/ Romansa / Dark Obsession / Chapter 58 : I don't give a fuck

공유

Chapter 58 : I don't give a fuck

작가: Shineamanda
last update 게시일: 2021-04-20 09:26:19

"Silakan, sir. Duduklah! Aku Dokter Rayan Manaff, "tegur seorang pria berperawakan tinggi, dengan alis tebal, rahang tegas dan memiliki bola mata coklat gelap. Ia mengulum senyuman, meminta Andrea agar bisa berada lebih dekat. Andrea hanya mengangguk, menggeser kursi besi berwarna hitam dan segera mendudukinya.

"Aku sudah memeriksa keadaan nona Taylor Britania....."dokter itu mendadak dia

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dark Obsession    Chapter 79 : I Trust You

    "Sudah aku katakan padamu, Alther. Anak ini penuh masalah!"tuding Jenifer lantang, menatap marah pada Leon."Jaga ucapan mu Mrs. Smith,"bela George."Apa kau mencoba mengancam ku?"tanya Jenifer, tanpa mengalihkan tatapannya. Leon menunduk, meremas tangan Alicia yang bergetar. Wanita itu menelan ludah, mengamati wajah putranya yang terluka cukup parah."Kau merasa terancam?""Jelas. Bukankah kau gembong narkoba? Berapa banyak yang sudah kau bunuh demi bisnis kotor itu? Hmm?""Hentikan Jenifer!"peringat Alther."Kau ingin membela mereka? Kau tidak lihat bagaimana keadaan Jayler karena anak sialan ini?"

  • Dark Obsession    Chapter 78 : Baby Sitter

    Mississipi, Biloxi, Amerika serikat. 2 minggu pernikahan Taylor dan Andrea. "Allison,"Markus memanggil, mengusik permainan Allison yang tampak seru. Ia menghabiskan berjam-jam waktu hanya untuk kubus rubik. Lagi dan lagi, meski terlihat membosankan, permainan itu adalah hal terbaik yang selalu ingin ia kuasai."Hmm,"gumamnya pelan, tidak melirik ke sumber suara sedikitpun. Markus mendekat, memerhatikan jari-jari mungil putrinya. Sekolah terbaik dunia, The Rosey, memastikan Allison lulus tes. Nilai akademis nya sempurna.

  • Dark Obsession    Chapter 77 : Trap

    "Bagaimana keadaan mu?"tanya Taylor pada Andrea sambil menyatukan kedua tangan mereka."Aku masih tidak percaya kalau kau sekarang sudah menjadi istriku,"ungkap Andrea senang."Aku tidak tanya itu,"Taylor mengalihkan wajah, mengusap pipinya yang terasa panas. Malu. Andrea diam, mengulum bibir tanpa mengalihkan pandangannya dari Taylor. Wanita itu salah tingkah."Siapa namanya?"tanya Andrea mendadak. Sengaja, agar Taylor menoleh ke arahnya. Sungguh, Andrea selalu jatuh cinta jika melihat rona merah di wajah wanita itu."Maksudmu?""Kau punya ide nama yang bagus untuk anak kita?"Andrea sialan. Pertanyaannya membuat Taylor berdebar. Ia menelan ludah nya sekuat mungkin, memompa napas seb

  • Dark Obsession    Chapter 76 : Taylor Wedding

    Andrea memutar tubuhnya, ketika pintu gereja terbuka. Ia membulatkan mata, menatap dengan jantung berdebar. Tercengang kaku. Taylor berdiri, memasang senyuman tipis lewat bibir nya yang mungil. Wanita itu menarik napas, meremas lengan Markus yang mendampinginya menuju altar."Kau siap?"tanya Markus, ketika langkah Taylor terasa berat. Ia menahan tangis, sambil menggigit bibir.Bahu Andrea yang tadinya tegap, kini tertunduk, menarik napas nya panjang ketika menyadari air mata lebih dulu membasahi pelupuk mata."Ya,"jawab Taylor, menahan napasnya dalam. Kembali melanjutkan langkah yang mulai begitu ringan. Andrea menatapnya, bersama tangisan kecil yang begitu penuh arti.Megan dan Allison menunggu di barisan depan, tersenyum dan bertepu

  • Dark Obsession    Chapter 75 : Allison's Chaos

    "Kau mau pulang hari ini?"tanya Milla sambil mengaduk adonan cake nya. Megan mengangguk, memotong apel hijau dan mengunyahnya tanpa henti."Jam berapa?""Entahlah. Markus masih rapat di Ferrero tower,"jawab Megan memaksakan diri untuk bicara sebisanya."Hmm.. Aku dengar, Markus mempercayakan bisnis itu pada mantan kekasih mu yang berengsek itu,"sindir Milla."Mom... Axel hanya masa lalu.""Bagiku tidak. Keluarganya pernah menghina kita. Aku pernah menjambak rambut mommy nya, kau ingat?"sergah Milla. Terdengar tidak ingin kalah."I know mom, tapi aku tidak ingin ikut campur dalam bisnis Markus."

  • Dark Obsession    Chapter 74 : Happy day

    "Markus..!"sentak Megan, menahan salah satu pergelangan tangan pria itu. Markus menolak, menatap Megan tanpa suara."Aku hanya ingin melindungi Allison,"ucap Megan. ."Kau pikir aku tidak ingin melindungi keluargaku?"Markus bicara serak, mengedarkan pandangan di kedua kornea mata Megan."Dia hanya anak gembong narkoba,"tuduh Megan.Kali ini Markus diam, memikirkan kalimat yang baru saja di deklarasikan egois dari mulut Megan yang pedas. Tanpa mengalihkan pandangannya, Markus menyunggingkan bibir, menertawakan wanita yang berdiri tegap dengan tatapan nanar. "Anak gembong narkoba, katamu?"tanya Markus, dibalas anggukan cepat."Lalu apa yang pantas di sematkan pada Allison? Anak mantan

  • Dark Obsession    Chapter 61 : Karma

    Dua mata Markus terlihat awas, menunggu elevator nya tiba di lantai dasar sambil mengusap bulu halus yang ada di dagunya. Kata Megan; ia mengagumi bagian itu, lalu ke bibir yang terasa selalu nikmat untuk di cium.

  • Dark Obsession    Chapter 60 : Handgun

    "Allison. Honey, kau harus makan, paling tidak sedikit,"pinta Megan dengan suara serak. Allison hanya menggeleng, mendorong piring berisi makanan nya menjauh."Alli... Mommy tahu pera

  • Dark Obsession    Chapter 57 : Scandal

    "Kau senang karena aku bisa kembali ke sini Mrs. Grint?"tanya Taylor, meletakkan segelas orange juice di sisi meja wanita itu. Megan tengah bersandar bersama bikini putihnya di sudut kolam, membaca buku yang membuat jiwanya tenang.

  • Dark Obsession    chapter 56 : It's hard to see

    "Hey, Nak. Apa yang kau lihat?"tegur George saat mendapati pandangan kosong putranya yang mengarah ke jalan kota. Leon berpaling, lantas bergerak ke sisi George dan memeluk pria itu erat."Kenapa kau t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status