Beranda / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Pertemuan di Gerbang Makam Pedang

Share

Pertemuan di Gerbang Makam Pedang

Penulis: Jimmy Chuu
last update Tanggal publikasi: 2026-01-17 14:49:32

Gerbang Makam Pedang Kekaisaran berdiri kokoh di antara dua tebing curam yang menjulang bagai dua raksasa penjaga. Batu pucat yang membentuk gerbang itu telah aus oleh waktu, permukaannya penuh retakan halus bagai jejak usia yang tak terbantahkan.

Simbol-simbol pedang yang diukir di sana nyaris tak terbaca lagi, tergerus badai dan hujan selama ribuan musim.

Angin bertiup pelan dari celah bebatuan, membawa aroma tanah basah dan kematian yang membeku. Tanah di depan gerbang rata, membentuk lapang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus dan seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu di Sisi Barat.

    Yoon Jaeseok tidak menjawab selama waktu yang terasa sangat panjang. "Tidak ada yang bergerak," katanya akhirnya dengan suara yang sangat pelan. "Tidak ada yang bersuara keras. Kita tunggu.""Tunggu sampai kapan?" tanya perwira muda itu."Sampai ia memutuskan sendiri apa yang akan ia lakukan," jawab Yoon Jaeseok sambil matanya tidak beralih dari punggung raksasa yang mengapung di bawah armadanya.Di kapal Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan kedua tangannya di sisi tubuhnya tanpa bergerak. Seorang anak buah tua mendekatinya dengan langkah yang sangat hati-hati."Komandan," bisik anak buah tua itu, "kalau makhluk itu membuka matanya sekarang, kapal kita tidak akan ada yang selamat.""Aku tahu," jawab Ishida Toru dengan nada yang sama pelannya."Lalu apa yang kita lakukan?" tanya anak buah tua itu."Kita tidak melakukan apa-apa," jawab I

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Punggung Xinghai Tianlong.

    Seorang prajurit Haneulguk muda di sisi kanan berdiri dengan wajah merah. "Komandan, dua orang kita sudah terluka! Kita diam saja?""Tangan di samping tubuh!" jawab Yoon Jaeseok dengan nada yang tidak memberi ruang. "Semua orang!""Kita bukan pengecut!" balas prajurit muda itu. "Mereka menembak lebih dulu!""Dan kalau kau menembak balik," kata Yoon Jaeseok dengan suara yang turun satu oktaf namun terdengar lebih keras dari sebelumnya, "kau yang memulai perang. Bukan mereka. Pahami itu."Namun seorang penembak Haneulguk di sisi kanan sudah melepaskan tiga serangan Qi balasan sebelum perintah itu sempat menahannya. Ia bertindak berdasarkan insting seseorang yang menyaksikan kawannya terluka.Krek. Krek. Krek.Lambung dua kapal Yamatsukuni retak di bawah garis air.Di kapal pengintai Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan rahang yang mengen

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu Orang yang Tepat.

    Zhao Wuchen duduk di batu karang yang sama dengan Guo Haishan tanpa meminta izin.Guo Haishan meletakkan cangkir tehnya ke permukaan batu dengan suara yang lebih keras dari yang diperlukan. Matanya tetap ke laut di depannya."Kau mau bicara tentang seseorang," kata Guo Haishan. "Bukan tentang cara masuk zona. Tentang orangnya.""Tepat," jawab Zhao Wuchen sambil tangannya bertumpu di lututnya."Tiga level 9 sudah mencoba," kata Guo Haishan sambil ia akhirnya menoleh, matanya tidak menyembunyikan skeptismenya."Takeda Raigen. Kang Baekryong. Master Seo Hwan. Tiga nama yang disebut jianghu dengan hormat selama puluhan tahun. Semuanya gagal. Kau dan aku berdua jauh di bawah level mereka. Dasar apa yang kau pakai untuk bicara tentang seseorang yang bisa berhasil?""Justru karena mereka level 9," jawab Zhao Wuchen dengan nada yang sangat datar. "Zona itu menyerap Q

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Masih Bertahan

    Di kapalnya di sisi utara zona, Takeda Raigen duduk di ruang navigasi.Peta Laut Xinghai terbuka di depan meja.Bekas sensasi panas di meridian tangannya masih belum sepenuhnya hilang.Seorang perwira dari armada utama baru saja tiba."General Kang Baekryong kembali ke armada Haneulguk," lapor perwira itu."Ia mencoba dari jalur selatan."Takeda Raigen mengangguk sedikit."Hasilnya sama?""Dari yang bisa kami lihat, ya."Perwira itu menelan ludah sebelum melanjutkan."Kapalnya terdorong mundur hampir sejauh kapal Tuan Jenderal."Ia berhenti sebentar."Dan Master Seo Hwan terlihat kapalnya terangkat dari dalam zona."Takeda Raigen menatap peta."Zona itu tidak bereaksi terhadap kekuatan."

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Cahaya yang Tidak Bergerak

    Kapal Master Seo Hwan tiba-tiba terangkat.Bukan perlahan.Seluruh badan kapal terlontar beberapa chi ke atas seolah ada tangan raksasa yang mendorongnya dari bawah laut. Air di sekelilingnya terbelah dan jatuh kembali seperti hujan.Sesaat kemudian kapal itu jatuh kembali ke permukaan.Benturannya keras.Papan-papan kayu berderak dari setiap sambungan. Suaranya terdengar sampai puluhan langkah di permukaan laut. Tiang layar retak di bagian tengah dengan bunyi kering yang panjang.Beberapa tali layar terlepas.Master Seo Hwan menggenggam sisi kapal.Seluruh tulangnya bergetar dari tekanan yang menjalar melalui badan kapal. Getaran itu naik dari papan kayu ke telapak kakinya, lalu ke meridian tubuhnya.Napasnya terpotong selama beberapa detik.Darah di dadanya terasa berputar.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Napas Makhluk Laut Dalam

    Takeda Raigen menggenggam tiang kapal dengan satu tangan.Tubuhnya menyerap guncangan itu tanpa bergeser.Meridian di tangan kanannya terasa panas.Bukan panas dari teknik yang berhasil.Panas dari Qi yang dipaksa keluar terlalu cepat oleh zona.Dari posisi mundurnya, di kejauhan arah selatan, ia melihat siluet kapal kecil lain.Kapal itu juga terdorong mundur.Gerakannya hampir identik.Jaraknya terlalu jauh untuk melihat lambang.Namun pria yang berdiri di haluan kapal itu tidak perlu lambang untuk dikenali."General Kang Baekryong," kata Takeda Raigen pelan.Lebih kepada dirinya sendiri."Ia mengalami hal yang sama."Fujita mengikuti arah pandangannya.Ia melihat kapal kecil di selatan.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tiga Teknik Pedang Yang Terpilih

    Bing Ruoxue dan Xue Lingyin terkejut. Wajah mereka langsung memerah lagi."K-kami?" gagap Bing Ruoxue sambil berdiri dengan kaku. "Tapi kami hanya dari sekte kecil. Teknik kami tidak sebagus sekte-sekte besar.""Tidak masalah," ucap Elder Feng dengan senyum tipis yang terlihat dipaksakan. "Ini kese

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Niat Tersembunyi

    Rong Tian merasakan keanehan situasi ini.Lima ratus tahun yang lalu, saat ia masih menjadi Raja Kelelawar Hitam, ia selalu dikelilingi oleh anak buah dan pengikutnya. Tapi sekarang, dalam identitas baru dengan wajah muda dan tanpa sekte, ia justru duduk sendirian, dikagumi sekaligus ditakuti."Dun

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Hei Zongyuan

    Pagi di Penginapan Jing Hu…"Cukup," jawab pemuda itu dengan nada tenang, suaranya nyaris berbisik. Ekspresinya terlihat sangat rapuh, seolah-olah pemuda yang tidak berdaya, sebuah kontras tajam dengan kekuatan yang baru saja ia tunjukkan semalam."Baiklah," ucap Madam Yu sambil mengangguk cepat, s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Roh Pedang Yang Mengamuk

    Pria besar itu menindih gadis itu dengan berat, jubah hitamnya terbuka lebar. Tubuhnya yang berotot menekan tubuh ramping di bawahnya, membuat napas perempuan itu tersengal.Dengan satu dorongan perlahan namun tegas, bagian intimnya yang besar dan keras memaksa masuk, menyusup ke tempat paling dala

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status