LOGIN116Minggu berganti menjadi bulan. Tibalah waktu yang ditunggu umat muslim di seluruh dunia. Yakni bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.Zhou Yiran sangat antusias untuk menunaikan ibadah puasa pertamanya. Walaupun tidak bisa berpuasa penuh akibat rasa mual yang masih dirasakannya, tetapi Zhou Yiran bertekad untuk melaksanakan puasa, semampunya.Hari terakhir sebelum puasa, Zhou Yiran ikut kelompok Bajradaka bersaudara yang hendak mengunjungi orang tua mereka di Bekasi. Selain mereka, Jauhari, Yusuf, dan banyak ajudan lain yang juga orang tuanya bermukim di Bekasi, turut dalam konvoi banyak kendaraan menuju kota itu. Setibanya di sana, Zhou Yiran dan Depika bergegas membantu Dinanti, yang tengah sibuk memasak banyak hidangan, guna acara sahur pertama esok subuh. Sementara Dimas, Darian, dan Ardiawan, membantu Darmawan membersihkan seisi rumah. Dimas yang mengangkut vacum cleaner besar dari rumahnya, fokus membersihkan area ruang tamu, ruang tengah dan ruang makan. Matahari
115Ketukan pintu kamar pada dini hari itu, mengejutkan Zhou Yiran. Dia menajamkan pendengaran, sebelum bangkit berdiri dan jalan terhuyung-huyung ke lawang. Zhou Yiran membuka kunci, lalu menarik gagang untuk melihat orang di luar."Abang, kenapa pulang? Katanya mau nginap?" tanya Zhou Yiran. Akan tetapi, Dimas tidak menyahut, melainkan menarik tangan kanan istrinya untuk keluar dari kamar, dan menuju ruang tengah kediaman Wirya, di mana Zhou Yiran menginap. Langkah keduanya berhenti di dekat kursi, dan Dimas mengajak istrinya duduk. Luthfiandi mengulurkan kotak makanan beraroma harum, yang menerbitkan rasa lapar di perut Zhou Yiran. "Martabak telur. Aku memang kepengen ini," cakap Zhou Yiran sembari mengambil potongan tepi kanan. "Abang beli banyak banget. Buat siapa?" tanyanya sebelum menyuapkan makanan ke mulut. "Bukan aku yang beli, tapi Bang Ari. Buat seisi rumah ini," jelas Dimas di sela-sela mengunyah. "Dia ada meeting besok, jam 10, jadinya nggak nginap. Aku ikut pulang a
114*Grup GUNZ Indonesia, China, dan Australia* Cheung Chyou Jaden : Selamat, @Dimas. Bryan : Alhamdulilah. Ponakanku bertambah. Varten : Congratulations, @Dimas dan Yiran. Zheung To Mu : Aku kalah lagi dari Dimas. Baskara : Salah sendiri, @To Mu. Sudah bulukan baru nikah. Orlando : Selamat, @Dimas. Semoga Yiran dan calon bayi selalu sehat. Chou Hao-ran : @Dimas. Kalau anakmu perempuan, kita besanan.Heru : Hao-ran, motong jalur! Russel : Aku mau besanan, tapi istri aja belum punya. Han Lionell : Anakku semuanya cowok. Nunggu bayi perempuan lahir, kok, lama, ya?Hadrian : Anakmu sudah 3, @Lionell. Cukup segitu. Nicholas : Anak Lionell sudah 3? Aku baru 1.Xie Benton : Koko Lionell rajin nyetor sperma. 5 tahun nikah, anaknya sudah 3.Tio : Aku salah planning. Kalau nggak, anakku mungkin ada 4.Tarendra : Aku sudah punya 2. Mau nambah lagi, tapi istriku nggak mau. Cheung Jianzhen Rui : Aku masih berjuang. Ethan Janitra : Aku masih belum laku. Keven : Ethan kelibas para ajud
113Pagi itu, Dimas dan Zhou Yiran telah berada di ruang praktik Dokter Syafri. Meskipun tidak ada pendarahan lanjutan, tetapi pasangan itu menuruti saran Benigno, guna mengecek kondisi rahim Zhou Yiran, dengan USG. Dinas memandangi layar besar di dinding ruangan. Dia penasaran dengan isi percakapan Dokter Syafri bersama Benigno, yang menggunakan bahasa medis. Kala kedua dokter itu sama-sama tersenyum, Dimas makin penasaran. Dia menunggu keduanya usai berbincang, sambil mengamati Zhou Yiran yang perutnya tengah dibersihkan perawat, dari gel dingin. "Selamat, Dimas dan Yiran. Kalian akan jadi orang tua," cakap Dokter Syafri, sesaat setelah pasangan muda itu duduk di kursi seberang meja.Sudut bibir Dinas menciptakan senyuman. "Alhamdulillah. Lega aku," tukasnya. Dimas menggenggam jemari kiri istrinya yang tengah mengerjapkan mata. "Kamu beneran jadi A-ma," bisiknya, sebelum mendaratkan kecupan di pipi sang istri.Zhou Yiran tersenyum malu-malu. "Ehm, Dok, sudah berapa minggu hamilny
112Zhou Yiran mengepang rambut panjang Marwa, dan mengikatnya dengan pita putih. Selanjutnya Zhou Yiran mengepang rambut Valeraine yang warnanya cokelat, serupa dengan rambut padrenya.Malya dan para Adik lainnya turut membantu mengepang rambut Sandrina, Irish, Elok, Yunara, Fazluna, dan banyak gadis muda lainnya. Setelahnya, semua kiddos berkumpul di sisi kanan dan berbaris rapi sesuai tinggi badan. Mereka mendengarkan ocehan Deswin, yang jadi penanggung jawab tim penari. Sementara di sisi kiri, Trisda dan Krisda tengah melatih tim Zayd, yang juga akan tampil di pertunjukan itu. Para bocah tersebut tampak antusias mengikuti gerakan kedua Om, yang menunjukkan koreografi sederhana. Zhou Yiran memerhatikan sekeliling aula gedung PBK. Dia takjub dengan mekompskan seluruh anak dari banyak bos, semua ajudan lapis 1, 2, 3, dan 4, yang cepat menyerap semua arahan koreografer. Zhou Yiran berdecak kagum kala Bariq dan teman-temannya memulai berlatih akrobat, dengan pantauan ketat Wirya da
111Dimas tersenyum lebar sembari bertepuk tangan, ketika Diar menandatangani surat kontrak sebagai asisten kedua Gustavo. Dimas bangga dengan keberhasilan Adik sepupunya itu, yang kemungkinan besar masa depannya akan cemerlang.Sudah menjadi rahasia umum, siapa pun yang mendapatkan posisi asisten kesepuluh komisaris PB dan PBK, kariernya akan bagus. Jika tidak menjadi petinggi kedua perusahaan itu, mereka akan dibuatkan perusahaan sendiri oleh ketiga robot. Dimas turut bahagia dengan dilantiknya Dzakwan, Bisyari dan Baryal. Ketiga ajudan tim lapis 17 itu, serta Diar, digadang-gadang akan menduduki posisi penting di petinggi generation selanjutnya. Dimas tahu, kinerja keempat junior itu memang bagus dan berhak mendapatkan posisi bagus pula. Perhatian Dimas beralih pada adik-adiknya yang lain. Pria berkulit kecokelatan itu juga berharap, Dzafri dan yang lainnya juga akan mendapatkan jabatan penting di PB serta PBK, ataupun di perusahaan buatan 3 robot lainnya. Langit senja telah men
19Seribu orang lebih dengan berbagai tampilan, antre di lobi utama gedung PBK. Puluhan petugas ring 3, alias penjaga keamanan kantor, bekerja cepat untuk mendata semua tamu. Setelahnya, para tamu akan diantarkan anggota tim lapis 25, yang akan bertugas sebagai anggota ring 2. Setibanya di lantai 1
17Menjelang waktu zuhur, acara walimahan usai. Seluruh panitia bergegas menyiapkan diri, sebelum berangkat ke kantor PBK, di mana acara resepsi akan diadakan jam 2 siang hingga setengah 6 sore nanti.Sebab waktu pernikahan yang mendadak, sulit mendapatkan gedung pertemuan atau ballroom hotel beruk
16Prosesi sungkeman berlangsung penuh haru. Dimas memejamkan mata sembari mengangguk, ketika diberikan wejangan oleh kedua orang tuanya. Zhou Yiran terisak-isak ketika dipeluk Dinanti yang juga turut menangis. Zhou Yiran manggut-manggut kala Dinanti memberi nasihat, agar dia bisa bersabar dalam me
15Bunyi rebana dari jalan masuk, membuat Zhou Yiran penasaran. Dia dan Ren Liangyi berdiri dari sofa, guna berpindah ke dekat jendela yang gordennya terbuka separuh. Kedua gadis itu mengintip ke depan, supaya bisa melihat rombongan pengantin laki-laki yang tengah bergerak mendekat. Namun, karena b







