Home / Mafia / Dalam Rengkuhan Tuan Mafia / Bab 98. Emerald dan Kamu

Share

Bab 98. Emerald dan Kamu

Author: Mami
last update publish date: 2026-03-01 18:44:19

Gulungan benang rajut terjatuh dari pangkuan begitu hakpen baru hendak Liv lingkari dengan benang rajutnya.

Setengah dari kaus kaki bayi hasil tangannya turut jatuh saat ia hendak mengambil gulungan benang rajut.

Sebuah tangan datang mengambilkan kaos kaki bayinya. Begitu punggung Liv tegak bersandar pada kursi kayu, kaos kaki tersebut berpindah tangan padanya.

"Terima kasih, Anna," kata Liv disisipi senyum tipis, kembali melanjutkan kegiatan dalam merajut kaos kaki bayinya.

"Nyonya sedang mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 107. Bahagia

    Untaian kata dalam layar bagai ribuan jarum menusuk sanubarinya, panas menjalar menuju mata sebelum mendatangkan cairan bening membendung di sana."Tidak. Ini pasti bohong." Memilih tidak percaya, ponsel pun Liv lempar jauh darinya.Satu hela napas kasar memburu melalui mulut, buang perasaan tak nyaman yang mengganjal dalam dada. "Kenapa Hailey begitu berambisi untuk memiliki Dante demi uang?" monolognya dengan gumpalan resah memberondongi diri. "Padahal dia bisa menjual dirinya sendiri kepada pria lain seperti biasanya." Liv ingin mengelak, membuang pikiran buruk sejauh-jauhnya. Namun, getaran di tangan menampar telak.Dia tidak bisa menghindari ketakutannya, kendati ia telah bersusah payah agar lebih percaya pada Dante."Permisi, Nyonya." Suara Anna menyelip di antara resah yang telah menyelimuti."Kenapa Anna?" timpal Liv, suaranya terdengar begitu rendah—melemah oleh kekalutan tanpa jawaban."Tua

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 106. Berita Buruk

    "Bagaimana jika kaulah yang menjadi pasanganku? Hailey Cruz?"Yang saat ini di hadapan Hailey berbeda jauh dengan apa yang Liv katakan kemarin.Dante Greyson. Dia datang tanpa diundang, tanpa skenario yang ia minta untuk Liv lakukan. Kakinya sendiri tertuju untuknya, mengulurkan tangan untuk digenggam dan dikecup, suka rela menggantikan Liv dengannya sebagai pasangan.Apakah ada alasan untuk Hailey menolak? Jelas tidak, sebab inilah saat yang sangat ia nantikan.Sederhananya ia menginginkan Dante bukan karena dia adalah seorang berparas rupawan, melainkan karena harta Dante yang unlimited. Dengan demikian hidupnya akan lebih terjamin."Menjadi pasanganmu?" Dan dalam skenario yang kerap kali Hailey lakukan untuk menaklukkan pria adalah berlagak lugu, mengikuti gelagat Liv yang sering kali ia lihat, dan itulah bagian paling ia benci: mengedipkan mata polos."Ya," sahut Dante sama sekali tidak ragu, seakan sangat yakin ter

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 105. Selingkuh

    Hidupnya bukan hanya tentang kekayaan tanpa batas, di balik kekayaan yang ia raih ada nyawa yang selalu menjadi incaran.Selalu ada bayangan musuh di setiap langkah yang ia lewati, setiap detiknya adalah kewaspadaan terhadap serangan musuh yang ingin menghancurkannya.Dan saat ia mendengar Liv merasa tengah diikuti, instingnya segera berbicara dan mengintai sekitar.Sekarang musuhnya tidak lagi hanya menargetkan ia, melainkan Liv turut serta menjadi ancaman.Justru Liv adalah ancaman paling telak. Kelemahan besar seorang Dante Greyson yang selama ini menganggap nyawanya hanya titipan."Bagaimana hasil penyelidikannya?"Akhirnya Ace menjadi sasaran Dante untuk menyelidiki orang yang menabrak Liv.Menyadap seluruh CCTV di area bioskop, terkejutnya Dante ternyata Liv ditabrak tidak hanya satu kali, melainkan dua kali, bahkan tiga kali."Tugas orang itu adalah memata-matai Nyonya dan mencari tahu identitas Nyonya, tapi belum keseluruhan." Otak-otik keyboard pada laptop, cari tahu lebih d

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 104. Ancaman

    Tiba di mansion, Will tidak juga menjawab pertanyaannya dengan lugas. Hanyalah jawaban berbelit-belit bagi Liv. Dugaan Liv, Will sedang menyembunyikan sesuatu."Apa Allison tahu di mana Dante sekarang?"Willbert tidak bisa Liv jadikan harapan, berakhir Allison lah mendapat pertanyaan tersebut."Tuan sedang sibuk seperti biasanya," jawab Allison datar, dia menahan Liv yang ingin melangkah menuju kamar.Jelas Liv bertanya-tanya. Tidak tahu maksud Allison menahannya. "Kenapa?""Mohon maaf, Nyonya. Ada yang harus saya pastikan."Lepaskan tas jinjing dari Liv. Dari atas sampai bawah kaki, tangan Allison meraba di sana, seolah-olah sedang mencari sesuatu yanh tidak Liv sadari."Untuk apa Allison memeriksa Liv? Liv tidak menyembunyikan apapun." Rasanya risi diberikan sentuhan kasar Allison.Allison tidak menjawab, ia begitu fokus mencari sesuatu di tubuh Liv."Tolong biarkan Liv per—"Kalimat Liv tertahan di ujung lidah, terkejut menyergap tanpa aba-aba begitu Allison menemukan benda hitam k

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 103. Mendadak Hilang

    "Sekarang nikmati saja sepuasnya kebahagiaanmu. Sebelum semua kebahagiaan itu aku miliki." Menahan mata 'tuk tetap tatapi Hailey, berusaha menyurutkan getaran takut yang mengalir di setiap darahnya. Liv biarkan Hailey berbicara sepuas hati."Seandainya Liv memberikan Dante kepada Hailey. Apa ada kemungkinan Dante akan menerima Hailey? Dan apakah Hailey bisa membuat Dante jatuh cinta?" Menurut keyakinan Liv, Hailey tidak akan pernah mendapatkan cintanya Dante.Dia sendiri telah melihat dan mendengar ke arah mana cinta Dante ditujukan—dia, Liv Florence Bailey Cruz, ah, seharusnya bukan Cruz, melainkan Greyson.Liv Florence Bailey Greyson. Satu-satunya perempuan yang menerima cintanya Dante Greyson."Tentu saja." Sementara Hailey menjawab angkuh. "Aku cantik, menarik, seksi, dan permainan ranjangku adalah paling memuaskan bagi para lelaki. Tentu Dante akan jatuh cinta kepadaku.""Bahkan Hailey tidak begitu mengenal Dante. Hailey sudah berbicara seakan tipe Dante sama dengan tipe pria-p

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   102. Nyonya Greyson Yang Sesungguhnya

    Brak!Tubuhnya terpental beberapa langkah ke samping, menubruk dinding tak jauh darinya begitu hantaman keras datang dari seseorang.Kali ini, segera Liv lihat gerangan tersebut. Namun, orang tersebut berlalu sangat cepat, membuat Liv tak sempat berlari mengejarnya karena sudah tak tahan membuang air kecil."Dua kali ditabrak. Entah kenapa hari ini sial sekali." Menggerutu jengkel, menahan diri agar tidak melampiaskan emosinya yang begitu mudah terpancing."Dari yang Liv lihat, sepertinya itu orang yang sama." Bergumam heran seorang diri di dalam bilik kamar mandi, mencari jawaban selama membuang cairan dari kantong kemihnya.Selesaikan menunaikan hajat, pun ia keluar 'tuk mencuci tangan. Agaknya sudah cukup lama ia di kamar mandi. Khawatir Dante menunggu lama, gerakannya dipercepat.Yang Liv niatkan agar cepat-cepat menyusul Dante justru harus terjeda. Mungkin saja ini akan terasa sangat lama sebab gerangan yang tak sengaja ia temui kali ini adalah Hailey."Waw! Siapa ini?" Dari per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status