Share

Setelah Seratus Jurus

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-02-18 20:32:32

Rumah Makan Domba Api Barat tidak pernah sesunyi ini. Mangkok sup tulang masih mengepul di atas meja kayu yang berserakan pecahan.

Domba panggang setengah potong tergeletak di piring tanah liat. Arak lokal Ashgar dalam teko keramik belum habis.

Namun tidak ada lagi yang duduk. Kursi-kursi tergeser dengan posisi aneh, ada yang terbalik, ada yang terdorong hingga menabrak dinding.

Pelayan berdiri kaku di sudut ruangan. Wajah mereka pucat seperti orang yang baru saja melihat hantu.

Satu per satu,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Saksi Bai Feng di Balai Angin Senja

    Di rumah teh, Rong Tian melipat rancangan surat itu tanpa segel. Tabung bambu kosong diletakkan di meja seperti benda biasa, tetapi semua orang yang melihatnya paham benda itu lebih mengganggu daripada pedang terhunus.Surat itu belum dikirim. Justru karena belum dikirim, Paviliun Perak Langit dipaksa menghabiskan malam dengan menebak isi, arah, dan waktu yang belum Rong Tian buka.Pagi berikutnya, Rumah Teh Seruling Senja tidak lagi cocok menjadi tempat pembicaraan. Banyak mata menempel di jendela, dan terlalu banyak telinga berpura-pura sibuk dengan cangkir teh.Pei Shouyuan membuka halaman dalam Balai Angin Senja. Rumah pengawal besar itu memiliki dua gerbang samping, tembok batu setinggi tiga orang, dan cukup banyak penjaga untuk membuat pengintai berpikir ulang sebelum mencoba mendekat.Di halaman itu berkumpul orang-orang yang beberapa hari terakhir dipaksa menentukan sikap. Han Beitang datang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Empat Tangan yang Menjadi Bukti

    Di Pos Batu Lingshan, seorang penukar kuda mencoba mendekati Wen An dengan harga yang terlalu murah untuk disebut dagang. Ia menepuk leher seekor kuda hitam yang tampak kuat, lalu menawarkan tukar tunggangan demi perjalanan lebih cepat menuju jalur besar.Wen An hampir tergoda, sampai Wei Song muncul dari samping kandang dan memukul pelan kaki kuda hitam itu dengan gagang pipa. Kuda itu tersentak aneh, dan dari bawah tapal belakangnya jatuh serpihan logam kecil yang biasa dipakai untuk membuat kuda pincang setelah menempuh belasan li.Wei Song memandang penukar kuda itu. “Kau menjual kecepatan yang akan patah sebelum pos berikutnya.”Penukar kuda itu mundur, tetapi dua penjaga pos sudah menutup jalan. Dari ikat pinggangnya ditemukan keping perak kecil yang sama, tanda yang kini mulai dikenal oleh orang-orang wilayah barat Kekaisaran Bai Feng.Sementara itu, di Rumah Teh Seruling Senja, pe

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tangan Gelap Memotong Kesaksian

    Paviliun Perak Langit bergerak pada malam yang sama ketika laporan pengamatan kuning masuk ke arsip tertutup Xuefeng Du. Mereka tidak mengirim pembunuh yang mudah dikenali, tidak memakai lambang, dan tidak datang dengan ancaman keras yang bisa diingat saksi.Mereka memilih cara yang tidak meninggalkan darah di lantai, tetapi bisa membuat kesaksian kehilangan kaki sebelum mencapai meja yang tepat.Seorang pedagang tinta masuk ke Kota Biramaki dengan kotak kayu di punggung. Seorang penukar kuda menawarkan harga murah di dekat Pos Batu Lingshan. Seorang juru tulis keliling duduk di kedai arak dekat Rumah Teh Seruling Senja, meminjam meja, lalu bertanya sambil tertawa siapa saja yang benar-benar melihat Tuan Jubah Putih dengan mata sendiri.Di lantai dua penginapan sempit di sisi pasar obat, Lu Wen membaca tiga salinan laporan yang berhasil dikumpulkan. Ia utusan Paviliun Perak Langit, tetapi di kota itu ia memakai nama peda

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Getar Cermin di Xuefeng Du

    Liang Cheng mengetuk cangkir dengan kuku. “Kabar berisik memang sering dipotong supaya ruangan tidak kotor.”Zhao Mingde memandangnya. “Kalau hanya kotor, cukup disapu. Orang memotong karena takut sesuatu terlihat utuh.”Juru arsip muda di sudut menelan ludah. Kuasnya akhirnya menyentuh kertas, tetapi garis yang keluar miring, dan ia buru-buru menutupnya dengan lengan.He Yuanji mengangkat mata. “Kalian berdua sama-sama melompat terlalu cepat. Laporan pertama belum cukup untuk menilai tubuh bayangan, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa ada bayangan lewat.”Ruangan menjadi hening. He Yuanji jarang memberi kalimat yang mudah dibaca, dan saat ia melakukannya, para juru tulis di sekitar meja biasanya memperlambat napas.Liang Cheng menatapnya. “Paviliun Perak Langit juga menganggap orang itu layak diperhatikan?”&l

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tiga Cap Menuju Dataran Tengah

    Duan Rong masih berusaha menjaga senyum. “Pemimpin Luo terlalu cepat menilai.”Luo Chenghai menutup peti biru. “Kalau begitu tulis ulang di depan kami. Tulis sesuai laporan asli, tambahkan catatan bahwa salinan pertama sempat diturunkan bahasanya, lalu tekan cap pos. Jika Tuan Duan merasa semua itu penghinaan, silakan tulis keberatan di bawah nama sendiri.”Juru salin kecil yang tadi menyindir Wei Song salah mencelupkan kuas. Tinta hitam menetes ke lengan bajunya, dan ia buru-buru menyembunyikan tangan di bawah meja.Pengawal karavan yang sempat tertawa kini pura-pura memeriksa tali sepatu. Mereka tidak lagi berani ikut meremehkan nama Tuan Jubah Putih setelah melihat satu juru salin utama pos dipaksa menulis ulang di depan orang banyak.Wei Song mendorong lembar kosong ke tengah meja. “Mulai ulang saja, Tuan Duan. Kuda kurir masih sanggup membawa kebenaran, asal penulis

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Nama Putih yang Hendak Dipotong

    Laporan resmi dari Benteng Utara Jin Gao meninggalkan halaman militer ketika embun masih menggantung di ujung panji Kekaisaran Bai Feng.Tabung bambu itu tampak kecil di tangan kurir muda bernama Wen An, tetapi cap merah Han Beitang di permukaannya membuat setiap pos jalan wajib memperlakukannya sebagai urusan wilayah, bukan cerita yang lahir dari meja rumah teh.Di dalam tabung itu, nama Tuan Jubah Putih belum menjadi legenda. Ia baru berupa catatan dingin yang menyebut Rumah Teh Seruling Senja, Sekte Puncak Matahari, Sekte Hutan Zhulin, Paviliun Awan Bijaksana, Balai Angin Senja, Klan Naga Air, dan Benteng Utara Jin Gao sebagai saksi berlapis atas kemunculan seorang pria berjubah putih di wilayah barat Kekaisaran Bai Feng.Namun kabar resmi selalu berjalan dengan kaki lebih berat daripada rumor.Saat kuda Wen An baru meninggalkan debu gerbang benteng, dua pengawal karavan sudah menceritakan versi m

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang Rembulan di Gurun Maut

    Dua hari berlalu sejak Kapal Roh Sayap Roh Tianxu melewati Khar Amitan. Lanskap berubah lagi dengan cara yang sangat drastis dan mencolok.Salju putih Kunlun menghilang total. Digantikan oleh hamparan pasir yang luas dan sangat gelap.Ini adalah Padang Pasir Ashkar. Lautan Pasir Tanpa Nyawa yang te

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Satu Tebasan, Dua Mayat

    Pedang itu muncul dari kehendak itu sendiri, dari keinginan yang tidak terlihat. Seperti ia selalu ada di sana sejak awal, hanya menunggu dipanggil untuk menunjukkan diri.Bilahnya hitam pekat tanpa sedikit kilauan atau refleksi cahaya apapun. Tidak ada ornamen yang indah, tidak ada ukiran yang rum

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Eksekusi Tanpa Ampun

    Biarawati Thunder menarik pedangnya dengan gerakan yang sangat cepat. "Empat," katanya sambil menghitung dengan nada yang sangat santai seolah sedang menghitung buah di pasar."Satu lagi. Kemana kau mau lari, sampah?"Pria kelima sudah berlutut dengan tubuh gemetar hebat. "Ampun," mohonnya dengan s

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tak Ada yang Berani Menghadang

    Ma Cheng bangkit perlahan dengan kaki yang masih gemetar. "Aku dulunya tidak percaya cerita tentang kultivator abadi," katanya sambil menatap Rong Tian dengan mata yang penuh kekaguman. "Sekarang aku tahu mereka ada. Dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."Liu An berbicara dengan nada yan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status