Home / Young Adult / Dear My Lover / Bab 9- Aku cengeng

Share

Bab 9- Aku cengeng

Author: hnbyuuki
last update publish date: 2024-03-22 10:41:51

Lelahnya menahan malu dan rasa sakit, aku berjalan pulang dengan malas. Perlahan mulai overthingking akan hari yang belum terjadi.

“Yuuki.” Lirih seseorang yang ternyata Michio. Kami mengobrol cukup lama sampai akhirnya aku baru ingat kalau rumahnya kan nggak searah dengan kosku. Aku mengatakan padanya siapa tahu dia juga lupa, tapi dia malah bilang memang mau mengantarku pulang.

“Eh iya, kamu gak masuk angin karna tadi kan?”

Aku menggelengkan kepala dan memberitahunya tentang apa yang terjadi di pagi hari tadi. Ia hanya merespon seadanya saja, tapi aku cukup puas sih dengan reaksi yang ia berikan, karna ia tak menghakimi ataupun bertanya banyak hal.

Mulai tak ingin membahas Kyohei lebih lanjut, aku mengalihkan pembahasan sampai kami tiba di depan kos. “Udah sampe loh,” kataku sambil menunjuk kos.

Michio tiba-tiba mengatakan kalau aku menginjak sesuatu, spontan aku menundukkan kepalaku. Tapi,..

“Kamu udah bertahan dengan baik ya..” Lirihnya sambil meletakkan tangannya di atas kepalaku. Tak lama, akhirnya ia pamit pulang.

Tanpa melihat orang baik itu berlalu pergi, aku hanya berkata, ‘hati-hati’ karena menahan air mata yang sebenarnya ingin keluar.

Sungguh, betapa cengengnya aku kalau bersamanya.

Di hari festival olahraga, semua telah siap dengan pakaian olahraganya. Oh iya, aku jadi ingat tentang pakaian yang Shima pinjamkan untukku waktu itu. Setelah mencucinya, aku langsung mengembalikan celana beserta jaketnya.

Tak enak mengembalikannya begitu saja, aku memberinya beberapa bungkus makanan ringan dan bekal yang kubeli di minimarket. Jujur saat itu, aku cukup malu karna aku berterus terang kalau aku tak bisa memasak, jadi aku hanya membelikannya makanan di minimarket. Tapi dengan itu saja ia sudah terlihat senang.

Kembali lagi ke topik awal, aku yang hanya mengikuti lomba pemandu sorak menunggu giliran lomba tiba sambil menyemangati teman-teman yang sedang berlomba.

Teriknya sinar matahari yang menyentuh kulit tak mematahkan semangat semua siswa. Masing-masing kelas terlihat antusias untuk memenangkan kelasnya.

“Kyohei!! Semangat!!!!!”

Seru Minami berteriak saat Kyohei bersiap untuk lomba lari estafet. Dua teman yang setia bersanding dengan Minami menatap tajam ke arahku. Tatapan mereka sangat tajam sampai membuatku merinding..

Akhirnya aku menyerah untuk memandang mereka dan mengatakan pada Hiromi kalau aku ingin pergi membeli minuman dingin lebih dulu. Aku juga menawarinya barangkali ia ingin menitip, tapi ia hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Haaahhh.. Gila panas banget, kok pada bisa semangat gitu semua anak. Punya energi seberapa besar mereka..”

Yah sebenarnya aku ingin sekali pergi dari keramaian dan pergi ke kelas, tapi tak ada satupun orang yang meninggalkan arena lomba, jadi aku merasa tak enak pada yang lain.

Aku kembali ke lapangan dengan dua teh dingin kalengan.

“Emmm, Hiromi? Kamu suka ini gak, aku terlanjur masukin uang lebih dan kepencet dua kali juga.”

“Haa, bisa-bisanyaa??”

“Hehe, yaa gitulah.. Gimana, suka gak ini? Aku gak mungkin sih minum dua-duanya.”

“Ya oke oke aja sih.”

“Kalo gitu, nih buat Hiromi satu.”

“Nanti uangnya aku ganti aja.”

“Gak usah lah, ngapain diganti.”

“Bener nih?? Oke deh, makasih.”

Kegirangan, Takumi berteriak, “Yossssha! Kelas kita menang!!”

Minami pun menyombongkan pacarnya yang turut serta dalam lomba setelah mendengar teriakan ketua kelas. “Iyalah, ada Kyohei yang ikut,” begitu katanya sembari melihatku.

Mungkin Hiromi juga enggan melihatnya, ia menekuk muka manisnya itu mengajakku untuk kembali ke kelas.

“Padahal yang bikin kelas kita menang dari tadi Shima.”

“Hehe, iya ya.. Yah biarin aja deh, biar dia seneng.”

Kukira aku dan Hiromi yang pertama kali sampai di kelas, ternyata ada beberapa anak laki-laki yang sudah sampai di kelas. Diantaranya ada Souta. Raul langsung mendekat begitu ia melihatku.

“Hei hei, Yuuki..,”

“Ternyata si Souta waktu itu berantem loh sama Kyohei, kamu apa tahu?”

Aku menoleh ke arah Souta yang terlihat mengerutkan keningnya melihat Raul. Sambil menggeleng, aku bertanya balik, “Kok bisa?”

Setelah semua orang terdiam, beberapa saat setelahnya Souta menjawab.

“Yah urusan cowok aja. Gak ada hal lain kok, tenang aja.”

Teman-teman yang ada di kelas menyoraki Souta karena jawaban yang ia berikan seperti pengungkapan perasaannya untukku.

Berbagai kegiatan selesai dilaksanakan, hari pertama festival pun berjalan dengan lancar.

“Yuuki yuukii??” Terdengar suara Shima. Dia mengajakku untuk pergi bersamanya, mencari sesuatu. Hadiah untuk seseorang katanya.

Sebenarnya aku berniat pulang bersama Hiromi. Setelah mengobrol banyak hal, kami jadi tahu kalau ternyata jalan pulangku dengannya satu arah. Tapi rencana kali ini kugagalkan karna Shima sampai memohon pada Hiromi.

Aku dan Shima pun pergi ke mall terdekat.

“Jadi? Kamu mau cari apa dan buat siapa?”

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Blow X outsiders
Novel yang keren ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 83- Menyakitkan

    Kreekk..“Kami pulang..” ucap Yuuki begitu ia masuk. Segera ia lepas sepatu yang dipakainya, lalu tangan kanannya menengadah pada Ryo.Sang adik memahami maksud dari Yuuki. Dia berikan kopi milik Hikaru pada kakaknya. Kemudian saat masuk lebih dalam, “Kak, kita beliin kop-“ kata Yuuki yang akhirnya terputus begitu dilihat sosok yang saaangat dikenalnya.Tiba-tiba Yuuki ucapan Ryo yang sebelumnya terlintas di pikiran.Sesuatu yang menyebalkan, benar-benar terjadi. Pasti itu yang dia pikirkan saat ini bukan?Brakkk..Dua kopi milik Ryo dan Yuuki terjatuh ke lantai saat Ryo juga mendapati Ren ada di hadapan Hikaru. Dia berjalan cepat ke arah Ren lalu berkata, “Ada apa tiba-tiba dateng?”Ren berdiri berhadapan dengan anak laki-lakinya. Tanpa ia pedulikan anak perempuannya yang berdiri terdiam di sana.“Ayo kita pulang Ryo, sekarang juga.” kata Ren. “Yang mana kamar milikmu? Ayo kita kemasi bersama biar gak kelama

  • Dear My Lover   Bab 82- Ren Menyerbu

    Hanya satu kali ikut campur dari Yuuki, Shin akhirnya pulang dan mulai kembali usil seperti biasanya. Suasana di rumah, tempat Yuuki pulang, kembali hangat dan penuh kenyamanan.Namun kali ini, Yuuki sedang dihadapkan dengan situasi yang membuatnya gundah.“Jadi, papa mohon ya sayang.. bujuk adikmu pulang ke rumahnya. Mamanya khawatir dan terus saja membahas dia. Papa jadi kesusahan buat ngurus kerjaan.”Yuuki menyeringai. ‘Pulang ke rumahnya’ dia bilang? Memang tak berpikir orang satu itu. Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu di depan anak kandungnya, yang dulu juga tinggal di rumah itu.Memang benar Yuuki tak pernah menganggap rumah tempat tinggalnya dulu sebagai rumah bagi seorang anak. Tapi, mendengar kalimat yang papanya ucapkan barusan, semakin menyayat hati kecilnya. Terlebih, dia hanya mementingkan pekerjaan sampai saat ini pun.“Itu bukan urusanku Pa, silakan Papa bicarakan aja sama Ryo sendiri. Dia juga berhak diajak b

  • Dear My Lover   Bab 81- Salting Lagi Salting Lagi

    “Eh!?”Hikaru sempat melempar kasar ponsel ke tempat tidurnya yang cukup berantakan itu malam ini. Dia ambil kembali beberapa detik setelahnya, lalu ia buka lebar dua matanya sambil menatap layar cerah itu.Lagi.. dan lagi… Ia terus menarik layar itu ke bawah untuk dimuat ulang.“Dia, dia like fotoku?”“Apalagi, ini bukan foto terbaru..?”“Berarti.. dia scroll kan untuk bisa like foto ini??”Bertubi-tubi kalimat terus keluar dari mulutnya. Lalu kepalanya menggeleng, “Gak gak gak! Siapa tahu memang fotoku yang ini muncul di berandanya sebagai rekomendasi aja gitu, ya.. kan?”“Jangan sepercaya diri itu deh Ru.” katanya sekali lagi, meyakinkan dirinya sendiri. Sudah tak bisa tidur, melihat satu tanda like di postingannya saja membuatnya bersemangat. Makin positif matanya akan bengkak esok hari.Paginya, semua orang berkumpul untuk sarapan bersama. Kecuali Shin. Orang itu masih saja tak mau pulang ke kos. Entah apa ya

  • Dear My Lover   Bab 80- Like Sebuah Postingan

    “Yuuki??” seru Hikaru, Usa, juga Aimi yang berlari masuk mendekati tempat tidur Yuuki. Anak itu meringkuk memegangi perutnya sambil memejamkan mata.Panik.Hanya itulah yang patut dikatakan. Hikaru menarik sisa selimut yang masih menempel di kaki Yuuki. Dia berusaha untuk mengangkat dan membopong Yuuki untuk pergi dari kamarnya. Mungkin ia bermaksud membawa Yuuki ke rumah sakit.Tetapi, belum tuntas kaki itu melangkah keluar rumah, mata gadis itu terbuka, lalu mulutnya terbuka “K-kak..?” ucapnya gagap.Hikaru tadinya tegang, seketika melebar dua matanya kini. Wajah yang pucat, Hikaru langsung menunduk menatap gadis yang dibopongnya. Langkahnya berhenti dan menghela panjang nafasnya.“Kamu.. kamu kenapa??” tanya Hikaru.“Aku? A-aku ijin Kak hari ini, perutku sakit..” jawab Yuuki dengan wajah polos. Dia sebenarnya sedang bingung. Mau bagaimana menjawabnya, sedangkan otaknya berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.Lalu,

  • Dear My Lover   Bab 79- Sakit

    “Coba bayangin kalau ternyata cerita buruk yang kamu denger dari mereka bikin kamu overthingking, pasti mereka gak mau itu kan?”“Iya sih, bener juga.”“Ya udah jangan ikutan galau gitu. Kasih waktu aja dulu ke kakak-kakak itu.” kata Shima mengakhiri percakapan tentang keresahan Yuuki. Dua orang itu kini asik membahas kegiatan bermusik mereka yang masih sangat aktif.Sampai akhirnya kos Yuuki pun terpampang nyata. “Makasih ya hari ini. Udah jadi tempat curhat, dikasih saran, dianterin pulang juga..”Shima dengan santainya meletakkan tangan ke atas kepala Yuuki yang mungil itu. Terbukti dari tangan Shima yang hampir sama dengan ukuran kepala Yuuki.“Aku pulang ya, bye! Sampe jumpa di sekolah!” kata Shima sambil berlari mundur menjauh dari Yuuki. Gadis ini malah terdiam, sedang keheranan dengan tingkah Shima. “Selalu ada orang usil di sekelilingku,” gumamnya.Setelah hari itu, Shin berhari-hari tak pulang. Pernah sesekali dia pulan

  • Dear My Lover   Bab 78- Kegelisahan

    Empat orang duduk berkumpul dengan tumpukan kertas yang menemani mereka. Ada lirik dan not lagu tertera di kertas-kertas itu. Suasana tampak tegang jika dilihat dari raut masing-masing orang.“Bisa-bisanya, kalian semua gak masalah hal ini terjadi!” marah Shin yang begitu menggebu. Tangannya itu sambil mengibaskan kertas bernot lagu yang tadi. Hikaru memberinya jawaban dengan tenang, namun masih saja Shin emosi sampai memerah wajah dan juga lehernya.Usa dan Aimi pun berusaha untuk meluluhkan amarah temannya itu. Tapi tak mempan juga.Merasa amarahnya tak berguna di mata teman-temannya, Shin akhirnya keluar dan pergi dari sana. Dia berpapasan dengan Yuuki yang baru saja pulang.“Yuuki, aku masak chicken katsu buat kamu, ambil di dapur yaa, sana makan dulu nanti keburu gak enak makanannya.” kata Hikaru mengalihkan perhatian Yuuki saat anak itu terlihat begitu canggung dengan situasi yang ada.Yuuki buru-buru saat mengambil makanannya. Ia lalu pergi ke kamar karena tak ingin mengganggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status