Share

BAB 292

Author: Langit Parama
last update publish date: 2026-08-06 00:03:03

Dahi Sasqia berkerut. “Maksud, Mas?”

“Saya tidak ingin membuka hati. Saya juga tidak berniat mencari pendamping hidup,” nada bicara Tristan tetap tenang. Tidak tinggi, tidak pula dipenuhi emosi.

Justru ketenangan itulah yang membuat setiap ucapannya terdengar begitu mantap.

“Saya sudah menentukan pilihan.”

Tatapan Sasqia mulai berubah. “Mas ....”

“Saya akan menunggu,” kalimat itu keluar begitu saja tanpa ragu. Tanpa sedikit pun keraguan di wajah Tristan. “Saya akan menunggu kamu, Sasqia.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Rita Supiah
jangan sampe ya doa tristan terkabul... gak izin aku... sasqia hrs bisa bahagia sama kaelix ya
goodnovel comment avatar
Milena
masalah jamu kayanya nanti yg di fitnah Soraya karena Shinyet bilang mau minta resep ke mama...terus aman lagi deh shiyet, terus qia gak enak sm mamanya terus lupakan lagi deh sm sprt hari H, sabar kebangetat qia. gbu
goodnovel comment avatar
Dewi Aris
kakk nangggung bgttt
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 389

    “Mama datang, Sas.” Suara Soraya terdengar dari arah pintu ruang tengah siang itu. Sasqia yang sedang duduk di sofa sambil menggendong Kaelyn segera mengangkat wajah. Begitu melihat sosok ibunya, senyum kecil perlahan terukir di bibirnya. “Iya, Ma. Masuk.” Soraya melangkah mendekat. Namun, langkahnya tidak secepat biasanya. Ada keraguan yang terselip dalam gerakannya, seolah ia masih belum yakin apakah kehadirannya benar-benar diharapkan. Tatapannya kemudian jatuh pada bayi kecil yang berada dalam gendongan Sasqia. Kaelyn, cucunya. Bayi mungil itu tengah terjaga. Kedua tangan kecilnya bergerak pelan di udara, sementara matanya yang bulat memandangi sekeliling dengan rasa ingin tahu. Soraya berhenti di depan sofa. “Mama … sebenarnya sudah lama ingin datang,” ucapnya hati-hati. Sasqia menatap sang i

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 388

    “Saya datang, Ren.” Suara Raka terdengar pelan ketika ia duduk di kursi ruang kunjungan kantor polisi siang itu. Di atas meja, ia meletakkan sebuah kantong berisi makanan yang dibawanya dari luar. Beberapa kotak makanan tersusun rapi di dalamnya, masih hangat. Di balik kaca pembatas, Shiren hanya menatapnya datar. Tatapan perempuan itu sama sekali tidak menunjukkan rasa senang atas kedatangan mantan suaminya. Justru sebaliknya, sorot matanya perlahan berubah tajam. “Jangan sok baik, Mas.” Shiren menyandarkan punggungnya ke kursi. “Aku gak butuh kunjungan dari kamu. Udah berapa kali aku bilang?” Raka menghembuskan napas panjang. Ia sudah menduga sambutan seperti ini. Sejak pertama kali datang menjenguk, Shiren tidak pernah benar-benar menerima kehadirannya dengan baik. Perempuan itu selalu menganggap setiap tindakan Ra

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 387

    “Papa pulang jam berapa semalam?” Pertanyaan polos Sana memecah suasana sarapan pagi itu. Jevier yang tengah menikmati kopinya mengalihkan pandangan kepada putri kecilnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. “Papa pulang sekitar pukul sembilan malam, Nak.” Mata Sana langsung membulat. “Pas banget. Waktu itu Sana baru tidur.” Bocah itu memiringkan kepalanya. “Pasien Papa banyak, ya?” “Iya,” jawab Jevier singkat. Namun, sesaat kemudian pandangannya bergeser ke arah Tristan. Sang kakak sejak tadi memilih diam. Sarapan di hadapannya nyaris tak tersentuh. Sendok yang berada di tangannya hanya berputar perlahan di atas piring, seolah pikirannya berada jauh dari meja makan itu. Jevier menatap Tristan beberapa detik. Ia tahu persis apa yang sedang mengganggu kakaknya. Percakapan mereka semala

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 386

    Saat larut malam, Sasqia telah terlelap di atas ranjang. Keheningan memenuhi kamar, hanya ditemani cahaya lampu tidur yang redup. Namun, Kaelix tiba-tiba membuka mata ketika mendengar rengekan kecil dari arah boks bayi. “Eeh ….” Pria itu segera menoleh. Kaelyn rupanya sudah terbangun. Mata kecilnya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar sambil mengayunkan kedua tangan mungilnya di udara. Kaelix perlahan melepaskan pelukan pada istrinya dan menyingkap selimut dari tubuhnya, lalu turun dari ranjang. “Kenapa, hm?” bisiknya lembut sembari menghampiri sang putri. “Putri kecil Papa haus?” Kaelyn hanya mengerjap. Kedua tangan mungilnya terus bergerak-gerak, seolah sedang mencoba meraih sesuatu yang bahkan belum mampu ia pahami. Senyum tipis terukir di wajah Kaelix. “Jadi bukan haus?” godanya pelan. “

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 385

    Malam itu, suasana mansion telah jauh lebih sunyi. Lampu-lampu di ruang tengah masih menyala ketika Tristan duduk seorang diri di atas sofa. Kedua tangannya terlipat di dada, sementara pandangannya sesekali melirik ke arah pintu utama. Sana sudah tertidur sejak beberapa waktu lalu. Seharusnya Tristan juga sudah beristirahat. Namun, entah mengapa, pikirannya justru terusik sejak Yolanda datang siang tadi. Wanita itu datang ke mansion. Mencari Jevier, bukan dirinya. Suara pintu utama yang terbuka akhirnya memecah kesunyian. Jevier masuk dengan langkah santai. Jas yang dikenakannya masih tersampir rapi di tubuh, sementara wajahnya terlihat jauh lebih tenang daripada biasanya. Baru beberapa langkah memasuki ruang tengah, suara Tristan menghentikannya. “Yola siang tadi datang ke sini mencari kamu.” Langkah Jevier langsung terhenti. Ia menoleh

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 384

    “Iya.” “Jadi kamu mendekati aku karena ingin menikah?” Yolanda menyipitkan matanya. Jevier menggeleng pelan. “Bukan begitu.” “Terus?” “Saya ingin menikah. Itu benar.” Jevier mengambil napas singkat. “Tapi bukan berarti saya akan memilih sembarang perempuan hanya karena ingin segera menikah.” Tatapannya kembali tertuju pada Yolanda. “Saya mendekati kamu karena ... saya melihat kemungkinan itu pada kamu.” Yolanda seketika kehilangan kata-kata. “Kenapa aku?” Jevier tersenyum tipis. “Saya mengetahui sesuatu mengenai kamu selama ini.” “Apa?” “Bahwa kamu ingin menikah.” Yolanda terdiam. “Dan saya tahu selama ini kamu seperti terjebak pada perasaan yang terlalu lama.” Senyum di wajah Yolanda perlahan memudar. Ia tahu siapa yang dimaksud Jevie

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 15

    Sasqia tiba di bandara dengan perasaan yang benar-benar kacau. Bayangan kalung pemberian Tristan yang kini berpindah tangan, dirampas oleh ibunya terus menghantui pikirannya. Bagaimana kalau nanti dirinya bertemu dengan Tristan? Bagaimana kalau pria itu menanyakan kalung tersebut?

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 102

    Makan malam berlangsung di meja makan besar dengan seluruh anggota keluarga berkumpul. Mahendra duduk di ujung meja, diikuti Soraya di sampingnya. Di sisi lain ada Raka dan Shiren, sementara Sasqia duduk berhadapan dengan mereka. Sherly kecil juga ikut duduk, sibuk memainkan sendoknya sendiri. Su

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 105

    “Papa ke mana, Ma?” Raka berdiri di ambang ruang tengah sambil melonggarkan kerah bajunya. Tatapannya jatuh pada ibu mertuanya yang sedang duduk santai di sofa, kaki menyilang anggun sambil membaca majalah. Soraya hanya mengangkat pandangan sekilas dari halaman yang ia baca. “Lagi istirahat di

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 104

    Sasqia menatap paper bag itu beberapa saat. Tatapannya turun pada tali paper bag yang masih terulur di tangan Kaelix, sebelum akhirnya ia mengangkat wajahnya kembali menatap pria itu. “Tidak perlu,” ucapnya halus. “Terima kasih.” Kaelix menyunggingkan senyum miring. Ia menurunkan tangannya perla

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status