Share

Bisikan Racun

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-02-25 19:12:21

Seorang murid Sekte Tapak Batu Kunlun yang berdiri cukup dekat berbisik dengan suara gemetar. "Khagan Arkhavel dan Raja Kelelawar dari Klan Bai berhadapan langsung. Kita bisa mati di tengah ini."

"Diam," sela rekannya dengan geraman pelan. "Jangan tarik perhatian ke arah kita."

Bai Lie kemudian memindahkan pandangannya. Ia tidak terburu-buru. Ia melihat ke arah Enam Pelindung Ordo Api Terang satu per satu, dari Qasim Nural hingga Kamil Arqan, membaca setiap wajah seperti seseorang yang sedang m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kebohongan yang Dilepas ke Mulut Pasar

    Shen Ruolan membalas tatapan itu dengan rahang kencang. “Kalau aku terus disimpan di sini, buat apa aku hidup.”“Untuk menjadi bukti,” kata Rong Tian tanpa meninggikan nada. “Bukti hidup lebih berharga daripada mayat yang berangkat dengan marah lalu tak pernah kembali.”Tak ada satu pun kata dalam kalimat itu yang lembut, tetapi justru karena benar, ia menghantam lebih dalam. Shen Ruolan menahan napas. Mo Lian memalingkan wajah sejenak, seolah perlu satu tarikan penuh agar tak meledak.Qingfeng yang sedari tadi diam akhirnya melangkah dari ruang belakang dengan mangkuk obat di tangan. “Dia benar,” katanya, suara tenangnya memecah benturan tanpa menghapus tepinya. “Orang luar sudah tahu dua saksi ada di bawah atap ini. Kalau kalian tiba-tiba hilang, mereka justru mendapat kepastian bahwa rumah obat sedang bergerak.”Mo Lian menoleh padanya de

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pagi Setelah Seluruh Lorong Menunduk

    Pagi di Shiqiao datang dengan bunyi-bunyi yang biasa, tetapi tak satu pun terdengar biasa. Teh di rumah Wu Laosan tetap diseduh, roti kukus tetap dijual, penarik iuran lorong tetap berjalan sambil membawa papan hitung, dan penjual mi masih mengaduk kuahnya dari balik uap.Namun suara mereka semua turun setengah tingkat, langkah mereka lebih hati-hati, dan tak ada lagi orang yang berani berdiri lama di depan Balai Pengobatan Bulan Patah sambil membuang ludah atau komentar seenaknya.Malam sebelumnya telah memukul blok utara dengan cara yang lebih telanjang daripada duel. Orang-orang masih mengaku pada diri sendiri bahwa mereka cuma terpeleset, cuma salah duduk, cuma kaget karena atap bergetar, tapi tak satu pun bisa menipu tulang lututnya sendiri.Zhao Meiyan berdiri di ambang rumah teh sambil menatap orang-orang yang lewat di depan balai. “Lihat mulut mereka. Semalam dipaksa menempel lantai, pagi ini langsung belaj

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dua Jalan di Dalam Cermin

    Wang Fu berdiri di ambang seperti batu besar yang tak bergerak meski debu halus dari atap jatuh ke bahunya.Xiao Li yang tadi baru selesai mengusir dua pengintai dari loteng kini menatap lorong dengan mata lebar, menyaksikan orang-orang yang terlalu lama merasa bisa menghitung Balai Pengobatan Bulan Patah akhirnya dipaksa berlutut oleh sesuatu yang sama sekali tak memedulikan harga lapak, status dagang, atau keberanian murahan.Qingfeng turun setengah langkah dari pintu ruang dalam, menjaga dua saksi dengan satu tangan dan menahan gelombang luar dengan qi tipis di tangan lainnya. Jarum-jarum di meja bergetar makin nyaring, seperti suara logam kecil yang menyanyikan satu nada terlalu tajam.“Dia sudah menyentuh batasnya,” kata Qingfeng.Wang Fu tak menoleh. “Kalau orang-orang luar masih tidak paham sesudah ini, berarti tulang kepala mereka terlalu tebal.”D

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Saat Seluruh Blok Utara Berlutut

    Rong Tian mengangkat tangan kanan dan membiarkan qi bergerak ke ujung dua jari. Kali ini ia tidak mendorong tenaga keluar seperti gelombang, melainkan menahannya sampai tipis, sampai rasa tajamnya berkumpul dan berubah dari kemarahan menjadi niat.Di atas, Qingfeng baru saja menaruh kain balut ketika mangkuk air hangat di meja bergerak lagi. Bukan hanya bergetar, melainkan membentuk lingkaran kecil yang terus berlari ke sisi mangkuk.Wang Fu segera melangkah ke ambang dan menutup pintu setengah. “Tidak ada yang masuk.”Xiao Li sudah bergerak ke lorong luar. “Yang berdiri terlalu dekat, mundur. Kalau masih ingin menempel di jendela, cari ibu kalian untuk mengantar.”Seorang penjaga loteng yang berdiri di atas tong kayu mendecih. “Jangan sok besar kepala. Kami cuma mau lihat.”Xiao Li menatapnya dari bawah. “Kalau cuma mau lihat, kuberi nas

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Retak yang Menunggu di Ruang Bawah

    Ruang bawah Balai Pengobatan Bulan Patah tidak besar, tetapi malam itu kesempitannya justru terasa seperti keuntungan.Dinding batu, rak tua, cermin kusam, dan Kalung Bintang Pemusnah yang tergantung di hadapannya membuat seluruh tekanan terkumpul di satu titik, tanpa memberi Rong Tian jalan untuk pura-pura tak melihat apa yang sudah lama menunggu.Ia duduk bersila di lantai batu, meletakkan cermin di depan lutut, lalu membiarkan qi di tubuhnya turun setipis benang. Kalung itu masih memancarkan garis retak kebiruan yang nyaris tak terlihat, tetapi Rong Tian tahu yang pecah bukan permukaannya saja.Yang retak adalah penahanan terakhir.Ia tak menutup mata seperti orang yang hendak mencari ketenangan. Yang datang lebih dulu justru potongan-potongan gambar yang tajam, kota yang pernah terbakar di bawah langit merah, aula kekaisaran yang lantainya licin oleh darah, rumah lelang yang patah di bawah cahaya perak, dan dirinya sendiri dalam jalan lama yang selalu memilih memotong seluruh jala

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Retak di Dalam Cahaya Pucat

    Rong Tian membiarkan darah itu keluar sampai warnanya berubah. Ketika yang menetes tak lagi hitam pekat, ia mulai mencabut jarum satu per satu, lalu menepuk ringan sisi lutut dengan dua jari.“Turun,” katanya pada istri Zhou Kaimin.Perempuan itu menatapnya seolah tak paham. Zhou Kaimin pun ikut membeku satu tarikan napas.“Turun,” ulang Rong Tian. “Kalau kaki ini tidak kau pakai sekarang, rasa takutmu sendiri yang akan menutupnya lagi.”Qingfeng turun ke sisi meja, membantu memegang siku perempuan itu. Wang Fu tetap berdiri di pintu, tapi matanya kini tak lagi di lorong, melainkan pada kaki kiri yang perlahan turun menyentuh lantai batu.Tumit itu gemetar. Lututnya goyah, dan napas perempuan itu pecah dua kali.“Berdiri,” kata Rong Tian.Ia berdiri.Awalnya cuma setenga

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Transaksi di Ruang Sunyi

    Pintu ruang pribadi ditutup perlahan dengan bunyi yang hampir tidak terdengar. Aula luar yang masih dipenuhi bisikan ketakutan dan tatapan penasaran terputus total dari ruangan pribadi ini.Bau dupa krisan tipis mengambang di udara seperti kabut. Aromanya lembut menenangkan jiwa, tidak menyesakkan

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Malam di Paviliun Krisan Emas

    Dua sosok itu berjalan menyusuri jalan yang semakin sunyi dengan langkah teratur.Kasim tua berjalan beberapa langkah di depan, punggungnya sedikit membungkuk hormat seperti kebiasaan lama yang sudah mendarah daging."Tuan Yang Mulia, kita sudah tiba."Kasim itu berbicara pelan sambil menunjuk bang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lonceng Berdering, Organisasi Runtuh

    Pintu bangunan utama Persekutuan Bulan Hitam terbuka perlahan.Kayu tebal yang telah menghitam oleh usia bergeser dengan suara berat, seolah menolak memperlihatkan isi di baliknya. Dari dalam, bau dupa kematian menguar lebih pekat. Aroma kemenyan bercampur darah kering dan logam berkarat, bau yang

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Ketika Bunyi Gong - Geng Tiga

    Malam semakin dalam.Rong Tian meneguk tehnya perlahan. Cairan hijau pucat itu mengalir di tenggorokan, meninggalkan rasa pahit yang menenangkan seperti daun wormwood yang direbus tiga hari.Di luar, hujan mulai mereda menjadi gerimis tipis. Rintik air masih jatuh membasahi genteng tanah liat yang

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status