Home / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Seni Pedang Terbang Tiada Tanding

Share

Seni Pedang Terbang Tiada Tanding

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-01-16 18:49:51

Rong Tian berdiri di hadapan pedang hitam yang terletak di sudut Makam Pedang. Meskipun penampilannya sangat sederhana dan tidak mencolok, aura yang terpancar dari pedang itu kini terasa begitu kuat dan menindas.

Seolah roh pedang di dalamnya telah terbangun sepenuhnya. Mengamati Rong Tian dengan intens, menilai apakah pria berjubah putih ini layak menjadi tuannya.

Dengan hati-hati, Rong Tian berjongkok. Tangannya yang bebas, yang tidak memegang Lonceng Jiwa Senyap, terulur perlahan. Jari-jarin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus dan ditunggu2
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu di Sisi Barat.

    Yoon Jaeseok tidak menjawab selama waktu yang terasa sangat panjang. "Tidak ada yang bergerak," katanya akhirnya dengan suara yang sangat pelan. "Tidak ada yang bersuara keras. Kita tunggu.""Tunggu sampai kapan?" tanya perwira muda itu."Sampai ia memutuskan sendiri apa yang akan ia lakukan," jawab Yoon Jaeseok sambil matanya tidak beralih dari punggung raksasa yang mengapung di bawah armadanya.Di kapal Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan kedua tangannya di sisi tubuhnya tanpa bergerak. Seorang anak buah tua mendekatinya dengan langkah yang sangat hati-hati."Komandan," bisik anak buah tua itu, "kalau makhluk itu membuka matanya sekarang, kapal kita tidak akan ada yang selamat.""Aku tahu," jawab Ishida Toru dengan nada yang sama pelannya."Lalu apa yang kita lakukan?" tanya anak buah tua itu."Kita tidak melakukan apa-apa," jawab I

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Punggung Xinghai Tianlong.

    Seorang prajurit Haneulguk muda di sisi kanan berdiri dengan wajah merah. "Komandan, dua orang kita sudah terluka! Kita diam saja?""Tangan di samping tubuh!" jawab Yoon Jaeseok dengan nada yang tidak memberi ruang. "Semua orang!""Kita bukan pengecut!" balas prajurit muda itu. "Mereka menembak lebih dulu!""Dan kalau kau menembak balik," kata Yoon Jaeseok dengan suara yang turun satu oktaf namun terdengar lebih keras dari sebelumnya, "kau yang memulai perang. Bukan mereka. Pahami itu."Namun seorang penembak Haneulguk di sisi kanan sudah melepaskan tiga serangan Qi balasan sebelum perintah itu sempat menahannya. Ia bertindak berdasarkan insting seseorang yang menyaksikan kawannya terluka.Krek. Krek. Krek.Lambung dua kapal Yamatsukuni retak di bawah garis air.Di kapal pengintai Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan rahang yang mengen

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu Orang yang Tepat.

    Zhao Wuchen duduk di batu karang yang sama dengan Guo Haishan tanpa meminta izin.Guo Haishan meletakkan cangkir tehnya ke permukaan batu dengan suara yang lebih keras dari yang diperlukan. Matanya tetap ke laut di depannya."Kau mau bicara tentang seseorang," kata Guo Haishan. "Bukan tentang cara masuk zona. Tentang orangnya.""Tepat," jawab Zhao Wuchen sambil tangannya bertumpu di lututnya."Tiga level 9 sudah mencoba," kata Guo Haishan sambil ia akhirnya menoleh, matanya tidak menyembunyikan skeptismenya."Takeda Raigen. Kang Baekryong. Master Seo Hwan. Tiga nama yang disebut jianghu dengan hormat selama puluhan tahun. Semuanya gagal. Kau dan aku berdua jauh di bawah level mereka. Dasar apa yang kau pakai untuk bicara tentang seseorang yang bisa berhasil?""Justru karena mereka level 9," jawab Zhao Wuchen dengan nada yang sangat datar. "Zona itu menyerap Q

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Masih Bertahan

    Di kapalnya di sisi utara zona, Takeda Raigen duduk di ruang navigasi.Peta Laut Xinghai terbuka di depan meja.Bekas sensasi panas di meridian tangannya masih belum sepenuhnya hilang.Seorang perwira dari armada utama baru saja tiba."General Kang Baekryong kembali ke armada Haneulguk," lapor perwira itu."Ia mencoba dari jalur selatan."Takeda Raigen mengangguk sedikit."Hasilnya sama?""Dari yang bisa kami lihat, ya."Perwira itu menelan ludah sebelum melanjutkan."Kapalnya terdorong mundur hampir sejauh kapal Tuan Jenderal."Ia berhenti sebentar."Dan Master Seo Hwan terlihat kapalnya terangkat dari dalam zona."Takeda Raigen menatap peta."Zona itu tidak bereaksi terhadap kekuatan."

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Cahaya yang Tidak Bergerak

    Kapal Master Seo Hwan tiba-tiba terangkat.Bukan perlahan.Seluruh badan kapal terlontar beberapa chi ke atas seolah ada tangan raksasa yang mendorongnya dari bawah laut. Air di sekelilingnya terbelah dan jatuh kembali seperti hujan.Sesaat kemudian kapal itu jatuh kembali ke permukaan.Benturannya keras.Papan-papan kayu berderak dari setiap sambungan. Suaranya terdengar sampai puluhan langkah di permukaan laut. Tiang layar retak di bagian tengah dengan bunyi kering yang panjang.Beberapa tali layar terlepas.Master Seo Hwan menggenggam sisi kapal.Seluruh tulangnya bergetar dari tekanan yang menjalar melalui badan kapal. Getaran itu naik dari papan kayu ke telapak kakinya, lalu ke meridian tubuhnya.Napasnya terpotong selama beberapa detik.Darah di dadanya terasa berputar.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Napas Makhluk Laut Dalam

    Takeda Raigen menggenggam tiang kapal dengan satu tangan.Tubuhnya menyerap guncangan itu tanpa bergeser.Meridian di tangan kanannya terasa panas.Bukan panas dari teknik yang berhasil.Panas dari Qi yang dipaksa keluar terlalu cepat oleh zona.Dari posisi mundurnya, di kejauhan arah selatan, ia melihat siluet kapal kecil lain.Kapal itu juga terdorong mundur.Gerakannya hampir identik.Jaraknya terlalu jauh untuk melihat lambang.Namun pria yang berdiri di haluan kapal itu tidak perlu lambang untuk dikenali."General Kang Baekryong," kata Takeda Raigen pelan.Lebih kepada dirinya sendiri."Ia mengalami hal yang sama."Fujita mengikuti arah pandangannya.Ia melihat kapal kecil di selatan.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Neraka di Dataran Hitam

    Beberapa anak panah menembus kepala, dari dahi hingga belakang tengkorak para penyerang.Jleb! Bunyi anak panah saat menusuk organ-organ pemanah.Otak berhamburan, darah dan serpihan tulang beterbangan, membasahi udara dengan cairan kental. Yang terkena bahkan tidak sempat berteriak, hanya suara uh

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Desa Yang Mati

    Malam semakin larut. Rong Tian menyelesaikan makannya, lalu naik ke kamarnya untuk beristirahat. Madam Yu tetap duduk di lantai bawah, menyalakan lampion tambahan, dan sesekali menatap ke arah danau melalui jendela.Angin malam berhembus lebih kencang, membuat dedalu bergoyang lebih hebat. Suara bi

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Saksi di Bawah Rembulan

    Madam Yu berdiri kaku di balik batang pohon dedalu yang besar. Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, seolah membeku dalam posisi yang sama sejak pertarungan dimulai. Tapi pertarungan itu bahkan tidak bisa disebut pertarungan.Hanya pembantaian.Matanya masih terbelalak, menatap dua mayat yang tergel

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Rembulan Merah di Jing Hu

    Angin malam berhembus keras di sekitar Danau Jing Hu. Dedalu bergoyang hebat, daun-daunnya berkepak seperti bendera lusuh. Suara gemerisik bergema di seluruh bibir danau, menciptakan alunan yang terdengar seperti lagu kelam.Rembulan penuh telah naik tinggi di langit, menyinari permukaan danau deng

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status