seumur Hidup

    “Simpan saja kertas itu,” ucap Sofia dengan tegas dan sikap yang dingin seperti biasanya. Ia tidak ingin lagi terlihat rapuh. “Mungkin kau sehat secara fisik, tapi itu tidak menghapus fakta bahwa kau pernah mengkhianatiku.”Sofia bangkit, menyampirkan tas di bahunya, siap untuk mengakhiri drama ini selamanya. Namun, suara bariton Riga kembali menghentikannya, kali ini dengan nada yang lebih dingin dan penuh perhitungan.“Dua kali pernikahanmu harus batal, kau yakin Justin benar-benar menginginkanmu?” Riga menyesap kopinya tanpa menoleh ke Sofia.Langkah Sofia terhenti, tapi detak jantungnya berpacu. “Selama ini kau memata-mataiku?”“Ya,” jawab Riga tanpa jeda dan rasa bersalah. Tak ada yang perlu ditutupi lagi. “Sejak perjodohanmu dengan Justin diumumkan.”“Gila. Kau benar-benar sudah gila, Riga.”“Kamu yang gila, membiarkan dirimu menjadi tumbal.”Sofia terdiam, tidak menampik tuduhan itu.“Aku tahu perjodohanmu dengan Justin bukan tentang cinta. Tapi tentang Baskara Energy yang di a

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   6. Tantangan Hidup Baru

    Meski tidur larut malam, Sofia tetap bangun pagi seperti biasanya.Betapa terkejutnya Sofia, saat mengetahui tak sampai empat jam setelah tombol submit ditekan, sebuah email masuk.“Nexus Gateway?”Sofia mencoba mengingat-ingat. Nama itu terasa asing namun berkuasa. Sebuah raksasa baru di dunia teknologi finansial yang tiba-tiba membukakan pintu lebar-lebar untuknya dengan tawaran kontrak yang sangat menggiurkan.Sofia tahu ini tidak wajar. Tapi, rasa putus asa untuk lepas dari cengkeraman Wira dan Justin jauh lebih besar daripada rasa curiganya.Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kini Sofia sudah berdiri di depan Gedung Nexus Gateway. Sofia melangkah masuk, memaksakan kepalanya tegak meski bekas tamparan semalam masih menyisakan rona tipis yang ia tutupi dengan concealer tebal.Di lantai teratas, Gerry, asisten pribadi Riga, menempelkan ponsel ke telinganya dengan wajah cemas. Panggilan itu langsung diangkat pada nada kedua.“Bos, target sudah di lobi. Dia sedang menuju ru

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   5. Takdir yang Menuntun

    Bukan tanpa alasan Wira memberi syarat agar Sofia harus sudah menikah dalam waktu satu bulan.Investor dan dewan komisaris membutuhkan kepastian dan stabilitas keluarga Aditama. Siapa pun suaminya, yang penting Sofia terikat dalam pernikahan yang sah secara hukum untuk mengamankan posisi saham.Selain itu, Wira sangat mengetahui kehidupan pribadi putri sulungnya. Sofia tidak memiliki teman, baik laki-laki maupun perempuan. Saat masih kecil dia fokus belajar, dan sekarang fokus pada perusahaan.Hanya satu teman laki-laki Sofia yang Wira kenal, Bara. Tapi Wira sangat yakin putrinya mustahil menikah dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.“Sebenarnya Papa ada dendam apa dengan kelahiranku di dunia?” Suara Sofia bergetar, bukan karena takut, tapi amarah yang sudah lama mengendap. “Mengapa Papa sangat ingin menghancurkan hidupku?”Wira terdiam mendengarkan kalimat pedas dan sorot mata tajam putrinya yang terasa menelanjangi nurani. Sebagai orang tua dia sadar terlalu

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   4. Syarat Berat

    Ucapan Sofia bukan sekadar penolakan yang menginjak harga diri, tapi badai yang akan menghancurkan semua rencana Justin.Cinta Justin memang untuk Selena yang mampu menjadi candu dan pelampiasan hasratnya. Sebagai pengusaha, dia realistis cinta tidak mampu membayar utang dan memperbesar perusahaannya, dan menikah dengan Sofia adalah kesepakatan yang sangat menguntungkan.“Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan,” ucap Sofia dengan nada datar, tatap matanya dingin pada buket bunga pemberian Justin yang terlihat layaknya sampah.“Kenapa?” Justin menatap dengan wajah memelas. “Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian kemarin. Semua terjadi begitu cepat, aku tidak mungkin membiarkan Selena terluka di pinggir jalan… karena dia adikmu.” Demi sebuah tujuan besar, Justin rela merendahkan harga dirinya.Sofia tersenyum menyeringai dengan tatapan tajam, semakin muak dengan kepalsuan Justin. “Kau tidak capek terus bersandiwara?”Justin terdiam, menyadari Sofia tidak main-main dengan ucapannya.“Hub

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   3. Setelah Dua Kali Ditunda

    “Selena...” Wira langsung menghambur, memeluk putrinya. “Mana yang sakit?”Selena, yang masih bersandar di dada Justin, melepaskan pelukan pria itu perlahan. Ia menyambut pelukan papanya dengan wajah yang sengaja dibuat lesu.“Selena baik-baik saja, Pa. Untung tadi ada Kak Justin yang menolong.”Wira menghela napas lega, mengusap puncak kepala Selena berkali-kali memastikan keadaannya baik-baik saja.Setelah yakin Selena aman, tatapan Wira beralih pada Justin yang berdiri di sisi ranjang. Tak ada kilat curiga, tak ada pertanyaan mengapa calon menantunya itu justru berada di rumah sakit, bukan pelaminan. Baginya, kehadiran Justin adalah bentuk kepedulian yang wajar.“Justin, kebetulan kau di sini,” ujar Wira, dengan suara kembali berat dan berwibawa. “Tadi Sofia bilang dia akan ke rumah sakit dan memberi kabar. Tapi dia tidak memberi kabar apa pun, pulang-pulang bilang ingin membatalkan pernikahan kalian. Selamanya.”Rahang Justin mengeras sesaat, namun ia segera memasang raut wajah pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status