LOGINHening..Orang-orang terhenyak kaget mendengar lantangnya jawaban Lilian yang secara tidak langsung, ikut menampar mereka yang sejak awal hanya diam menjadi pendengar.Tidak satu orang pun yang akan menduga, bahwa perempuan asing yang sama sekali tidak mereka ketahui asal usulnya dari mana, kedudukannya dan pengaruhnya. Kini dengan beraninya, menjawab dan menyinggung seorang Celestine Franklin Giedon.Yang paling membuat mereka terkejut, selama ini Celestine tidak pernah terlibat dengan sembarangan orang.Dalam diam mereka, batin mereka mulai mempertanyakan hal yang sama.. apa yang membuat Celestine bisa bersedia berurusan dengan perempuan asing bernama Lilian itu?Cassius yang sempat menduga bahwa Lilian akan menangis dan pergi, kini membuang muka menyembunyikan senyuman. Cassius terhibur oleh penilaiannya sendiri yang telah melesat dari perkiraan.Untuk pertama kalinya, Cassius tak merasa tersinggung oleh ucapan kasar seseorang yang tidak mau tunduk hanya karena perbedaan kelas sosi
Napas Lilian tersendat ditengah debaran kencang jantungnya yang terpacu, gadis itu terpaku memandangi Celestine yang tengah berdiri di pinggiran pagar, tidak jauh dari kerumunan orang asing yang langsung melihat ke arah Lilian seolah, Lilian telah memasuki area pribadi mereka. Wajah-wajah mereka tampak familiar meski tidak Lilian kenal. Dari cara mereka duduk dan berpakaian, Lilian cukup menyadari jika mereka orang-orang kelas atas.Haruskah Lilian melangkah kesana atau tetap berdiam diri menunggu Celestine datang? Di bawah terangnya langit biru, dapat Lilian lihat sorot mata Celestine yang menatapnya dengan tajam, membuat naluri Lilian merasakan bahwa.. akan ada sesuatu yang tidak baik terjadi padanya.Tampaknya, keinginan Celestine yang meminta Lilian datang dan meminta maaf secara langsung bukan hanya karena bersangkutan dengan permasalahan semalam, tapi ada hal yang bersangkutan dengan masalah pribadi.Yaitu, Mante Hemilton.Pria yang semakin sulit untuk Lilian pahami, pria berk
Bayangan wajah Lilian terpantul di cermin kecil yang ia genggam. Ditengah sisa-sisa suara isakannya, jari-jarinya tetap sibuk merias wajah untuk memperbaiki make-up.Lilian tidak mau penampilannya rusak, apalagi tampak sangat menyedihkan setelah setengah jam lamanya diam-diam menangis, sambil habiskan dua kotak teh chamomile untuk meredakan kecemasan yang benar-benar memenuhi kepala.Segala hal yang telah Lilian lihat dan Lilian dengar di ruangan kerja Celestine, telah berhasil mengguncang jiwanya.Meski batin Lilian menghibur diri untuk tidak cepat-cepat berburuk sangka hanya dengarkan cerita sepihak, Lilian tetap tidak dapat menghindar dari traumanya yang pernah gagal menikah akibat ketidak jujuran.Enam bulan Mante berbohong soal identasnya, bukankah wajar jika Lilian takut Mante memiliki kebohongan lain?Dulu, ketika Sean berselingkuh dengan Selena, Lilian pernah membuktikan bahwa dirinya cukup kuat untuk pergi. Lilian memang menangis, terluka, dan membutuhkan waktu yang panjang u
Apakah ini mimpi?Pandangan Lilian tak bisa dialihkan dari potret-potret photo itu. Pada akhirnya, kakinya mendekat dua langkah, mengabaikan kelancangan yang dia lakukan di ruangan pribadi orang.Gadis itu mengerjap, semakin dia pandangi setiap potret photo itu untuk menyangkal apa yang dilihat, akal sehatnya semakin sadar bahwa itu nyata.. itu Mante Hemilton, lelaki yang semalam telah memaksanya menikah.Mengapa, Celestine dan Mante terlihat begitu dekat?Dari potret photo formal dengan orang-orang penting, berpelukan di atas panggung, berdansa seperti pasangan, berpesta di atas kapal pesiar, hingga moment wisuda Mante yang menandakan bahwa mereka sudah saling mengenal dalam waktu yang lama.Untuk ukuran Celestine yang memiliki jabatan penting, ruangannya jelas pasti kedatangan banyak tamu penting juga. Masalahnya, tidak mungkin Celestine menyimpan begitu banyak photo di ruang pribadinya jika photo yang bersangkutan tidaklah berharga untuknya.Apa hubungan mereka berdua saat ini? Mus
“Kau sangat memalukan sekali Shopie, bagaimana bisa kau main-main dengan pekerjaan? Jangan mentang-mentang kau yang dapatkan klien besar, kau bisa seenaknya bertindak. Perusahaan ini bukan milikmu!” tegur seseorang dengan lantang meluapkan kekesalannya.Shopie tertunduk tidak dapat menjawab kemarahan rekan kerjanya, hatinya sakit bukan karena menyesal.. tapi karena marah, bisa-bisanya Lilian membuatnya dipermalukan seperti ini.“Sekarang semuanya sudah selesai, aku harap tidak ada yang membahasnya lagi. Kedepannya, hal seperti ini tidak boleh kembali terjadi,” ucap Felix memperingatkan. “silahkan lanjutkan kerja kalian.”Membawa malu yang harus ditanggungnya, Shopie melangkah tergesa meninggalkan ruangan. ***Di atas meja kerjanya, handpone Celestine bergetar menandakan bahwa ada sebuah panggilan masuk. Celestine tutup dokument di tangan, sejenak ia tinggalkan pekerjannya untuk mengetahui siapa yang telah menelphon.Begitu melihat nama ‘Shopie’ yang tertera dilayar, Celestine segera
“Lilian,” suara Felix yang memanggil terdengar. “ke ruanganku, sekarang.” Di meja kerjanya, Lilian yang tengah tidur akhirnya menggeliat terbangun. Diam-diam gadis itu lihat jam di pergelangan tangan yang sudah menunjukan pukul sepuluh, tidak terasa Lilian telah tidur hampir du jam lamanya tanpa ada satu orangpun yang menegur. Ternyata, ada gunanya juga diabaikan semua orang… Bukan salahnya jika melanggar aturan, toh semua orang tidak ada yang mau berkomunikasi dan membagi pekerjaan. Duduk diam ataupun tidur, bukankah sama saja tidak melakukan apapun? Lilian meregangkan tubuhnya yang terasa lebih ringan dari sebelumnya, suhu tubuhnya menurun dan sakit kepalanya sudah tidak lagi terasa. Tanpa buang waktu, Lilian bergegas pergi menuju ruangan Felix mengabaikan tatapan menyelidik Shopie dan bisikan halus orang-orang yang ada disekitar. Tok tok tok! “Masuk,” perintah Felix. Lilian menarik napasnya dalam-dalam mengumpulkan ketenangan, dalam satu dorongan ia buka pintu dan l
“Dipertemuan tadi, semua orang membicarakan hal penting yang bahkan tidak aku tahu.” Seorang pria paruh baya melepaskan setelan jassnya, dengan sigap sang isteri menerimanya dan mengikuti langkah suaminya. “Memangnya apa yang sedang dibicarakan mereka?” tanya Katty penasaran. Dengan wajah muram
Lilian mundur seketika, dengan wajah pucat pasinya gadis itu mundar-mandir menggigit ujung jari, tidak dapat mengendalikan kepanikan yang semakin berkeacamuk dalam kepala. Jika pria asing itu tidak ingat apapun, apa itu artinya dia mengalami lupa ingatan akibat benturan? Jika hal itu benar, ini
“Keadaannya baik-baik saja meski ada beberapa luka dan memar. Setelah nanti teman Anda bangun, baiknya mandi air dingin untuk membantu mengurangi nyeri dari benturan dan pembengkakan. Untuk mengetahui apakah ada cedera, Anda harus membawanya ke rumah sakit,” ucap seorang dokter sambil meletakan tab
Kendaraan bergerak cepat ditengah kegelapan malam, sambil menyetir Lilian berkali-kali melihat dan menyentuh ujung hidung pria yang tidak sengaja dia tabrak, memastikan kondisinya yang kini tidak sadarkan diri masih bernapas. Perasaan Lilian bercampur aduk, takut dan cemas menjadi satu, tidak t







