Home / Young Adult / Dear My Lover / Bab 7- Ingin kembali..

Share

Bab 7- Ingin kembali..

Author: hnbyuuki
last update publish date: 2024-03-09 23:40:20

“Yuuki? Yuuki Yuukiii?? Kenapa kamarnya dikunci dah ni anak..”

Aku tak menjawabnya karena takut. Bisa-bisanya aku tertidur begitu saja setelah lelah menangis. Sambil menutup rapat mulut dengan dua tangan, aku mendengar samar suara kak Usa yang berkata pada kak Aimi kalau kemungkinan aku sudah tidur dengan lelapnya.

Setelahnya langkah kaki mereka terdengar mulai menjauh. Penuh hati-hati, aku melangkah ke lemari pakaian dimana cermin besar menempel di pintunya. Tentu saja mataku terlihat dengan jelas kalau bengkak, aku tertidur setelah menangis.

Memilih untuk duduk di lantai dengan lutut yang kupeluk erat, aku menunggu beberapa waktu sebelum kembali tidur agar mata ini tak semakin membengkak. Dingin dan gelap, tapi aku seperti menikmati dengan perasaan tenggelam di dalamnya.

Mungkin memang benar kalau aku tenggelam, tapi aku bisa bernafas disana. Jadi aku merasa nyaman tanpa perasaan ingin keluar dari kegelapan ini. Cukup lama aku hanya terdiam dengan posisi yang sama, bayangan Kyohei dan Minami tadi siang teringat dengan jelas di pikiranku.

Aku, aku sadar ini menyakitkan. Tapi tak ada perasaan untuk melawan sakit ini. Aku malah ingin terus terjerumus dalam gelapnya rasa ini.

Bodoh bukan?

"Aku ingin kita kembali."

Hari baru kembali hadir, aroma suasana pagi yang segar terhirup sampai dalam rumah.

Setelah selesai bersiap, aku memanggang roti dan melahapnya dengan santai. Kak Usa baru saja keluar dari kamarnya. Ia mengambil gelas dan bertanya beberapa hal.

Kak Usa selalu terlihat seperti sosok paling dewasa di rumah ini- ah iya, ia juga bercerita tentang kak Aimi yang mengkhawatirkanku semalam. Terlebih aku memang jarang mengunci kamar saat tidur.

Selain karna hanya ada aku dan kak Aimi saja di atas, banyak hal yang kukhawatirkan juga, seperti gempa yang tiba-tiba terjadi dan lainnya. Aku sadar, mungkin pemikiran ini cukup berlebihan tapi memang itu sulit untuk diubah.

“Hmm, gitu ..Ya gapapa, nanti bilang aja ke orangnya langsung, kalo dia udah bangun juga sih sebelum kamu pergi.” Aku tertawa tipis mendengar candaan kak Usa.

“Fighting!!” Ucap kak Usa diiringi senyum hangatnya sembari menepuk pelan salah satu bahuku.

Penuh rasa curiga, aku buru-buru kembali ke kamar untuk memeriksa apakah mataku masih terlihat sembab, sampai kak Usa menyemangatiku seperti itu tanpa berkata atau bertanya apapun.

Satu kata kuucapkan, aneh. Bagaimana tidak, karena saat bercermin, sama sekali tak terlihat sisa sembab dimataku, tapi ya sudahlah..

Hari ini adalah hari libur, tapi kami tetap berangkat untuk persiapan untuk festival olahraga.

“Aku berangkat.”

“Hati-hati!!” Teriak kak Aimi dari dalam.

Rasa semangat yang terpaksa aku kumpulkan terbuang dengan sia-sia begitu saja saat mataku melihat Kyohei berdiri di depan pintu. Tangan masih kugenggamkan di gagang cukup kuat.

Langkahku yang reflek berhenti membuatku sangat ingin menutup pintu ini dan kabur. Tapi aku harus pergi ke sekolah, kuacak-acak pikiranku seakan berbicara beribu solusi.

“Ada apa, kok belum berangkat?”

Kak Aimii muncul dengan rambutnya yang masih berantakan dan kebetulan ada kak Hikaru menepuk lembut kepala kak Aimi sambil memarahinya karna penampilan kak Aimi saat ini seperti tak enak untuk dilihat, katanya.

“Apaan sih ih, gini doang juga.., brisik banget Hikkun, dih rewel mulu!!!”

Aduh, kakak-kakak ini malah berantem saat aku kesusahan. Apa lagi itu, ‘Hikkun??’ panggilan sayang mungkin, gatau lagi deh..

“Ah jadi lupa, Yuuki, kamu kenapa??” sambung kak Aimi. Aku tergagap canggung sembari tertawa.

“Kamu ngapain berdiri doang disitu?”

“Ah enggakk.. Ini mau berangkat kok, h-hehe..”

Aku bergegas keluar agar mereka tak melihat Kyohei. Kak Aimi berkata hati-hati lagi padaku, tapi kalimatnya terpotong akan suara Kyohei. Aku kaget karena suaranya begitu lantang didengar.

Dia sudah berdiri di belakangku sambil menahan pintu yang tadinya mau kututup.

“Selamat pagi!” Sapanya sambil menunduk pada kak Aimi dan kak Hikaru. Kyohei mengenalkan dirinya sendiri dan ia disuruh masuk lebih dulu oleh kak Aimi yang didukung kak Hikaru juga sih.

Tapi karna keburu siang, ia menolaknya dengan sangat sopan dan mengajakku untuk segera berangkat. Aku pun berpamitan lagi, ‘canggungnya…’ pikirku saat itu juga.

Setelah jauh dari rumah, aku mengurangi kecepatan berjalanku agar tak bersebelahan dengan Kyohei. Ia tetap diam dan berjalan dengan tenang. Geregetan, akhirnya aku bersuara lebih dulu.

“Ngapain kamu tiba-tiba kesini?”

“Jemput kamu.”

“Hah?!”

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 83- Menyakitkan

    Kreekk..“Kami pulang..” ucap Yuuki begitu ia masuk. Segera ia lepas sepatu yang dipakainya, lalu tangan kanannya menengadah pada Ryo.Sang adik memahami maksud dari Yuuki. Dia berikan kopi milik Hikaru pada kakaknya. Kemudian saat masuk lebih dalam, “Kak, kita beliin kop-“ kata Yuuki yang akhirnya terputus begitu dilihat sosok yang saaangat dikenalnya.Tiba-tiba Yuuki ucapan Ryo yang sebelumnya terlintas di pikiran.Sesuatu yang menyebalkan, benar-benar terjadi. Pasti itu yang dia pikirkan saat ini bukan?Brakkk..Dua kopi milik Ryo dan Yuuki terjatuh ke lantai saat Ryo juga mendapati Ren ada di hadapan Hikaru. Dia berjalan cepat ke arah Ren lalu berkata, “Ada apa tiba-tiba dateng?”Ren berdiri berhadapan dengan anak laki-lakinya. Tanpa ia pedulikan anak perempuannya yang berdiri terdiam di sana.“Ayo kita pulang Ryo, sekarang juga.” kata Ren. “Yang mana kamar milikmu? Ayo kita kemasi bersama biar gak kelama

  • Dear My Lover   Bab 82- Ren Menyerbu

    Hanya satu kali ikut campur dari Yuuki, Shin akhirnya pulang dan mulai kembali usil seperti biasanya. Suasana di rumah, tempat Yuuki pulang, kembali hangat dan penuh kenyamanan.Namun kali ini, Yuuki sedang dihadapkan dengan situasi yang membuatnya gundah.“Jadi, papa mohon ya sayang.. bujuk adikmu pulang ke rumahnya. Mamanya khawatir dan terus saja membahas dia. Papa jadi kesusahan buat ngurus kerjaan.”Yuuki menyeringai. ‘Pulang ke rumahnya’ dia bilang? Memang tak berpikir orang satu itu. Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu di depan anak kandungnya, yang dulu juga tinggal di rumah itu.Memang benar Yuuki tak pernah menganggap rumah tempat tinggalnya dulu sebagai rumah bagi seorang anak. Tapi, mendengar kalimat yang papanya ucapkan barusan, semakin menyayat hati kecilnya. Terlebih, dia hanya mementingkan pekerjaan sampai saat ini pun.“Itu bukan urusanku Pa, silakan Papa bicarakan aja sama Ryo sendiri. Dia juga berhak diajak b

  • Dear My Lover   Bab 81- Salting Lagi Salting Lagi

    “Eh!?”Hikaru sempat melempar kasar ponsel ke tempat tidurnya yang cukup berantakan itu malam ini. Dia ambil kembali beberapa detik setelahnya, lalu ia buka lebar dua matanya sambil menatap layar cerah itu.Lagi.. dan lagi… Ia terus menarik layar itu ke bawah untuk dimuat ulang.“Dia, dia like fotoku?”“Apalagi, ini bukan foto terbaru..?”“Berarti.. dia scroll kan untuk bisa like foto ini??”Bertubi-tubi kalimat terus keluar dari mulutnya. Lalu kepalanya menggeleng, “Gak gak gak! Siapa tahu memang fotoku yang ini muncul di berandanya sebagai rekomendasi aja gitu, ya.. kan?”“Jangan sepercaya diri itu deh Ru.” katanya sekali lagi, meyakinkan dirinya sendiri. Sudah tak bisa tidur, melihat satu tanda like di postingannya saja membuatnya bersemangat. Makin positif matanya akan bengkak esok hari.Paginya, semua orang berkumpul untuk sarapan bersama. Kecuali Shin. Orang itu masih saja tak mau pulang ke kos. Entah apa ya

  • Dear My Lover   Bab 80- Like Sebuah Postingan

    “Yuuki??” seru Hikaru, Usa, juga Aimi yang berlari masuk mendekati tempat tidur Yuuki. Anak itu meringkuk memegangi perutnya sambil memejamkan mata.Panik.Hanya itulah yang patut dikatakan. Hikaru menarik sisa selimut yang masih menempel di kaki Yuuki. Dia berusaha untuk mengangkat dan membopong Yuuki untuk pergi dari kamarnya. Mungkin ia bermaksud membawa Yuuki ke rumah sakit.Tetapi, belum tuntas kaki itu melangkah keluar rumah, mata gadis itu terbuka, lalu mulutnya terbuka “K-kak..?” ucapnya gagap.Hikaru tadinya tegang, seketika melebar dua matanya kini. Wajah yang pucat, Hikaru langsung menunduk menatap gadis yang dibopongnya. Langkahnya berhenti dan menghela panjang nafasnya.“Kamu.. kamu kenapa??” tanya Hikaru.“Aku? A-aku ijin Kak hari ini, perutku sakit..” jawab Yuuki dengan wajah polos. Dia sebenarnya sedang bingung. Mau bagaimana menjawabnya, sedangkan otaknya berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.Lalu,

  • Dear My Lover   Bab 79- Sakit

    “Coba bayangin kalau ternyata cerita buruk yang kamu denger dari mereka bikin kamu overthingking, pasti mereka gak mau itu kan?”“Iya sih, bener juga.”“Ya udah jangan ikutan galau gitu. Kasih waktu aja dulu ke kakak-kakak itu.” kata Shima mengakhiri percakapan tentang keresahan Yuuki. Dua orang itu kini asik membahas kegiatan bermusik mereka yang masih sangat aktif.Sampai akhirnya kos Yuuki pun terpampang nyata. “Makasih ya hari ini. Udah jadi tempat curhat, dikasih saran, dianterin pulang juga..”Shima dengan santainya meletakkan tangan ke atas kepala Yuuki yang mungil itu. Terbukti dari tangan Shima yang hampir sama dengan ukuran kepala Yuuki.“Aku pulang ya, bye! Sampe jumpa di sekolah!” kata Shima sambil berlari mundur menjauh dari Yuuki. Gadis ini malah terdiam, sedang keheranan dengan tingkah Shima. “Selalu ada orang usil di sekelilingku,” gumamnya.Setelah hari itu, Shin berhari-hari tak pulang. Pernah sesekali dia pulan

  • Dear My Lover   Bab 78- Kegelisahan

    Empat orang duduk berkumpul dengan tumpukan kertas yang menemani mereka. Ada lirik dan not lagu tertera di kertas-kertas itu. Suasana tampak tegang jika dilihat dari raut masing-masing orang.“Bisa-bisanya, kalian semua gak masalah hal ini terjadi!” marah Shin yang begitu menggebu. Tangannya itu sambil mengibaskan kertas bernot lagu yang tadi. Hikaru memberinya jawaban dengan tenang, namun masih saja Shin emosi sampai memerah wajah dan juga lehernya.Usa dan Aimi pun berusaha untuk meluluhkan amarah temannya itu. Tapi tak mempan juga.Merasa amarahnya tak berguna di mata teman-temannya, Shin akhirnya keluar dan pergi dari sana. Dia berpapasan dengan Yuuki yang baru saja pulang.“Yuuki, aku masak chicken katsu buat kamu, ambil di dapur yaa, sana makan dulu nanti keburu gak enak makanannya.” kata Hikaru mengalihkan perhatian Yuuki saat anak itu terlihat begitu canggung dengan situasi yang ada.Yuuki buru-buru saat mengambil makanannya. Ia lalu pergi ke kamar karena tak ingin mengganggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status