Share

Bab 53

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-24 11:05:35

53

"Yiran, kamu menikah tanpa memberitahu Papa. Anak kurang ajar!" bentak Zhou Ming Hao.

"Papaku sudah mati," jawab Zhou Yiran sembari mengepalkan tangan kanannya.

"Aku masih hidup. Bagaimana kamu bisa bilang jika aku sudah mati?" desak Zhou Ming Hao.

"Bagiku, sudah, karena kamu tidak pernah benar-benar menjadi papaku!" desis Zhou Yiran. Dia tidak mau bersikap sopan pada pria tua yang tengah terperangah.

"Kapan kamu pernah membelaku? Kapan kamu pernah bilang sayang padaku? Kapan kamu pernah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 134

    134 Alunan musik instrumental mengiringi gerakan pelan para Ibu hamil, yang tengah melakukan senam di halaman tengah rumah sakit kawasan Jakarta Selatan. Zhou Yiran menuntaskan senam itu sembari bersandar ke dada suaminya. Pasangan tersebut mengatur napas dengan santai, sebelum duduk bersila dan beristirahat. Obrolan ringan dilakukan para perempuan. Sedangkan semua laki-laki justru bercanda, untuk meredam kegugupan mereka akibat waktu lahiran yang kian dekat.Dimas yang baru kali itu akan menjadi Bapak, mendengarkan tips dari rekan-rekannya, yang telah memiliki anak pertama. Dimas merasa senang, karena keempat pria tersebut kompak menyemangatinya, supaya bisa kuat menemani Zhou Yiran saat melahirkan kelak.Hampir setengah jam berlalu, Dimas dan Zhou Yiran telah berada di salah satu kantin area depan rumah sakit. Mereka menikmati nasi kuning komplet sembari memandangi ponsel masing-masing. "Bang, pesankan 20 bungkus. Mama yang minta," ujar Zhou Yiran, sembari memasukkan ponselnya k

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 133

    133Matahari baru muncul seperempat di garis cakrawala, ketika sepasang manusia melenggang keluar dari kediaman mereka. Pasangan itu jalan menyusuri blok tersebut, lalu berbelok ke kanan guna melintasi jalur utama cluster 7.Keduanya jalan sambil berpegangan tangan. Sekali-sekali mereka akan berhenti untuk menyapa penghuni lainnya, yang kebetulan keluar dari rumah masing-masing. Setibanya di ujung jalan utama, mereka menyeberang hingga sampai di perempatan air mancur besar, yang menjadi batas empat cluster. Yakni, cluster 5, 6, 7 dan 8. Kedua orang tersebut melanjutkan jalan sambil memandangi deretan gerobak, milik para pedagang makanan, yang akan berjualan di sana setiap akhir pekan, ataupun jika libur tanggal merah. Zhou Yiran menunjuk lapak bubur ayam, sebelum keduanya mendekati gerobak untuk memesan. Lalu mereka duduk di dua kursi tepi kanan yang menghadap ke jalan.Zhou Yiran mengusap perutnya yang bergerak-gerak. Dia meraih tangan kiri Dimas dan menempelkan ke perutnya. "Dia

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 132

    132 Sudut bibir Zianka merekahkan senyuman, kala melihat sekelompok orang yang tengah diarahkan petugas WO, melalui jalur VIP. Orang paling depan di kelompok itu menyalami kedua orang tua Raidu terlebih dahulu, lalu dia menyambangi pasangan pengantin yang telah berdiri dari kursi panjang. Dimas menyalami Raidu, lali mendekap pria itu sesaat. Dimas bergeser ke kanan guna bersalaman dengan Zianka. Dia kaget, kala perempuan bergaun peach mengembang itu, memeluknya sesaat. "Makasih, sudah datang, Bang," ujar Zianka, seusai mengurai dekapan. "Aku memang harus datang. Kedua kakakmu sudah mengancam untuk menyiksaku, kalau aku nggak muncul di sini," balas Dimas.Zianka beralih menyalami Zhou Yiran. Dia memeluk perempuan bergaun ungu muda itu dengan hati-hati, supaya tidak menekan perut rekannya tersebut. "Makasih kadonya, Ran. Aku suka banget," tutur Zianka, sembari menjauhkan diri dan memperlihatkan gelang di tangan kirinya."Syukurlah kalau Kakak suka," jawab Zhou Yiran. "Itu aku yan

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 131

    131Jalinan masa terus berjalan. Minggu berganti bulan. Musim bertukar cepat, tanpa sanggup dihentikan apa pun dan siapa pun.Kehamilan Zhou Yiran sudah mencapai 7 bulan. Dia makin rajin melakukan senam hamil, dengan ditemani Depika dan Malya, yang juga tengah hamil muda. Selain mereka, beberapa istri ajudan muda lainnya juga tengah hamil, dalam waktu yang tidak berbeda jauh. Namun, hal itu justru menimbulkan masalah di kantor PB dan PBK, karena para suami mereka mengalami ngidam yang aneh-aneh. Pagi itu, Dimas memasuki kantor PB. Dia mengernyitkan hidung, karena mencium aroma menyengat yang mengambang di udara. Dimas berhenti melangkah dan tertegun melihat beberapa rekannya tengah berkumpul di sekitar Julian. Dimas memasuki ruangan manajer untuk mencari tahu apa yang tengah dilakukan teman-temannya. Dimas mengangkat alis, sebelum mengambil piring kecil yang diulurkan Dahlia. "Siapa yang ngidam ini?" tanya Dimas, sebelum duduk di sofa dan mulai bersantap. "Aku, Bang," jawab Julia

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 130

    130*Grup Asisten Old & New* Ardan : @Jivaj. Elu hamil anak tonggeret? Panji : Jivaj lebih cocok sama lebah.Zabda : Tawon.Keshi : Lalat.Tabriz : Belalang.Jahan : Kepik.Zainab : Nyamuk.Teja : Capung.Alya : Semut.Jariz : Ngengat.Hana : Kecoa.Jahfal : Kutu.Kimora : Kumbang.Ryan : Jangkrik.Namira : Kunang-kunang.Giyan : Laba-laba.Puspa : Kupu-kupu.Mizan : Cupu-cupu.Asmiratih : Lugu. Lathan : Suhu. Deshita : Cileupeung.Najmi : Selembe.Puspa : Ada orangnya di sini.Deswin : Siapakah dia?Risma : Bukan aku.Mukti : Apalagi aku.Dahlia : Aku pun tidak, Marimar. Zikria : Mathilda.Mathilda : Hadir! Santos : @Zikria, ngaco. Mana ada telenovela yang tokohnya Mathilda?Wening : Sebetulnya ada, tapi bukan tokoh utama. Fikri : Mathilda jadi tokoh utama di hati Dedi.Damayanti : Eeeaaa! Banan : Yang sudah nikah, omongannya tunjek idung.Marlina : Pesek, dong.Irwin : Aku tercungkil! Cahyaning : Nasib punya hidung minimalis. Julian : Enggak apa-apa pesek, yang penting pun

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 129

    129Pagi itu, ribuan orang mendatangi masjid terbesar di Guangzhou, yakni Masjid Saad bin Abi Waqqas, yang juga dikenal sebagai Masjid Xianxian atau Masjid Huaisheng. Rombongan Indonesia berpencar guna menuju tempat khusus laki-laki dan perempuan. Zhou Yiran jalan sambil berpegangan pada Avreen, sembari melihat sekeliling yang dipenuhi ramai pengunjung. Kelompok pimpinan Ren Liangyi itu berhenti di area dekat pintu samping kanan. Mereka menggelar sajadah tambahan, lalu mengenakan mukena masing-masing yang warnanya sama, yakni biru muda.Zhou Yiran menunaikan salat sunnah, kemudian dia duduk bersila dan menjaga Tirza, supaya Jane bisa melaksanakan salat sunnah. Zhou Yiran memerhatikan sekeliling sambil membatin, jika jemaahnya membludak. Sentuhan di lengan kirinya membuat Zhou Yiran menoleh. Dia spontan tersenyum, lalu mengangkat Haidar dan mendudukkan bocah itu di depamnya. Zhou Yiran menghirup aroma khas bayi dari badan Haidar, sebelum dia menciumi kedua pipi bocah itu dengan gema

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 54

    54"Jabatan selanjutnya. General manajer, adalah Zhou Yongrui. Ini perusahaan turun- temurun keluarganya. Jelas Yongrui harus berkontribusi guna menyelamatkan perusahaan ini yang nyaris bangkrut," cakap Dante. "Setelah 5 tahun dan perusahaan ini kembali stabil di semua lini, aku akan mundur dari ja

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 50

    50Dimas keluar dari kamar depan dan hendak menuju kamarnya, ketika melihat Zhou Yiran yang tengah berdiri membelakanginya di dapur. Dimas membuka mulut untuk memanggil, tetapi bibirnya segera dirapatkan kembali. Dimas khawatir Zhou Yiran akan kabur jika dia mengeluarkan suara. Pria itu merunduk d

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 49

    49Zhou Yiran mengemasi barang-barang yang hendak dibawanya ke China. Perempuan itu sangat bahagia bisa pulang ke negara asalnya, walaupun waktunya singkat. Jika menuruti keinginan, Zhou Yiran mau kembali menetap di Guangzhou. Dia merindukan kota itu dan banyak orang di sana, kecuali keluarga papa

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 45

    45Minggu terlewati. Wirya dan yang lainnya telah kembali dari tanah suci. Dimas dan Zhou Yiran yang hendak balik ke rumah mereka, dicegah Wirya, karena pria itu hendak berbincang serius dengan keduanya. Malam itu, seusai makan, ketiga orang tersebut berpindah ke ruang kerja. Wirya menerangkan ren

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status