分享

Bab 50

作者: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-23 11:29:49

50

Dimas keluar dari kamar depan dan hendak menuju kamarnya, ketika melihat Zhou Yiran yang tengah berdiri membelakanginya di dapur. Dimas membuka mulut untuk memanggil, tetapi bibirnya segera dirapatkan kembali.

Dimas khawatir Zhou Yiran akan kabur jika dia mengeluarkan suara. Pria itu merunduk dan melepaskan sandalnya, lalu dia jalan sambil berjinjit, supaya Zhou Yiran tidak mengetahui bila dirinya tengah mendekat.

Tiba di dekat perempuan bersetelan piama hijau, Dimas langsung melingkarkan
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 154

    154Seunit mobil SUV putih melesat di jalan antar kota. Sang sopir memacu kendaraan dengan kecepatan sedang, sembari berbincang dengan istri dan anaknya.Dimas mengurangi laju kendaraan setelah tiba di Kota Shenzen. Dia mengarahkan mobil ke timur, lalu memasuki area depan seunit gedung tinggi, sembari membalas penghormatan sekuriti PB, dengan anggukan. Dimas menghentikan mobil beberapa meter sebelum lobi utama. Namun, dia tidak mematikan mesin. Melainkan memasang rem tangan, lalu memiringkan badannya ke kiri."Ingat tempat ini?" tanya Dimas."Ya, ini gedung tempat aku disekap," jawab Zhou Yiran sembari memindai sekitar."Di sini juga tempat kita pertama kali ketemu."Zhou Yiran mengulum senyuman. "Ternyata Abang masih ingat." "Mana bisa aku lupa? Itu kenangan paling membekas dalam hidupku." Zhou Yiran mengangguk. "Apa area dalamnya masih sama? Kalau di luar, sudah berbeda. Dulu, tidak banyak pohon kecil. Sekarang, sudah rimbun." "Terakhir aku masuk ke sini sama Zikria, 6 bulan lal

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 153

    153Zhou Yiran mengamati perseteruan ketiga saudaranya, karena berebutan hendak menggendong Yhara. Zhou Yiran menggeleng pelan, kala Ren Liangyi dan Lian Mei-Yin juga turut berebut, sembari saling mendorong bahu. Perkelahian itu berakhir setelah kelima orang tersebut dimarahi Jia Ping, yang langsung mengambil Yhara dari gendongan Zhou Yongrui. Jia Ping jalan keluar unit mansion sembari mengajak Yhara berbincang satu arah. Zhou Yiran mengajak ketiga perempuan tersebut berpindah ke kamarnya. Perempuan berbaju hijau itu membuka koper merah, lalu mengeluarkan belasan plastik bening, berisikan gaun dan setelan tunik. Zhou Yiran meringis kala ketiga gadis itu kembali berebutan pakaian. Namun, akhirnya dia tertawa, karena Ren Liangyi berhasil mendapatkan baju paling banyak. "Kalian ini, kayak anak kecil," seloroh Zhou Yiran. "Ini bagus semua. Aku suka," sahut Zhou Serena. "Yang ini, sepertinya belum ada di butik," tutur Lian Mei-Yin sambil mengangkat dua gaun di tangannya."Ya. Itu mem

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 152

    152Zhou Yiran menerangkan detail belasan desain terbarunya pada Malya, Lula, dan Ghazwa. Zhou Yiran dan Malya telah menggaet Lula dan putrinya tersebut, untuk menjadi rekanan mereka. Meningkatnya pelanggan toko di Jakarta dan Bandung, menyebabkan Zhou Yiran dan Malya kerepotan mengerjakan semua pesanan. dengan cepat. Sebab Zhou Yiran harus membagi waktunya untuk merawat Yhara. Sedangkan Malya mulai kesulitan untuk fokus bekerja, karena usia kandungannya yang sudah memasuki trimester ketiga. Setelah berdiskusi dengan Vanetta dan Jane, akhirnya Zhou Yiran dan Malya sepakat untuk menambah rekanan. Pilihan mereka jatuh pada Lula dan Ghazwa, yang memang cukup mumpuni dalam hal melukis. Lula bahkan telah mengikuti kursus pembuatan perhiasan, karena tadinya dia hendak membuka usaha sejenis, tetapi khusus untuk hiasan pengantin, sesuai dengan usahanya yang mengelola wedding organizer untuk kelas menengah ke bawah. Ghazwa yang memang masih muda dan amatir, bertekad untuk mengerjakan tugas

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 151

    151 Sepasang insan tengah saling memagut, sembari meraba tubuh pasangan dengan pelan. Badan keduanya bergerak bersama mengikuti ritme, dan diiringi erangan dengan suara tertahan. Zhou Yiran mencengkeram rambut Dimas sambil melenguh. Dia memejamkan mata sembari menikmati gempuran suaminya, yang sangat bersemangat.Bulir keringat yang membawahi tubuh tidak dihiraukan. Keduanya terus memacu diri untuk memberi dan menerima kenikmatan duniawi. Hingga mereka mencapai puncak pendakian dengan semburan dahsyat dari dalam tubuh pasangan tersebut. Belasan menit terlewati. Zhou Yiran berbaring miring ke kanan sambil memeluk suaminya. Dia menempelkan wajah di lengan Dimas, yang tengah berbalas pesan dengan Yin Sueh-yn. "Sayang, aku berangkatnya minggu depan," cakap Dimas, sambil meletakkan ponselnya ke meja samping kanan. "Ikut," pinta Zhou Yiran. "Hmm, ya, tapi kamu nunggu di rumah Yongrui. Jangan ikut ke tempat diklat." "Kenapa?" "Areanya kurang luas. Tempat buat panitia terbatas. Ini aja

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 150

    150Waktu terus bertukar. Bulan demi bulan terlewati, hingga penghujung tahun pun tiba, dengan diiringi rinai hujan dan angin yang cukup kencang, yang turun hampir setiap hari.Zhou Yiran dan Dimas telah pindah ke rumah mereka. Namun, jika hendak bekerja, maka Yhara akan dititipkan ke rumah Wirya, supaya bisa diawasi ketat banyak orang di sana. Kecuali pada saat-saat tertentu, bayi montok itu akan dibawa orang tuanya bekerja.Pagi menjelang siang itu, Yhara ikut A-ma-nya ke gedung 9 lantai di kawasan Kemang. Gedung milik Vong Company itu baru selesai direnovasi, dengan 4 lantai tambahan terbaru di atas lantai 5.Zhou Yiran meringis ketika anaknya diambil alih Wirya, yang kemudian mengajak Yhara mendatangi kumpulan para bos. Zhou Yiran berpindah ke dekat meja prasmanan dan berbincang dengan Jane, yang menjadi penanggung jawab stand makanan. Acara peresmian beberapa kantor baru buatan ketiga robot, akan dimulai sebentar lagi. Mereka tengah menunggu kehadiran keluarga Pramudya dan Balti

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 149

    149Zhou Serena memandangi isi etalase kaca di hadapan. Dia menyukai semua perhiasan hasil rancangan adiknya, dan Malya. Zhou Serena meminta Fatiah untuk mengambilkan sebentuk cincin bermata hijau dari kotak hitam di etalase, lalu dia mencoba cincin itu.Zhou Serena menunjukkan cincin pada kokonya yang turut memerhatikan benda itu. Seperti halnya sang adik, Zhou Dingbang juga menyukai desain cincin tersebut. "Yiran, ini berapa harganya?" tanya Zhou Serena sembari menghampiri si bungsu.Zhou Yiran meraih kertas kecil di cincin. "2,7 juta rupiah," jelasnya."Dalam Yuan, jadi berapa?" "1.018,57 Yuan." "Ternyata tidak mahal." "Ya, kurs rupiah sedang anjlok. Jadi konversi ke mata uang asingnya turun drastis." Zhou Serena mengangguk paham. "Aku mau ini." "Fatiah, tolong bantu Serena," pinta Zhou Yiran dalam bahasa Indonesia. "Maaf, aku tidak bisa memberimu gratis, karena ini buatan Malya," lanjutnya dalam bahasa Kanton."Tidak apa-apa. Aku paham. Ini bisnis, tidak bisa dicampur dengan

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 07

    07Matahari baru naik sepenggalah, tetapi kediaman Wirya telah dipenuhi banyak orang. Para pegawai WO M&E milik Mutiara (istri Arkhan Maheswara) dan juga Edelweiss,bekerja cepat memasang tenda biru, yang menutupi jalan dan halaman depan.Pekarangan depan rumah Bayazid, Marwa dan Zayd, juga tertutu

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 06

    06Raut wajah Zhou Yiran yang semula semringah, seketika berubah pias, sesaat setelah mendengar ucapan kakaknya, yang telah meminta Dimas untuk menikahinya. Tatapan Zhou Yiran beralih pada pria berkulit kecokelatan yang balas menatapnya dengan santai. Zhou Yiran mengarahkan dagu ke kanan, yang dib

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 05

    05Seorang pria berkemeja putih, merunduk sedikit untuk memberi hormat pada Zhou Yongrui dan Xue Quan. Marko menyalami kedua orang tersebut, lalu mengajak mereka ke ujung kiri, di mana seunit mobil sedan hitam telah menunggu. Setelah ketiganya memasuki kendaraan, sang sopir segera memacu kendaraan

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 04

    04Zhou Yiran memerhatikan pasangan suami istri di kursi seberang, yang tengah berbincang dengan Dimas. Meskipun tidak memahami bahasa Indonesia, tetapi Zhou Yiran yakin jika mereka tengah membicarakan dirinya. Zhou Yiran menggigit bibir bawah kala Haikal Jabbar mengamatinya. Aura berkuasa yang ke

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status