Share

21. Sebuah Pandangan

Penulis: Asayake
last update Tanggal publikasi: 2026-09-03 16:43:30

Dibalik pilar besar, Mante berdiri mengenakan jaket bomber hitam berpadu kaus hitam yang membuat terlihat lebih santai dan tetap casual.

Dengan sabar pria itu menunggu, jarinya yang berurat mengusap dinginnya permukaan jam tangan, mengikuti pola gerak jarum yang kini berputar, menghitung waktu yang tengah ia habiskan untuk menunggu kemunculan Lilian.

Wajah Mante sedikit memiring, di bawah topi hitam yang menutupi rambut peraknya, sepasang mata birunya mengawasi kedatangan Lilian yang akhirnya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Tata Zahira
mante kl dah cemburu
goodnovel comment avatar
Lilyan
pamer ya mante
goodnovel comment avatar
Bunga Melati
lanjut lagi thorr
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   86. Sebuah Keputusan

    Lilian menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, dia perhatikan perawat yang kembali datang untuk memeriksa kondisinya setelah beberapa jam lamanya sadar.Kelopak matanya terlihat merah bengkak, bulu matanya yang lentik itu masih basah karena sempat menangis di kamar mandi memandangi cermin dengan wajah yang babak belur akibat kekerasan yang sempat diterima.Selama ini.. Lilian selalu berpikir bahwa tamparan adalah kekerasan yang paling ekstrim ia terima.Namun kejadian kemarin telah mengubah cara pandangnya, ternyata ada kekerasan yang jauh lebih mengerikan sampai melampaui batas-batas logikanya.Tak pernah terlintas dalam benak Lilian bahwa seseorang akan meracuninya dengan begitu kejam, memperlakukannya layaknya hama yang harus dimusnahkan agar tak lagi mengganggu. Akan tetapi, tragedi itu tidak berhenti pada upaya merenggut nyawanya. Kini, ketika ia masih harus menanggung akibat dari perbuatan tersebut, orang yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban justru telah meninggal den

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   85. Dinantikan

    Setelah sekian lama berada dalam hutan, satu persatu kuda keluar di bawah langit yang mulai bercahaya keemasan menandakan bahwa sore akan segera tiba.Semua orang masih tampak sangat berantusias meski sudah kelelahan dan beristirahat di tempat peristirahatan.Disaat orang-orang yang ikut berburu tengah menghitung poin pecapaian mereka, Mante yang datang hanya membawa peluru kosong, memutuskan duduk sejenak di kursi untuk melepas lelahnya yang sejak kemarin sore tidak memiliki waktu untuk beristirahat.Sepanjang acara berlangsung Mante tampil seperti biasa, dia singkirkan sejenak segala hal yang bergelut dalam pikiran dan perasaannya. Dengan sopan Mante tanggapi setiap tamunya yang mengajak bicara, dia pertimbangkan setiap hal yang memiliki urusan bisnis dengan keluarganya.Ditengah istirahatnya, Shwan bergerak cepat menghampiri, pria itu membungkuk sopan dan membisikan sesuatu di telinga Mante. “Lima belas menit yang lalu, Nick memberi saya kabar, nona Lilian telah sadarkan diri.”Ket

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   84. Gagal Penilaian

    Perihnya napas yang memenuhi dada sedikit demi sedikit membangunkan Lilian dari ketidak sadaran, tubuhnya yang lain mulai merasakan sakit dan bibirnya yang pucat mulai mengeluarkan racauan diantara rintihan.Bulu mata Lilian gemetar tidak mampu terbuka, tangannya kaku membeku tidak mampu digerakan sedikitpun, namun.. pendengarannya bergemuruh dibayang-bayangi suara mengerikan tembakan dan kata-kata buruk yang terakhir kali dia dengar sebelum kesadarannya menghilang.Sakit itu terus mendera dalam waktu yang panjang, perih didada mulai menjalar ke dalam perut sampai buatnya seperti sedang disayat-sayat.Kerasnya jantung Lilian yang berdetak berkejaran dengan napasnya yang tersendat-sendat kesulitan mengendalikan kecemasan.Saat Napas Lilian akhirnya mulai setabil, gadis itu akhirnya membuka mata dan melihat keadaan sekitar berkali-kali, menyaksaikan beberapa orang berpakaian dokter tengah mengajaknya bicara.. namun suara mereka tidak bisa Lilian dengar akibat bayang-bayang suara tembaka

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   83. Acara yang dinantikan

    Di bawah bentangan langit biru nan cerah, sejumlah perempuan berkumpul di sekeliling meja-meja bundar dengan taplak sutra putih yang menjuntai anggun. Percakapan mengalir di antara cangkir-cangkir porselen dan sajian yang tertata rapi, sesekali diselingi tawa lembut yang menandakan betapa mereka menikmati jamuan teh siang itu.Kendati hanya berupa pertemuan minum teh, suasananya jauh dari kesan santai. Para perempuan itu hadir dalam balutan gaun-gaun elegan yang pantas dikenakan di sebuah jamuan resmi, dengan setiap potongan kain, perhiasan, dan aksesori yang menjadi penegas garis keturunan serta kedudukan yang mereka sandang.Dengan sepatu mahal mereka injak rumput liar dihiasi bunga-bunga jacaranda yang berguguran, dengan fascinator maupun picture hat mereka berliindung dari riaknya cahaya yang menerobos pohon jacaranda yang tengah bermekaran memancarakan warna ungu kebiuran yang sejuk. Semilir angin menyusup di antara pepohonan jacaranda, membawa wangi bunga yang samar sebelum ber

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   82. Bujukan

    Mentari pagi samar-samar mulai terlihat dibalik gorden tipis putih, embun berjatuhan di permukaan jendela kamar ruang dirawatnya Lilian yang saat ini masih terbaring dengan alat-alat medis yang terpasang pada tubuhnya.Satiap satu jam sekali, dokter datang memeriksa untuk memastikannya tetap stabil tidak menunjukan adanya penurunan akibat kerasnya racun yang sempat menyebar di tubuhnya.Obat-obatan terbaik dan tenaga medis paling kompeten telah dikerahkan untuk menyelamatkannya. Namun, hingga detik ini, Lilian masih belum sadarkan diri. Tubuhnya seolah masih berjuang melawan sisa-sisa racun yang nyaris merenggut nyawanya, membuat kesadarannya tetap berada di luar jangkauan siapa pun.Mante genggam lembut tangannya yang dingin tidak bertenaga, ia usap permukaan kulitnya bekas jarum transfuse darah. Racun dalam tubuh Lilian telah merusak sel darah merah yang menurunkan begitu banyak kadar hemoglobin.Tidak terbayang berapa besar sakit yang harus Lilian tanggung semalam.Dalam penantiann

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   81. Tuduhan

    Dari balik beningnya gelas wine yang tengah Elisio teguk, sekilas pria paruh baya itu pandangi Jach sebagai isyarat, agar putra bungsunya yang menjawab dan memberi alasan.Menyadari perintah yang tak terucap itu, dengan penuh ketenangan Jach angkat bicara menjawab pertanyaan sang bibi. “Saat ini, Mante sedang menyambut tamu yang baru datang, dia memiliki jadwal janji bincang secara pribadi dengan mereka,” ucapnya berdusta.Jach tahu, apa yang sebenarnya kini sedang terjadi diluar sana, dan apa yang kini tengah dialami oleh Mante.Sayang, situasi saat ini sama sekali tidak bisa mendukung Jach untuk datang dan membantu, begitupun dengan Mante yang tidak bisa membalas sekalipun bukti sudah jelas mengarahkan pada satu dalang, Celestine.Saat ini, Lilian boleh saja berstatus sebagai isteri sah-nya Mante, namun kenyataannya.. Lilian tidak lebih dari orang asing di mata anggota keluarga Hemilton yang tidak mengenali, bahkan Elisio pun belum pernah berjumpa empat mata dengan Lilian.Di tenga

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   33. Keributan

    Lilian menelan salivanya dengan kesulitan, kulitnya menggigil merasakan intimidasi hebat yang menekan. Ada kilatan liar seperti hewan pemburu dimata pria itu asing itu.. Apa ada yang salah dengan jam tangan yang Lilian bawa hingga pria itu bertanya berkali-kali? Apa jangan-jangan.. justru jam ta

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   9. Perkara Baju

    Jarak yang begitu dekat menyisakan sedikit celah, hangat deru napas Lilian menyapu dinginnya kulit Mante.Pria itu menahan diri untuk tidak bergerak, diam-diam menarik napas ingin mengulang kembali sensasi pertama yang menyapa indranya saat sadar dari pingsan, yaitu aroma lembut milik Lilian. Aroma

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   8. Berubah

    “Dipertemuan tadi, semua orang membicarakan hal penting yang bahkan tidak aku tahu.” Seorang pria paruh baya melepaskan setelan jassnya, dengan sigap sang isteri menerimanya dan mengikuti langkah suaminya. “Memangnya apa yang sedang dibicarakan mereka?” tanya Katty penasaran. Dengan wajah muram

  • Dari Istri Sah Menjadi Kesayangan Mafia   7. Menghindar

    Lilian mundur seketika, dengan wajah pucat pasinya gadis itu mundar-mandir menggigit ujung jari, tidak dapat mengendalikan kepanikan yang semakin berkeacamuk dalam kepala. Jika pria asing itu tidak ingat apapun, apa itu artinya dia mengalami lupa ingatan akibat benturan? Jika hal itu benar, ini

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status