공유

Pasrah

작가: Jannah Zein
last update 게시일: 2026-08-24 22:14:34

BAB 112: Pasrah

​Keheningan di ambang pintu kamar mandi terasa begitu menekan. Naina berdiri mematung, mendengarkan percakapan singkat antara putri sulungnya dan Andika. Binar kebahagiaan yang mendadak terpancar di mata dokter yang sudah ia anggap seperti anak sendiri itu bagaikan petir yang menghantam sisa-sisa harapan Naina.

​Harapan yang semalaman ia susun rapi, jika memang benar Andika sudah menikahi Bilqis, rencana untuk memohon, menuntut, atau bahkan memaksa Andika melepaskan Bilqis demi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Sukacita di Rumah Sakit

    BAB 113: Sukacita di Rumah Sakit​Di dalam ruang periksa Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSUD Setia Budi, keheningan hangat yang sempat tercipta paska pemeriksaan USG perlahan mencair. Andika mengusap lembut sisa gel ultrasound di perut halus istrinya dengan tisu steril, lalu membantunya bangkit dan duduk di tepi tempat tidur pemeriksaan. Bilqis merapikan pakaiannya dengan jemari yang masih sedikit gemetar karena rasa haru yang membuncah di dalam dada.​Setelah mematikan layar monitor USG, Andika melangkah menuju pintu dan memutar kunci dari dalam. Suster Rini, perawat senior yang sejak pagi berjaga di area pendaftaran poliklinik, berdiri di dekat meja administrasi dengan wajah penuh rasa ingin tahu yang tak bisa disembunyikan.​"Bagaimana hasilnya, Dokter Dika?" tanya Suster Rini ramah, matanya melirik sekilas ke arah Bilqis yang sedang melangkah pelan mendekati meja kerja Andika.​Andika menyunggingkan senyum paling lebar yang belum pernah dilihat oleh para staf medis di RSUD it

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Pasrah

    BAB 112: Pasrah​Keheningan di ambang pintu kamar mandi terasa begitu menekan. Naina berdiri mematung, mendengarkan percakapan singkat antara putri sulungnya dan Andika. Binar kebahagiaan yang mendadak terpancar di mata dokter yang sudah ia anggap seperti anak sendiri itu bagaikan petir yang menghantam sisa-sisa harapan Naina.​Harapan yang semalaman ia susun rapi, jika memang benar Andika sudah menikahi Bilqis, rencana untuk memohon, menuntut, atau bahkan memaksa Andika melepaskan Bilqis demi meredam murka keluarga Jason Tan, seketika hancur berkeping-keping menjadi debu tak berharga.​Naina menyandarkan bahunya pada kusen pintu, menatap Bilqis yang masih bersandar lemas di dada bidang suaminya. Tatapan mata Andika yang begitu protektif dan penuh kasih saat mengusap dahi Bilqis menguatkan kenyataan pahit yang harus ia terima, Bilqis bukan lagi gadis remaja polos yang bisa ia atur arah hidupnya. Bilqis kini adalah seorang istri, dan lebih dari itu, ada benih kehidupan baru yang tenga

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Tanda Kehidupan Baru

    BAB 111: Tanda Kehidupan Baru​Keheningan kembali melingkupi ruangan di rumah dinas itu. Jawaban atas pertanyaan Naina tak kunjung terucap, menyisakan helaan napas berat dari Andika yang masih menggenggam erat jemari istrinya. Sorot mata Naina memancar kebencian yang bercampur keputusasaan, memandang dokter spesialis kandungan di hadapannya dengan tatapan penuh kekecewaan mendalam.​"Kenapa kamu mengkhianati kepercayaan Tante, Andika?!" gugat Naina dengan suara yang memburu dan bergetar hebat. "Tante mempercayakan Bilqis kepadamu karena Tante pikir kamu bisa menjadi sosok kakak yang melindungi dan membimbingnya! Bukan malah memanfaatkan kepolosannya dan mengambilnya sebagai istri secara diam-diam!"​Perempuan mundur perlahan, dadanya naik turun menahan emosi yang meluap, namun akhirnya ia mendaratkan tubuhnya kembali di sofa. Kenangan masa lalu berputar cepat di kepalanya, saat-saat ia dengan hangat menyambut Andika di rumahnya, menyuguhkan teh, bahkan berulang kali menasihati dan men

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Luka, tapi Tak Berdarah

    BAB 110: Luka, tapi Tak Berdarah ​Udara pagi yang bersiap menyapa kota kecil itu mendadak terasa membeku di dalam ruang tengah rumah dinas. Pendar sinar matahari yang menerobos lewat celah tirai seolah tak mampu mencairkan ketegangan yang merayap di antara Andika dan Naina.​Naina menyunggingkan senyum tipis, namun terpancar sirat kecemasan dan kepedihan yang teramat dalam di balik manik matanya. Posisinya berdiri anggun, memegangi cangkir porselen hangat yang baru saja disuguhkan untuknya.Dia berusaha untuk kuat, menata hati dan pikiran. Nyaris semalaman ia tidak bisa tidur, sampai akhirnya ia meminta sang suami untuk memberangkatkannya ke kota ini, dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga mereka. Naina ingin melihat langsung, apa yang sebenarnya terjadi diantara putrinya dengan Andika.Sejauh ini ia berusaha untuk berpikir, jika kebersamaan Andika dengan putrinya hanya sekedar pelampiasan, hanya ingin menarik perhatiannya saja. Akhir-akhir ini dia memang jarang menghubungi B

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Dokter Gila!

    BAB 109: Dokter Gila!​Lampu neon lorong Gedung Bedah Sentral RSUD Setia Budi berpendar terang membelah keheningan dini hari. Langkah kaki Andika terdengar tegas dan tergesa, beradu dengan ubin rumah sakit saat ia melangkah menuju area scrub station. Dia segera membasuh kedua tangan dan lengannya hingga siku dengan larutan antiseptik, mengikuti setiap prosedur sterilisasi baku dengan ketelitian seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan senior.​Di dalam Kamar Operasi Nomor 3, suasana terasa begitu tegang. Petugas anestesi tengah berjuang menjaga kestabilan tanda-tanda vital pasien, sementara para perawat bedah telah menyiapkan instrumen laparotomi di atas meja steril. Papan monitor hemodinamik menampilkan grafik yang naik-turun tak menentu, tekanan darah pasien masih berada di angka mengkhawatirkan, 85/55 mmHg.​"Gown dan gloves, Dok," panggil perawat instrumen seraya membantunya mengenakan jubah operasi steril dan sarung tangan medis.​Andika melangkah cepat mendekati meja ope

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!

    BAB 108: Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!​Malam beranjak semakin dingin di kota kecil itu, auranya menutupi rumah dinas sederhana yang kini terasa jauh lebih hangat dan damai. Gelapnya malam membawa ketenangan yang telah lama hilang dari hidup Bilqis. Di dalam kamar utama yang beraroma terapi lavender lembut, hanya ada pendar cahaya lampu tidur yang temaram, memantulkan bayangan dua insan yang kini duduk bersisian di tepi ranjang.​Bilqis menatap map kulit hitam yang kini terbaring terbuka di atas meja rias. Lembar Akta Nikah bertinta emas itu seakan menjadi benteng kokoh yang melindungi seluruh harga diri dan hidupnya dari intaian orang tuanya. Air mata haru menggenang di sudut mata cantiknya, memantulkan pendar kebahagiaan yang begitu tulus.​"Mas..." panggil Bilqis lirih, suaranya bergetar lembut.​Andika, yang baru saja selesai mengganti kemeja kerjanya dengan kaus santai, menoleh. Pria itu menyunggingkan senyum hangat, senyuman yang selalu menjadi penawar paling ampuh untuk seg

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status