Home / Young Adult / Dear My Lover / Bab 8- Marahnya Shima

Share

Bab 8- Marahnya Shima

Author: hnbyuuki
last update publish date: 2024-03-13 11:05:18

“Jemput kamu.”

“Hah?!”

Langkah yang tenang itu terhenti, ia balikkan badannya, “je-m-put ka-mu.”

“Ya ampun. Gila kamu, Hei? Aku juga denger kali. Maksudnya ngapain kamu kesini gitu aja, selain itu kamu punya pacar dan selama ini juga jaga jarak ke aku.”

Ia terdiam mendengar pernyataanku.

Namun dengan percaya dirinya, ia tarik lenganku dan berkata, “Buruan, kita udah telat berangkat, nanti sampe sana bisa-bisa udah pada mulai latihan.”

Ahhh,, bodoh bodoh bodohh!!!

Bisa-bisanya, aku cuma nurut gitu aja dan malah teringat masa-masa kami berteman dulu. Bayangan masa lalu itu buyar saat suara klakson mobil terdengar. Dengan cepat kulepaskan tanganku dari genggamannya.

Sengaja aku beralasan ingin ke toilet saat kami sampai di sekolah. Tentu demi menghindari masuk kelas bersamanya.

Entahlah sepertinya, ini akan jadi hari sial untukku.

Jika tadi karena kedatangan Kyohei yang tiba-tiba, sekarang malah ketemu kak Imada di toilet.

Aku terlalu canggung untuk menyapanya.. Tapi, tak sopan jika aku hanya diam saja. Kuambil nafas panjang dan, “pagi kak..”

Kak Imada melihatku dari cermin karna sedang menata rambutnya. Ia hanya berdehem singkat menjawab sapaanku.

POV AUTHOR

Kyohei berjalan menuju kelas setelah mengganti sepatunya dengan sepatu sekolah. Ia melewati Shima yang sedang mengobrol bersama anak kelas lain dengan santai karna memang tak ada yang perlu diherankan jika itu Shima.

Sebaliknya, Shima yang merasa diabaikan oleh teman kelasnya itu menyelesaikan obrolannya dan menghampiri Kyohei.

“Yo bro!! Good morning!”, ucapnya merangkul Kyohei dari belakang. “Sendirian aja nih, pacar tercantiknya kemana? Pacar baru masa gak berangkat bareng..”

Kyohei menghempaskan tangan Shima. Shima pun mengangkat dua tangannya seakan berhadapan dengan polisi, ia meledek terlalu dalam sepertinya.

Dan sialnya Yuuki, ia yang baru saja masuk ke kelas mendapat sebuah kejutan yang tentunya membuat gempar suasana. Semua temannya pun terkejut, bahkan hal ini sangat menarik perhatian siswa kelas lain yang melewati lorong.

BYUURRRRHHHRRR…

Air satu botol penuh mengguyur Yuuki dari ujung rambut sampai sepatunya. Tak lama setelah itu, Shima beranjak dari kursinya membawa jaket dan celana olahraga miliknya yang tersimpan di laci. Ia tarik Yuuki keluar dari sana dan diantarnya ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

Menunggu Yuuki, Shima terdiam. Beberapa anak yang menyapanya hanya ia beri anggukan dan senyuman pahit. Semakin resah menunggu, tangannya menggenggam seakan menahan amarah.

Hampir saja ia melayangkan tinjunya ke arah tembok,

“Shima?? Kamu ngapain??” Tanya Yuuki. Layaknya aktor, Shima menoleh tersenyum, ia berpura-pura sedang bergerak dengan alasan pemanasan sebelum latihan.

"Beneran kan ternyata,"

"Apanyaa??"

"Udah kupikir daritadi si, bakal keliatan imut kalo dipake kamu yang kecil ini,” sambil tertawa, tawanya dihentikan oleh Yuuki yang memukul lengannya cukup keras.

Yuuki mengajak Shima untuk kembali ke kelas, tapi Shima menolak. Ia malah mengajak untuk pergi ke ruang UKS. Yuuki heran, tapi tetap mengikutinya.

Sesampainya mereka, Shima hanya mengatakan, “kamu tunggu sini dulu aja.”

Shima masuk ke ruang UKS, ia bertemu dengan penjaga yang sedang piket. Dalam beberapa menit, ia keluar dan memberikan sandal pada Yuuki.

“Aaa!! Makasih loh.., aku gak kepikiran bakalan ada sandal gini di sekolahan, kok kamu bisa tahu?”

“Ya dong, kamu gak lupa kan siapa aku?”

..

Kembalinya dua anak itu ke kelas, ternyata sang pelaku yang menyiram Yuuki sedang dihakimi oleh beberapa anak kelas. Shima yang selalu tersenyum ceria setiap saat, terlihat dingin dan mempercepat tempo jalannya. Dia siap untuk meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan.

Dia gebrak meja Minami, sambil meminta penjelasan atas tingkahnya. Minami malah tertawa, “aku melakukan hal yang benar kok. Itu pelajaran buat orang yang deketin pacar orang.”

Semua anak di kelas menatap ke arah Kyohei dan Yuuki bergantian. Yuuki yang tadinya terdiam karena kaget melihat Shima marah mulai bersuara. “Maksudnya apa? Deketin? Gimana bisa aku deketin pacarmu?”

Minami meraih ponsel yang ada di sakunya. Dia menunjukkan foto dimana Kyohei menggandeng lengan Yuuki tadi. Rupanya, ada yang memotret dari kejauhan dan mengirimnya pada Minami.

Yuuki terlihat frustasi. Ia mengambil nafas panjang dan menjelaskan apa yang terjadi. Semua anak membela Yuuki, di foto itu Kyoheilah yang memegang tangan Yuuki.

Tapi Minami tetap saja menyangkalnya dan bersikeras bahwa Yuukilah yang salah. Saking lelahnya membela diri, Yuuki menyerah untuk memperpanjang hal ini dan meminta maaf pada Minami.

“Ya gak bisa gitu dong!!” Protes Shima. Yuuki menahannya agar tak melanjutkan masalah ini lagi. Kyohei pun sebagai orang yang dibawa-bawa hanya diam saja. Suasana canggung ini sedikit berpengaruh di awal latihan, tapi lama kelaman itu hanyut oleh waktu yang terus berlalu.

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 90- Terbayang Jadinya

    “K-kak Hikaru??” Kedua mata Yuuki melebar. Meskipun suaranya terdengar lirih, Hikaru tetap mendengarnya.“Kakak pulang ternyata?”“Iya. Yang lain pada gak pulang.” jawab Hikaru.“Pulang jam berapa Kak?”“Tengah malem lebih sih tadi, mungkin jam 1 sampe sini.”“Aduh, maaf ya. Jadi kebangun, padahal baru tidur sebentar.”Hikaru mengibaskan tangan kirinya pada Yuuki. “Gak masalah, malah udah fresh banget ini rasanya.” ucapnya sembari tersenyum. Kalau mereka ada di dunia anime, mungkin sudah ada panah yang menancap di hati Yuuki saat ini. Panahan itu melesat ketika senyuman Hikaru terukir. Mata gadis kecil ini berbinar. Dan itu terlihat oleh Hikaru yang sedang menatapnya. Ia langsung menolehkan kepalanya agar tak terbawa suasana.Ternyata, Hikaru masih bisa menahan diri. Padahal, perasaanya sudah tertimbun begitu tinggi untuk Yuuki. Tetapi dengan hebatnya, ia menjaga dengan baik perasaannya supaya tak membebani Yuuki. Kedua orang yang

  • Dear My Lover   Bab 89- Mint Yang Maskulin

    “Gimana kabar Ryo selama di sekolah?” tanya Hikaru setelah ia duduk mendekati Yuuki. Gadis itu menoleh, “Baik Kak. Kadang dia juga bareng aku kalo pas jam istirahat. Sepulang sekolah, dia sibuk ikut ekstra.”Hikaru mencondongkan badan kekarnya itu ke depan. Sedikit menyamping, mengambil toples yang berisi biskuit matcha. Yang mana itu tergeletak di depan Yuuki. Tepat di depannya. Sontak anak itu bergeser dari titik duduknya.“Maaf, kamu kaget ya?” tanya Hikaru sambil menggeser tubuhnya untuk memberi ruang agar Yuuki nyaman. Lalu ia mengalihkan pembicaraan. “Ry-ryo ikut ekstra apa? Musik juga?” gagapnya. Ia masih canggung karena tingkahnya yang seolah tak pikir panjang.Yuuki menggeleng cepat. “Bukan Kak. Dia ternyata pinter juga olahraganya. Jadi ya, guru olahraga cepet-cepet nyuruh dia masuk ekstranya. Sebelum keduluan mungkin,” jawab Yuuki lalu ia tertawa tipis.Bagi Hikaru, tawa itu sungguh terlihat menawan. Laki-laki itu bahkan sampai

  • Dear My Lover   Bab 88- Perkumpulan Dadakan

    “Hari ini pulang bareng yuk Kak?” pinta Ryo. Matanya menatap lembut sang kakak yang kini sedang menoleh ke arahnya. Baru saja mereka melewati gerbang sekolah, dan menyapa guru yang berjaga di sana.“Boleh. Tapi aku mungkin ngeband dulu. Gimana?”“Gak masalah Kak, aku tunggu di kelas.”“Ngapain di kelas. Masuk aja ke ruang musik.”“Hmm..” adik Yuuki itu menggaruk kepalanya yang tak gatal, “Oke deh!” lanjutnya.Ryo berpisah dengan Yuuki karena letak loker sepatu miliknya tak sebaris dengan kakaknya. Saat Yuuki sedang mengganti sepatunya dengan sepatu sekolah, seseorang menyapanya. Tanpa melihat siapa orang itu, Yuuki sudah tahu siapa dia. Kyohei. Dialah orangnya.“Minami gak minta berangkat bareng?” sindir Yuuki usai menjawab sapaan dari sahabatnya. Ah, atau mungkin mantan sahabat? Kyohei tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu terus mengajak Yuuki berbicara. Seolah ia sedang menebus obrolan-obrolan yang selama ini ditaha

  • Dear My Lover   Bab 87- Ada Yang Aneh

    “Baik. Kamu, lagi nungguin.. Yuuki?” Kyohei mengangguk, “Iya Kak.” “Yuukinya udah tahu?” tanya Usa dengan cepat saat ia melihat aura gelap di sekitar Hikaru. Lagi-lagi, Kyohei mengangguk. “Udah Kak, katanya sebentar lagi keluar,” ucap Kyohei. Suara pintu terbuka, ada Yuuki di sana. Bingungnya bukan main itu anak, dia gelagapan mengetahui semua kakak kos pulang. Terlebih, saat ia menatap Hikaru. Mungkin baginya, sedikit malu untuk membuat janji keluar dengan Kyohei. Orang yang disukainya dulu, dan, yah pokoknya orang yang bermasalah bagi Yuuki semenjak semester lalu. “Kalo gitu, kami pamit dulu Kak,” ujar Kyohei menatap semua orang. Yuuki hanya tersenyum pahit pada Usa, Shin, dan Hikaru. Lalu pada Aimi, ia menatap dalam penuh arti, seperti kode yang entahlah mungkin hanya sesama wanita yang mengerti. Melihat Yuuki dan Kyohei berlalu pergi, Aimi buru-buru mencari topik. Dan tentunya ia ajak masuk semua temannya. Untung saja, malam ini mereka menginap

  • Dear My Lover   Bab 86- Keluar Dengannya

    “Yo!”“Hai Kak. Mau pesen kopi apa Kak?”“Samain kaya kamu aja.”“Oke aku pesen bentar Kak.”Ryo beranjak dari tempat duduknya yang mulai hangat. Ia memesankan kopi yang sama seperti miliknya untuk Shima. Anak itu meminta teman dekat kakaknya untuk keluar bersama, ia ingin bercerita tentang keluh kesahnya.Bukannya Ryo tak punya teman, ia hanya ingin bercerita pada seseorang yang menurutnya bisa dipercaya.“Jadi, kenapa kamu? Soal gosip sama kakakmu?” tanya Shima usai menyeruput kopi dingin di depannya. Ryo menegakkan punggungnya. Lalu, tangan kiri itu mengacak tipis rambut bagian belakangnya seraya mengangguk.“Terus, mau minta solusi atau sekedar butuh pendengar?”“Mmm.. cuma pengen cerita aja sih Kak. Tapi semisal Kak Shima mau kasih solusi gak masalah. Aku dengerin dan aku pertimbangin solusi itu.”Kemudian Ryo bercerita dari sudut pandangnya. Dia juga mengungkapkan rasa tak enak hati karena telah membuat

  • Dear My Lover   Bab 85- Rahasia Kecil Michio

    Hari telah berganti. Tapi, itu tak cukup untuk menghentikan Ren yang memaksa anak laki-lakinya supaya pulang ke rumah. Sudah menyakiti Yuuki, masih saja ia tak mengerti. Keinginan pribadi yang dipancarkan darinya, seberapa besar ia menusuk hati anaknya, ia tak pernah paham.Bahkan hari ini pun, Ren sudah berdiri menunggu anak-anaknya di sekolah. Setiap siswa yang lewat dipandanginya dengan saksama. Terkadang ia juga menanyakan apakah salah satu dari siswa yang lewat itu teman Yuuki dan Ryo atau bukan.Terhitung lima belas menit sudah, akhirnya yang dicari-cari menampakkan hidungnya. Namun, bukannya berhenti dan mengajak bicara papanya, Ryo dan Yuuki tak peduli dan berjalan melewati Ren tanpa bicara satu kata pun.Tersulut juga api amarah itu. Ren membentak Yuuki terlebih dulu, hanya karena ia seorang kakak. Ren sangat yakin, kalau Yuuki yang mengajari adiknya untuk bersikap tidak sopan pada orang tua.“Kamu itu ya, ngajarin adik yang bener

  • Dear My Lover   Bab 82- Ren Menyerbu

    Hanya satu kali ikut campur dari Yuuki, Shin akhirnya pulang dan mulai kembali usil seperti biasanya. Suasana di rumah, tempat Yuuki pulang, kembali hangat dan penuh kenyamanan.Namun kali ini, Yuuki sedang dihadapkan dengan situasi yang membuatnya gundah.“Jadi, papa mohon

  • Dear My Lover   Bab 9- Aku cengeng

    Lelahnya menahan malu dan rasa sakit, aku berjalan pulang dengan malas. Perlahan mulai overthingking akan hari yang belum terjadi. “Yuuki.” Lirih seseorang yang ternyata Michio. Kami mengobrol cukup lama sampai akhirnya aku baru ingat kalau rumahnya kan nggak searah dengan kosku. Aku mengatakan p

  • Dear My Lover   Bab 7- Ingin kembali..

    “Yuuki? Yuuki Yuukiii?? Kenapa kamarnya dikunci dah ni anak..” Aku tak menjawabnya karena takut. Bisa-bisanya aku tertidur begitu saja setelah lelah menangis. Sambil menutup rapat mulut dengan dua tangan, aku mendengar samar suara kak Usa yang berkata pada kak Aimi kalau kemungkinan aku sudah tid

  • Dear My Lover   Bab 6- Sebuah Game

    "Owalah, kamu nunggu?" Tanyanya, "padahal bisa loh di taroh sini aja." "Gapapa, lagian ini bukan wilayah kami jadi tak sopan jika kami bertindak seenaknya seperti itu." Aku mengangguk menyapanya saat kami bertatapan, tapi dia alihkan pandangan matanya itu dengan cepat. Diam, aku mendengarkan s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status