共有

BAB 22

作者: Langit Parama
last update 公開日: 2026-02-24 08:05:17

“Silakan duduk, Nona,” ucap perawat itu sopan sambil menarikkan kursi untuk Sasqia.

Sasqia tersenyum tipis. “Terima kasih banyak, Kak.”

Perawat itu membalas senyumnya. “Sama-sama. Kalau begitu, saya pamit.”

“Hah?” Mata Sasqia membulat. “Kakak gak ikut makan?”

Perawat itu menggeleng pelan. “Tidak. Bukan posisi saya untuk makan di meja ini.”

“Lalu … saya makan sendiri?” Sasqia menunjuk dirinya dengan ekspresi canggung.

“Benar. Saya harus menyuapi Tuan makan malam sekaligus memberinya obat,” jelas
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 108

    “Daripada sibuk mencampuri hubungan saya dengan Sasqia,” suara Tristan rendah, dingin, dan tajam, “Lebih baik kamu urus anakmu sendiri. Sana.” Kaelix akhirnya berbalik sepenuhnya. Tatapannya lurus, menusuk mata sang adik. “Jadi … hasil tes DNA tadi sama sekali tidak membuatmu puas?” tanyanya datar. Tristan menyunggingkan senyum tipis. “Bukan tidak puas,” balasnya tenang. “Saya tidak percaya.” Hening sejenak. “Tidak percaya?” kedua alis Kaelix bertaut. “Kamu sedang mengatakan kalau hasil itu palsu?” “Iya,” jawab Tristan tanpa ragu. “Dan itu sudah pasti.” Napas Kaelix terdengar berat. Ia menggeleng pelan, seolah sedang menahan sesuatu dalam dirinya. “Entah kamu ini bodoh,” gumamnya rendah, “Atau …,” tatapannya menajam. “Iri.” Tristan terkekeh pelan, nyaris mengejek. “Iri? Untuk apa?” “Bukan iri,” potong Kaelix cepat, suaranya kini lebih dalam, lebih menekan. “Tapi cemburu.” Ia melangkah satu langkah mendekat. “Karena kamu kesal, marah, melihat wanita itu lebih memilih saya, b

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 107

    Sasqia menutup pintu kamarnya perlahan.Punggungnya langsung bersandar pada daun pintu, seolah menahan sesuatu yang sejak tadi menekan dadanya. Ia menghela napas panjang, matanya terpejam sesaat.Ia sendiri tidak menyangka. Pertemuan singkat dengan Kaelix sore tadi justru memberinya keberanian untuk akhirnya melawan.“Rasanya lebih lega, ya,” gumamnya lirih. “Ngelawan, daripada cuma diem dan terus nerima.”Ada keheningan yang terasa berbeda di dalam dadanya. Lebih ringan.Perlahan, Sasqia melangkah menuju ranjang lalu duduk di tepinya. Tangannya meletakkan paper bag berisi kamera itu di atas kasur dengan hati-hati.Senyum kecil terukir di wajahnya. “Gimana dia bisa tahu kalau aku suka motret senja?”Ia menggeleng pelan, masih tidak habis pikir.Tangannya terulur, mengambil kamera itu, lalu kembali membuka galeri hasil jepretan tadi.Satu per satu foto ia geser. Langit. Gedung. Pantulan cahaya senja di kaca mobil taksi yang ditumpanginya. Semua terlihat begitu hidup.Namun ketika ia sa

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 106

    Soraya bangkit dari duduknya. Langkahnya cepat menghampiri Sasqia yang masih berdiri tak jauh dari meja ruang tengah. Kedua tangannya terlipat di dada, sikapnya jelas menunjukkan ketidaksenangan. “Kenapa jadi buat CV?” desisnya tajam, sorot matanya dingin. “Kenapa harus buat surat lamaran? Kenapa harus dikirim ke perusahaan dan menunggu panggilan?” Tatapannya menusuk wajah putri bungsunya. “Mama minta kamu menemui dia untuk meminta pekerjaan, Sasqia.” Nada suaranya terdengar sinis. Sasqia menghela napas panjang, mencoba menahan kesabarannya. “Ya itu tadi, Ma,” jawabnya tenang. “Namanya juga perusahaan. Kalau memang butuh kerja, ya harus mengikuti prosedur yang ada.” Soraya langsung mendecak pelan. “Justru itu sebabnya Mama menyuruh kamu menemui Tuan Kaelix langsung,” balasnya tajam. “Supaya tidak perlu CV, tidak perlu menunggu, dan tidak perlu menghadapi kemungkinan ditolak.” Sasqia menyipitkan matanya. “Maksud Mama … pake orang dalam?” Soraya mengangkat dagunya sedikit. “Itu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 105

    “Papa ke mana, Ma?” Raka berdiri di ambang ruang tengah sambil melonggarkan kerah bajunya. Tatapannya jatuh pada ibu mertuanya yang sedang duduk santai di sofa, kaki menyilang anggun sambil membaca majalah. Soraya hanya mengangkat pandangan sekilas dari halaman yang ia baca. “Lagi istirahat di kamarnya.” Raka menghela napas ringan, lalu melangkah mendekat. “Papa keseringan diam di kamar,” gumamnya. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Jadi kita jarang punya waktu … untuk melakukan yang seperti biasa.” Kalimat itu membuat Soraya langsung menurunkan majalahnya. Tatapannya berubah tajam. Ia melirik cepat ke sekeliling ruangan, memastikan tidak ada orang lain yang mendengar. Matanya juga sempat jatuh pada Sherly yang duduk di karpet sambil memainkan boneka beruang kesayangannya, pemberian dari Sasqia. “Kamu jangan bicara sembarangan, Raka,” desis Soraya pelan, namun penuh tekanan. Raka justru tersenyum tipis. “Saya tidak bodoh, Ma,” balasnya santai. “Mana mungkin saya membica

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 104

    Sasqia menatap paper bag itu beberapa saat. Tatapannya turun pada tali paper bag yang masih terulur di tangan Kaelix, sebelum akhirnya ia mengangkat wajahnya kembali menatap pria itu. “Tidak perlu,” ucapnya halus. “Terima kasih.” Kaelix menyunggingkan senyum miring. Ia menurunkan tangannya perlahan, seolah sama sekali tidak tersinggung dengan penolakan itu. “Kenapa?” satu alisnya terangkat tipis. “Apa harganya terlalu murah?” Sasqia membuang pandangannya ke arah lain. “Hutang saya sudah dua miliar pada Anda,” katanya pelan. “Jadi jangan menambahkan apa pun lagi.” Ia menelan napas. “Jangan memberatkan hidup saya.” Kaelix terkekeh pelan. “Ini bukan hutang tambahan,” ujarnya santai. “Ini bayaran untuk waktumu yang berharga.” Ia menatap Sasqia lurus. “Karena kamu sudah meluangkan waktu untuk menemui saya.” Sasqia menelan ludah dengan susah payah. “Maaf, Tuan,” katanya akhirnya. “Anda tidak akan bisa mengendalikan saya hanya dengan uang … ataupun barang-barang seperti itu.” Kael

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 103

    Kaelix menghela napas panjang. “Seharusnya kamu protes pada ibumu,” ucapnya datar. “Kenapa malah pada saya?” Satu alisnya terangkat tipis. Sasqia sempat membuka mulut, namun tidak ada kata yang keluar. Dadanya terasa sesak oleh emosi yang bercampur antara marah dan terpaksa. “Anda tetap salah,” katanya akhirnya, suaranya tertahan. “Kenapa harus saya yang datang? Yang butuh pekerjaan di perusahaan Anda itu kakak saya dan suaminya.” Kaelix mengangguk pelan, seolah sudah tahu arah pembicaraan ini sejak awal. “Siapa yang tidak tahu itu?” Ia meletakkan iPad di atas meja dengan tenang, lalu berdiri dari kursinya. Langkahnya perlahan mendekati Sasqia. Kini mereka berdiri sangat dekat. Sasqia harus sedikit mendongak untuk menatap wajah pria itu. “Saya meminta ibumu agar kamu yang datang, itu hanya alibi,” ucap Kaelix dingin, dengan nada yang hampir terdengar seperti ejekan. Sasqia mengernyit. “Lalu?” “Saya ingin bertemu dengan kamu.” Sudut bibir Sasqia terangkat tipis. “Jadi benar, k

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 18

    “Apa?” suara Sasqia nyaris tak keluar. Tristan tak tersenyum. Wajahnya serius, terlalu serius untuk sekadar bercanda. “Saya tidak suka bertele-tele,” lanjutnya tenang. “Kalau kamu tidak punya siapa-siapa, dan tidak dekat dengan siapa pun, saya ingin mengisi posisi itu.” Jantung Sasqia seperti

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 19

    “Kenapa dengan kakek saya?”Suara Tristan terdengar tegas saat ia memasuki kabin VIP. Tatapannya langsung mengarah pada perawat pribadi sang kakek.Perawat itu sedikit terperanjat. “Tuan sedang kurang fit sejak pagi. Tapi beliau tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Jerman.”Rahang Tristan meneg

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 16

    “Ternyata … kamu seorang pramugari.” Kaelix menyunggingkan senyum tipis. Tatapannya menelusuri sosok Sasqia dari ujung rambut hingga sepatu dengan sorot mata yang terlalu tajam untuk sekadar menilai seragam. Sasqia menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering mendadak. “Saya permisi, Tuan.” “Ah,

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 15

    Sasqia tiba di bandara dengan perasaan yang benar-benar kacau. Bayangan kalung pemberian Tristan yang kini berpindah tangan, dirampas oleh ibunya terus menghantui pikirannya. Bagaimana kalau nanti dirinya bertemu dengan Tristan? Bagaimana kalau pria itu menanyakan kalung tersebut?

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status