Mag-log in“Dari hasil pemeriksaan, putri Anda mengalami kardiomiopati restriktif, jantungnya menjadi kaku sehingga sulit terisi darah, itulah yang menyebabkan beliau pingsan. Kondisinya cukup buruk dan terlambat disadari, untuk sementara putri Anda harus melakukan perawatan intensif sampai kondisinya stabil,” ucap seorang dokter yang telah menangani kondisi Celestine.Zicola bangkit sejenak dari kursinya tidak mampu menghadapi kenyataan yang sangat berat untuk ia dengar. Zicola sungguh tidak menyangka, jika penyakit yang dulu pernah dideritanya menurun pada putrinya.Tangan Zicola terkepal menggenggam derasnya rasa bersalah yang kini menghujani.“Sudah berapa persen tingkat keparahannya?” tanya Aleen sambil memeluk ibunya yang tidak sanggup bicara.Dokter itu menunjuk gambar layar hasil dari pemeriksaan. “Tingkat sakitnya sudah masuk 40%, saya sarankan segera daftar untuk mencari pendonor jantung untuk berjaga-jaga. Donor jantung sangat terbatas, langka juga ketat, ini untuk berjaga-jaga sekali
Dalam sebuah ruangan besar berdinding kaca, Celestine duduk tengah meminpin sebuah rapat yang membahas sebuah proyek pekerjaan. Setelah di malam ulang tahunnya beberapa bulan lalu, Celestine kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Dia tenggelam dalam pekerjaan, sesekali hadir dalam perjamuan penting.Berita tentang ia ditolak sampai ke telinga banyak orang, Celestine tidak sakit hati, namun yang membuat harga dirinya terinjak-injak dan merasa terhina, ia harus menerima fakta bahwa telah dikalahkan oleh seorang perempuan yang jauh lebih rendah darinya!Celestine telah meremeh perempuan bernama Lilian itu..Ternyata Mante tertarik padanya melebihi apa yang diperkirakan. Seiring dengan berjalannya waktu, bukan hubungan renggang ataupun putus yang Celestine dengar, justru.. Mante semakin memanjakannya, mengangkatnya dari kubangan kemiskinan dan membawanya hidup dengan layak.Kesabaran Celestine sudah habis, dia sudah tidak bisa menunggu lagi seperti biasa, dia harus mengambil lang
Lembaran kertas yang telah ditanda tangani didorong pada Lilian, sebaliknya Lilian pun menyerahkannya pada orang asing yang tengah duduk disampingnya. Di meja bundar itu terdapat pengusaha developer dan dua orang investor yang tengah mengesahkan kesepakatan penting yang telah dibahas hampir satu jam lamanya. Ini bukan pertemuan pertama, tapi pertemuan ke lima kalinya melewati proses penjajakan, due diligence, negosiasi, struktur traksaksi hingga sampai pada titik final yang sah penjualan hotel terbengkalai milik Lilian yang diwariskan dari kedua orang tuanya.Selama lebih dari tiga bulan, Lilian harus melalui proses negosiasi yang panjang dan alot. Nilai hotel yang mencapai 18 juta dolar membuat perusahaan developer tidak bisa mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Berbagai tim perlu dilibatkan untuk menghitung biaya lanjutan, melakukan penilaian terhadap proyek, serta mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin muncul setelah akuisisi.Setelah mendapat beberapa investor yang tert
Saat Jach letakkan alat makannya di piring yang telah kosong, Elisio pun meninggalkan cangkir kopinya. Ia beranjak dari tempat duduknya, mengajak Jach bergerak ke halaman untuk bicara.“Apa kau tidak sempat menasihati kakakmu bahwa dia tidak boleh bicara sembarangan di tempat umum?” tanya Elisio terdengar datar, namun sangat jelas bahwa dia sedang membahas tentang kejadian semalam saat Mante tolak lamaran Celestine.Kemungkinan, orang tua Celestine mengadu padanya, atau justru Celestine sendiri lah yang mengatakannya..“Mante melakukannya untuk menepis rumor,” jawab Jach.“Aku yakin bukan hanya itu tujuannya,” ralat Elisio, dan tidak berapa lama kemudian ia kembali bicara, “ini ada hubungannya dengan kepergiannya ke kota Andreas di tengah malam kan?”Jach menelan salivanya dengan kesulitan, sejenak ia pandangi beberap burung berterbangan tengah mandi di bawah pancuran fountain sculpture.Semalam, ketika Mante mengatakan bahwa ia akan pergi ke luar negeri, Jach sudah bisa menebak tujua
Mereka baru saja berjumpa ditengah malam, sekarang pagi pun belum benar-benar memasuki waktunya. Tetapi Mante, dia harus sudah pergi meninggalkan kediamannya. Seberkas kesedihan tidak bisa Lilian hindari. Ingin sekali dia merengek dan memintanya tinggal sedikit lebih lama.. setidaknya sampai sarapan pagi, tapi Lilian tidak siap mendengar penolakan Mante yang tidak bisa memenuhi keinginan Lilian. “Satu minggu kedepan, selama berada di Cuba, mungkin aku sulit untuk dihubungi,” cerita Mante menambah kesedihan yang harus Lilian hadapi. “Bukankah kau bekerja bagian keuangan, mengapa bisa sampai ke Cuba?” tanya Lilian dengan rengutan kecil dibibirnya yang tak luput dari perhatian Mante. “Keluargaku punya bisnis disana, bukankah aku juga pernah bercerita kami bisnis kebun,” jawab Mante tidak sepenuhnya berbohong, memang Jach dan Mante memiliki bisnis kebun, hanya saja apa yang ditanam bukan sayuran. Lilian raih ujung lengan jass Mante dan memutarnya. “Pertengah Januari nanti, mungki
Dibawah bayang tubuh Mante yang merobek bungkusan pengaman, dengan napas tertahan Lilian pandangi tubuh atletisnya yang memiliki ukiran tato di beberapa sudut, tidak mencolok namun terlihat bermakna, salahnya di bawah tulang rusuknya.Lilian memberanikan diri menyentuhnya, merasakan lekukan ototnya yang keras dibawah dada, saat ia usap ukiran tato itu ada sebuah garis panjang seperti bekas jahitan. Sebuah bekas luka, sama persis seperti di bawah sisi perut dan punggungnya yang baru Lilian sadar saat tadi memeluknya dalam ketelanjangan. “Apa kau sering mengalami kecelakaan?” bisik Lilian bertanya dengan tatapan polos, murni ingin tahu.Lilian sama sekali tidak berpikir bahwa pria yang telah memenangkan seluruh hati dan tubuhnya adalah seseorang yang berbahaya.“Begitulah,” jawab Mante berbohong, menyembunyikan fakta bahwa luka yang Lilian sentuh adalah bekas tebasan sewaktu ia masih kecil saat kakeknya dibunuh dan terjadi konflik besar dalam keluarga.Sementara, luka di perutnya adal
Lilian mundur seketika, dengan wajah pucat pasinya gadis itu mundar-mandir menggigit ujung jari, tidak dapat mengendalikan kepanikan yang semakin berkeacamuk dalam kepala. Jika pria asing itu tidak ingat apapun, apa itu artinya dia mengalami lupa ingatan akibat benturan? Jika hal itu benar, ini
“Keadaannya baik-baik saja meski ada beberapa luka dan memar. Setelah nanti teman Anda bangun, baiknya mandi air dingin untuk membantu mengurangi nyeri dari benturan dan pembengkakan. Untuk mengetahui apakah ada cedera, Anda harus membawanya ke rumah sakit,” ucap seorang dokter sambil meletakan tab
Kendaraan bergerak cepat ditengah kegelapan malam, sambil menyetir Lilian berkali-kali melihat dan menyentuh ujung hidung pria yang tidak sengaja dia tabrak, memastikan kondisinya yang kini tidak sadarkan diri masih bernapas. Perasaan Lilian bercampur aduk, takut dan cemas menjadi satu, tidak t
Sakit menusuk ke dalam ulu hati, menyaksikan pria yang Lilian harapkan akan menjadi penjaganya, justru dengan tenang membiarkan teman-temannya bicara buruk. Mengapa Sean terkesan tidak peduli padanya? Meski semua orang tahunya mereka kekasih yang dijodohkan. Sean punya hati nurani yang bisa dia







