Share

Bab 9. Rencana

Author: Sulistiani
last update publish date: 2026-02-22 04:29:18

"Arnie, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Kalau mau cerai ya cerai saja, ibu tidak ingin kamu menderita lebih lama di rumah itu," ucap Aminah.

"Menderita?" tanya Arga terkejut.

Aminah dan Supriadi kompak mengangguk, sementara Arnie hanya diam dan menunduk. Arga menatap Arnie, seolah bertanya pada adiknya apa yang selama ini ia alami selama menikah, bagaimana perlakuan suami terhadapnya.

Tanpa diminta, Aminah pun bercerita pada Arga bagaimana rumah tangga Arnie dan Daren selama ini.

"Sejak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 50. Tangis Terakhir

    "Arnie, karena kau sudah lebih baik dan ada kakakmu yang menjaga. Jadi aku pamit ya!" ucap Wira."Terima kasih banyak sudah menolongku, Wira. Soal niatku bercerai dan identitas kakakku, aku harap kamu bisa merahasiakan nya," ucap Arnie.Wira tersenyum dan mengangguk, ia sudah berkali-kali memperingatkan Daren untuk tidak menyakiti Arnie dan menyelidiki kematian Dena. Namun Daren tak pernah mendengarnya, sekarang jika Daren harus menerima perceraian itu maka Wira tak bisa berbuat apa-apa lagi."Tenang aja, aku gak akan bocor," ucap Wira.Saat Wira hendak melangkah keluar dari kamar rawat, Arga menahannya. "Ini kartu namaku, aku belum sempat balas budi padamu, kalau nanti kamu butuh sesuatu hubungi saja nomorku," ucap Arga.Wira menerima kartu itu, membaca nama panjang Arga Dharma Wicaksana. Ia tak mengerti mengapa Arnie bisa menjadi adik dari orang yang namanya sangat terkenal, tetapi sosoknya selalu misterius. Keluarga kaya raya, pebisnis hebat, yang selalu dicari-cari orang.Wira men

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 49. Sadar

    "Kakak? Setahu aku Arnie anak tunggal," ucap Wira masih tak percaya.Selama mengenal Arnie ia tahu Arnie hanya anak dari keluarga sederhana, sedangkan lelaki yang duduk disampingnya terlihat begitu berwibawa dan memiliki kekuasaan. "Ceritanya panjang, intinya aku kakak kandung Arnie, dulu hilang saat masih kecil. Sekarang kami sudah bertemu kembali dan aku akan selalu melindungi Arnie," ucap Arga.Wira mengangguk, ia merasa lega jika lelaki bernama Arga benar-benar kakak kandung Arnie dan akan melindungi Arnie. Lelaki yang terkenal playboy itu terdiam, ia kembali teringat dengan laporan anak buah Arga, dalam vidio tersebut terlihat jelas jika Daren menurunkan Arnie di tengah jalan yang sepi."Daren, aku gak nyangka kamu bisa tega seperti ini pada istrimu. Padahal kamu tahu dia sedang hamil anakmu," gumam Wira dalam hati.Dokter keluar dari ruang UGD dan mengelap keringat di kening, memperlihatkan kelelahan setelah memberi pertolongan pada Arnie."Gimana keadaan adik saya, Dok?" tanya

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 48. Penyelamatan

    Lorong UGD malam itu terasa sangat panjang, dingin, dan menyesakkan. Wira mondar-mandir seperti orang kehilangan arah. Pikirannya berputar, ia harus menghubungi seseorang, tapi siapa?Daren masih di pesawat. Beberapa menit lalu ponselnya masih berdering, tapi sekarang *nonaktif.*Orang tua Arnie? Tidak ada satu pun kontak yang Wira punya. Wira menunduk, menarik rambutnya frustasi."Ya Tuhan… siapa yang harus kuberitahu? Kalau terjadi sesuatu pada Arnie… kuatlah Arnie jangan terjadi apa-apa dulu, tolong."Pintu UGD terbuka sedikit. Seorang perawat keluar sebentar, membawa berkas."Mas, ini keluarga pasien?""Bukan. Maksud saya… iya, eh bukan. Saya cuma temannya," jawab Wira gelagapan."Dokter butuh persetujuan keluarga untuk tindakan. Ini lumayan berisiko."Wira menatap berkas itu seperti benda asing yang menakutkan. *Dia bukan keluarga. Dia tidak punya hak.*"Saya coba telepon suaminya lagi," gumamnya sambil menekan nomor Daren untuk ke sekian kali.Tetap mati.Ia ingin menangis karen

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 47. Tabrak Lari

    "Daren brengsek, keluarga binatang. Tega banget nurunin aku di jalan, gak bawa tas, gak bawa hp. Gimana aku mau pulang?" ucap Arnie sambil mengusap air mata.Ia berjalan sambil mencari kendaraan yang mungkin bisa di tumpangi. Ia menendang kerikil, menahan tangis yang mulai jatuh. Jalanan begitu sunyi, hanya suara serangga dan desiran angin menghantui."Dasar laki-laki tidak punya hati… Ya Tuhan, apa aku ini pantas dibuang begini?" bisiknya lirih, tubuhnya mulai lemas.Arnie meraba perutnya. "Sayang… maaf. Mama akan jaga kamu… kamu juga harus kuat ya!"Tiba-tiba cahaya lampu mobil muncul dari belakang. Arnie langsung menoleh, mengangkat tangan berharap pertolongan. Namun mobil itu tidak melambat. Malah semakin cepat dan akhirnya menabrak Arnie tanpa bisa menghindar.**BRUAAAKK!!**Tubuh Arnie terlempar keras ke aspal. Suara tulang beradu dan tubuh menyeret menghantam jalan menggema. Wanita yang tengah hamil muda itu terpental hingga beberapa meter, terbaring dengan darah mengalir dari

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 46. Pergi

    "Foto itu tidak membuktikan apa-apa!" ucap Daren dengan nada tinggi."Aku dan Kak Maya memang masuk ke kamar hotel, tapi kami tidak melakukan hal yang kamu pikirkan. Didalam kamar itu teman-teman Maya sudah menunggu, ada pesta kecil yang mereka lakukan sampai aku dan kak Maya tertahan disana dan akhirnya pulang larut malam," jelas Daren.Arnie merasa bingung mengapa Daren menjelaskan hal tersebut, seolah tak ingin Arnie salah paham. Selama ini apapun yang dilakukan Daren di luar tak pernah dijelaskan pada Arnie, sebagai seorang istri Arnie tak punya hak untuk melarang Daren melakukan apapun diluar sana. Namun, hari ini Daren terlihat berbeda ia menjelaskan seolah ingin Arnie percaya padanya."Aku tegaskan sekali lagi, hubunganku dengan kak Maya bersih, sampai kapanpun kita gak akan cerai," ucap Daren.Setelah mengatakan itu ia keluar kamar dan mengunci pintu kamar itu dari luar, lalu Daren berjalan menghampiri mama dan kakak iparnya yang masih terlihat kesal di ruang tamu."Daren, bag

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 45. Naik Darah

    Brak ...Daren menggebrak meja kerja membuat Soni menunduk dan menggelengkan kepala, belum hilang emosi Daren muncul kembali pemberitaan yang lebih heboh."Tuan ...." ucap Soni ragu-ragu seraya menatap Daren."Ada apa lagi?" tanya Daren dengan nada tinggi."Nama anda semakin hancur, sekarang beredar foto anda dan nyonya Maya masuk ke kamar hotel," ucap Soni.Daren melebarkan bola matanya, lalu melihat tab dan mengerutkan keningnya setelah melihat foto tersebut."Siapa yang memotret ku?! Kenapa bisa seperti ini?! Soni, sekarang juga kamu lakukan segala cara untuk menekan media dan turunkan tranding topik ini," ucap Daren.Soni menganggukkan kepalanya, ia menghela nafas saat melihat Daren keluar dari ruangan dengan wajah serius. Pekerjaan hari ini nampaknya akan berantakan, Soni yang selalu setia bekerja pada Daren mulai merasa lelah dan kesal."Gak habis pikir, kenapa tuan Daren bisa sejahat ini pada istrinya. Padahal Bu Arnie sudah sangat baik, foto-foto ini jelas asli bukan editan.

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 44. Tranding Topik

    Keesokan paginya Arnie bangun dengan badan terasa sakit, ia menatap pantulan dirinya di cermin. Tanda merah memenuhi leher hingga bagian dada, membuat ia kesal dan terus menggosoknya dengan sabun saat mandi."Dasar lelaki brengsek! Dia jadikan aku tempat pelampiasan nafsunya sampai seperti ini," ge

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 43. Usai Live

    Daren kesakitan memegangi tongkat pusaka yang masih terbalut celana yang tadi ditendang Arnie, kesempatan itu digunakan Arnie untuk kabur. Ia meraih ponselnya dan mematikan live streaming lalu berlari kecil menuju kamar dan langsung menguncinya.Sementara di ruang keluarga yang kini kacau balau Dar

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 42. Keributan Besar

    Daren menelan ludah, tampak bingung menjawab. Ia masih menatap Arnie yang malam ini begitu cantik dengan gaun putih melekat di tubuhnya, dekorasi ruangan yang tampak romantis dengan kelopak bunga mawar di lantai, meja makan yang dihias lilin putih, Daren tahu Arnie menyiapkan semua itu dan menunggu

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 41. Larut Malam

    Daren akhirnya terbujuk oleh Maya, karena janjinya kepada sang kakak yang sudah meninggal untuk menjaga Maya dan Clarisa, ia tidak bisa menolak permintaan Maya."Acaranya di hotel?" tanya Daren keheranan saat Maya menunjukan arah dan meminta berhenti di depan hotel."Iya, temanku yang atur semuanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status