Home / Rumah Tangga / Damai Dalam Poligami Sesion 2 / Bab 43. Terjebak di Lumpur

Share

Bab 43. Terjebak di Lumpur

Author: Wening
last update Last Updated: 2026-02-12 22:25:42

Fadhil kembali membenamkan diri di rumah Zubaidah. Menjadi suami rumah tangga yang mengurus semua hal tentang rumah dan anak, sementara beras dan lainnya dibeli istri yang bekerja di luar. Zubaidah sendiri tak mau kembali berkonflik dengan suami. Dirinya fokus mengajar, mengabaikan pandangan orang lain di sekitarnya dan kebal dengan cemoohan. Sedikit banyak dirinya sadar bahwa yang mereka gunjingkan di belakang punggungnya adalah benar.

“Arjuna, ayo mandi, Nak … sebentar lagi ibu pulang jadi ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 62, Tatapan Sendu

    Hari masih sangat pagi ketika Sarah menembus kabut menyusuri jalanan yang masih sepi . Hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang termasuk ojek yang berjejer di sekitar lampu merah perempatan jalan.“Ojek., Neng.”“Rumah saya dekat, Pak, naik becak saja,” sahut Sarah ramah.Pemilik armada tua beroda tiga yang sekarang telah langka itu segera menongolkan kepala mendengar percakapan itu. Matanya berbinar demi melihat keberadaan Sarah di pangkalannya.“Neng Sarah?”“Iya, Pak Sardi. Bisa antar saya pulang?”“Iya tentu saja bisa,” jawab Pak Sardi pemilik becak yang tinggal tidak jauh dari rumah Pak Rahmat dan sering kali mangkal di pasar di jam para ibu belanja pagi. Dan sebelumnya saat dini hari mangkal lebih dulu di sekitar stasiun untuk mencari peruntungan dari para penumpang kereta malam. Lelaki tua itu sungguh seorang pekerja keras.Ayunan roda becak yang dikayuh Pak Sardi membuat Sarah mengantuk. Sejak kemarin dirinya belum sempat beristirahat dengan tenang. Usai persidangan Sarah

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 61. Jangan Marah 2

    Hari ini Sarah membuat janji untuk sidang lanjutan dengan pengacaranya yang dijadwalkan siang. Di jam terakhir sidang hari ini. Sidang kali ini hanya ikrar talak yang akan dibacakan oleh Fadhil. Dalam sidang sebelumnya calon mantan suami Sarah itu sengaja tidak hadir atas permintaan pengacara Sarah agar proses cepat diputuskan. Tanpa sengketa dan keduanya kooperatif prosesnya bahkan hanya sebulan lebih sedikit dari pengajuan hingga putusan.Seorang lelaki berjaket hitam duduk di pojokan ruang. Topi dan kacamata hitam menyamarkan sosoknya yang menonjol dengan postur tinggi dan kulit putih. Sosok seperti itu sangat menarik perhatian di indonesia apalagi di tempat-tempat umum seperti sekarang.Sarah tampak sendirian, hanya didampingi pengacara, sementara Fadhil, ada istri yang menggendong anak lelaki berusia beberapa bulan. Beberapa pengunjung mengisi kursi termasuk sosok di pojokan sana yang tak pernah melepaskan pandangan dari sosok Sarah yang duduk tenang dengan anggun.“Saya talak k

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 60. Jangan Marah

    Beberapa lembaran merah membuat Ayu karyawati kedai kopi tersenyum senang. Pelayanannya semakin gesit dan bersemangat. Tampat paling pojok yang dipilih Wira menjadi lebih privat dengan adanya sebuah papan iklan menu baru kedai yang di geser sedikit menutupi area meja membuat keberadaannya tersamarkan. Pengunjung yang tidak terlalu teliti tak akan menyadari keberadaannya. Kedai ini tidak memiliki ruang privat dan hanya kedai biasa dengan dua lantai di komplek pertokoan kelas menengah ke bawah. Hanya saja tempat ini sangat bersih dengan pelayanan ramah dan cukup nyaman dengan cemilan yang juga punya citra rasa lumayan.“Silahkan tambah menu dulu untuk dua jam kedepan, Pak,” kata Ayu sambil menyodorkan daftar menu.”“Aku sudah punya kopi.”“Itu sudah sejam lalu, saya bisa ditegur kalau dalam dua jam pelanggan tidak berganti atau tidak ada order baru setelah dua jam.”“Kalian benar-benar tahu cara berbisnis,” kata Wra sambil tersenyum miring. Sementara Ayu hanya tertawa kecil, canggung

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 59. Menemukanmu

    Meninggalkan klinik, dokter yang saat di luar rumah sakit enggan disebut dengan gelarnya itu melajukan kendaraan sesuai kehendak hati. Berbelok saat ingin dan berhenti saat merasa haus dan menyadari tak memiliki persediaan air mineral di dalam mobil.Tempat singgahnya kali ini adalah sebuah toko serba ada kecil yang tampaknya tak terlalu ramai. Dokter satu ini memang tak seperti orang kaya kebanyakan yang memilih tempat belanja di toko elit yang serba ada dengan pilihan produk yang premium. Namun di setiap perjalanan Dokter Wirawan Djodi selalu memilih mampir di toko yang sepi dan belanja berniat melariskan.Begitupun kali ini yang kemudian mendapatkan jackpot dari Yang Maha Tahu, Al Alim. Hatinya yang sedang gelisah dan bibirnya yang tak pernah berhenti berbisik dalam untaian doanya untuk meminta sebuah nama, seakan terjawab. Sosok itu sedang pamer senyum di hadapannya.“Sarah….” gumamnya pelan.Wanita yang sangat sulit dikejar, yang tak pernah mengijinkan untuk mendatangi dimana di

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 58. Aku Tak Sempurna

    Dokter Wan mengabaikan celoteh sahabatnya dan memilih memejamkan mata. Mudah bagi orang lain untuk memberikan saran tetapi sejujurnya mereka mungkin saja tak akan sanggup menjalani apa yang dialaminya. Bicara lebih mudah dan hanya orang yang pernah mengalami hal yang sama yang tahu arti rasa itu. Dokter Irma akhirnya meninggalkan lelaki yang sedang meratapi nasibnya sambil bermalasan di ruang samping klinik. Pasien sudah mengantri untuk ditangani. Waktunya melepas segala apa yang terjadi, dan menggantinya dengan senyum dan juga raut yang seutuhnya milik pasien. Menenangkan mereka yang gundah, dan membujuk yang rewel. Kehidupan pribadi harus segera disingkirkan. Sudah benar Dokter Wan menghindari pasien jika suasana hatinya sedang tidak memungkinkan untuk ditinggal. Rupanya kegalauan itu ada di level yang cukup parah.Menjelang tengah hari Dokter Wan tak tahan lagi. Disambarnya jaket dan kunci mobil lalu melesat pergi. Dokter Irma yang melihatnya sekilas hanya menggelengkan kepala.“K

  • Damai Dalam Poligami Sesion 2   Bab 57. Beranilah

    “Kenapa datang lagi ke sini, Dok? Bukannya ini jadwal praktek di rumah sakit?” tanya Dokter Irma heran.Dokter Wan melirik malas wanita bertubuh berisi yang duduk di kursi malas ruang istirahat. Klinik kecil ini memang didesain senyaman mungkin. Selain itu Klinik Kasih Bunda yang hampir dikhususkan untuk pasien ibu dan anak , juga salah satu tempat pendirinya melepas penat.“Sudah minggir sana aku mau istirahat di sini lagi malas praktek.”“Ya ampun. Untung Pak Direktur tahan punya dokter sepertimu,” kelakar Dokter Irma sambil bangkit dari kenyamanan kursi malas.“Aku akan ngadain pesta kalau ayah berkenan memecatku,” balas Dokter Wan sambil mengambil alih kursi yang baru ditinggalkan.Ketika mau membalas lagi, Dokter Irma melihat sahabatnya telah memejamkan mata. Selama mereka bersahabat. dokter spesialis obgyn itu sangat memahami karakter Dokter Wan sehingga persahabatan mereka awet dan solid meski masing-masing menikah dan memiliki keluarga. Hingga rahasia gagalnya pernikahan lelak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status