แชร์

BAB 80

ผู้เขียน: Langit Parama
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-13 00:02:30

Sasqia melangkah cepat meninggalkan taman. Napasnya sedikit memburu, jantungnya masih berdetak tidak teratur setelah percakapan barusan.

Ia bahkan tidak benar-benar tahu ke mana harus pergi, yang penting menjauh dari tempat itu. Langkahnya terlalu tergesa.

Hampir saja ia menabrak seorang pelayan yang baru saja berbelok dari lorong menuju taman sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman.

“Ah—maaf!” pekik Sasqia spontan sambil mundur satu langkah.

Pelayan itu segera menahan nampannya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
Anas Anasril
Seneng banget jadi Sasqia dicintai ugal² 3pria tapi bikin ngenes juga perjalanan hidupnya,,,
goodnovel comment avatar
aiaiai
kl skg tristan blm kliatan apa yg bs utk memperjuangkan sas, sementara kael sptnya bs memberikan apapun yg sas mau. jev maaf ya, aku ga dikapalmu
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
khaelix aja lbh joozzz
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 393

    Mansion Valerio tampak lebih ramai dari biasanya sore itu. Mobil Kaelix baru saja berhenti di halaman depan ketika salah satu pelayan bergegas membukakan pintu. Kaelix turun lebih dahulu, kemudian beralih ke sisi lain untuk membantu Sasqia keluar. Setelah itu, ia membuka jok belakang dan mengeluarkan stroller berwarna krem yang di dalamnya duduk seorang bayi perempuan berusia enam bulan. Kaelyn. “Elyn, kita sudah sampai, sayang,” ucap Sasqia sambil membetulkan topi kecil yang menutupi sebagian kepala putrinya. Kaelyn hanya menggerakkan kedua tangannya di udara. Bola matanya yang bulat menatap ke sekeliling dengan rasa penasaran. Belum sempat Kaelix mendorong stroller lebih jauh, suara langkah kaki kecil terdengar dari arah dalam mansion. “Tante Qia!” Sana berlari keluar dengan wajah yang begitu ceria.

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 392

    Lima bulan kemudian. Waktu berlalu begitu cepat sejak kelahiran Kaelyn. Kini, putri kecil Kaelix dan Sasqia telah berusia enam bulan dan mulai mengenal makanan pendamping ASI. Pagi itu, Sasqia duduk di atas karpet bersama putrinya. Kaelyn berada di kursi makannya, mengenakan celemek kecil yang menutupi bagian depan pakaiannya. Di atas meja kecil di hadapan mereka telah tersedia semangkuk bubur yang dibuat khusus untuknya. Sasqia mengambil sedikit bubur menggunakan sendok kecil. “Nah, Elyn,” bujuknya dengan lembut. “Sekarang buka mulutnya, ya. Aaam ….” Kaelyn menatap sendok yang mendekat ke arah wajahnya, mulut kecilnya justru tertutup rapat. Sasqia menghela napas pelan. “Sayang, ini enak, loh.” “Aah ….” Kaelyn membuka mulutnya. Wajah Sasqia langsung berbinar. “Nah, pintar. Aaam ….” Sendok itu sege

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 391

    Pesawat yang dikemudikan Tristan akhirnya mendarat dengan mulus di salah satu bandara di Italia. Setelah memastikan seluruh prosedur penerbangan selesai, pria itu meninggalkan area kru bersama beberapa awak lainnya. Seragam pilotnya masih melekat rapi di tubuh tinggi tegapnya, sementara sebuah koper beroda ditarik dengan satu tangan. Langkah Tristan membawanya melewati lorong kedatangan yang dipenuhi lalu-lalang penumpang. Baru beberapa langkah, ponsel di saku celananya bergetar. Tristan menghentikan langkah. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu menatap layar yang menampilkan sebuah notifikasi dari media sosial. Sebuah unggahan milik sang adik, Jevier. Tatapan Tristan langsung tertuju pada layar. Sebuah foto memperlihatkan tangan adik bungsunya menggenggam tangan seorang perempuan. Di jari manis perempuan itu, tersemat sebuah cincin. Di bawah

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 390

    “Mas, kamu tahu ini?” suara Sasqia membuat Kaelix yang baru saja masuk ke kamar menoleh. “Apa?” Kening pria itu sedikit berkerut, tetapi langkahnya tetap berlanjut ke arah boks bayi yang berada tak jauh dari ranjang. Kaelyn sudah terlelap. Pukul sembilan malam, putri kecil mereka akhirnya tertidur setelah cukup lama membuat Sasqia sibuk menemaninya. Kaelix berdiri di sisi boks. Sudut bibirnya perlahan terangkat saat melihat wajah kecil putrinya yang tampak begitu tenang. Napas Kaelyn terdengar halus dan teratur. Sesekali bibir mungilnya bergerak kecil, seolah sedang memimpikan sesuatu. “Tidurnya pulas sekali,” gumam Kaelix. Sasqia yang duduk di atas ranjang justru mengembuskan napas pendek. Ia melipat bibirnya sambil kembali menatap layar ponsel di tangannya. “Mas.” “Hm?” Kaelix mengangkat kedua a

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 389

    “Mama datang, Sas.” Suara Soraya terdengar dari arah pintu ruang tengah siang itu. Sasqia yang sedang duduk di sofa sambil menggendong Kaelyn segera mengangkat wajah. Begitu melihat sosok ibunya, senyum kecil perlahan terukir di bibirnya. “Iya, Ma. Masuk.” Soraya melangkah mendekat. Namun, langkahnya tidak secepat biasanya. Ada keraguan yang terselip dalam gerakannya, seolah ia masih belum yakin apakah kehadirannya benar-benar diharapkan. Tatapannya kemudian jatuh pada bayi kecil yang berada dalam gendongan Sasqia. Kaelyn, cucunya. Bayi mungil itu tengah terjaga. Kedua tangan kecilnya bergerak pelan di udara, sementara matanya yang bulat memandangi sekeliling dengan rasa ingin tahu. Soraya berhenti di depan sofa. “Mama … sebenarnya sudah lama ingin datang,” ucapnya hati-hati. Sasqia menatap sang i

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 388

    “Saya datang, Ren.” Suara Raka terdengar pelan ketika ia duduk di kursi ruang kunjungan kantor polisi siang itu. Di atas meja, ia meletakkan sebuah kantong berisi makanan yang dibawanya dari luar. Beberapa kotak makanan tersusun rapi di dalamnya, masih hangat. Di balik kaca pembatas, Shiren hanya menatapnya datar. Tatapan perempuan itu sama sekali tidak menunjukkan rasa senang atas kedatangan mantan suaminya. Justru sebaliknya, sorot matanya perlahan berubah tajam. “Jangan sok baik, Mas.” Shiren menyandarkan punggungnya ke kursi. “Aku gak butuh kunjungan dari kamu. Udah berapa kali aku bilang?” Raka menghembuskan napas panjang. Ia sudah menduga sambutan seperti ini. Sejak pertama kali datang menjenguk, Shiren tidak pernah benar-benar menerima kehadirannya dengan baik. Perempuan itu selalu menganggap setiap tindakan Ra

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 15

    Sasqia tiba di bandara dengan perasaan yang benar-benar kacau. Bayangan kalung pemberian Tristan yang kini berpindah tangan, dirampas oleh ibunya terus menghantui pikirannya. Bagaimana kalau nanti dirinya bertemu dengan Tristan? Bagaimana kalau pria itu menanyakan kalung tersebut?

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 102

    Makan malam berlangsung di meja makan besar dengan seluruh anggota keluarga berkumpul. Mahendra duduk di ujung meja, diikuti Soraya di sampingnya. Di sisi lain ada Raka dan Shiren, sementara Sasqia duduk berhadapan dengan mereka. Sherly kecil juga ikut duduk, sibuk memainkan sendoknya sendiri. Su

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 105

    “Papa ke mana, Ma?” Raka berdiri di ambang ruang tengah sambil melonggarkan kerah bajunya. Tatapannya jatuh pada ibu mertuanya yang sedang duduk santai di sofa, kaki menyilang anggun sambil membaca majalah. Soraya hanya mengangkat pandangan sekilas dari halaman yang ia baca. “Lagi istirahat di

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 104

    Sasqia menatap paper bag itu beberapa saat. Tatapannya turun pada tali paper bag yang masih terulur di tangan Kaelix, sebelum akhirnya ia mengangkat wajahnya kembali menatap pria itu. “Tidak perlu,” ucapnya halus. “Terima kasih.” Kaelix menyunggingkan senyum miring. Ia menurunkan tangannya perla

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-05
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status