Home / Mafia / Dalam Rengkuhan Tuan Mafia / Bab 62. Sebuah Fakta

Share

Bab 62. Sebuah Fakta

Author: Mami
last update publish date: 2026-02-12 09:40:31

Rencana telah matang sempurna, tak ada celah Dante biarkan demi kemenangan EOA.

Baginya, Arizona adalah emas. Harta karun bagi setiap organisasi ilegal yang mengoperasikan n*rkotika sepertinya.

Dan untuk merebut kekuasaan di tanah tandus itu, ia harus melawan predator yang terkenal keberingasannya.

Beberapa kali mendapat teror, entah itu anggotanya yang tiba-tiba mati, atau bahkan ancaman cyber di gadgetnya.

George tidak akan membiarkan siapapun menyentuh sejengkal pun tanah kekuasaannya, seme
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 105. Selingkuh

    Hidupnya bukan hanya tentang kekayaan tanpa batas, di balik kekayaan yang ia raih ada nyawa yang selalu menjadi incaran.Selalu ada bayangan musuh di setiap langkah yang ia lewati, setiap detiknya adalah kewaspadaan terhadap serangan musuh yang ingin menghancurkannya.Dan saat ia mendengar Liv merasa tengah diikuti, instingnya segera berbicara dan mengintai sekitar.Sekarang musuhnya tidak lagi hanya menargetkan ia, melainkan Liv turut serta menjadi ancaman.Justru Liv adalah ancaman paling telak. Kelemahan besar seorang Dante Greyson yang selama ini menganggap nyawanya hanya titipan."Bagaimana hasil penyelidikannya?"Akhirnya Ace menjadi sasaran Dante untuk menyelidiki orang yang menabrak Liv.Menyadap seluruh CCTV di area bioskop, terkejutnya Dante ternyata Liv ditabrak tidak hanya satu kali, melainkan dua kali, bahkan tiga kali."Tugas orang itu adalah memata-matai Nyonya dan mencari tahu identitas Nyonya, tapi belum keseluruhan." Otak-otik keyboard pada laptop, cari tahu lebih d

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 104. Ancaman

    Tiba di mansion, Will tidak juga menjawab pertanyaannya dengan lugas. Hanyalah jawaban berbelit-belit bagi Liv. Dugaan Liv, Will sedang menyembunyikan sesuatu."Apa Allison tahu di mana Dante sekarang?"Willbert tidak bisa Liv jadikan harapan, berakhir Allison lah mendapat pertanyaan tersebut."Tuan sedang sibuk seperti biasanya," jawab Allison datar, dia menahan Liv yang ingin melangkah menuju kamar.Jelas Liv bertanya-tanya. Tidak tahu maksud Allison menahannya. "Kenapa?""Mohon maaf, Nyonya. Ada yang harus saya pastikan."Lepaskan tas jinjing dari Liv. Dari atas sampai bawah kaki, tangan Allison meraba di sana, seolah-olah sedang mencari sesuatu yanh tidak Liv sadari."Untuk apa Allison memeriksa Liv? Liv tidak menyembunyikan apapun." Rasanya risi diberikan sentuhan kasar Allison.Allison tidak menjawab, ia begitu fokus mencari sesuatu di tubuh Liv."Tolong biarkan Liv per—"Kalimat Liv tertahan di ujung lidah, terkejut menyergap tanpa aba-aba begitu Allison menemukan benda hitam k

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 103. Mendadak Hilang

    "Sekarang nikmati saja sepuasnya kebahagiaanmu. Sebelum semua kebahagiaan itu aku miliki." Menahan mata 'tuk tetap tatapi Hailey, berusaha menyurutkan getaran takut yang mengalir di setiap darahnya. Liv biarkan Hailey berbicara sepuas hati."Seandainya Liv memberikan Dante kepada Hailey. Apa ada kemungkinan Dante akan menerima Hailey? Dan apakah Hailey bisa membuat Dante jatuh cinta?" Menurut keyakinan Liv, Hailey tidak akan pernah mendapatkan cintanya Dante.Dia sendiri telah melihat dan mendengar ke arah mana cinta Dante ditujukan—dia, Liv Florence Bailey Cruz, ah, seharusnya bukan Cruz, melainkan Greyson.Liv Florence Bailey Greyson. Satu-satunya perempuan yang menerima cintanya Dante Greyson."Tentu saja." Sementara Hailey menjawab angkuh. "Aku cantik, menarik, seksi, dan permainan ranjangku adalah paling memuaskan bagi para lelaki. Tentu Dante akan jatuh cinta kepadaku.""Bahkan Hailey tidak begitu mengenal Dante. Hailey sudah berbicara seakan tipe Dante sama dengan tipe pria-p

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   102. Nyonya Greyson Yang Sesungguhnya

    Brak!Tubuhnya terpental beberapa langkah ke samping, menubruk dinding tak jauh darinya begitu hantaman keras datang dari seseorang.Kali ini, segera Liv lihat gerangan tersebut. Namun, orang tersebut berlalu sangat cepat, membuat Liv tak sempat berlari mengejarnya karena sudah tak tahan membuang air kecil."Dua kali ditabrak. Entah kenapa hari ini sial sekali." Menggerutu jengkel, menahan diri agar tidak melampiaskan emosinya yang begitu mudah terpancing."Dari yang Liv lihat, sepertinya itu orang yang sama." Bergumam heran seorang diri di dalam bilik kamar mandi, mencari jawaban selama membuang cairan dari kantong kemihnya.Selesaikan menunaikan hajat, pun ia keluar 'tuk mencuci tangan. Agaknya sudah cukup lama ia di kamar mandi. Khawatir Dante menunggu lama, gerakannya dipercepat.Yang Liv niatkan agar cepat-cepat menyusul Dante justru harus terjeda. Mungkin saja ini akan terasa sangat lama sebab gerangan yang tak sengaja ia temui kali ini adalah Hailey."Waw! Siapa ini?" Dari per

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 101. Diintai

    "Di tempat ramai seperti ini, apa wajar jika kita merasa seperti sedang diikuti?"Mendengar pertanyaan itu membuat Dante menyapukan pandangan ke arah sekitar.Tidak ada yang aneh.Asumsi Liv di tempat ramai seperti ini, tidak dapat Dante buktikan dengan mata kepalanya sendiri.Apa yang terjadi di bioskop ini sewajarnya keramaian saja, bahkan tak ada satupun orang melirik mereka dan orang mencurigakan."Tidak ada siapapun yang memperhatikan kita." Serahkan tacos pada Liv berikut es krim oreo Dante suapkan, barangkali pikiran negatif Liv tentang penguntitan segera hilang."Begitu, ya?" Bergumam tak jelas, pertanyakan perasaannya sendiri.Pastikan dalam benaknya bahwa yang ia lihat memanglah ilusi, tetapi semakin Liv tilik kembali, dia benar-benar merasakan tatapan beberapa orang mengarah padanya, seakan mereka tengah menilai dan mengintai."Hmm. Sepertinya hanya perasaanmu saja." Selipkan beberapa helai

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 100. Lain Dari Yang Lain

    "Musik ini terdengar sangat sedih. Apa itu artinya Dante pernah menyesal telah menikah dengan Liv?"Beberapa sekon Dante diam, mulutnya terkatup rapat. Tidak sedikit pun memberi tanda akan berbicara dan menjawab pertanyaan Liv.Ke lima jari melekuk di atas permukaan meja itu pun Dante raih, ibu jarinya mengusap di sana. Cukup lama ia hanya diam, memerhatikan setiap lekukan jari lentik sang istri."Apa kau tahu apa judul lagu ini?" Dan Liv menggeleng pelan, adalah jawaban dari sempitnya pengetahuan Liv dalam musik instrumental."Adageitto symphony no. 5." Lapisan kulit bergelombang di kening Liv, pertanyakan judul lagu yang terdengar aneh dan asing di telinganya."Itu ... judul musik ini?"Dante mengangguk, tak jua menaikkan pandang 'tuk balas tatapan rasa penasaran Liv."Ya.""Lagu itu ... memiliki makna tersendiri?" Bertanya lagi karena Dante tidak kunjung melanjutkan maksud lagu ini dengan mereka. "Dan apa hubungannya lagu itu dengan kita, jika memang Dante pernah menyesal menikah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status